Titisan Dewa

Titisan Dewa
Kekalahan siJubah Biru


__ADS_3

Dikegelapan malam 40 mil laut dari daratan seribu pulau, kapal Naga Laut sedang menghadang 3 buah kapal layar berbendera merah dengan gambar matahari berwarna kuning ditengahnya. Ketiga kapal milik bajak laut Matahari Merah belum menyadari akan terjadinya penghadangan tersebut, sampai mereka mendengar dentuman meriam dari arah depan mereka,...


Dhuaarr... dhuaarr... dhuaar... dhuaarr...


Bhoomm... bhoomm... bhoomm... bhoomm...


"Penyergapan...!", teriak salah seorang dikapal itu.


Sementara itu dikapal Naga Laut,...


"Tembak terus...! fokus dua kapal disamping kiri dan kanan... yang ditengah biarkan dulu...!", teriak Lung Ma dari ruangan meriam.


"Pasukan pemanah...! serang sesuai aba-aba dariku...!", suara Lung Wei kepada anak buahnya.


"Siap...! seraaaaanngggg...!", komando Lung Wei kepada pasukan pemanah.


shut... shut... shut... shut... shut... shut...


shut... shut... shut... shut... shut... shut...


Ratusan anak panah berapi menghujani ketiga kapal didepan mereka,...


"Tembak terus...! jangan berikan kesempatan mereka untuk membalas... kapal kita memiliki kubah pelindung... jangan takut karena tidak akan ada satupun anak panah atau peluru meriam yang akan mengenai kita...!", teriak Wang Yhu memberi semangat kepada pasukannya.


Dhuaarr... dhuaarr... dhuaar... dhuaarr...


Bhoomm... bhoomm... bhoomm... bhoomm...


Kembali dentuman meriam dari kapal Naga Laut menghantam kapal-kapal bajak laut Matahari Merah. Jarak antara kapal Naga laut dengan ketiga kapal tersebut semakin dekat, terlihat api mulai berkobar semakin besar didua kapal yang berada disamping kiri dan kanan kapal dimana siJubah Biru berada. Kepanikan yang terjadi membuat sang pemimpin siJubah Biru marah karena anak buahnya tidak melakukan pembalasan atas serangan tiba-tiba itu,...


"Jangan panik...! siapkan meriam dan balas menyerang...!", teriak siJubah Biru.


Dhuar... dhuar... dhuar...


Bhom... bhom... bhom...


Peluru meriam menghantam kapal Naga Laut tapi tidak membuat kerusakan apapun, formasi pelindung yang dibuat YoLang tidak bergetar sedikitpun. Dari atas langit LorryMei yang berada diatas punggung Juli siPutih mulai melumpuhkan satu persatu anggota bajak laut yang berada diatas kapal samping kanan kapal sang pemimpin,...


"Tarian Phoenix Api"


Shuutt... shuutt... shuutt... shuutt...


Dhuuarr... dhuuarr... dhuuarr... dhuuarr...


Aahhkkk... aarrgghhkk...


Jeritan kesakitan dari anggota bajak laut matahari merah sahut menyahut dari atas kapal mendapat serangan dari LoryMei, dan terlihat 2 buah perahu kecil terlihat mendekat dan mulai melempat tali keatas kapal samping kanan itu, dan terlihat 10 orang pasukan penyusup Naga Merah mulai memanjat dinding kapal dan mulai menguasai kapal tersebut,...


"Lumpuhkan mereka semua dan ikat ditiang kapal...! perhatikan jangan sampai ada yang lolos... jika melawan langsung habisi...!", perintah Prapat Tung.


"Siapa komandan...!", jawab para anggota pasukan penyusup itu.


Disisi sebelah kiri, Mayang yang berada diatas punggung Jula membantai habis para anggota bajak laut Matahari Merah, karena dia mendapat serangan dengan anak panah dari arah kapal itu,...


Shut... shut... shut...


"Awas Jula menghindar kekanan...!", teriak Mayang mengarahkan Jula siHitam.


Whuusss... whuusss...


"Bagus Jula... sekarang menukik...! kita balas serangan mereka...!", kata Mayang.


Hiaaatttt....


"Cahaya Intan Menebar Pesona"


Whunggg... whunggg... whunggg...


Bhoomm... bhoomm... bhoomm...


Aahhkk... aarrggkk... aahhkk...


"Rasakan pembalasanku...!", kata Mayang bersemangat melihat seranganya berhasil menewaskan beberapa orang bajak laut.

__ADS_1


Khhaaakkk... khhaaakkk...


Whhuuusss...


"Bagus Jula sekali lagi berputar...!", kata Mayang.


Sementara itu diarena tengah jarak kedua kapal besar semakin dekat,...


