Titisan Dewa

Titisan Dewa
Menghajar Anggota Assosiasi Matahari Merah


__ADS_3

Malam semakin larut, LoryMei telah kembali ketas kapal Naga Laut dan sudah menjelaskan kepada PiYo dan MaiLang apa yang sudah terjadi diluar sana dan tentang isi ruang dimensi cincin jiwanya serta sesuatu yang akan terjadi dan sedang mendatangi mereka dari arah laut.


"Hmm... kita tidak usah kuatir... Array/Formasi yang kakak YoLang pasang dikapal ini hanya boleh dihancurkan oleh seseorang yang kekuatannya berada diranah Jendral Dewa...", kata LoryMei.


"Iya... tapi kalau mereka sudah mendekat apa akan kita biarkan saja...?", tanya MaiLang.


"Kalian tenang saja... aku sudah menyiapkan busur panah kepada 25 orang anak buah kapal dan masing-masing akan menggunakan anak panah api... kita bertiga sebisanya menghalau kapal-kapal itu dengan kekuatan spiritual kita...!", kata PiYo.


"Ayah dan Ibu tetap diatas kapal saja... aku akan menghadapi mereka ditengah laut... siapa tahu si Jubah Merah berada disalah satu kapal... atau paling tidak salah satu petinggi mereka harus kita tawan...!", kata LoryMei mengutarakan rencananya.


"Putriku...! apakah kamu akan membunuh mereka semua...?", tanya sang ibu yang merasa cemas.


"Ibuuu... yang aku bunuh itu yang memang wajar dibunuh... selain mereka sudah memancarkan aura hitam yang pekat... pertanda mereka telah membunuh banyak orang... dan juga mereka sudah tidak bisa diajak kembali kejalan yang benar...!", kata LoryMei tegas.


"Istriku...! kalau kita sudah dalam keadaan terdesak... hanya itulah satu-satunya cara melawan orang jahat... kalau tidak kita yang akan terbunuh...! apa kamu paham sayang...?", kata PiYo kepada sang istri yang terlihat ragu-ragu karena selama hidupnya belum pernah membunuh walau seekor hewanpun.


"Ahhh... terserah kalian saja... a.. ak... aku hanya akan melindungi diri dan melindungi kalian kalau ada yang menyerang nanti...!", kata MaiLang yang terlihat mulai gugup.


Malam bertambah larut dan ketegangan diatas kapal Naga Laut bertambah, sudah tidak ada yang berjaga dibawah tangga karena tangga sudah dinaikkan keatas kapal dan semua orang bersiaga dengan senjata busur panah ditangan dan ratusan anak panah api telah disiapkan pada tempatnya yang tergantung di pinggang masing-masing orang. Diatas kapal Naga Laut hanya LoryMei, PiYo dan MaiLang yang memiliki tingkat kekuatan yang tinggi karena sudah berada pada ranah kekuatan Alam Tinggi ditingkat Raja dan tingkat Saint sedangkan anggota keluarga yang lain masih berada diranah alam fana tingkat Hijau, Biru dan Merah, sedangkan yang akan menjadi lawan mereka kali ini adalah anggota Assosiasi Matahari Merah yang tingkat kekuatannya paling rendah berada di tingkat Coklat ranah Alam Fana dan beberapa orang pimpinan mereka sudah berada diranah Alam Tinggi tingkat Surgawi bahkan ada yang sudah ditingkat Raja dan Kaisar.


Dari kejauhan gelap malam terlihat 3 titik cahaya bergoyang-goyang diatas air laut, menandakan ada 3 buah kapal yang sedang berlayar dan menuju kearah pelabuhan. Dalam pikiran LoryMei jarak tersebut masih jauh dan akan menguras energi spiritualnya jika dia memaksa terbang menyambut kedatangan kapal-kapal itu ditengah laut, untuk itu dia menunggu sampai jaraknya sudah dekat atau paling tidak dia sudah dapat melihat dengan jelas kapal-kapal tersebut. Setelah 1 jam kemudian terlihat dengan jelas 3 buah kapal layar berbendera Merah dengan gambar Matahari berwarna Emas ditengahnya, LoryMei mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk merasakan keberadaan kekuatan orang-orang diatas ketiga kapal tersebut dan mendapatkan ada seorang yang berada ditingkat Raja tahap Mahir dan 1 orang lagi berada ditingkat Kaisar tahap Awal. Sedangkan yang lainnya berada ditingkat Emas, Hitam, Ungu dan hampir 100 orang anggotanya yang berada ditingkat Merah dan Coklat.


