
"Muridku... sejak kapan kamu menjadi murid Yang Mulia Kaisar Dewa...?", tanya Dewa Cahaya siBocah Tampan guru pertama YoLang.
"Maafkan muridmu ini Guru... peristiwa itu terjadi saat murid berhasil membuat Senjata Tingkat Ilahi ke-3 yaitu 'Busur Asmara Intan Petir' yang menjadi senjata YoLun istri pertama muridmu ini... dengan tiba-tiba Guru Dewa muncul dan langsung memberikan Pembaptisan Petir terhadap ketiga senjata Tingkat Ilahi tersebut... kemudian memberikan murid Pengetahuan dan Kekuatannya...", kata YoLang memberikan penjelasan kepada kelima Gurunya.
"Hahh... sudah pasti Yang Mulia menyuruhmu untuk merahasiakan hal ini kepada kami...! hehehe... begitulah kelakukan siBocah Tua itu...?", kata Dewa Obat siBocah Jelek menambahkan.
"Benar Guru...! itu memang perintah yang Mulia Dewa Guru kepada muridmu ini...! tapi sekarang semua Guru sudah mengetahuinya...! jadi murid merasa sudah tidak ada lagi rahasia diantara kita bukan...? hehehe... sekarang murid mohon Guru Dewa Obat untuk melengkapi kebun herbal milik murid yang masih banyak yang kurang isinya...!", kata YoLang selanjutnya meminta tambahan koleksi tanaman herbal kepada sang Guru Dewa Obat.
"Baiklah... apapun kebutuhanmu akan Guru berikan... nah... arahkan dadamu kesini dan terimalah...!", kata sang Guru kemudian melesatlah kabut putih dari kedua telapak tangan sang Guru dan masuk kedalam tubuh YoLang.
Whhhuuuuzzzz....
"Terimakasih Guru Yang Mulia...! murid akan memanfaatkan pemberian Guru ini untuk banyak orang dan semua makhluk...!", kata YoLang hormat sambil menundukkan kepalanya dihadapan sang Guru Dewa Obat.
'Muridku...! aku juga akan melengkapi Pengetahuanmu yang belum saya berikan sebelumnya... dan dengan pengetahuan ini akan membuatmu lebih bijaksana dalam berbuat dan bertindak... buatlah lebih banyak lagi manfaat kepada semua makhluk di Alam Semesta ini...! nah bersiaplah... dan terimalah...!", kata Dewa Pengetahuan siBocah Suci kemudian sebuah cahaya Pelangi melesat dari kedua telapak tangan sang Guru dan masuk kedalam kepala YoLang.
YoLang merasakan sebuah segel dalam ingatannya tiba-tiba terbuka dan melihat berbagai tulisan tentang sebuah 'Teknik Penciptaan Tingkat Ilahi' yang sebelumnya tersegel dan sekarang telah terbuka, selanjutnya dia masih melihat banyak lagi tambahan pengetahuan tentang Alam Surgawi dan tempat-tempat yang terlihat sangat indah dengan banyak sosok didalamnya yang memiliki tingkat kekuatan Ranah Raja Dewa. Hanya dalam waktu singkat YoLang sudah memahami isi pengetahuan yang baru didapatkannya itu, kemudian dengan penuh hormat dia bersujud didepan gurunya Dewa Pengetahuan...
"Murid berterima kasih untuk berkah pengetahuan yang diberikan Guru...! hanya sebuah pertanyaan tentang Teknik Penciptaan yang baru murid pahami...! apakah hal itu tidak akan menganggu keseimbangan Alam dan melanggar Ketetapan Langit jika teknik itu murid gunakan...?", tanya YoLang kepada sang Guru.
"Bijaklah dalam menggunakan semua pengetahuan itu muridku...! jika kamu merasa bahwa tindakanmu akan mendatangkan Keseimbangan dan Ketentraman makhluk hidup serta dapat menghilangkan segala bentuk Ketidakadilan, Keangkaramurkaan dan Kesewenang-wenangan maka gunakan Pengetahuan itu... jangan ragu-ragu hanya itu saja syaratnya... demikian juga dengan teknik melihat masa depan itu sudah bisa kamu pakai... dan hal itu juga yang merupakan ujian terakhirmu sampai kamu dinyatakan SIAP...!", kata Dewa Pengetahuan menjelaskan.
