
Dari kekosongan YoLang muncul disebuah kebun sayur dibelakang sebuah rumah sederhana, dalam gelap malam YoLang mencari jalan keluar untuk segera pergi dari kebun sayur tersebut tapi tiba-tiba sebuah suara menegurnya dari arah pepohonan pisang...
"Apa yang kau lakukan dikebun itu anak muda...? apakah kau berniat mencuri...?", kata suara seorang pria dewasa dari arah pepohonan pisang tersebut.
"Ahh... tidak paman...! saya hanya mencari jalan karena tersesat... kebetulan saya melihat ada lampu penerangan dirumah itu dan akan meminta bantuan... saya tidak sengaja melewati kebun sayur ini... kalau paman bersedia saya akan mengganti kerugian paman atas rusaknya beberapa pohon sayur ini...", kata YoLang sopan dan ramah.
"Hmm... kemarilah dan lewat sebelah sini... kalau kamu berjalan terus akan merusak banyak tanaman saya...", kata suara itu karena sosok pria yang dilihat YoLang masih tertutup rimbunnya daun pohon pisang.
"Baiklah... paman disebelah mana...? maaf aku tidak bisa melihat paman karena gelap...", kata YoLang.
"Berjalanlah lurus kedepanmu... saya berada disekitar pohon pisang... ya terus... nah...!", kata seorang pria setengah tua yang terlihat berotot.
"Salam paman... maaf telah merusak beberapa pohon tanaman milik paman... ennn... istri saya masih berada dipinggiran hutan kecil itu paman... ijinkan saya menjemputnya dan akan kembali kesini...", kata YoLang bersandiwara.
"Hmm... cepat ikuti jalan kecil ini dan lompati saja pagar pembatas itu... tapi jangan kau rusak... saya menunggu kalian disini...", kata pria itu.
"Baik aku pergi dulu paman...", kata YoLang sambil bergegas menuju kearah yang ditunjuknya.
YoLang tiba dipinggiran hutan kecil dan segera menarik sang istri YoLun dari dalam dunia jiwa kemudian YoLang mengajak YoLun untuk segera kembali dimana pria itu berada, dan sesampainya ditempat itu YoLun segera menyapa pira dewasa dihadapan mereka itu...
"Salam paman... maaf sudah mengganggu malam-malam begini... apalagi suami saya telah merusak tanaman milik paman... kami bersedia mengganti kerugian yang paman alami...", kata YoLun.
"Ahh sudahlah... kalian dalam kesulitan mari ikuti saya masuk kedalam rumah... disana ada istri saya...", kata pria dewasa itu kemudian mengajak YoLang dan YoLun untuk ikut masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Ehh... suami... kamu membawa orang... apakah mereka yang akan membeli sayuran kita...?",Kata seorang wanita dewasa.
"Ohh... bukan istriku... mereka adalah para pengelana yang tersesat dan memasuki kebun sayur kita... tidak ada salahnya menolong mereka dan terlihat mereka adalah orang baik-baik...", kata sang suami kepada istrinya.
"Benar bibi...maaf kami sudah mengganggu... kenalkan saya YoLang dan ini istri saya YoLun... kami sebenarnya belum lama tiba dibenua timur ini jadi kami belum pahan dengan jalan-jalan disini... kami datang dari benua tengah dengan menggunakan kapal...", kata YoLang menjelaskan.
"Haah...! dari benua tengah...! wah... kalian berdua jauh-jauh kesini apakah ada keperluan...? atau ada maksud lain...!", kata pria tersebut penuh selidik.
"Kami hanya mencari peruntungan saja paman... siapa tahu dibenua timur ini ada sesuatu yang bisa dijadikan lahan bisnis...! maklumlah sebagai keluarga baru dan umur kami masih muda jadi sekaligus ingin berpetualang paman...", kata YoLang.
"Hahaha... sudah kuduga... kalian ingin merasakan kebebasan alam petualangan tapi herannya saya tidak bisa melihat tingkat kekuatanmu anak muda...!", kata pria itu yang belum memberitahukan namanya dan istrinya itu.
