Titisan Dewa

Titisan Dewa
Konflik Perusahaan Eskpedisi Pengiriman Barang


__ADS_3

Malam harinya dengan menunggang Jula siHitam YoLang mengajak kedua istrinya terbang diatas langit Daratan Seo Yan, mereka menuju kearah utara dimana terdapat Kota Nam Hung pusat Kerajaan Nam. Dengan tingkat kekuatan Jula saat ini yang berada ditingkat Holy Dao tahap 2 maka dengan cepat dia melesat membawa tuan dan kedua nyonyanya menuju arah utara, diatas punggung Jula duduk Mayang, YoLun dan YoLang dengan mengenakan pakaian dingin mereka bertiga mulai mengedarkan kesadaran spiritual untuk merasakan dan melihat keberadaan aura-aura kehidupan disepanjang daratan yang mereka lintasi...


"Kalian fokus pada keberadaan aura kehidupan dibawah sana...! aku akan fokus dengan aura aneh...!", kata YoLang kepada kedua istrinya.


"Baik suamiku...! kakak Lun mengamati bagian sebelah kiri... aku yang akan melihat sisi sebelah kanan...!", kata Mayang.


"Jula... lebih cepat lagi... tambah kecepatanmu...!", kata YoLang.


Khhaaakkk...


Whhhuuusss...


Sebuah titik hitam melesat bagaikan cahaya melintas diatas langit Daratan Seo Yan, tidak berapa lama kemudian mereka mulai memasuki perbatasan Kerajaan Moi dengan Kerajaan Nam. Dari atas langit mereka melihat pasukan perbatasan kedua kerajaan yang sedang berjaga di benteng perbatasan masing-masing, tidak ada aura gelap yang YoLang rasakan dari tubuh semua anggota pasukan perbatasan itu dan hal itu menandakan tidak adanya konflik diantara mereka. 1 Jam kemudian mereka mendekati langit Kota Nam Hung, disekitar kota tersebut terdapat 3 buah desa kecil dan dari yang YoLang dan kedua istrinya rasakan tidak ada sesuatu yang mencurigakan terhadap ketiga desa tersebut, Jula dengan perlahan membawa ketiga junjungannya berputar-putar diatas langit kota Nam Hung dan YoLang fokus melihat pusat Kerajaan Nam kemudian mendapati semua yang berada dalam Istana Kerajaan Nam memancarkan aura kehidupan yang bersih tanpa ada sesuatu yang gelap disana.


Setelah menandai beberapa lokasi yang mudah diingat, dan merasakan tidak adanya sesuatu yang aneh dan mencurigakan dalam kota Nam Hung tersebut selanjutnya Yolang memerintahkan Jula untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju kearah selatan Daratan Seo Yan dimana Kerajaan Moi berada. Jula kembali mengerahkan kekuatannya dan melesat bagi cahaya...


Whhhuuusss...

__ADS_1


Satu jam lebih mereka melintas diatas kawasan padang rumput, perbukitan dan hutan lebat serta beberapa desa dan sampailah mereka diatas langit Kota MoiMoi yang adalah pusat Kerajaan Moi, kembali YoLang menandai beberapa lokasi strategis yang mudah dia ingat sambil memeriksa keadaan keberadan aura kehidupan dalam Istana Kerajaan Moi tersebut. YoLang tidak menemukan sesuatu yang menjadikan alasan untuk dia tinggal dan melakukan penyelidikan lebih dalam, hal yang sama juga dialami oleh kedua istrinya yang juga tidak menemukan sesuatu yang aneh dan mencurigakan. Kembali Jula melanjutkan perjalanannya menuju arah tenggara daratan Seo Yan dimana ada sebuah kota besar disana, Kota Seo Moi adalah sebuah kota perbatasan antara Daratan Seo Yan dan Daratan Nam Yan disebelah timur dan disebelah utaranya berbatasan dengan Daratan HeYan sehingga menjadikan kota ini sebagai tempat pertemuan dari para penduduk dari 3 Daratan.