"Baik Guru... murid akan melakukan semua nasehat Guru-Guru Yang Mulia...", kata YoLang dengan sikap homat.
"Bagus muridku... sekarang pergilah menerima Pembaptisan Petir diruangan Pembaptisan... pintunya disamping lemari itu... setelah itu kembalilah keRuang Pertemuan Surgawi ini...!", kata Dewa Naga gurunya yang ke-3.
YoLang kemudian menuju pintu yang dikatakan para Gurunya dan membuka pintu tersebut dan masuk kedalamnya, setelah melewati sebuah ruangan hampa dia menemukan sebuah pintu lagi dan masuk kedalamnya. YoLang berada disebuah tempat yang suasananya sangat berbeda dengan alam yang pernah didatanginya, tempat tersebut memiliki jenis tanaman dan pepohonan yang bentuknya serba besar bahkan sampai 3 kali lebih besar dari pohon Kayu Maha Dewa yang ditemuinya di Hutan Besar Benua Pulau Merah di Alam Fana. Dalam kebingungannya dia melihat langit mulai berubah menjadi gelap, segera dia mempersiapkan diri untuk mulai menerima Kesengsaraan Petir Surgawi...
Jeeddeeerrr...
Jeeddeeerrr...
Jeeddeeerrr...
Jeeddeeerrr...
JJEEEDDEEERRR...
5 kali YoLang menerima Pembaptisan Petir Surgawi sebagai pengukuhan telah menerobos tingkat kekuatan Ranah Alam Dewa, kemudian melihat langit masih dalam keadaan gelap pertanda sang Petir masih akan melakukan tugasnya. Sambil menstabilkan aliran kekuatan spirtiualnya kembali YoLang bersiap untuk menerima 'Pembaptisan Petir Ashura' jenis 'Petir Ashura Dewa' karena dia sudah melewati tahapan kekuatan Ranah Awal Alam Surgawi dan sudah berada di Ranah Tengah Alam Surgawi dan berada ditingkat Jendral Dewa Perunggu-1...
Jeeddeeerrr...
Jeeddeeerrr...
Jeeddeeerrr...
Jeeddeeerrr...
__ADS_1
JJEEEDDEEERRR...
Kembali 5 kali YoLang mengalami Kesengsaraan Petir Ashura Dewa sebagai pengukuhan tingkat Kekuatan Dewa yang dimilikinya karena telah menerobos kekuatan Ranah Awal Alam Surgawi, kemudian YoLang melanjutkan dengan mengeluarkan senjata-senjata Tingkat Ilahi buatannya selama ini dan belum menerima Pembaptisan Petir sebagai tanda pengukuhan senjata tersebut adalah Senjata Tingkat Ilahi yang berjumlah 11 buah yaitu :
'Golok Naga Emas'
'Pedang Teratai Bulan'
'Tombak Kaisar Dewa'
'Pedang Badai Gurun'
'Tombak Cahaya'
'Busur Hati Emas'
'Tombak Langit Membara'
'Seruling Yin dan Yang'
'Kipas Pemusnah Nafsu'
'Tongkat Dewa Naga'
Satu persatu senjata-senjata Ilahi tersebut dia keluarkan dari dalam cincin jiwanya dan menerima pembaptisan Petir Surgawi masing-masing sebanyak 1 kali, kemudian setelah proses Pembaptisan Petir selesai dia menyimpan kembali ke-11 senjata Tingkat Ilahi buatannya itu kedalam kotak penyimpanannya dan memasukkan kesemuanya kedalam cincin jiwa. Sebelum meninggalkan ruang Pembaptisan Petir Surgawi itu YoLang menandai tempat itu untuk dia kembali membawa orang-orang terdekatnya saat akan menerima Pembaptisan Petir Surgawi, YoLang kembali keRuang Pertemuan Surgawi dimana kelima gurunya berada dan masih menunggunya...
