
Keesokan harinya seluruh anggota rombongan melakukan tugas masing-masing yang telah diberikan YoLang kepada mereka, sementara itu YoLang dan YoLun masih terlelap dalam mimpi mereka setelah sepanjang subuh sampai pagi hari mereka melakukan aktivitas sebagai pasangan suami istri. Mereka terbangun ketika matahari sudah bersinar terang diujung timur daratan tengah,...
"Hmm... sayang ayo bangun... hari sudah mau siang...", kata YoLang kepada sang istri yang masih memeluknya erat dibawah selimut yang menutupi tubuh keduanya yang polos.
"Mmm... sebentar lagi suamiku...!", kata sang istri yang masih terlihat malas untuk beranjak dari tempatnya.
"Ya sudah... lanjutkan tidurmu... biar adikku yang akan menemanimu... eennmm...?", kata YoLang menawarkan.
"Ahh... ayo cepat... jangan ragu... aku sudah siap... hmm...!", suara menantang sang istri membawa mereka kembali kedalam sebuah irama lagu yang sering keduanya mainkan.
Aktivitas mereka terhenti ketika hari sudah siang, setelah membersihkan diri dan berganti pakaian dengan yang baru mereka keluar dari Hotel dan menuju perpustakaan kota, sepanjang hari itu mereka semua mencari informasi tentang keberadaan Klan Rhu dan Kedua Sekte yang mereka curigai sebagai sumber dari 'Kutukan Racun Darah' yang menimpa keluarga Shang. Malam harinya mereka berkumpul disebuah ruangan yang terdapat dilantai 3 dimana mereka menginap,...
"Bagaimana penyelidikan kalian... apa yang kalian dapatkan...?", tanya YoLang kepada mereka.
"Kami yang menyusuri pasar besar dikota ini mendapatkan banyak cerita dari para pedagang dipasar itu... tentang adanya sebuah kelompok yang menjadi penjaga pasar dan selalu menagih uang keamanan kepada semua pedagang didalam pasar tersebut... mereka juga selalu bertindak seenak mereka sendiri... dan setelah kami mencoba untuk mencari keberadaan orang-orang itu kami mendapatkan tempat mereka berada disebuah rumah besar dibagian pinggiran kota... rencananya malam ini saya dan beberapa anggota pasukan akan melakukan pengintaian atas kediaman mereka tersebut...", kata Jendral Wang Yhu.
"Bagus paman Wang Yhu... laksanakan nanti malam... dan berhati-hatilah... selanjutnya yang lain bagaimana...?", kata YoLang
__ADS_1
"Saya tuan muda... kami mendatangi beberapa restoran dan kedai makan... dari semua restoran yang kami datangi tidak ada informasi yang berhubungan dengan yang kita cari... tapi kami mendapatkan informasi yang bagus dari sebuah kedai makan didaerah pinggiran kota sebelah barat...! disana kami bertemu dengan pemilik kedai yang sebelumnya adalah seorang pedagang besar dikota ini... dia mengalami perampokan besar-besaran 10 tahun lalu sampai menewaskan anggota keluarganya dan seorang anak gadisnya diculik oleh kelompok bandit yang mereka namakan 'Bandit Hutan'... mereka menamakan dengan nama itu karena setiap selesai beraksi bandit-bandit itu kembali masuk kedalam kawasan Hutan Bintang...", kata Jendral Prapat Tung.
"Hmm... Bandit Hutan... itu identik dengan nama 'Sekte Hutan Merah'... bagus paman Prapat Tung... selanjutnya paman Lung Wei bagaimana dengan hasil penyelidikan paman...?", tanya YoLang.
"Kami seharian menyusuri kawasan pusat bisnis di pusat kota... kami masuk kesetiap toko yang terdapat banyak orang dengan berpura-pura untuk membeli sesuatu barang sambil mendengarkan percakapan mereka... tapi kami tidak menemukan sesuatu... kemudian menjelang sore kami memasuki sebuah toko yang menjual bahan-bahan logam untuk membuat senjata... setelah kami memasukinya dan menanyakan tentang beberapa jenis senjata... ternyata sang pemilik toko sudah tidak menjual senjata lagi... dari penuturannya bahwa dahulu ayahnya adalah seorang pedagang senjata buatan keluarga mereka... mereka banyak mendapat orderan senjata dari beberapa Klan dan Sekte di Kota Rata ini sampai suatu waktu semua barang dagangan mereka dirampok dan ayahnya serta beberapa anggota keluarga mereka yang adalah para ahli penempa senjata diculik oleh sebuah Klan yang mereka namakan 'Klan Kuno' tapi Klan tersebut kemudian menghilang dan tak pernah terdengar lagi namanya...", kata Jendral Lung Wei menjelaskan hasil penyelidikannya.