"Pasukan Geladak siap bertempur...!", kata Jendral Lung Cen memberi perintah kepada anak buahnya yang berjumlah 20 orang


"Pasukan pemanah serang teruuusss...!", teriak Jendral Lung Wei.


shut... shut... shut... shut... shut...


Dari arah kapal siJubah Biru terdengar suara siJubah Biru,...


"Seraaaannnggg... habisi mereka...!", teriaknya dan melesat keudara mengirim serangan kearah kapal Naga Laut.


YoLun yang sudah bersiap sedari tadi langsung meladeni serangan siJubah Biru dan ikut melesat keudara menyambut lawannya,...


"Langkah Petir"


"Siluman Jari Petir"


Shuutt... shuutt... shuutt...


Dhuuarr... dhuuarr... dhuuarr...


Dengan gesitnya siJubah Biru menghindar sehingga serangan YoLun mengenai tempat yang kosong.


"Terimalah kehancuran kalian...!", kata siJubah Biru.


"Tangisan Serigala Malam"


Srinngg... srinngg... srinngg...


Bhoomm... bhoomm... bhoomm...


"Langkah Petir"


Dengan cepatnya YoLun berkelit kekiri dan kekanan menghindari serangan siJubah Biru membuat serangannya amblas dipermukaan air laut. Dengan cepat YoLun mengeluarkan senjata tingkat Ilahi miiknya yaitu 'Busur Asmara Intan Petir' dan mengerahkan teknik pamungkas,...


"Hujan Amarah Petir"


Shuutt... shuutt... shuutt...


Jleeb...


Dhuuaarr...


Aahhkkk...


Sebuah tembakan mengenai pundak kiri siJubah Biru dan membuat dia meringis kesakitan karena tangannya hampir putus. Sementara itu YoLang sudah berada diatas kapal besar yang ditempati siJubah Biru sebelumnya, dan mulai membantai dan melumpuhkan anggota bajak laut Matahari Merah.


"Langkaha Cahaya"


Whhuuuzzz... whhuuuzzz... whhuuuzzz...


"Amukan Badai Naga"


Bhuukkk... Dheesss... Bhuukkk...


Aarghh... Aahhkk... Aarghh...


3 orang anggota bajak laut terkapar pingsan diatas latai kapal mereka terkena serangan YoLang, sementara itu pertarungan antara YoLun dengan siJubah Biru masih berlangsung sengit dengan saling jual beli serangan spiritual walaupun tangan sebelah kirinya sudah menggantung tak berdaya. Tapi darah semakin banyak keluar dari lukanya sehingga membuat siJubah Biru dengan cepat kehabisan staminanya dan melihat kesempatan yang baik YoLun segera menggunakan teknik untuk menguasai siJubah Biru,...


"Cahaya Rembulan"


Whhuuunnnggg...


Whuuusss...


Aarrgghhkk...

__ADS_1


Merasa dibungkus oleh sebuah kekuatan besar sehingga membuat siJubah Biru diam tak bisa bergerak karena sudah terikat oleh tali spiritual milik YoLun, kemudian melempar tubuh siJubah Biru keatas geladak kapalnya yang sudah dikuasai oleh YoLang dan dibantu oleh pasukan Naga Hijau dibawah pimpinan DengSun. Kemudian,...


"Kumpulkan semua yang masih hidup... dan satukan dikapal yang besar...", kata WangYhu sang Panglima Pasukan.


"Siap... laksanakan panglima...!",


"Pasukan Penyusup geledah kapal-kapal ini dan ambil semua barang-barangnya dan pindahkan kekapal Naga Laut...!", perintah Prapat Tung.


Pertempuran ditengah perairan samudera tak berujung akhirnya selesai dan kemenangan dipihak YoLang dengan pasukannya, walaupun ada beberapa diantara pasukan penyusup yang mengalami luka luar yang cukup serius. Sementara itu dikapal yang besar tempat dimana siJubah Biru sang pemimpin bajak laut Matahari Merah berada, telah berdiri ditengah geladak kapal YoLang didampingi WangYhu, YunThao, XongTe, DengSun dan LungCen tengah berhadapan dengan puluhan orang bajak laut yang tersisa dan ada yang dalam keadaan pingsan dan ada juga yang terluka parah. Demikian juga pemimpin mereka yang menggunakan Jubah berwarna Biru tergeletak pingsan diatas lantai kapal dengan tangan sebelah kirinya sudah hancur tak berbentuk.


Barang-barang berharga hasil rampokan para bajak laut itu akhirnya berpindah tempat kekapal Naga Laut, bersama dengan 45 orang tawanan yang kesemuanya dalam keadaan terluka parah dan seorang pemimpin tingkat 2 dari Assosiasi Matahari Merah yang dikenal dengan siJubah Biru yang lam keadaan masih pingsan,...