"Bagaimana muridku...? apa kamu mengalami kesulitan dalam Kesengsaraan Petir itu...?", tanya gurunya Dewa Perang.
"Tidak Guru... semuanya baik-baik saja... sekalian tadi murid juga sudah mengukuhkan senjata-senjata Tingkat Ilahi buatanku...", kata YoLang.
"Wah... benar-benar suatu kejutan... seberapa sering kamu berhasil membuat senjata Tingkat Ilahi muridku...?", tanya Dewa Naga.
"Sampai dengan saat ini murid telah membuat 14 buah guru...", kata YoLang menjelaskan.
"Apaaaa...!!! itu berarti kamu membuat tambahan 12 buah lagi... mana... mana...! tunjukkan kepada kami Guru-Gurumu...?", tanya Dewa Naga yang sangat terkejut dengan apa yang dikatakan YoLang.
Dengan segera YoLang mengeluarkan 11 buah Kotak yang terbuat dari batu giok tempat penyimpanan Senjata-senjata Tingkat ILahi buatannya itu, kemudian meletakan secara berderet diatas meja Pertemuan dihadapan para Gurunya. Kemudian YoLang menjelaskan bahan-bahan pembuatan masing-masing senjata serta energi kekuatan yang terkandung didalamnya dan nama dari masing-masing senjata tersebut, YoLang juga memberitahukan bahwa salah satu senjata buatannya telah digunakan oleh sang istri YoLun yaitu 'Busur Asmara Intan Petir'. Wajah para Gurunya terlihat takjub dan gembira melihat hasil murid mereka yang telah melewati batas nalar pemikiran mereka sebagai 'Dewa Pencipta', kemudian dia melihat masing-masing Gurunya sudah memegang sebuah senjata Tingkat Ilahi buatannya sambil menatap kagum dan bangga. Melihat antusias ke-5 Gurunya itu Yolang berkata,...
"Hehehe... kalau Guru-Guru berkenan memiliki senjata buatan murid... silahkan... ambilah hadiah kecil dari murid ini...!", kata YoLang tulus karena senang melihat Guru-Gurunya tertarik dengan senjata hasil buatannya.
"Benarkah muridku...? ahh... terimakasih... hahaha... tidak menyangka seorang murid membuatkan senjata untuk Gurunya...", kata Dewa Naga senang dengan 'Tongkat Dewa Naga' ditanganya sementara disisi lain Dewa Cahaya telah memegang 'Tombak Cahaya' ditangannya, Dewa Obat dengan 'Kipas Pemusnah Nafsu', Dewa Perang dengan 'Pedang Pembasmi Iblis' dan Dewa Pengetahuan dengan 'Seruling Yin dan Yang'.
"Kamu sungguh baik muridku... tapi berhati-hatilah dalam memilih orang yang akan memegang senjata itu... harus benar-benar orang yang telah kamu kenali sifat dan keberadaanya... jangan sampai salah memilih pemegang senjata-senjata itu...", kata Dewa Dewa Obat.
"Murid akan mendengar semua petunjuk para Guru yang Mulia...", jawab YoLang
__ADS_1
"Muridku... tinggalkan saja 'Tombak Kaisar Dewa' ini di depan tempat duduk Yang Mulia Kaisar Dewa... karena setahu saya beliau menyukai senjata jenis tombak... saya yakin dia akan sangat bahagia menerima pemberianmu itu...", kata Dewa Pengetahuan.
"Benar muridku... Yang Mulia adalah seorang Dewa penggila senjata jenis tombak... sepengetahuanku Yang Mulia Kaisar Dewa memiliki ratusan koleksi tombak berbagai tingkatan dan sebagian besar koleksinya itu tidak memiliki kotak penyimpanan seperti buatanmu ini... hahaha... dia akan terkejut melihat hadiah darimu itu... apalagi kotak penyimpanan buatanmu itu terbuat dari bahan batu giok yang langka...", kata Dewa Perang. Kemudian YoLang menggeser kotak berisi 'Tombak Kaisar Dewa' beserta sebuah cincin jiwa yang berisikan 150 buah kotak penyimpanan yang terbuat dari bahan batu giok biru, tempat untuk menyimpan senjata jenis tombak didepan kursi tahta milik sang Kaisar Dewa.