"Hmm... banyak pembudidaya hawa murni tingkat tinggi diatas ketiga kapal itu ayah... dan ada 2 orang yang sudah berada diranah Alam tinggi tingkat Raja dan Kaisar...", kata LoryMei kepada sang ayah.


"Baik... lawanmu 2 orang itu dan yang lainnya serahkan kepada ayah dan ibumu...!", kata PiYo.


"Ayah dan Ibu... tunggu mereka menyerang terlebih dahulu baru layani serangan mereka...! dan tetap segel kekuatan kita ditingkat Emas Akhir...!", kata LoryMei.


"Kalian bersiap-siap serang layar kapal mereka dengan anak panah api...! dan yang diruang meriam bersiap dengar aba-aba dariku...! jangan membuka jendela ruang meriam sebelum ada perintah dariku...!", kata PiYo kepada 25 anggota keluarga yang menjadi anak buah kapal Naga Laut.


Setelah jarak sudah dekat LoryMei dengan kekuatan tingkat puncak ranah Alam Tinggi tingkat Saint tahap Puncak, dengan cepat melesat keatas langit tanpa terlihat oleh siapapun karena dia telah menggunakan teknik tingkat surgawinya yaitu 'Mata Phoenix Api' yang dapat menghilangkan aura tubuhnya sehingga tidak bisa dirasakan atau dilihat oleh orang lain ditingkat kekuatan yang sama dengannya. Dari atas langit dia melihat orang-orang diatas kapal sepertinya sedang menunggu aba-aba atau perintah dari seseorang untuk mulai menyerang, dan LoryMei mendapat kesimpulan bahwa mereka menunggu aba-aba dari kelompok 'Serigala Hitam' yang sudah dia lumpuhkan. Dia segera mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk mencari tahu apa yang sedang mereka bicarakan dan pikirkan,...


"Ketua... sepertinya anggota Serigala Hitam belum melakukan penyusupan keatas kapal besi itu...! seharusnya sejak tadi kita sudah mendapat sinyal lampu dari mereka...!", kata seseorang yang memakai topi berwarna merah.


"Kita menunggu sedikit lagi... mungkin mereka agak terlambat... tapi siapkan seluruh pasukan... biarkan pasukan saja yang menghadapi orang-orang lemah yang berada diatas kapal itu...", kata sang pemimpin yang mengenakan jubah berwarna kuning dan ada sulaman gambar matahari dari benang berwarna merah ditengah jubahnya.


"Baik Ketua...! Ming Chao... beritahu pasukanmu untuk bersiap menyerang... dan kamu Ming Xhin bantu saudaramu... tunggu perintah dariku...!", kata orang yang bertopi merah itu.

__ADS_1


LoryMei mendapatkan akal untuk membuat kelompok itu panik dan menjadi kalang kabut, sambil menjauh dari ketiga kapal itu dia menyelam kedalam laut kemudian mengarah kekapal-kapal tersebut. Sesampainya dibawah sebuah kapal yang berada disamping kiri kapal pemimpin kelompok tersebut, dia mulai melobangi bawah kapal itu hingga air mulai masuk kedalam kapal, hal serupa dilakukannya juga terhadap kapal yang sebelah kanan dan kembali dia menjauh dan keluar dari dalam laut dan melesat keatas langit sambil mengawasi ketiga kapal tersebut. Kekacauan mulai terjadi diatas kedua kapal yang mulai miring kekanan karena terlihat mulai banyak air yang masuk kedalam, dari arah kapal Naga Laut terlihat berdatangan puluhan anak panah api menghujani ketiga kapal layar assosiasi Matahari Merah.


