Titisan Dewa

Titisan Dewa
Misteri Danau Merah 5


__ADS_3

Ditempat lain sedang terjadi jual beli serangan spiritual senjata pedang milik paman MuDhong dan golok dari tetua kedua Klan Pintu Dewa,...


Traanngg... Triinngg...


Triinngg... Traanngg...


Traanngg... Triinngg...


"Tikus.. tikus laknat...! beraninya kalian...! tunggu kedatangan para leluhur dan dewa kami...!", kata tetua kedua yang mulai kewalahan meladeni serangan-serangan yang dilancarkan paman MuDhong.


"Jangankan hanya dewa kalian... kakek dewa sekalipun akan kami antar kealam bawah...!", kata paman MuDhong membuat emosi sang tetua kedua tambah naik.


"Apa katamu...? bangsaaattt...! rasakan ini...!", teriak tetua kedua sambil mengirim serangan goloknya.


"Golok Dewa Membelah Bumi"


Chiiiaaattt...


Whhuuusss... whhuuusss... whhuuusss...


Paman MuDhong yang dalam keadaan siaga segera menghindar dengan teknik meringankan tubuh tingkat Surgawi yang diajarkan YoLang,...


"Langkah Langit dan Bumi"


Whuuzz... whuuzz... whuuzz...


"Terimalah pembalasanku...!", katan paman MuDhong sambil mengerahkan kekuatan spiritualnya ketangan yang memegang pedang tingkat Surgawi miliknya...


"Tebasan Langit"


Hiiiaaattt...

__ADS_1


Swiinngg... swiinngg... swiinngg...


Bhoomm... Aduuhhkk...


Bhoomm... Aahhkk...


Bhoomm... Hooekkhh...


Tetua kedua Klan Pintu Dewa tersungkur tak berdaya diatas tanah, lengan tangan kirinya putus dan bagian perut terbelah hampir mengeluarkan semua isi didalamnya kemudian tewas. Sementara itu YoLun dan paman Wang Yhu telah menyelesaikan pertarungan mereka melawan 10 orang anggota Klan Pintu Dewa yang tingkat kekuatan mereka berada ditingkat Raja Awal sampai Raja Akhir, dan kesemuanya tewas menggenaskan karena tubuh mereka ada yang hancur dan ada yang kepala terpisah dari tubuhnya.


"Mari kumpulkan mayat-mayat ini dan kita kuburkan...! karena masih ada pekerjaan lain yang akan kita lakukan...!", kata YoLang setelah semua anggota Klan Pintu Dewa itu binasa.


"Baik tuan muda...!", kata paman Wang Yhu.


Setelah menguburkan seluruh mayat dan potongan-potongan tubuh anggota Klan Pintu Dewa itu, YoLang mengajak mereka menuju keDanau Merah untuk mengambil 3 buah Inti Batu Jiwa yang berada didalam dasar danau. YoLun yng telah mempersiapkan diri segera masuk dan menyelam kedasar danau yang kedalamannya lebih dari 300 meter, dengan tingkat kekuatannya sudah berada ditingkat Dewa Spiritual Emas tahap-1 maka dengan mudahnya YoLun mencapai dasar danau kemudian mengambil ketiga Inti Batu Jiwa tersebut...


Byyuuurrr...


"Ayo segera naik...! akan kubuatkan kubah pelindung untuk menahan pancaran aura energi kekuatan dari ketiga inti batu tersebut... karena seseorang yang tingkat kekuatannya sudah berada di Ranah Puncak Alam Kultivator...? pasti akan bisa merasakan aura energi dari ketiga inti batu tersebut...!", kata YoLang memberikan penjelasan.


"Ohh... begitu...? baiklah ini... segara kau buatkan agar jangan sampai diketahui oleh orang lain...! lumayan bisa menaikkan tingkat kekuatan semua anggota keluarga dan Pasukan Naga sampai menerobos Ranah Alam Dewa nantinya...!", kata YoLun kemudian menyerahkan ketiga Inti Batu Jiwa tersebut kepada sang suami YoLang.


Dengan kemampuannya YoLang membuat formasi pelindung terhadap 3 buah Inti Batu Jiwa agar Energi Kekuatan yang terpancarkan dari ketiga inti batu tersebut tidak menyebar keluar kemudian menyimpannya didalam ruang dimensi cincin jiwanya, setelah itu...


"Istriku keluarkan para tawanan itu...! biarkan paman Wang Yhu dan paman MuDhong yang akan menginterogasi mereka... dan untuk kedua paman korek informasi dari mereka tentang Patriak Klan Pintu Dewa dan tentang para utusan Dewa yang mereka bicarakan sebelumnya...!", kata YoLang kemudian ke-22 orang tawanan itu dikeluarkan YoLun dari ruang dimensi cincin jiwanaya...


Whhuuuzzz... whhuuuzzz...


Bruukk... braakkk...


Ke-22 orang anggota Klan Pintu Dewa tersebut terlempar keluar dan saling tumpang tindih diatas tanah dengan kondisi yang masih terikat tali spiritual dan terlihat bingung menatap kosong, dianta ke-22 orang tersebut terdapat tetua ketiga dan tetua keempat yang menjadi pimpinan kelompok YoLun memisahkan kedua orang tetua tersedut dari kelompok anggotanya yang berjumlah 20 orang itu. Kemudian YoLang membuka kembali segel ingatan kedua tetua tersebut dan selanjutnya giliran paman Wang Yhu dan paman MuDhong yang akan memulai interogasi mereka...

__ADS_1


"Nah... selamat datang kembali kealam nyata pak tua...? bagaimana perasaanmu...?", tanya paman Wang Yhu.


