Titisan Dewa

Titisan Dewa
Kediaman Naga Emas


__ADS_3

Beberapa orang bandit terlihat mulai menyingkir dari kelompoknya, tapi seseorang yang kekuatannya berada ditingkat Coklat Akhir mencoba mencegah mereka dan akhirnya terjadi perkelahian diantara mereka sendiri,...


"Berhenti...! dan kembali kebarisan kalian...! atau ketua akan menghukum kalian...!", kata orang tersebut mencegah anggota mereka yang akan berpindah tempat.


"Hei kau...! jangan menghalangi orang yang akan kembali kejalan yang lurus...!", kata paman LunChao.


"Apa urusanmu hahh...! bangsat...!", kata orang itu kemudian mencabut senjata pedangnya dan mengarahkan kepada paman LunChao.


Sriiinngg...


"Hmm... ", paman LunChao hanya bergumam kemudian mengerahkan kekuatan spiritualnya dengan menggunakan teknik tangan kosong,...


"Langit Mengenggam Bulan"


Whhuuuttt...


Tab...


Whhuuusss...


Pedang yang mengarah kepaman LunChao ditarik dari genggaman orang tersebut dan melesat melayang kearah paman LunChao kemudian mematahkan pedang tersebut menjadi potongan-potongan kecil,...


"Hahaha... pedangmu ini terbuat logam atau kerupuk...? sangat mudah mematahkannya...! pikirkan kembali niatmu itu...!", kata paman LunChao, dan terlihat sosok yang tingkatan Coklat Akhir itu terpaku ditempatnya seakan tak percaya dari jarak 5 meter pedangnya telah dirampas dan dihancurkan seperti hanya meremas kerupuk udang.


"Bajingan... serang semut... semut itu...!", teriak sang pemimpin bandit.


"Lumpuhkan mereka semua...! seraangg...!", teriak komandan pasukan Naga Merah.


"Kurung mereka semua...!", teriakan komandan Naga Hijau.


Sementara itu paman LunChao sudah berhadapan dengan pemimpin bandit yang menggunakan senjata Tombak, sementara paman LunChao masih dengan tangan kosongnya tapi suah mengeluarkan teknik-teknik dengan kekuatan energi spiritualnya,...


"Amukan Badai Langit"


Whuuuttt...


Bhoommm...

__ADS_1


"Hujan Jarum Perak Es"


Shut... shut... shut...


Aahkk... arrghk... aahhkk...


Serangan jarum spiritual paman LunChao mengenai beberapa anggota bandit dan hanya melukai kaki kanan sang pemimpin bandit,...


"Bajingan kau... terimalah ini...!", teriak sang pemimpin bandit.


"Tombak Dewa Api"


Swush... swush... swush...


Tombak itu melayang sendiri dan menusuk sasarannya yaitu tubuh paman LunChao, tapi dengan tekniknya paman LunChao dapat menghindar sambil mengirim serangan jarum spiritualnya kearah sang pemimpin bandit,...


"Langkah Langit Bumi"


whuuzz... whuuzz... whuuzz...


"Hujan Jarum Perak Es"


Shut... shut... shut...


Aduhh... aahhkk... ahkkkkk...


Sang pemimpin terduduk dan tak bisa menggerakkan kakinya karena sudah tertusuk jarum spiritual paman LunChao dibagian bawah pinggang dan tumit kakinya, hal senada dialami oleh anggotanya yang lain ada yang terikat tali spiritual, ada yang kehilangan sebelah kakinya, ada yang tangannya putus terkena sabetan pedang dan ada juga yang lehernya hampir terpisah dari badannya. Dan atas perintah YoLang semua anggota bandit itu dan pemimpinnya ditarik masuk oleh paman Wang Yhu kedalam ruang dimensi cincin jiwanya, kemudian bersama paman Xong Te dan beberapa perwira tinggi lainnya mereka menuju sebelah barat dari kawasan itu dimana terdapat hutan yang lebat dan menghakimi para bandit itu tanpa memberikan rasa sakit yang berlebihan sampai mereka tiba diAlam Bawah.


Tidak ada orang lain yang mengetahui hilangnya kelompok bandit yang menguasai kota TangJun selama ini, dan oleh beberapa anggota pasukan penyusup Naga Merah dan Naga Hijau disiarkanlah kabar bahwa telah terjadi pertempuran antara kelompok bajak laut yang menyamar dengan kelompok bandit itu sehingga menewaskan seluruh anggota bandit kota TangJun tersebut. YoLang kembali melanjutkan rencananya untuk membuat bahan-bahan batu granit untuk melapisi tembok pagar keliling kawasan yang sedang dibangun itu, juga untuk dinding dan lantai bangunan sambil menunggu kiriman batu marmer yang akan dibawa oleh kakek AmHudi dari kota Sompoi diBenua Pulau Merah.


YoLang mengajak paman AnTam dan AnBin untuk masuk kedalam dunia jiwa dimana disana sudah tersedia bahan kayu yang akan diolah oleh mereka menjadi perabotan, sedangkan untuk mengolah batu granit YoLang mengajak sang istri YoLun dan calon istrinya Mayang untuk membantunya membuat bahan-bahan tersebut dalam jumlah banyak,...


"Paman... saudara Anbin... karena kediamanku belum selesai pembangunannya maka sebaiknya kalian tinggalah dulu disini... bagaimana...?", tanya YoLang.


"Iya... saya merasa nyaman juga berada disini... saya akan mengajak istriku juga untuk sementara tinggal didalam dunia jiwa ini sampai urusan pembuatan perabotan selesai...", kata paman AnTam.


