Titisan Dewa

Titisan Dewa
Misteri Hutan Tangisan Malam 3


__ADS_3

Hari ketiga perburuan diHutan Tangisan Malam mereka mulai menyisir kawasan area inti hutan, YoLang dan YoLun membawa paman Xong Te dan anggota pasukannya dengan perlahan melangkah memasuki kawasan inti hutan sambil mengedarkan kesadaran spiritual mereka menyisir area untuk mencari keberadaan tanaman herbal dan hewan buas atau hewan siluman. YoLang yang jangkauan kesadaran spiritualnya mencapai 100 kilometer sudah merasakan ratusan hewan siluman tingkat tinggi didalam kawasan inti hutan itu, dengan medan yang semakin sulit mereka melewati banyak dinding tebing dan jurang yang cukup dalam. Setelah 2 kilometer masuk kedalam inti hutan mereka mulai bertemu dengan kelompok hewan siluman tingkat menengah dengan segera paman Xong Te dan anggota Pasukan Naga menghabisi para hewan siluman itu dan mengambil inti hewan dari dalam tubuh mereka,...


"Bagus paman...! nanti kalau bertemu dengan yang tingkat tinggi birkan saya dan YoLun yang akan membereskannya...! paman dan anggota pasukan menghindar saja...!", kata YoLang memperingati bawahannya itu.


"Baik tuan muda...! akan kami perhatikan hal itu...!", kata sang Jendral.


"Suamiku... coba kau lihat kearah barat ada sesuatu yang aneh disana...! tapi aku hanya bisa merasakan samar-samar... apakah jaraknya masih jauh atau tempat itu terlindungi oleh sesuatu...?", kata sang istri.


"Hmm... jaraknya tidak jauh lagi... ayo kita periksa kesana...! kalian berhati-hatilah dan selalu waspada...!", kata YoLang kemudian mengajak mereka bergerak kearah sebuah lembah.


"Nah itu tempatnya... hmm... agak turun kedalam lembah dan jalan menuju ketempat itu agak licin...!", kata YoLang sambil mengirim pesan suara kepada Mayang dan LoryMei untuk mendatangi lokasi mereka.


Mereka menunggu beberapa saat dan akan bergerak menuruni lembah yang kedalamannya 200 meter itu menuju sebuah tempat yang mereka curigai terdapat sesuatu yang aneh, setelah rombongan itu telah berkumpul semuanya dengan perlahan mereka mulai menuruni jurang yang tidak terlalu dalam itu dan mendapati sebuah kawasan dinding jurang yang terdapat 3 buah mulut gua dengan ukuran besar dan terlihat mulut gua tersebut adalah hasil buatan tangan-tangan manusia bukan terbentuk karena proses alam. YoLang kemudian fokus melihat isi didalam gua-gua tersebut demikian juga dengan kedua istrinya,...

__ADS_1


"Hmm... sepertinya gua-gua ini adalah tempat kediaman sekelompok orang... tapi sudah tidak ada satupun makhluk hidup didalamnya...!", kata YoLang memberitahukan hasil pemeriksaanya.


"Iya kamu benar suamiku... tapi aku penasaran... bagaimana kalau kita periksa kedalam gua-gua itu...!", kata YoLun sambil memberikan usul.


"Baiklah... kita mulai periksa dari gua sebelah kanan itu... dan paman Xong Te beserta semua anggota Pasukan Naga tetap tinggal dimulut gua ini dan berjaga...!", kata YoLang kemudian mengajak kedua istrinya dan paman Wang Yhu untuk memasuki gua.


Keempat sosok itu memasuki gua dengan perlahan sambil memeriksa setiap ruangan yang berada didalam gua tersebut, kedalaman gua pertama yang mereka masuki sampai berjarak 50 meter dari mulut gua dan mereka hanya menemukan rongsokan perabotan yang terbuat dari kayu hampir disemua ruangan dalam gua tersebut. Mereka melanjutkan dengan gua yang berada ditengah dan mendapati 2 buah ruangan besar yang hanya berjarak 10 meter dari mulut gua, didalamnya terdapat beberapa rangka tulang manusia yang sudah mulai hancur juga sisa-sisa perabotan kayu setelah melihat semua itu mereka kembali menyusuri dalam gua dan memeriksa semua ruangan didalamnya. Dijarak 60 meter dari mulut gua mereka menemukan sebuah ruangan yang tertutup oleh sebuah pintu yang terbuat dari bahan besi, segera paman Wang Yhu membuka paksa pintu besi tersebut dan menemukan banyak senjata berbagai jenis yang kesemuanya berada ditingkat langit,...