YoLang dan kedua istrinya mulai memeriksa keberadaan kota itu dan segala isinya, mereka menemukan ada banyak aura kehidupan didalamnya yang memancarkan warna gelap sampai hitam pekat. Segera YoLang meminta kedua istrinya untuk fokus terhadap orang-orang yang memancarkan aura gelap itu, sementara dia akan fokus kepada individu yang memancarkan aura hitam pekat. Setidaknya ada 6 sosok yang dia temukan dengan aura hitam pekat itu, sementara itu YoLun telah mendeteksi sekumpulan orang yang berada disuatu gedung berlantai 2 dengan aura gelap ditubuh mereka. Lebih fokus lagi YoLun mendapati ada 21 sosok yang ternyata berada diruangan bawah tanah gedung berlantai 2 itu dan dalam keadaan lemah dan sedang sakit, sementara itu dilantai 1 terdapat 6 sosok dengan terlihat sedang berjaga namun aura tubuh mereka tidak menunjukkan mereka adalah kawanan bandit atau penjahat dan dilantai 2 hanya terlihat tumpukan barang dan perabotan yang berserakan tidak terurus.


"Suamiku... biarkan aku memeriksa kegedung itu... sepertinya ada tawanan diruang bawah tanah dan ada penjaganya tapi aku tidak merasakan adanya bahaya dari para penjaga itu... atau mereka tidak mengetahui tentang keberadaan puluhan orang diruang bawah tanah itu...?",, kata YoLun.


"Hmm... mungkin saja... coba saja kamu periksa kesana... tapi berhati-hatilah sayang... gunakan teknik penyamaranmu...?", kata YoLang kemudian terlihat YoLun melesat dengan cepat dari atas langit turun keatas gedung berlantai 2 itu...


Whhuuusss...


Sementara itu Mayang juga menemukan 5 sosok disebuah rumah penduduk yang memancarkan aura gelap dari dalam tubuh mereka, dan Mayangpun ikut melesat turun dari punggung Jula dan mendarat dengan halus diatap rumah penduduk itu...


Whhuuusss...


Masih sedang mengawasi sosok-sosok beraura hitam pekat, tiba-tiba YoLang mendapat kiriman pesan suara dari istrinya YoLun yang mengatakan bawah benar para penjaga yang berada dilantai 1 itu tidak mengetahui tentang 21 orang yang sedang ditawan diruang bawah tanah gedung berlantai 2 itu dan dalam keadaan sakit parah. YoLang segera mengirim pesan kembali kepada sang istri untuk segera mengamankan para tawanan itu terlebih dahulu untuk kemudian diobati sementara para penjaga diminta kerjasamanya untuk membantu atau disuruh pergi, kemudian dia beralih melihat posisi Mayang yang sudah berada didalam rumah itu dan sedang melakukan pertolongan dan pengobatan. YoLang juga mengirim pesan suara untuk mengetahui dengan detail apa yang sedang terjadi dan yang dilakukan sang istri, dan mendapat pesan balik dari sang istri bahwa 5 orang tersebut adalah sebuah keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri dengan putri mereka serta pasangan lansia yang adalah kedua orangtua dari sang suami dalam rumah itu.


Masih menunggu pergerakan dari 4 sosok yang sedang berpencar itu akhirnya YoLang menuju gedung berlantai 2 setelah dia menandai ke-6 sosok yang memancarkan aura hitam pekat tersebut, dalam gedung dia melihat suasananya yang seperti tidak terurus dan sudah lama tidak ditinggali kemudian menuju lantai 1 dimana dia melihat 6 orang berpakaian ringkas yang membawa senjata pedang dan tombak tapi masih tersimpan didalam sarungnya dan tombak masih melekat tergantung dipunggung mereka. Dia mendekat sambil menyapa mereka berenam...

__ADS_1


"Maaf mengganggu paman sekalian...! bolehkah aku bertanya kemana perginya istriku...?", tanya YoLang sopan.