"Baik... saya akan mengirim bibi YueChan kesini... saudara Anbin jangan lupa untuk mengambil buah-buah kehidupan digudang dalam Istana Naga Emas... cukup 1 buah untuk seharinya...!", kata YoLang.

__ADS_1


"Ohh... itu tidak akan kami lewatkan saudaraku...! hehehe...", jawab AnBin.


"Bagus... kami ada dibalik bukit itu... membuat bahan-bahan batu granit untuk gedung kediaman... juga didalam Istana Naga Emas ada kedua orang tuaku dan yang lainnya... silahkan hubungi mereka kalau ada perlu...", kata YoLang kepada mereka.


Kemudian YoLang mengajak kedua istrinya menuju gunung karang yang diambilnya dari dasar lautan sebelah utara gunung biru, juga disana sudah terdapat tumpukan batu granit yang dia ambil dari kawasan hutan besar dibenua pulau merah,...


"Istriku... nanti kalian berdua perdalam teknik yang aku berikan itu... agar upaya secepatnya kalian menguasainya... eennmm...?", katanya disela-sela kesibukan mereka membuat bahan batu granit.


"Kami sementara menguasainya...! kamu tenang saja suamiku... adik May juga masih memerlukan waktu untuk memahaminya...!", kata YoLun.


"Bagus... setelah pembangunan kediaman kita selesai... kita akan mulai menjelajah Benua Besar ini... dan mencari lelulur kita... juga 'siJubah Merah BaiZhu'...", kata YoLang.


"Hmm... itu adalah target pertamaku suamiku...! dan taget kedua adalah mencari kakek dan nenekku...!", kata YoLun.


"Aku akan menemani kalian menyelesaikan perhitungan dengan pemimpin Assosiasi Matahari Merah itu...", kata Mayang menambahkan.


3 bulan kemudian pembangunan sudah hampir selesai, dibagian depan kawasan itu terdapat sebuah gedung besar berlantai 2 yang akan diperuntukkan bagi 'Perusahaan Dagang JinLong', disisi kiri dan kanan gedung Perusahaan itu terdapat gedung berlantai 2 yang memanjang kearah belakang tempat para anggota keluarga tinggal karena terdiri dari kamar-kamar besar dan mewah. Dibagian tengah kawasan terdapat Gedung Utama tempat kediaman YoLang beserta orantuanya dan para mertuanya, kediaman itu dikelilingi dengan taman bunga yang asri dan terdapat sebuah kolam ikan yang cukup besar. Dibagian belakang kawasan itu berdiri deretan bangunan untuk gudang dan barak pasukan, YoLang juga membuat tempat latihan berupa sebuah lapangan latihan yang disetiap sudutnya dia tempatkan menara meditasi.


Pagar tembok setinggi 7 meter dengan ketebalan 1 meter mengelilingi seluruh kawasan kediaman itu dan terdapat 4 buah menara pengawas disetiap sudutnya, dibagian depan kawasan kediaman itu terdapat gerbang masuk yang berbentuk 2 ekor Naga sedang berhadapan sehingga mereka menamakan kediaman YoLang dengan nama 'Kediaman Naga Emas'. Didepan gedung berlantai 2 tempat tinggal para perwira, YoLang membuat sebuah tempat khusus dimana terdapat 4 buah gerbang portal yang menuju Desa YaoYo, Kota Klentang, Kota Arung dan Kota Sompoi dibenua pulau merah. Didalam kawasan kediaman itu juga YoLang membuat jalan kecil yang dapat dilalui oleh kereta kuda, YoLang juga melengkapi seluruh anggota keluarganya berserta semua pasukannya dengan sebuah lencana/token berbentuk Naga Emas dan akan menjadi identitas mereka sebagai penghuni 'Kediaman Naga Emas'.


Para anggota keluarga terlihat sibuk menata ruangan kediaman mereka masing-masing, mengatur perabotan serta menggantung lukisan-lukisan yang mereka beli dibeberapa tempat sebelumnya. Demikian juga dengan kedua istrinya yang membuat sendiri perabotan didalam kamar mereka dari bahan batu Giok yang banyak terdapat didalam dunia jiwa sang suami. Tempat tidur, lemari, meja, sofa dan kursi didalam kamar tersebut semuanya terbuat dari bahan batu giok, lantai kamar yang beralaskan permadani indah menambah suasana kamar yan terlihat sangat mewah,...


"Hmm... kalian memang memiliki selera yang sangat bagus istri-istriku... mungkin kamar kita ini mengalahkan kamar raja dikerajaan TangZan... hehehe...", kata YoLang kepada kedua istrinya yang masih sibuk menata perabotan didalam kamar itu.


"Sayang lemarinya masih kurang 1 lagi... yang dua ini untuk kami masing-masing dan untukmu belum ada... nah kau buatkan lagi 1 buah untukmu dan modelnya harus persis sama seperti dengan 2 lemari ini...", kata YoLun.


"Ya... akan aku buatkan...", Kota YoLang.


"Sekarang sayang...! karena akan kami tata kamar ini...! itu lihat lukisan belum digantung... belum lagi menata tempat tidur...?", kata YoLun.


"Iya... laki-laki mana tahu pekerjaan perempuan untuk mengatur dan menata ruangan seperti ini... hmm... mereka tahunya terima beres saja...!", tambah Mayang.


"Iya... iya... aku buat sekarang...!", kata YoLang.


Whhuuuzzz...


Dengan cepat YoLang berpindah kedalam dunia jiwanya untuk segera membuat sebuah lemari pakaian dari bahan batu giok, karena telah mendapat tatapan tajam dari 2 sosok cantik sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2