Titisan Dewa

Titisan Dewa
Menambah Gerbang Teleportasi 2


__ADS_3

"Salam kakek...", sapa YoLang ketika sampai digerbang teleportasi kota Sompoi dan melihat kakek AmHudi yang sedang bersama paman AmPhong.


"Ehh... nak... kami baru saja akan menyusulmu ke Kota Nagari...!", kata kakek AmHudi.


"Hehehe... disana sudah beres kakek... tinggal menunggu 2 bulan lagi sampai mereka selesai mengerjakan renovasi kediaman Klan mereka...", kata YoLang.


"Iya nak... kami baru menemukan akses untuk 2 kota saja yaitu kota Bening dan kota Tude... sedangkan untuk ibukota Kerajaan Wui belum kakek dapatkan... ada beberapa tukang pembuat kapal yang berasal dari sana tapi ada anggota keluarga mereka yang menjadi pegawai diIstana Kerajaan Fuyang...! bagaimana...?", kata kakek AmHudi.


"Hmm... terlalu beresiko dimasa depan kakek... sudahlah... 2 kota itu sudah cukup sepertinya... ayo antarkan saya kesana kek...!", kata YoLang.


"Baik... AmPhong segera panggilkan saudara iparmu Sun Piao... karena kita akan ketempat keluarganya terlebih dahulu...!", kata kakek AmHudi.


"Baik kakek...", jawab paman AmPhong.


Mereka kemudian pergi ke Kota Tude yang berada didaratan bawah, mereka menemui Keluarga Sun atau Klan Sun dimana salah satu anggota keluarga mereka Sun Piao menikah dengan saudara sepupu paman AmPhong yaitu Am WinLan. 15 keluarga Klan Sun dikota Tude memiliki 47 anggota keluarga dari anak kecil sampai yang sudah berumur lanjut, Klan Sun dipimpin oleh Sun Gang yang juga adalah adik dari Sun Piao suami dari Am WinLan. Keseharian mereka selain bertani juga sebagai nelayan karena kota tersebut berada dekat engan pantai barat benua pulau merah. Mereka juga menempati sebuah kawasan yang luas dibagian selatan kota Tude yang dulunya merupakan sebuah desa dan seiring perkembangan desa itu menjadi satu dengan kota Tude.


YoLang membuat hal yang sama kepada anggota keluarga Klan Sun tersebut dan segera membuat gerbang teleportasi yang menghubungkan Kota Tude dengan Kota Sompoi dimana Gerbang Teleportasi antar benua berada. YoLang kembali ke Kota sompoi untuk melanjutkan pekerjaannya dan menuju Kota Bening didaratan atas bersama paman Wang Yhu, paman AmPhong dan kakek AmPhung yang adalah adik dari kakek AmHudi. Istri kakek AmPhung yaitu nenek Wen Li berasal dari kota Bening dan keluarganya yaitu Klan Wen berasal dari kota ini, sesampainya mereka dikota Bening nenek WenLi memperkenalkan YoLang kepada pemimpin Klan Wen yang adalah saudara sepupunya yaitu Wen Fang, mereka juga mempunyai perguruan beladiri sendiri yang mereka namakan 'Perguruan Elang Terbang'. Dengan jumlah 32 keluarga mereka memiliki anggota keluarga sebanyak 120 orang mulai dari anak kecil sampai yang sudah lanjut usia, setelah melakukan hal yang sama dengan kota-kota sebelumnya YoLang yang dibantu paman Wang Yhu kemudian memberikan arahan dan menanamkan segel kesetiaan kepada seluruh anggota keluarga Klan Wen tersebut.