"Ahh... tuan muda...! itu... perempuan yang tadi... sedang melihat kebawah...! katanya ada ruangan bawah tanah...! kami tidak mengerti tentang hal itu... kami hanya disuruh oleh kantor E****kspedisi** 'Rajawali Sakti' untuk menunggu ditempat ini dan menerima kiriman barang yang sedang diantar oleh Ekspedisi 'Gerobak Sakti'... hanya itu tugas kami menunggu disini...!", kata seorang yang mengaku sebagai anggota ekspedisi pengiriman barang.


"Hmm... begitu ya...! apakah paman sekalian tau siapakah pemilik dari gedung ini...?", tanya YoLang selanjutnya.


"Gedung ini adalah bekas milik sebuah perusahaan ekspedisi juga tuan muda...! nama perusahaan itu adalah Ekspedisi 'Kuda Kilat**'...! tapi perusahaan itu sudah bangkrut karena mengalami kerugian yang sangat besar...!", kata sosok itu menjelaskan.


"Baiklah paman sekalian bisa tetap berada tempat ini... tapi jangan membuat kegaduhan... saya tidak akan berbuat sesuatu yang akan merugikan paman sekalian...! karena saya melihat paman sekalian adalah orang yang baik... untuk itu bekerja samalah dengan kami...!", kata YoLang kepada mereka.


"Baik tuan muda...! kami akan tetap menunggu disini karena kami sudah ditugaskan untuk mengambil barang kiriman... silahkan tuan muda dan nyonya melaksanakan tugasnya...! kami tidak akan menganggu...!", kata sosok tersebut dengan tulus.


Setelah melihat kejujuran ke-6 orang tersebut YoLang menuju ruang bawah tanah dimana istrinya berada, dan kemudian sesampainya disana dia melihat puluhan orang yang dalam keadaan masih terikat dan tubuh mereka yang lemah. YoLang segera membantu sang istri yang sedang membuka ikatan para tawanan itu, 4 orang pria lanjut usia, 12 orang pria dewasa dan 5 orang pemuda yang kesemuanya dalam keadaan kurang gizi dan ada yang terluka dibagian dalam tubuh mereka akibat pukulan benda tumpul atau telah disiksa dengan pukulan tangan kosong serta ada beberapa luka luar akibat sayatan benda tajam disekujur tubuh mereka. YoLang dan YoLun segera memberikan mereka 'Pil Body' untuk mengobati luka luar dan luka dalam mereka kemudian memberikan juga 'Pil Stamina' agar mereka kembali mendapatkan kekuatan untuk dapat duduk atau berdiri kembali.


Setelah selesai memberikan Pil YoLang masih melihat 4 sosok lanjut usia masih terlihat lemah dan agak kesulitan untuk berdiri dan setelah memeriksa kembali kondisi bagian dalam tubuh mereka, YoLang mendapati bahwa kedua kaki mereka telah patah tulangnya kemudian YoLang mendekat dan memberikan ke-4 sosok lansia itu masing-masing 2 butir 'Pil Peri Biru' yatu Pil untuk mengobati luka dalam tubuh serta dengan cepat dapat meregenerasi organ atau bagian tubuh yang luka, cacat ataupun tidak sempurna...


"Kakek sekalian beristirahatlah dulu...! jangan banyak bergerak...! saya sudah memberikan Pil untuk mengobati tulang-tulang yang patah itu... 2 jam kemudian akan sembuh kembali seperti semula...!", kata YoLang memberikan penjelasan.

__ADS_1


"Ahh... terimakasih Dewa...! terimakasih tuan muda...!", kata salah seorang diantara mereka.


Setelah selesai mengobati mereka semua YoLang dan YoLun mulai bertanya kepada mereka tentang kejadiannya yang membuat mereka berada diruang bawah tanah ini dengan kondisi yang sangat memperihatinkan, dan satu-persatu orang-orang itu mulai menceritakan kejadian yang menimpa mereka dan siapa sebenarnya mereka.


__ADS_2