Titisan Dewa

Titisan Dewa
Konspirasi Pangeran Pertama


__ADS_3

Aaaahhhh..,


"Kakaaaak... kasih tahu dulu kalau mau menarik orang dari dunia jiwa...! jangan langsung tarik-tarik saja...! bagaimana kalau aku sedang berpakaian...!Huuffttt...!", teriak LoryMei ketika YoLang menariknya keluar dari dalam dunia jiwa secara tiba-tiba.


"Hehehe... maafkan kakakmu ini adikku yang cantiiikkk...? kita sedang teburu-buru...! ayo bersiap kita mau mengintai Istana Kerajaan... eennmm...?", Kata YoLang


"Hmmm... bisa menghajar orang tidak kak... tanganku sudah gatal nih...? belum pernah menghajar orang...!", kata sang adik.


"Ya... kalau dalam keadaan terdesak... apa salahnya... tapi ingat...! jangan membunuh sembarangan...! berikan saja pelajaran agar menjadi insaf...!", kata YoLang memberikan saran kepada mereka bertiga yang akan ikut menyelidiki sang Pangeran Pertama diIstana Kerajaan Mola.


"Baik kakak...! aku dengan Mayang tidak akan membuat kakak kecewa... hehehe...", kata siCerewet.


"Bagus... gunakan semua kemampuan kalian selama pengintaian dan jangan sampai ketahuan prajurit penjaga istana...! kalaupun ketahuan segera lumpuhkan dan hilangkan ingatan mereka... mengerti...!", kata Yolang menjelaskan strategi pengintaian mereka.


"Beres komandan...! ayo Mayang kita berangkat...!", ajak LoryMei kepada Mayang dan mereka berdua langsung menghilang...


Whuuzzz... whuuuzzz...


"Suamiku kita mengintai dimana...?", tanya sang istri.


"Aku sudah menandai kediaman para pejabat istana... dan kita akan melihat mereka satu-persatu... apa kamu sudah siap...?", tanya YoLang kepada sang kekasih.


"Sudah... ayo bergerak... kamu pimpin jalannya...!", kata YoLun kemudian melingkarkan tangannya kepinggang sang suami.


Whhuuuuzzzzz.....


Keduanya sudah berada diatas atap sebuah gedung yang terlihat besar dan mewah serta terlihat beberapa prajurit yang menjaga gerbang masuk kediaman itu, sambil merasakan situasi didalam gedung itu YoLang juga sedapatnya membaca pikiran dan isi hati setiap orang yang dilihatnya. Kediaman pertama yang didatangi oleh YoLang dan YoLun adalah kediaman Menteri Perbendaharaan Kerajaan Mola, setelah melihat dan membaca pikiran sang menteri yang tidak ada niat jahat dan hanya tunduk dan melaksanakan perintah raja mereka berpindah ketempat lain.


Whhuuuuzzzzz...


Berada diatas kediaman menteri Pertahanan Kerajaan Mola mereka melihat hanya ada keluarga dan para pelayan, dan segera mereka berpindah lagi ketempat berikutnya,...


Whhuuuuzzzzz...


Didalam kediaman menteri Kesejahteraan Penduduk YoLang dan YoLun melihat adanya beberapa aktivitas penghuninya, terlihat sang menteri sedang menulis diruang kerjanya dan keluarganya sedang berada diruangan keluarga dan ada dua prajurit kerajaan yang sedang menunggu diluar ruangan kerja sang menteri. YoLang mulai mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh sang menteri, dan dia mendapati perasaan kecewa dari sang menteri kepada Perdana Menteri Kerajaan dan kepada menteri urusan dalam Kerajaan Mola dan sang Pangeran Pertama yang selalu menekannya. Setelah melihat lebih dalam YoLang mendapati sang menteri sedang menulis surat pengunduran dirinya sebagai menteri kepada yang mulia baginda raja. YoLang dan YoLun melanjutkan penyelidikan mereka dan berpindah ke tempat selanjutnya,...

__ADS_1


Whhuuuuzzzzz...