"Pasukan Meriam bersiap...! dengar aba-aba dariku...!", kata Jendral Lung Ma memberikan perintah kepada pasukannya untuk menghancurkan dan menenggelamkan ketiga kapal bajak laut Matahari Merah.


"Tembaaakkkk...! hancukan sampai tenggelam...!", kata Lung Ma.


Dhuuaarr... Dhuuaarr... Dhuuaarr...


Dhuuaarr... Dhuuaarr... Dhuuaarr...


Bhoomm... Bhoomm... Bhoomm...


Bhoomm... Bhoomm... Bhoomm...


Ketiga kapal layar itu meledak dan hancur berkeping-keping kemudian puing-puingnya beterbangan dan berhamburan diatas permukaan air laut dan perlahan mulai tenggelam didasar samudera tak berujung, diatas geladak kapal Naga Laut terlihat YoLang masih menyerap ingatan semua anggota bajak laut Matahari Merah satu persatu untuk mendapatkan informasi. Kemudian beberapa orang pasukan kapal Naga Laut menyadarkan siJubah Biru dengan menyiramkan air laut kemuka dan tubuhnya,...


Byuuuurrrr...


Ahhh... hahhh... hahhh...


Aahhkkk...


"Apa yang kalian lakukan...! bangsaaattt...! lepaskan aku...!", teriak siJubah Biru ketika dia sadar dari pingsannya.


"Diiaammm...!", kata Wang Yhu


Plaakkk... plaakkk...


Aduuhhh...


"Jangan berisik pak tua...", katanya lagi.


Bhuuggghh... Bhuugghh...


Aahhhkkk...


Setelah membuat siJubah Biru sadarkan diri dan mendengar dia marah sambil mengumpat mereka, membuat mereka emosi dan memukul siJubah Biru berkali-kali.


"Jangan membuka mulut jika tidak disuruh bicara pak tua...! atau tinjuku ini yang akan bicara...", kata seorang prajurit kepada siJubah Biru.


"Nah... bagus...! jadilah kucing penurut... hehehe...", kata seseorang yang lain.


"Sudah... biarkan dia dulu... dan kalian bantu teman kalian yang terluka...!", kata YoLang.


"Baik tuan muda...!", jawab mereka serempak dan meninggalkan tempat itu dan kembali ke Dek-Pasukan untuk membantu teman-teman mereka yang terluka saat pertempuran sebelumnya.


"Istriku... kau obati dulu lukanya...! setelah itu interogasi dia...! dan jangan dibunuh... karena aku masih ada perlu dengannya...! eenmm...?", kata YoLang kepada sang istri.


"Baik suamiku...!", jawab YoLun.


YoLun mengobati siJubah Biru juga para tawanan anggota bajak laut Matahari Merah yang berjumlah 45 orang, kemudian memasukkan para tawanan itu kedalam ruang dimensi cincin jiwanya dan menyisakan siJubah Biru yang akan diinterogasi olh YoLang. Selesai mengobati YoLun menyerahkan siJubah Biru kepada YoLang untuk dimintai keterangannya,...


"Nah aku sudah berbaik hati dengan mengobati luka-lukamu... sebaiknya kamu bekerjasama dengan menjawab semua pertanyaan suamiku dengan baik...!", kata YoLun


"Pak tua... bagaimana perasaanmu...?", tanya YoLang.


"Cuuiiihhh...", jawab siJubah Biru yang masih keras kepala.


"Hmm... bagus... 2... 3... dan sekarang 3... hehehe... sudah 8 buah kapal kalian aku hancurkan...! apakah kamu mau menyusul BaiWong siJubah Kuning kealam bawah...?",


"Hahh... bajingan...! keparat kau...! kau sudah membunuh adikku...?", kata si Jubah Biru marah.


"Hahaha... BaiKing... apa kamu kira kami tidak mengetahui tentang kalian...? sekarang aku bertanya padamu siTua BaiKing... siapa diantara kalian yang melakukan kejahatan diBenua Pulau Hijau 15 tahun yang lalu terutama dengan keluarga Lun atau Klan Lun...?", tanya YoLang.

__ADS_1


"..... diam.... senyap.....",


YoLAng masih menungu sambil membaca pikiran dan isi hati BaiKing siJubah Biru yang larut dalam kesedihan dihatinya setelah mendengar sang adik BaiWong telah tewas, dan hal ini menjadi kesempatan buat YoLang untuk menguras semua isi pikiran BaiKing disaat jiwanya dalam keadaan lemah. Setelah mendapatkan semua informasi tentang Assosiasi Matahari Merah baik yang berada diBenua Besar dan diperairan samudera tak berujung, YoLang menyerahkan BaiKing siJubah Biru kepada sang istri untuk ditawan didalam ruang dimensi cicin jiwanya.


__ADS_2