Titisan Dewa

Titisan Dewa
Perburuan diKota Shang


__ADS_3

Hari masih subuh, kecepatan kapal Naga Laut mulai melambat karena dari kejauhan mulai terlihat lampu-lampu penerangan pelabuhan kota Shang berkelap-kelip seakan-akan memanggil agar secepatnya merapat di dermaga. Paman AmPhong sedang memimpin pelayaran kali ini, sejak semalam dia bergantian tugas dengan sang kapten LunGon yang saat ini sedang menemani sang istri AngNie yang sedang hamil muda. YoLang yang sedang bermeditasi didalam kamarnya mendengar ada suara panggilan dari luar kamar,...


Tok... tok... tok...


"Tuan Yo...!", suara seorang anak buah kapal.


"Hmm... ya... sebentar...!", kata YoLang.


Krieeekkkk...


"Maaf tuan...! sudah membangunkan tuan dari istirahat... ada pesan dari tuan AmPhong bahwa beberapa jam lagi kita akan berlabuh...!", kata anak buah kapal itu.


"Ohh... iya... terimakasih paman...!", kata YoLang dengan sopan.


Segera YoLang membersihkan diri dan berganti pakaian dengan yang baru, kemudian membangunkan kedua istrinya yang sedang terlelap dalam mimpi mereka.


"Sayang...! hei...! ayo bangun... kita akan segera berlabuh...", kata YoLang.


"Hmm... sebentar lagi suamiku...!", kata YoLun yang masih terlihat letih dan malas untuk bangkit dari tempat tidur, sementara disampingnya Mayang masih terlelap tidak terusik oleh panggilan sang suami yang membangunkan mereka.


"Ya sudah... 1 jam lagi aku kembali... aku keanjungan kapal dulu melihat keadaan disana...!", kata YoLang kemudian keluar kamar dan menuju anjungan kapal dimana paman AmPhong berada.


Sesampainya dianjungan dia melihat kesibukan para anak buah kapal yang sedang menurunkan 3 buah layar utama kemudian menyiapkan tali-tali pengikat dipinggiran kapal, sementara itu daya dorong kapal mengandalkan para pengayuh yang hanya bekerja saat kapal keluar dermaga dan ketika akan bersandar di dermaga...


"Paman... setelah kapal bersandar di dermaga...! tolong sampaikan jangan ada yang turun dulu...! karena ada sesuatu yang akan sampaikan... hal ini menyangkut keamanan semua orang nantinya...!", kata YoLang menegaskan.


"Baik nak Yo...! akan saya sampaikan kesemua anggota keluarga kita...!", kata paman AmPhong.


"Ada satu lagi paman... ini...! bagikan kepada semua anggota keluarga...! kalung ini namanya 'Kalung Pemanggil' berfungi untuk memanggil saya, adik LoryMei atau kedua istri saya...! dan caranya dengan memecahkan buah kalung ini...! dan tolong juga disampaikan bahwa hanya dalam keadaan terdesak baru menggunakan kalung tersebut...!", kata YoLang menjelaskan.


"Ohh... baik nak Yo...! paman akan memperhatikan hal itu... dan akan menjelaskan kepada mereka tentang penggunaannya...!", kata paman AmPhong.

__ADS_1


"Bagus...! saya juga akan membuat formasi pelindung untuk kapal kita ini... karena saya melihat dikota itu banyak tingkat kekuatan yang sudah berada dipuncak ranah alam fana... untuk itu paman dan yang lainnnya jangan menutup kekuatan...! agar supaya mereka juga tidak akan memandang kita dengan sebelah mata...!", kata YoLang.


Setelah 2 jam berlalu kapal Naga Laut sudah benar-benar bersandar dengan baik di dermaga pelabuhan Kota Shang, kemudian YoLang langsung membuat array/formasi pelindung untuk kapal Naga Laut. Semua anggota keluarganya yang akan turun sudah berkumpul dianjungan kapal untuk mendengar pemberitahuan dari YoLang,...


"Tolong perhatian semua...! sebelum kita turun pertama ambil dan pakailah kalung yang sudah dibagikan oleh paman AmPhong... kalau ada yang belum jelas tentang kalung tersebut silahkan bertanya...!", kata YoLang.


"Kami sudah paham tuan Yo...!", jawab seorang anak buah kapal.


"Baik...! selanjutnya bagi mereka yang akan turun ke Kota Shang agar berhati-hati dan jangan membuat masalah...! karena saya mengingatkan bahwa didalam Kota Shang banyak tingkat kekuatan yang sudah berada dipuncak ranah alam fana juga ada yang sudah berada di ranah alam tinggi...!", kata YoLang mengingatkan mereka.


"Dan bagi yang sudah berada diranah alam tinggi...! segel kekuatan kalian sampai dipuncak ranah alam fana saja...!", kata YoLang menjelaskan.


"Nah... selamat berburu barang dagangan di Kota Shang...! saya akan terus memantau dan mengawasi dari atas kapal...!", kata YoLang.


"Apa ada yang ditanyakan...?", kata YoLang selanjutnya.


"Sudah jelas tuan Yo...!", jawab seorang anggota keluarga.


"Nah... ayah dan ibu serta ibu Maya...! di samping mengawasi anggota keluarga yang sedang berburu barang dagangan...! sedapat mungkin mencari informasi tentang keberadaan 'Assosiasi Matahari Merah'...", kata YoLang.


"Kemudian Mayang dan LoryMei datangi perpustakaan kota dan mencari buku-buku tentang asal-usul Kerajaan Shu juga tentang bubuk mesiu atau bahan peledak...!", katanya melanjutkan.