Saat ini mereka berdua berada diatas atap sebuah gedung yang megah dan besar, menandakan tempat kediaman sosok yang kuat dan berpengaruh diKerajaan Mola ini dan setelah menyelidiki kedalam tempat tersebut YoLang melihat beberapa sosok sedang duduk mengitari sebuah meja seperti sedang mengadakan pertemuan dan YoLang mulai membaca pikiran dan isi hati masing-masing sosok yang sedang duduk itu sambil dia mendengarkan percakapan mereka.


"Saya sudah diberitahu oleh Yang Mulia Selir Raja...! bahwa Pangeran Pertama tetap akan melanjutkan niatnya untuk membentuk kerajaan sendiri...! dan saya sebagai Perdana Menteri juga keluarga dekat Yang Mulia Selir Raja akan mendukung sepenuhnya rencana Pangeran Pertama walaupun nantinya saya tidak mendapat jabatan lagi...! silahkan saudara menteri pertahanan untuk mempertimbangkan kembali jawaban saudara yang tidak akan mendukung rencana pangeran pertama...!", kata sosok yang mengaku sebagai Perdana Menteri.


"Ahhh... tuan Perdana Menteri... saya bukan tidak setuju... hanya saja saya tidak ingin terlibat dengan masalah pribadi Pangeran Pertama... saya akan memberikan saran...? jika mau melakukan penaklukan suatu wilayah... lakukan dengan baik-baik jangan sampai mengganggu ketentraman penduduk Kerajaan Mola... karena saya akan mengambil tindakan dan menganggap tindakan tersebut adalah suatu tindakan pemberontakan...!", kata sosok yang mengaku sebagai Menteri Pertahanan.


"Bagaimana denganmu Panglima...?", tanya sang Perdana Menteri kepada sosok yang dipanggilnya Panglima.


"Saya sebagai Panglima Pasukan Kerajaan akan tunduk dan patuh kepada Yang Mulia Raja dan Menteri Pertahanan Kerajaan, demikian juga dengan 2 orang Jenderal Pasukan yang berada dibenteng pertahanan kerajaan... mereka setia dan patuh kepadaku dan akan melaksanakan semua perintah-perintah dariku...!", kata sang Panglima pasukan kerajaan dengan lantang.


"Hahh...! percuma saya mengundang kalian berdua datang kesini... padahal pangeran pertama sudah berjanji akan memberikan kalian jabatan yang tinggi di kerajaan baru yang akan dibentuknya juga dengan harta yang berlimpah...! pergi dari hadapanku sekarang...!", kata sang Perdana Menteri terlihat marah.


YoLang melihat sang Menteri Pertahanan dan Panglima Pasukan Kerajaan berjalan keluar dari kediaman sang Perdana Menteri dengan terburu-buru dan sedang menuju Istana Kerajaan, YoLang kemudian mengirim pesan kepada LoryMei dan Mayang yang sedang menyelidiki kawasan istana untuk mengikuti kedua sosok itu dan mencari tahu apa yang akan mereka lakukan di Istana Kerajaan. YoLang masih berada diatas atap gedung sang Perdana Menteri untuk melihat apa yang akan dilakukan sang Perdana Menteri selanjutnya.


Masih berada diatas gedung YoLang dan YoLun melihat sebuah kereta gerbong bersiap-siap didepan kediaman Perdana Menteri selanjutnya terlihat sang Perdana Menteri bergegas keluar kediamannya dan dengan menggunakan kereta gerbong dia menuju kesuatu tempat.


"Ayo kita ikuti kereta itu...!", ajak YoLang kepada YoLun kemudian mengikuti kereta yang ditumpangi sang Perdana Menteri dari jarak jauh.


"Suamiku ada orang lain yang barusan naik dan ikut didalam kereta...!", kata YoLun.


"Hmm... istriku kamu fokus kearah kereta... lihat kerah mana mereka pergi... aku akan mencoba mendengar percakapan kedua orang didalam kereta itu...!", kata YoLang kemudian mengerahkan kemampuan spirtiualnya dan fokus kearah kereta dan samar-samar dia mendengar percakapan antara sang Perdana Menteri dengan sosok yang belum diketahui identitasnya.


"Ahh... mereka tidak mau bekerjasama dengan kita... bagaimana denganmu...?", kata sang Perdana Menteri.