"Ahh... itu karena tingkat kekuatan saya mungkin berada 1 tingkat diatas paman jadi paman sudah tidak bisa melihat tingkat kekuatanku...", kata YoLang yang tidak menyadari tingkat kekuatannya belum dia segel ketingkat Surgawi Puncak. sedangkan pria didepannya itu berada ditingkat Surgawi Puncak dan istrinya berada ditingkat Surgawi Awal dan dengan segera YoLang mengatur tingkat kekuatannya menjadi Raja Mahir.
"Saya tingkat Raja Mahir dan istri saya Raja Awal...", kata YoLang sekaligus memberi kode kepada sang istri agar merubah tingkat kekuatannya sesuai yang disebutkan YoLang.
"Pantas... karena kita sudah berbeda tingkatan... jadi saya tidak bisa lagi melihat tingkat kekuatan kalian... mmm... saya sudah berada ditingkat Surgawi Puncak dan istri saya ditingkat Surgawi Awal...",kata pria itu.
"Ahh... tidak selisih jauh hanya perlu beberapa dorongan lagi paman pasti bisa menerobos tingkatan selanjutnya menjadi sama seperti kami...", kata YoLang selanjutnya.
"Nah itu yang sulit anak muda... ehh... maaf namaku Chou Peng... dan istriku biasa dipanggil Mawar... padahal nama aslinya adalah Shou Lin... hehehe... begini nak YoLang dan YoLun... didaratan barat ini susah sekali ditemukan Pil Energi... karena tidak ada satupun alkemis disini... sama seperti daratan tengah... yang ada didaratan timur dan harganya sangat mahal... maka dari itu rata-rata tingkat kekuatan didaratan barat dan tengah kalah jauh dengan yang didaratan timur...", kata Chou Peng.
"Hmm... bagaimana dengan Klan atau sekte disini apakah mereka juga tidak ada yang berprofesi sebagai alkemis...? atau apakah karena sulitnya mencari tanaman herbal didaratan ini...?", tanya YoLang.
__ADS_1
"Ya begitulah... selain tidak ada yang berprofesi sebagai alkemis juga jenis tanaman herbal yang akan dijadikan Pil belum pernah ada yang menemukannya... dan juga sifat dari Klan dan Sekte didaratan barat ini yang sangat tertutup... sehingga membuat banyak penduduk yang berlatih dan berkultvasi mandiri melalui kitab-kitab teknik yang didapatkan dari para petualang dari benua seberang...", kata Chou Peng menjelaskan.
"Wah... susah juga disini ya... apakah paman pernah mendengar dimana terdapat hutan besar didaratan sini... kebetulan saya agak sedikit mengetahui beberapa jenis tanaman herbal... dan bisa juga meracik Pil...", kata YoLang.
"Ada hutan besar ditengah benua timur ini letaknya diperbatasan daratan barat ini dan daratan tengah... hanya saja saya pernah mendengar sudah tidak ada lagi pemburu yang pergi kesana sejak 20 tahun yang lalu karena terdapat hewan iblis didalam hutan tersebut...", kata Chou Peng memberikan penjelasan.
"Baiklah paman... terimakasih sudah memberikan kami untuk beristirahat sejenak... kami akan menuju kota terdekat mencari penginapan atau hotel yang masih buka...", kata YoLang berniat pamit.
"Wah nak YoLang dan YoLun tidak akan mendapatkan penginapan saat tengah malam begini... pasti semuanya sudah tutup... lebih baik istirahat disini saja dan nanti pagi hari baru pergi kekota... dengan berjalan kaki saja 2 jam bisa sampai di Kota DunKwen... apalagi kalau menggunakan teknik berlari cepat.... mmm... mungkin tidak sampai 1 jam sudah sampai...", kata Chou Peng.
"Ahh... baiklah paman... kalau begitu kami akan berkultivasi saja disini sambil menunggu pagi...", kata YoLang.
Kemudian Chou Peng dan Shou Lin atau Mawar masuk kedalam kamar mereka yang adalah satu-satunya kamar dirumah itu dan beristirahat, sementara itu YoLang dan YoLun mulai berkultivasi dan sebelumnya masing-masing telah menelan 2 butir 'PiL Inti Semesta' yang adalah Pil Energi tingkat surgawi. Daratan Barat Benua Timur dikuasai oleh Kerajaan Dun yang berpusat di Kota DunMing, dengan 4 kota besar yang tersebar disekeliling daratan dimulai dari sebelah utara terdapat Kota DunKwen yang juga adalah Kota Pelabuhan terbesar di daratan barat. Kemudian ada Kota DunKwon yang terletak didekat perbatasan dengan daratan tengah, dan selanjutnya Kota DunKwin berada disebelah barat kemudian terakhir Kota DunKwan yang berada disebelah selatan daratan barat ini.