"Ehh... Giok Laut... muridku dimana kamu temukan giok langka ini... diAlam Surgawi saja sudah tidak pernah ditemukan lagi Giok Laut seperti ini...", kata Dewa Naga.
"Murid menemukan sebuah gunung karang ditengah laut tak berujung diAlam Fana... sekarang gunung tersebut sudah berada didalam dunia jiwa murid... jika para Guru berkenan silahkan ikuti murid datang berkunjung untuk melihat gunung tersebut...", kata YoLang mengajak para Gurunya.
"Ahh... satu rahasia lagi dari siBocah Tua itu yang terkuak... ini segel miliknya yang melindungi dunia jiwa murid kita... sampai-sampai aku saja yang membuatkan dunia jiwa ini sudah tidak bisa masuk... benar-benar dasar Bocah Tua...", kata Dewa Naga.
Kemudian YoLang membungkus kelima gurunya itu dengan kabut pelindung dan penyamaran miliknya dan meombawa masuk kelimanya didalam dunia jiwa miliknya, dan sampainya didalam mereka sudah berdiri dibawah kaki gunung karang yang dimaksud YoLang...
"Nah... ini gunungnya Guru... semua bahan batu giok yang terkandung dalam perut gunung ini adalah 'Giok Laut', setelah dibedakan dengan tingkat umurnya maka Giok Laut yang berwarna Biru adalah yang tertua... makanya Batu Giok itu aku namakan 'Giok Biru'...", kata YoLang menjelaskan.
"Hmm... bolehkan Gurumu ini mengambil beberapa bongkah untuk bahan membuat artefak...?", tanya Dewa Perang.
"Semua yang berada didalam dunia jiwa ini... juga adalah milik Guru-Guruku Yang Mulia... silahkan jika Guru-Guru berkenan... murid tidak keberatan...", kata YoLang tulus.
"Ahh... terimakasih muridku... hehehe... rejeki tidak boleh ditolak...", kata Dewa Naga.
Selama 1 jam mereka berada didalam dunia jiwa YoLang kemudian kembali keRuang Pertemuan Surgawi,...
"Baiklah sebelum kamu kembali... kami berlima akan memberikan tambahan kekuatan untukmu... bersiaplah muridku...", kata Dewa Pengetahuan kemudian terlihat kelima Gurunya mulai mengerak-gerakkan kedua telapak tangannya dan telihat 5 cahaya berlainan warna melesat dan memasuki tubuh YoLang yang sedang dalam posisi lotus.
Whhuuuzzz... Whhuuuzzz...
Whhuuuzzz... Whhuuuzzz...
Whhuuuzzz...
Beberapa saat kemudian terlihat YoLang mulai merasakan gejolak energi kekuatan yang sangat besar didalam samudera dantiannya dan berusaha untuk menerobos keluar dari dalam tubuhnya kemudian,...
Bhhhuuummm... Jendral Dewa Perak-1
Bhhhuuummm... Jendral Dewa Baja-1
Bhhhuuummm... Jendral Dewa Emas-1
Bhhhuuummm... Jendral Dewa Kristal-1
Bhhhuuummm... Jendral Dewa Giok-1
"Nah... selangkah lagi tingkat kekuatanmu akan menuju Ranah Raja Dewa... tetaplah berlatih dan berkultivasi muridku... tingkatan kekuatanmu saat ini sama dengan lawan terlemah yang akan kau hadapi... dan mereka semakin dekat denganmu... dan kamu sudah boleh kembali...", kata Dewa Pengetahuan kemudian mengirim YoLang kembali keAlam Kultivator.
Whhuuuzzz...
Kembali YoLang melewati ruang hampa dan hanya kegelapan yang ada disekitarnya dan kemudian dia jatuh diatas lantai kamar pribadinya digedung Toko Kultivator Naga Emas diKota Losian daratan Heyan Benua Tengah Alam Kultivator.
__ADS_1