"Hmm... kemungkinan ini tempat penyimpanan senjata yang diperuntukkan bagi anggota kelompok yang pernah mendiami gua ini...!", kata paman Wang Yhu yang sedang memeriksa senjata-senjata tersebut yang dalam kondisi sudah rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi.


"Sayang... coba kemari dan lihat isi ruangan ini...", kata Mayang sambil menunjukkan isi yang terdapat didalam sebuah ruangan yang ditemukannya.


"Hmm... ruangan ini sepertinya tempat mereka berkultivasi... karena posisi dari sisa-sisa tulang manusia itu melingkar mengelilingi bagian tengah ini... tapi kenapa mereka bisa mati dalam keadaan sedang berkultivasi...? mmm... ada sesuatu yang aneh dengan situasi seperti itu...! ayo kita periksa ruangan yang lain lagi...", kata YoLang mengajak sang istri untuk melanjutkan pemeriksaan mereka.

__ADS_1


Sampai jarak 100 meter dari mulut gua YoLang dan Mayang melihat ada banyak rangka tulang manusia didepan sebuah ruangan yang masih tertutup dengan pintu besi, mereka berdua kemudian memeriksa keadaan dan posisi rangka-rangka manusia tersebut,...


"Coba lihat... poisi mereka saling tumpang tindih seperti itu... sisa-sisa senjata mereka terlihat masih berada disarung... artinya mereka dalam keadaan sedang berjaga kemudian tewas tanpa sadarkan diri... tapi tidak ada jejak aura racun ditulang-tulang mereka... hmm... mari kita singkirkan tulang belulang itu dan coba kita masuki ruangan ini...!", kata YoLang sambil memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang menewaskan orang-orang yang telah menjadi tumpukan tulang itu.


Krraaakkk...


Brruuukkk... brraaakkk...


Pintuk besi yang menutup ruangan itu dibuka paksa oleh YoLang sehingga hancur, kemudian mereka masuk kedalam ruangan yang sangat besar dan terlihat terbagi menjadi 2 buah ruang terbuka dengan kondisi yang sama dengan ruangan-ruangan lainnya. Didalam ruangan itu mereka menemukan 2 rangka manusia yang sudah mulai hancur, disisi sebelah kiri terlihat sebuah rangka manusia yang masih ada potongan bekas pakaian yang tersisa dan warna serta corak pakaian masih bisa dilihat kemudian didinding ruangan itu ada tergantung sebuah pedang dengan sarungnya yang berukir. YoLang menyelidiki keberadaan sosok yang sudah menjadi rangka tersebut dengan memeriksa sisa potongan kain dan mengambil pedang yang tergantung didinding, setelah melihat kedua barang tersebut YoLang berkesimpulan bahwa sosok itu adalah seorang yang berkedudukan tinggi didalam kelompok yang pernah mendiami gua ini, kemudian dia menuju ruang sebelah kanan yang sedang diselidiki Mayang,...


"Orang ini kemungkinan adalah seorang Tabib atau Alkemis...! coba lihat disampingnya masih ada tungku untuk meracik pil... dan ada beberapa botol keramik tempat menyimpan pil disekitar tumpukan tulang-tulangnya...!", kata Mayang.


"Hmm... coba kita periksa sisa-sisa tumpukan kayu-kayu itu... itu kemungkinan bekas lemari atau rak penyimpanan... dan itu pasti bekas tempat tidur karena ukurannya yang agak besar... periksa juga yang itu seperti sebuah meja tempat untuk menulis...!", kata YoLang yang mulai memeriksa secara rinci isi ruangan itu.

__ADS_1


Sementara itu YoLun dan paman Wang Yhu sudah memeriksa semua ruangan yang mereka lewati sepanjang memasuki gua itu, mereka hanya menemukan rangka tulang manusia dan bekas-bekas perabotan serta senjata-senjata yang sudah mulai hancur. Kemudian karena sudah mengetahui bagian ujung gua sedang diperiksa oleh YoLang dan Mayang maka YoLun dan paman Wang Yhu pindah dan memeriksa gua terakhir yang berada disebelah kiri, didalam gua itu mereka melihat ada 4 buah ruangan yang berukuran besar dan didalam setiap ruangan mereka menemukan puluhan rangka tubuh manusia yang jika dijumlahkan isi dalam gua itu terdapat seratus lebih rangka tubuh manusia yang sudah mulai hancur. Mereka juga menemukan banyak senjata yang sudah tidak bisa digunakan atau diperbaiki dan beberapa kitab teknik yang kondisinya sama sekali sudah hancur hanya menyisakan potongan-potongan kecil lembaran kitab itu.


__ADS_2