YoLang membutuhkan waktu selama 3 hari untuk membuat gerbang teleportasi diBenua pulau merah, kemudian mengumpulkan para pemimpin Klan-klan tersebut diKota Sompoi. YoLang menjelaskan seluruh rencananya kemudian membagikan Lencana Naga emas kepada mereka semua yaitu Klan Kwee dari Kota Nagari, Klan Thio dari Kota Minyak, Klan Sun dari Kota Tude dan Klan Wen dari Kota Bening, yang akan menjadi identitas mereka sebagai anggota keluarga besar Naga Emas diBenua Pulau Merah. Gerbang penghubung antar kota diBenua Pulau Merah hanya berada dikota Sompoi dan juga untuk ke Benua lain mereka harus melalui kota Sompoi dan menuju ke Kediaman Naga Emas di Kota TangJun Benua Besar dimana Gerbang Teleportasi antar Benua berada, YoLang membuat alur lalu-lintas gerbang yang demikian agar bisa mengawasi pergerakan anggota keluarga yang menggunakan Gerbang Teleportasi tersebut.


YoLang kembali keKediaman Naga Emas bersama paman WangYhu sementara paman AmPhong sebagai kooordinator diBenua Pulau Merah masih akan berada disana menunggu sampai semua pekerjaan renovasi kediaman 4 Klan tersebut selesai,...


"Paman Wang Yhu... tolong tanyakan paman Xong Te dan paman Yun Thao... apakah kita sudah mendapatkan berita dari anggota pasukan yang dikirim keBenua Pulau Biru...?", kata YoLang.


"Baik tuan muda... segera saya menemui mereka...", jawab paman Wang Yhu.

__ADS_1


YoLang yang barusan tiba diKediamannya mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk mencari keberadaan kedua istrinya, tapi dia ti menemukan mereka demikian juga dengan ayah mertua LunPing dan calon ibu mertuanya Maya serta beberapa anggota keluarga yang dekat dengannya tapi mereka semua tidak berada dikawasan kediamannya itu,...


"Hmm... kemana mereka...? sepi sekali kediaman yang besar ini... mmm... hanya ada paman AnTam, bibi YueChan dan AnBin yang bertugas dikantor perusahaan...", kata YoLang dalam hati dan mengirim pesan suara kepada paman AnTam untuk menemuinya diruang pertemuan lantai 2 gedung perusahaan itu.


"Nak... kamu memanggil paman...?", kata paman AnTam.


"Iya paman... kemana orang-orang...? kenapa sepi sekali gedudng ini...?", tanya YoLang.


"Ahh... itu mereka sedang berada di KLan Lun... paman dan bibi juga sebentar lagi akan kesana... kita lagi mempersiapkan acara pesta pernikahan tuan LunPing dan Nyonya Maya disana... 3 hari lagi acaranya akan dilangsungkan...", kata paman AnTam menjelaskan.


"Ohh... begitu... saya kira acaranya masih sebulan lagi...! hehehe... baiklah paman... lanjutkan pekerjaannya... saya lagi menunggu paman Wang Yhu dan paman Xong Te... kami akan melanjutkan pekerjaan kami diBenua Pulau Biru... mungkin 2 hari lagi kami kembali...!", kata YoLang.


"Ahh... baik nak Yo... kamu harus kembali tepat waktu... bagaimanapun yang akan menikah itu mertuamu... jadi kamu harus hadir... terlebih kamu adalah pemimpin keluarga besar Naga Emas ini...!", kata paman AnTam mengingatkan.


"Iya paman... saya akan berusaha kembali tepat waktu...", jawab YoLang.


"Maaf tuan muda kami agak lama sedikit karena ada masalah dengan salah utusan kita diBenua Pulau Biru...!", kata Jendral Utama Xong Te.


"Masalah apa paman...? dan siapa yang mendapat masalah...?", tanya YoLang kepada sang Jendral.


"Itu tuan muda... Deng Wong adiknya Jendral Deng Bun dia dikeroyok oleh anggota aliran hitam 'Sekte Makam Dewa' didaerah perbatasan daratan selatan dengan daratan barat... masih untung dia selamat dapat meloloskan diri walaupun terluka yang cukup parah...!", kata paman Xong Te menjelaskan.


