
Diruangan VVIP yang besar itu YoLang mengeluarkan anggota keluarga dan Pasukan Naga yang mengikutinya, Jendral Wang Yhu, Jendral Lungwei dan istrinya Jendral Ing Hua, kedua pamannya LunFai dan istrinya Jendral AiYun serta LunFei dan istrinya Jendral AiYin , paman AmPhong dan putrinya AmYi Hua serta 10 orang anggota Pasukan Naga dan 20 orang anggota Pasukan Putri Naga, sementara itu bibi Yue Chan dan 4 orang pelayan tetap berada didalam dunia jiwa menemani bibi Sun Liang yang sedang berlatih dan mulai berkulltivasi...
"Dengarkan saya...! saat ini kita berada didaratan tengah tepatnya diKota Zong Nan... saya merasa ada sesuatu yang kita lakukan didaratan ini tapi saya belum bisa memastikan diKota mana... untuk itu saya minta paman Wang Yhu dan paman Lung Wei didamping para perwira Pasukan Naga Putri untuk membawa semua anggota pasukan yang ada untuk mencari segala informasi yang berkaitan dengan kehidupan orang banyak dikota ini... dan sebelum malam segera kembali karena jika tidak menemukan sesuatu informasi kita akan melanjutkan perjalanan kekota berikutnya... mengerti...?", kata YoLang.
"Kami siap melaksanakan tugas tuan muda...", kata paman Wang Yhu yang terlihat senang dan wajahnya berseri bisa kembali bertugas diluar dunia jiwa.
"Bagus...! nanti paman Wang Yhu bagi kelompok dan seperti biasa mendatangi pusat-pusat keramaian... begitu juga dengan paman LunFai dan paman LunFei... silahkan menikmati Kota Zang Nan ini sambil mencari informasi... untuk paman AmPhong ini waktunya mengajari AmYi Hua berinteraksi dengan dunia persilatan...", kata YoLang sambil melirik AmYi Hua yang terlihat berantusias dengan petualangan pertamanya ini.
"Baik nak Yo... kami pergi dulu karena hari semakin siang...", kata aman AmPhong kemudian mengajak putrinya dan yang lainnya untuk segera menjalankan tugas yang diberikan YoLang.
Setelah perginya para anggota keluarga dan Pasukan Naga menjalankan tugas mereka, YoLang kemudian masuk kedalam kamar dan melihat sang istri sudah tertidur lelap diatas tempat tidur. Tanpa menunggu lama YoLang langsung mulai berkultivasi menyerap energi spiritual disekitarnya, hal ini dilakukannya karena tidak mau mengganggu sang istri yang sedang beristirahat setelah semalam mereka berdua beberapa kali berkultivasi Yin dan Yang. YoLang terbangun dari kultivasinya setelah merasakan keberadaan paman AmPhong dan putrinya AmYhi Hua yang sudah kembai dan sedang menuju kelantai dimana kamar VVIP yang disewanya berada, segera Yolang bangkit berdiri dan keluar dari kamarnya untuk menemui ayah dan anak tersebut...
"Bagaimana paman...? adik Hua...? apakah ada mendapat sesuatu...?", tanya YoLang kepada ayah dan putrinya itu.
"Sepertinya tidak ada yang menarik tuan muda... rata-rata tingkat kehidupan dikota ini dan desa-desa sekitarnya sangat baik... tidak ada tindak kejahatan yang menonjol selama kurun waktu 2 tahun ini... hanya cerita para peduduk dengan kawasan hutan serta pegunungan diperbatasan dengan daratan timur yang terdapat sebuah tambang biji besi putih dan sudah lama tidak beroperasi lagi... hanya itu yang kami dapatkan tuan muda...", kata paman AmPhong menceritakan hasi pencarian informasinya.
"Hmm... hutan dan pegunungan lagi... hehehe... baik terimakasih paman... dan kamu adik Hua... bagaimana perasaaanmu bertemu dengan para pendekar diluar sana...?",
"Ahh... seperti biasa saja tuan muda... aku sebenarnya ingin bertemu dengan orang jahat agar bisa bertarung dengan mereka...! hitung-hitung mau menguji kekuatanku sudah seperti apa... hehehe...", kata AmYi Hua yang sudah berada ditingkat Raja Mahir diusianya yang baru 15 tahun.
__ADS_1
"Hahaha... maafkan putriku ini tuan muda... biasalah gejolak energi anak muda memang seperti itu... meledak-ledak dan kalau dibiarkan tidak bisa terkontrol oleh mereka sendiri...", kata paman AmPhong.
"Benar paman...! saya ingat awal-awal petualangan di Alam Fana... hal itu pernah terjadi dengan Mayang dan LoryMei... tapi itulah tugas kita paman...! harus membimbing dan mengarahan mereka dalam hal pengendalian emosi agar menjadi bijak dalam mengambil sebuah keputusan...", kata YoLang memberikan pengertian.
"Ahh... ayah dan tuan muda sama saja... tapi nanti jika ada pertarungan dengan orang jahat aku mau ikut bertarung... biar pengalaman bertarungku bisa tambah berkembang... tidak selalu setiap hari harus bertarung dengan boneka-boneka ilusi...", kata AmYi Hua.
"Baik... nona muda...! aku akan memberikan kesempatan untukmu jika tiba saatnya... nah searang kembali kedalam dunia jiwa dan bantu ibumu yang sedang menemani bibi Sun Liang berlatih...", kata YoLang.