"Selanjutnya YoLun dan ayah mertua berkeliling kota mencari informasi sambil mengedarkan kesadaran spiritual untuk merasakan aura tubuh yang terasa dekat dan familiar dengan ayah mertua... jika ada segera kabari saya...!", kata YoLang menjelaskan.


"Kakek MuChin dan yang lainnya...? silahkan melihat-lihat Kota Shang sambil juga mencari informasi yang berguna...!", kata YoLang menambahkan.


"Nah... silahkan berburu informasi dan barang dagangan di Kota Shang...", kata YoLang.


Kemudian mereka turun dan masuk kedalam Kota Shang dan berpencar sesuai tugas masing-masing, sementara itu YoLang memantau dan mengawasi mereka dari atas kapal Naga Laut. Dengan kesadaran spiritualnya YoLang dapat merasakan dan melihat dengan jelas keberadaan seluruh anggota keluarganya, diatas anjungan YoLang bersama adik iparnya sang kapten LunGon yang setia mendampingi sang istri yang tengah hamil muda. Dibagian kapal lainnya terlihat kedua paman LunFei dan LunFai sedang menjaga dan mengawasi gerbang portal yang sudah diaktifkan YoLang saat kapal bersandar di dermaga dan juga terlihat para anak buah kapal yang sedang merapikan tali dan layar kapal, demikian juga dengan paman LunChao serta bibi SitiHan dan anak mereka LunHansi yang tidak ikut turun karena merasa tidak enak badan dan hanya duduk santai direstoran kapal.


'Adik ipar...! sudah berapa usia kandungan adik AngNie...?", tanya YoLang.

__ADS_1


"Sudah 2 bulan kakak...! kata ibu Maya ini saat-saat kritis... jadi istriku tidak kuijinkan turun...!", kata LunGon.


"Hmm... begitu ya... ! ya sudah kalau ada yang diinginkan bisa titip kepada mereka yang turun ke kota...!", kata YoLang kepada sepasang suami istri yang terlihat bahagia itu.


"Sudah kakak...! kami sudah menitipkan untuk membeli kain lembut dan perlengkapan bayi kepada kakak PingYu...!", kata AngNie.


"Ahh... baguslah...! aku ikut bahagia akan segera mendapatkan keponakan nantinya... hehehe...", kata YoLang.


"Terus kakak kapan menyusul kami...! hehehe...", tanya LunGon.


"Ahh... itu... hmm... kami harus menyelesaikan tugas-tugas dulu...! karena akan menghambat nantinya kalau YoLun hamil... hehehe... dan juga sudah menjadi perintah langit... jadi ya... menunggu saja...!", kata YoLang bingung harus menjawab bagaimana.


Dari anjungan kapal YoLang masih tetap awas dan melihat setiap gerak-gerik keluarganya di dalam Kota Shang, demikian juga dengan pergerakan-pergerakan aneh dari orang-orang didalam kota tersebut. Hanya dia melihat paman AmPhong bersama istri dan anaknya yang sedang mengurus surat-surat pelayaran di kantor penguasa pelabuhan yang sedikit mendapat hambatan karena dia dapat merasakan dan melihat adanya aura merah keluar dari tubuh paman AmPhong yang menandakan sedang marah.


Menjelang siang hari satu persatu para anggota keluarga mulai berdatangan, dan yang pertama datang adalah Mayang dan LoryMei dan mereka langsung mendatangi YoLang di anjungan kapal dan menyerahkan beberapa buah buku dan beberapa gulungan kertas kemudian berkata...


"Kakak...! perpustakaan di kota ini tidak sebesar dengan yang berada di kota Choi... kami hanya mendapatkan buku-buku itu saja... dan 4 buah gulungan potongan peta benua besar... nanti kakak baca sendiri informasinya ada tertulis di sana... untuk informasi lainnya tidak ada yang berarti... orang-orang disini agak tertutup... hanya persoalan dagang yang ada dipikiran mereka...!", kata LoryMei.


"Hmm... baik...! ini sudah merupakan informasi bagus...?", kata YoLang sambil melihat-lihat peta yang mereka bawa.


"Ya sudah kami kembali melihat-lihat... sambil mengawasi anggota keluarga kita yang masih berburu barang dagangan...!", kata Mayang kemudian bersama LoryMei kembali turun dan menuju kota Shang.


Kemudian terlihat kedua orangtuanya dan ibu Maya sudah kembali dan sedang duduk beristirahat direstoran kapal, segera YoLang menghampiri mereka...


"Bagaimana ayah ibu dan ibu Maya...! apa yang didapatkan dikota...? tanya YoLang.


"Ahh... nak...! sepertinya orang-orang disini fokus berdagang saja... jadi terpaksa kami juga ikut berbelanja... sambil mengorek keterangan tapi yah... begitulah sepertinya mereka menutup diri dengan informasi selain perdagangan...!", kata PiYo.


"Hmm... baiklah ayah... ibu dan ibu Maya... beristirahatlah dulu...!", kata YoLang kemudian meninggalkan mereka dan kembali ke anjungan kapal.


Setelah semua anggota keluarga kembali tidak ada satupun yang membawa informasi lain selain informasi harga barang dan barang yang paling dicari dikota itu, YoLang kemudian berpikir untuk membiarkan dulu tentang masalah pencarian informasi karena mereka masih akan tinggal di kota Shang ini selama 1 minggu. YoLang mulai fokus pada rencananya membawa anggota keluarganya kealam tinggi untuk menerima kesengsaraan petir di sana, namun sebelumnya dia akan membantu beberapa orang untuk menerobos tingkat kekuatan mereka ke ranah alam tinggi terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2