Hmm... Klan Kuno sesuai informasi kitab yang saya baca itu adalah Klan Rhu yang kita cari... saya bersama istri semalam sampai subuh sudah melakukan penyelidikan juga... dan kami sudah menemukan lokasi bekas Kota Shang Selin yang berada di Pinggiran Hutan Bintang... kami juga menemukan sebuah pemukiman besar... hampir sebesar kota ini... tapi tidak ada gedung-gedung besar yang ada hanya rumah-rumah penduduk biasa... tapi mereka melakukan aktivitas sampai larut malam bahkan ada yang sampai subuh... dari perbincangan mereka yang kami dengar tidak ada yang menyebutkan tentang Klan atau Sekte yang kita cari... mereka hanya membicarakan persoalan hidup mereka dikediaman itu...", kata YoLang menambahkan hasil penyelidikannya bersama sang istri.
"Kalau paman MuDhong bagaimana dengan hasil penyelidikan paman di Restoran Hotel ini...!", tanya YoLang.
"Seharian ini paman hanya melihat 5 orang yang mendatangi restoran hotel ini... dan tidak banyak yang mereka perbincangkan... paman juga menanyakan kepada pelayan-pelayan restoran tapi tidak ada yang mengetahui sebuah Klan atau Sekte dikota ini... mereka hanya mengetahui kalau disetiap keluarga besar dikota ini memiliki sebuah perguruan beladiri...", kata paman MuDhong.
"Benar paman Lung Wei... untuk itu saya akan membagi tugas yang akan kita lakukan mulai malam ini... paman Wang Yhu akan melanjutkan penyelidikannya bersama paman Prapat Tung dengan membawa 6 orang anggota pasukan... sementara itu paman MuDhong, Jendral Lung Wei, Lan Jian. Chun Bao, Yun Chao bersama 6 orang anggota pasukan akan mengikuti saya dan istri saya masuk kedalam Hutan Bintang dimana lokasi kawasan pemukiman itu berada... ingat manfaatkan suasana malam hai dan gunakan penyamaran kalian seperti orang biasa dan jangan dulu membuat tindakan... dan berhati-hatilah... segera menghindar dan kembali ke Hotel ini jika terjadi konflik... gunakan kalung pelindung yang saya berikan...", kata YoLang menjelaskan tugas mereka malam ini.
"Siap laksanakan tuan muda...!", kata para Jendral serempak.
"Baik bersiaplah untuk bergerak ketika hari sudah malam...!", kata YoLang menutup pertemuan mereka.
__ADS_1
Malam menjelang, gelap berangsur menutupi kota Rata dan sekitarnya dan para penduduk segera meninggalkan aktivitas mereka kembali kekediaman masing-masing. Tidak dengan kelompok YoLang yang baru memulai aktivitas penyelidikan mereka saat malam mulai menjelang, paman Wang Yhu bersama Jendral Prapat Tung mulai bergerak menuju sebuah kediaman yang berada dipinggiran kota dan setibanya mereka berdua dilokasi tersebut disebuah tempat yang terlindung oleh pepohonan kecil dan rimbunnya semak belukar menambah strategisnya tempat penyelidikan mereka. Paman Wang Yhu mengeluarkan 6 orang anggota pasukan Naga dari dalam ruang dimensi cincin jiwanya,...
"Kalian bagi tiga kelompok masing-masing 2 orang dan menyebar disekeliling kediaman itu... carilah persembunyian dan awasi orang-orang yang keluar masuk kediaman itu... saya dengan Jendral Prapat Tung akan menyelinap keatas kediaman itu...", kata paman Wang Yhu kepada mereka.
"Siap laksanakan Panglima...", jawab mereka serempak.
Sementara itu YoLang bersama sang istri telah berteleportasi kedalam kawasan Hutan Bintang dimana lokasi kawasan pemukiman yang mereka curigai berada,...
"Paman MuDhong bersama Lan Jian, Chun Bao dan Yun Chao tetap berada ditempat ini sambil mengawasi pemukiman itu... paman Lung Wei beserta 6 orang anggota pasukan coba menyelinap kedalam pemukiman dengan menyamar seakan-akan kalian adalah penduduk... saya dan istri saya akan menyelinap kedalam pemukiman itu...", kata YoLang menjelaskan tugas mereka sambil mengeluarkan Jula siHitam.
Whhuuuzzz...
"Jula terbanglah dan awasi kami dari atas... segera jemput anggota kita jika ada yang menghadapi konflik...", kata YoLang dan disambut dengan anggukan kepala Jula pertanda dia mengerti maksud tuannya.
Whhuukk... whhuukk... whhuukk...
Whhuuusss...
__ADS_1
Jula melesat terbang keatas langit menjalankan tugas sesuai perintah YoLang, dan disusul dengan kepergian Jendral Lung Wei dengan 6 orang anggota Pasukan Naga yang memasuki kawasan kediaman itu kemudian YoLang dengan teknik 'Langkah Cahaya'nya dan YoLun dengan teknik 'Langkah Petir'nya mereka melesat menuju kesebuah kediaman yang terlihat lebih besar dari kediaman lainnya. YoLang dan YoLun mulai mengedarkan kesadaran spiritual mereka merasakan aura-aura kehidupan didalam kawasan kediaman tersebut dan melihat suasananya sambil mendengar perbincangan yang terjadi disetiap kediaman penduduk atau ditempat-tempat dimana terdapat orang-orang yang sedang beraktivitas.