"Baik tuan muda... aku menunggu janjimu... hehehe...", kata AmYi Hua tersenyum senang. Dan kemudian berpindah tempat kedalam dunia jiwa
Whhuuuzzz... whhuuuzzz...
"Wah... paman-paman dan kedua bibi terlihat senang... apakah mendapatkan sesuatu diluar sana...?", tanya YoLang sambil tersenyum.
"Hehehe... bisa aja kamu nak... kedua pamanmu ini tadi sudah berada dikawasan pertokoan... tapi tiba-tiba kedua bibimu ini mual-mual dan muntah hanya karena melihat seorang pedagang yang menjual manisan... dan segera kami pindah kekawasan pelabuhan karena kedua bibimu ini ingin menghirup udara pantai... hahh... paman sampai bingung...", kata paman LunFai.
"Hahaha... paman berdua harus bersyukur... saya baru melihat keadaan tubuh bibi AiYun dan bibi AiYin sudah berisi calon anak kedua paman... mmm... mulai sekarang bibi berdua harus banyak beristirahat... saya tidak akan mengijinkan lagi ikut bertempur...", kata YoLang yang telah memeriksa keadaan tubuh kedua bibinya itu.
"Hahh...! hahahah...! akhirnya datang juga yang aku harapkan...", teriak paman LunFei karena senang.
__ADS_1
"Ya sudah rayakan kehamilan bibi berdua bersama paman-paman didalam dunia jiwa... bersiaplah...!", kata YoLang dan segera mengirim kedua pamanya bersama istri masing-masing kedalam dunia jiwa.
Menjelang malam paman Wang Yhu bersama 10 orang anggota Pasukan Naga kembali dari pencarian informasi mereka, disusul dengan 20 orang anggota Pasukan Putri Naga yang menggantikan lokasi penyelidikan paman LunFai dan paman LunFei dikawasan pusat bisnis Kota Zong Nan kemudian bersamaan dengan datangnya paman Lung Wei dan istrinya bibi Ing Hua dari kantor penguasa kota. Kedatangan semua orang yang melakukan tugas pencarian informasi itu, segera melaporan hasil tugas mereka kepada YoLang...
"Kami dari perpustakaan kota kemudian pindah kelokasimpusat bisnis didalam kota menggantikan lokasi penyelididkan paman LunFai dan Jendral AiYun serta paman LunFei dana Jendral AiYin yang katanya sedang tidak enak badan... dari perpustakaan kota hanya ada 2 buah buku ini yang kami temukan... selanjutnya dari kawasaan pusat bisnis kami mendapat informasi menarik dari sebuah toko yang menjual barang-barang atik... sang pemilik mengatakan tentang pebeliannya terhadap puluhan barang antik peninggalan masa lalu yang dijual oleh para petualang... sang pemilik toko mengatakan bahwa para petualang itu mendapatkan barang-barang tersebut dikedalaman laut selatan ini... mungkin ada sebuah kapal dagang yang dahulunya diserang badai kemudian tenggelam dilaut lepas itu... yang kedua informasi dari toko penjual senjata yang sangat membutuhkan senjta-senjata tingkat Langit dan Kuno karena banyak petualang dan pembudidaya energi spiritual yang mencarinya dengan harga yang sangat mahal bahkan mereka berani membayar dengan menggunakan batu roh...", kata Yang Lin komandan regu Pasukan Putri Naga memberikan penjelasan hasil pencaraan informasi yang mereka lakukan.
"Bagus... terimakasih bibi Lin... selanjutnya paman Wang Yhu... apa yang paman dapatkan...?", tanya YoLang.
"Ahh... maaf tuan muda... tidak ada sesuatu informasi yang dapat kami sampaikan... seharian kami berkeliling pasar besar dikota ini... tapi kami melihat sepertinya keadaan dan situasi kota ini terlihat baik-baik saja... karena tidak ada satupun pengeluhan dari para pedang maupun pemilik kios didalam pasar besar itu...", kata paman Wang Yhu.
"Hmm... memang saya juga merasakan seperti itu paman... ahh... mungkin yang kita cari itu tidak adadi kota ini... baiklah... terakhir paman Lung Wei dan bibi Ing Hua bagaimana hasilnya...", kata Yolang kepada paman Lung Wei bersama istrinya Jendral Ing Hua.
"Kami sudah mendatangi 3 kantor yang berada dibawah penguasa kota... tapi tidak mendapatkan informasi yang menarik dan kami juga melihat situasi dalam kantor pemerintahan itu tidak ada sesuatu hal yang mencurigakan atau ditutup-tutupi... semuany terlihat berjalan dengan lancar...", kata paman Lung Wei yang diiyakan oleh sang istri terkasih Jendral Ing Hua.
"Baiklah... terimakasih untuk tugas yang saya berikan hari ini sudah dijalankan dengan baik oleh semuanya... selanjutnya saya akan mengirim semuanya untuk kembali kedalam dunia jiwa... saya dan YoLun akan melanjutkan perjalanan kekota berikutnya yaitu Kota Zong Duzi...besok malam mungkin kita sudah berada dikoa itu... jadi lakukan persiapan untuk tugas yang sama seperti ini saat kita tiba dikota itu...", kata YoLang memberikan penjelasan.
"Baik tuan muda... kami siap melaksanakan perintah...! kata para pasukan itu dengan serempak.
Whhuuuzzz... whhuuuzzz...
__ADS_1
Setelah mengirim mereka semua kedalam dunia jiwa, YoLang menemui istrinya yang sudah bangun dari tidurnya dan mengatakan untuk segera bersiap karena saat tengah malam nanti mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Zong Duzi.