"Ahh... antarkan saya menemuinya sekarang...!", kata YoLang dan segera beranjak menuju barak pasukan yang berada dibagian belakang kediaman Naga Emas.


Dengan cepat ketiga orang itu bergegas menuju barak pasukan dimana salah satu anggota pasukan Naga Emas yaitu Deng Wong sedang mengalami luka serius ditubuhnya,...

__ADS_1


"Hmm... saudara Wong telahlah Pil ini... biar luka-luka disekujur tubuhmu itu segera sembuh...!", kata YoLang sesampainya disana.


"Terimakasih tuan muda... dan maafkan saya tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya...!", kata Deng Wong penuh dengan penyesalan.


"Mmm... kamu harus bertambah kuat... dengan tingkat Coklat Awal untuk melawan banyak orang tingkat Biru pasti kamu akan kewalahan... tenangkan dulu pikiranmu... aku akan mengobatimu dulu sampai sembuh...! luka dalammu juga lumayan parah...!", kata YoLang setelah memeriksa keadaan tubuh Deng Wong.


"Maafkan saya tuan muda...! saya berjanji akan berlatih lebih keras lagi...!", kata Deng Wong.


"Berbaliklah... dan berposisi lotus...!", kata YoLang kemudian mulai mengobati Deng Wong dengan tekniknya 'Telapak Kapas' meregenerasi organ-organ dalam tubuh yang mengalami luka dan kembali seperti semula, demikian juga dengan luka-luka luar telah sembuh seperti sediakala.


"Nah... telan lagi Pil Stamina ini dan bermeditasilah untuk memulihkan staminamu setelah itu temui kami diruang pertemuan... juga semua anggota yang menjalan tugas dibenua pulau biru... kami menunggu kalian...!", kata YoLang kemudian kembali keruang pertemuan bersama paman Wang Yhu dan paman Xong Te.


Sesampainya mereka diruang pertemuan YoLang mulai menanyakan tentang keberadaan Sekte Aliran Hitam dibenua pulau biru tersebut,...


"Paman Wang Yhu... apakah paman mengetahui tentang keberadaan 'Sekte Makam Dewa' itu...?", tanya YoLang.


"Saya baru sekarang mendengar Sekte itu tuan muda...", jawab Wang Yhu.


"Saya juga tuan muda...! karena selama ini kami sering berada dilaut jadi kami hanya mengenal daerah-daerah pesisir pantai saja... sedangkan daratan tengah banyak yang tidak kami ketahui...", kata paman Xong Te menjelaskan.


"Hmm... tak akan saya biarkan mereka yang berani melukai orang-orang dekatku... mmm... kita akan menunda pekerjaan pemasangan gerbang teleportasi dibenua pulau biru... karena 2 hari lagi akan ada acara pesta pernikahan kedua mertuaku...", kata YoLang selanjutnya.


"Setelah acara pernikahan itu... baru kita akan menyelesaikan semua urusan dibenua pulau biru... sekarang kita akan menggali informasi dari mereka yang pergi bertugas kesana sebelumnya...!", kata YoLang menjelaskan perubahan rencananya.


"Baik tuan muda...", kata kedua jendral itu serempak.

__ADS_1


Kemudian datanglah 5 orang anggota pasukan Naga emas yang ditugaskan oleh paman Wang Yhu kebenua pulau biru termasuk Deng Wong yang sebelumnya terluka, dan satu persatu mereka mulai menjelaskan hasil tugas-tugas yang mereka jalankan. 4 lokasi telah mereka dapatkan tinggal daratan selatan tempatnya Kerajaan Loi yang belum karena mendapat halangan dari aliran hitam Sekte Makam Dewa didaerah perbatasan, dan sesuai informasi dari Deng Wong YoLang hanya mendapatkan sedikit informasi tentang keberadaan sekte aliran hitam tersebut.


__ADS_2