Terlihat kekacauan semakin terjadi karena selain 2 buah kapal yang mulai tenggelam juga kapa pemimpin mereka mulai ada kobaran api dan sebuah layar utamanya mulai terbakar dilalap api, LoryMei hanya fokus memperhatikan 2 orang yang tingkat kekuatannya tertinggi diatas kapal itu. Dan dia melihat keduanya juga terlihat panik, sampai semua teriakan umpatan keluar dari mulut mereka, mengutuki orang yang telah membocori kapal mereka sampai mulai tenggelam,...


"Padamkan api...! dan kalian gunakan perahu penyelamat dan segera menyerang bangsat-bangsat dikapal itu...! bajingan...! manusia-manusia lemah telah membodohi kita...! cepaaattt... padamkan apinya dan mulai menyerang...!", teriak sang pemimpin yang sudah terihat panik dan marah.


LoryMei yang melihat itu dari atas langit, segera mengirim pesan spiritual kepada ayahnya untuk bersiap dan menghabisi siapa saja yang mendekat kekapal Naga Laut. Sementara itu dia akan memancing pemimpin kelompok itu untuk bertarung diatas udara,...


"Tarian Phoenix Api"


Shut... shut... shut... shut... shut... shut...


Dhuar... dhuar... dhuar...


dhuar... dhuar... dhuar...


6 buah bola api spiritual melesat kearah kapal-kapal yang mulai tenggelam sehingga membuatnya hancur dan potongan-potongan kayunya berserakan diatas air laut, sang pemimpin melihat ada serangan dari seseorang dari atas langit segera melesat terbang dan berhadapan dengan LoryMei,...


"Bajingan... siapa kamu... mengapa menyerang kami...?",


"Hahh... terus siapa kamu mengapa mau menyerang kapalku...?", kata LoryMei menjawab dengan balik memberikan pertanyaan yang sama kepada sosok pemimpin itu.


"Badai Gurun Menyapu Langit"


HIaattt...


Whuuuttt... whuuuttt...


LoryMei dengan cepat menghindar,...


"Langkah Phoenix Api"


Whuuss... whuuss...


Dan membalas serangan sosok berjubah tersebut,...


"Kebasan Sayap Phoenix Api"

__ADS_1


Whhuuuttt... whhuuuttt...


Bhuukk... Bhuukk...


Ahhh...


"Bajingan...! berisi juga kau bocah...! coba yang ini,...",


"Sinar Matahari Membakar Bumi"


Whuunngg... whuunngg...


Blaaarrr... Blaaarrr...


Serangan bola api spiritual dengan cepat datang mengarah ketubuh LoryMei, dengan cepat dia menghindar sehingga hanya mengenai tempat kosong dan meledakkan udara disekitar LoryMei sehingga mengganggu pendengarannya. Tak mau kalah LoryMei kembali mengirim serangannya,...


"Langkah Phoenix Api"


Whuuuzzz... whuuuzzz...


"Tarian Phoenix Api"


Shhuuuttt... shhuuuttt... shhuuuttt...


Dhuuaarr... dhuuaarr... dhuuaarr...


Aahhkk... arrgghhh... Hooeeekkk...


Whhuuussss...


Byuuurrr...


Sosok berjubah putih terkena serangan LoryMei kemudian jatuh dari atas langit dan tercebur masuk kedalam air laut, terlihat orang kedua melesat keluar dari dalam kapalnya dan berusaha untuk menolong pemimpin mereka yang sedang tenggelam kedasar laut. Tanpa berpikir lama lagi karena sudah merasa cukup bermain-main LoryMei mengerahkan seluruh kekuatannya dan menghujani kapal layar pemimpin itu dengan tembakan sebuah bola api spiritual yang besar,...


"Gelombang Api Kemarahan Phoenix"


Whhhuuuuuttttt......

__ADS_1


Bhoooommmm......


Kapal layar yang besar tempat sang pemimpin berjubah hancur berantakan bersama beberapa orang anggotanya yang terlempar dan masuk kedalam laut, LoryMei mulai menjelajahi perairan sekitar meledaknya kapal-kapal tersebut untuk melihat mereka-mereka yang selamat kemudian menarik sambil membuat tak sadarkan diri dan mengirim mereka kedalam ruang dimensi cincin jiwanya.


__ADS_2