"Hahh... bajingan kalian... ! lepaskan ikatan ini dan mari kita bertarung tikus busuk...!", kata tetua ketiga yang emosi.


"Hehehe... dengan keadaanmu sepeti ini masih saja berlagak kamu pak tua...? bekerja samalah dan aku akan mempertimbangkan kelanjutan akan nyawamu...! sekarang katakan berada dimana Patriak Klan kalian...? siapa utusan dewa yang kalian tunggu itu...? dan kapan mereka datang biar kami menyiapkan acara penyambutan buat dewa-dewamu itu...!", kata paman Wang Yhu mulai menginterogasi tetua tersebut.


"Setan keriting... cari sendiri sana...! dan tunggulah kalian... Patriak kami akan datang dengan dewa-dewa kami untuk membalas perbuatan kalian ini...!", kata tetua ketiga yang masih bertahan tidak mau memberikan informasi.


Sementara itu disisi lain paman MuDhong juga telah melakukan interogasi terhadap tetua keempat dengan hasil yang sama, melihat semua itu YoLang yang sudah memeriksa isi pikiran kedua tetua tersebut memutuskan untuk segera mengakhiri tindakan mereka itu dan kembali menyegel ingatan kedua tetua tersebut...


"Sudah cukup...! mereka tidak akan membuka suara... hati dan pikiran mereka telah dikuasai sepenuhnya oleh rasa ingin berkuasa dan keinginan untuk memiliki harta yang banyak...! itu sesuai dengan janji-janji sang Patriak Klan Pintu Dewa serta anaknya yang mereka sebut Dewa itu...! para tetua ini dijanjikan akan menjadi raja-raja kecil di Benua Tengah ini jika Klan Pintu Dewa ini telah menguasai seluruh daratan yang berada di Benua Tengah ini...!", kata YoLan memberikan penjelasaan.


"Ahh... kalau begitu kita jadikan saja mereka ini sebagai pasukan boneka...! bagaimana menurutmu tuan muda...?", kata paman Wang Yhu memberikan usulannya.


"Hmm... ide bagus juga...! akan kita gunakan mereka untuk menarik perhatian orang-orang mereka yang berada di markas mereka... ahh... bagus paman Wang Yhu...ayo kita lakukan...!", kata YoLang yang menerima usulan paman Wang Yhu untuk menjadikan ke-22 orang anggota klan itu menjadi pasukan boneka.


YoLang kemudian mulai mencuci otak ke-22 orang tersebut dengan hanya meninggalkan pengetahuan tentang teknik budidaya kekuatan spiritual serta seni beladiri lainnya yang mereka miliki dan mengisi dengan asal usul yang baru dengan penuh kesetiaan dan mendengar seluruh perintah tuannya, YoLang juga menanam segel kesetiaan kepada mereka untuk berjaga-jaga jika suatu waktu ada yang akan mengembalikan ingatan asli mereka. Setelah selesai YoLang menyerahkan ke-22 orang pasukan boneka itu kepada paman Wang Yhu yang akan mengendalikan mereka dalam setiap tugas yang diberikan YoLang...


"Paman yang akan mengendalikan mereka... jangan lupa untuk menambah latihan-latihan mereka agar bermanfaat dalam tugas-tugas kita di Alam Kultivator ini...!", kata YoLang.


"Baik tuan muda...! akan saya laksanakan...!", kata paman Wang Yhu sambil memasukkan ke-22 pasukan bonekanya kedalam ruang dimensi cincin jiwanya.


"Nah... selanjutnya kita akan bergerak menuju markas mereka... dipinggiran hutan sekitar perkampungan mereka paman XongTe dan paman Xiao Lai sedang melakukan tugas pengintaian... bagaimana ada yang mempunyai rencana...?", kata YoLang.


"Hehehe... memang sungguh tepat kita jadikan orang-orang tadi sebagai pasukan boneka... ini saatnya kita memanfaatkan mereka...? saya akan menyamar jadi tetua pertama dan saudara Wang Yhu akan menjadi tetua kedua...! kami berdua akan bersama ke-2 tetua itu dan anggotanya masuk kedalam markas klan itu... kemudian kami akan memisahkan mana yang benar-benar anggota klan dan mana yang tidak atau terpaksa berada didalam perkampungan mereka itu...! setelah itu tuan muda dan nyonya serta kedua Jendral yang sedang melakukan pengintaian segera mengamankan orang-orang tak berdosa yang berada didalam perkampungan itu... bagaimana...?", kata paman MuDhong menjelaskan rencananya.


"Hmm... bagus paman...! ide yang sangat bagus...! baik kalau begitu nanti bagi 2 kelompok... paman MuDhong bersama kelompok tetua ketiga dan menyamar menjadi tetua pertama... kemudian paman Wang Yhu yang menyamar sebagai tetua kedua akan bersama kelompok tetua keempat yang bertugas menurus Racun Kabut Merah...!", Kata YoLang sambil menyusun strategi mereka untuk menyusup masuk kedalam markas Klan Pintu Dewa.


"Suamiku...! sebaiknya kamu tarik semua perwira pasukan Naga yang bisa bertugas untuk menyelamatkan orang-orang yang tidak memancarkan aura hitam... aku kuatir jika terjadi pertempuran nanti dan mereka menjadi korban...!", kata YoLun menambahkan.


"Iya benar juga...! baik akan kulakukan nanti... tapi sekarang sebaiknya kita segera bergabung dengan paman Xong Te dan paman Xaio Lai...!", kata YoLang kemudian dengan segera keempat sosok itu melesat dengan cepat menuju kearah dimana lokasi markas Klan Pintu Dewa berada.

__ADS_1


__ADS_2