Ditengah perbatasan antara daratan barat dan daratan tengah terdapat sebuah kawasan hutan besar yang para penduduk menamakan hutan tersebut dengan 'Hutan Iblis', nama hutan itu berkaitan dengan kejadian 20 tahun yang lalu dimana para pemburu dan para pencari tanaman herbal diserang oleh hewan iblis sehingga menewaskan beberapa diantara mereka. Dari informasi yang didapatkan YoLang didalam buku yang dia baca serta diperkuat oleh cerita paman Chou Peng membuat YoLang penasaran dengan kejadian serangan hewan iblis tersebut, dan dia berencana untuk menyelidiki kawasan hutan tersebut setelah selesai mengunjungi Kota DunKwen. Menjelang pagi pasangan suami istri tersebut masih dalam kultivasi mereka kemudian mendengar pergerakan dari dalam kamar dan melihat bibi Shou Lin telah bangun dan beranjak dari tempat tidurnya kemudian menuju dapur sementara itu terlihat paman Chou Peng masih lelap dengan tidurnya, kemudian YoLang dan YoLun secara bersamaan bangun dari kultivasi mereka dan keluar dari dalam rumah sederhana itu untuk menghirup udara segar dibagian belakang rumah sederhana tersebut.
YoLang melihat keadaan paman Chou Peng dan bibi Shou Lin yang sangat sederhana dengan usaha perkebunan sayur, mereka menjalani kehidupan berdua dengan nyaman walaupun harus berusaha dengan keras. Selain bertani paman Chou Peng juga senang berburu hal ini dapat dilihat YoLang dengan berbagai peralatan berburu yang terdapat dibagian belakang rumah mereka, dari hasil pembacaan ingatan terhadap kedua sosok dewasa itu YoLang mengetahui bahwa Chou Peng pernah berguru disebuah perguruan yang bernama 'Sekte Pukulan Angin' yang berada diKota DunMing pusat Kerajaan Dun dan menikah dengan bibi Shou Lin kemudian tinggal dan menetap diDesa Kwen ini yang adalah tempat kelahiran bibi Shou Lin. Dari hasil berguru disekte tersebut paman Chou Peng mendapatkan kekuatannya hingga saat ini sudah berada ditingkat Surgawi Puncak, demikian juga dengan bibi Shou Lin yang mendapatkan kekuatannya dari 'Klan Shou' milik keluarga mereka hanya saja Klan tersebut dibubarkan oleh kakeknya Shou Dhung sebagai Patriak Klan Shou karena sudah tidak bisa lagi membiayai operasional Klan.
YoLang berencana akan memberikan sedikit bantuan kepada pasangan itu karena melihat ada gangguan dalam rahim bibi Shou Lin sehingga sampai saat ini sudah 6 tahun menikah belum dikaruniai keturunan, usia keduanya sama seperti Maya ibu mertua YoLang yaitu 34 tahun dan YoLang berpikir dengan usia tersebut masih ada peluang besar bagi pasangan paman Chou Peng dan bibi Shou LIn untuk mendapatkan keturunan...
"Nak YoLang dan YoLun... ayo masuk dulu... bibi sudah menyiapkan teh hijau hangat untuk kalian berdua...", suara bibi Shou Lin dari dalam dapur memanggil keduanya.
"Ahh... terimakasih bibi Lin... sudah repot-repot menyiapkan kami teh hangat ini...", kata YoLun ramah.
__ADS_1
"Ahh... hal seperti ini sudah biasa nak Lun... paman Peng biasanya bangun agak siang kalau tidak ada urusan mendesak... jadi tinggalkan saja dia... kalian nikmati saja teh hangat itu... bibi mau kekebun sayur sebentar...", kata bibi Shou Lin kemudian keluar rumah menuju kebun sayur yang semalam menjadi tempat YoLan muncul dari kekosongan.