"Aku sudah menghubungi Menteri Urusan Luar dan Menteri Kebudayaan...! tapi mereka belum memberikan tanggapannya dan kelihatannya mereka takut untuk bergabung dengan kita... tapi saudara Perdana Menteri harus mengatur agar saya mendapatkan jabatan sebagai Menteri Urusan Dalam atau Menteri Perpajakan nantinya...! jangan seperti sekarang hanya menteri yang mengurusi bercocok tanam para petani saja... apa pentingnya menteri seperti itu...?", kata sosok tersebut dengan kesal.


"Kamu tenanglah... aku akan mengaturnya... Pangeran Pertama akan mendengar semua yang kukatakan...! hal penting yang harus kita kerjakan saat ini adalah mengumpulkan anggota sebanyak-banyaknya termasuk pasukan kerajaan yang bisa kita ajak masuk kedalam kelompok ini...! kamu akan melihatnya nanti setelah kita bertemu dengan Pangeran... junjungan kita nanti... hehehe...", kata sang Perdana Menteri kepada sosok yang mengaku sebagai Menteri Pertanian.


"Suamiku lihat... mereka memasuki Istana lewat pintu bagian belakang...!", kata YoLun tiba-tiba.


"Kita tunggu disini dulu...! dan perhatikan kegedung mana mereka menuju...!", kata YoLang dan,...


Whuuzzz... whuuzzz...

__ADS_1


"Kakak... kenapa kesini...?", tanya LoryMei yang tiba-tiba sudah berada disamping mereka bersama Mayang.


"Ahh... kalian ini...! target yang kakak suruh ikuti bagaimana...?", tanya YoLang.


"Kak... mereka berada didalam gedung Panglima Pasukan Kerajaan... juga ada 2 Jenderal disana dan Kepala Pasukan Pengawal Istana... tapi mereka terlihat tidak jahat... jadi kami tinggalkan saja...!", kata LoryMei.


"Hmm... ya sudah lanjutkan pengintaian kalian disekitar Istana Permaisuri terlebih khusus kediaman Putra Mahkota...! jika ada pergerakan yang mencurigakan segera beritahu aku...!", kata YoLang.


"Baiklah kak... kami pergi...!", kata keduanya kemudian menghilang.


Whuuuzzz... Whuuuzzz...


"Sayang mereka memasuki gedung berwarna putih itu...!", kata YoLun beberapa saat kemudian sambil menunjuk sebuah gedung yang tidak terlalu tinggi dan dicat dengan warna putih.


Karena gedungnya tidak tinggi maka agak susah untuk melakukan pengintaian dari atas atap gedung, akhirnya YoLang mendapat sebuah ide. Dia mulai mencari sasarannya dan melihat seorang prajurit pengawal yang sedang berdiri disekitar halaman gedung berwarna putih tersebut.


"Istriku kamu tetap mengintai dari sini jangan kemana-mana...! aku akan turun dan mendekat kegedung itu...!", kata YoLang kemudian secepat kilat dia melesat menuju sosok prajurit yang akan dijadikannya target.


"Langkah Cahaya"


Whhuuuzzz...


"Mata Cahaya"


Whhuuuttt... Zhheebbb...


Setelah membuat sang prajurit tak sadarkan diri, YoLang mengambil ingatannya dan mengirimnya kedalam cincin jiwa, kemudian YoLang merubah dirinya menjadi prajurit yang sudah dibuatnya pingsan itu. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa sang prajurit kembali keposisinya, dan terlihat berusaha mendekat kesebuah jendela kemudian dengan kesadaran spiritualnya yang ia edarkan sangat tajam kearah dalam gedung akhirnya dia dapat melihat dan mendengar semua yang terjadi didalam gedung itu. Didalam sebuah ruangan terdapat 5 sosok yang sedang duduk dengan wajah tegang, Pangeran Pertama, Selir Raja ibunda sang Pangeran Pertama, Perdana Menteri, Menteri Pertanian dan seorang Perwira Tinggi Kerajaan yaitu Komandan Pengawal Berkuda Kerajaan. YoLang mendengarkan semua rencana mereka dan siapa saja yang menjadi kelompok mereka.


"Biarkan saja mereka...! sekarang Ibu dan paman Menteri persiapkan semua yang berada dilingkungan Istana...! tunggu kabar dariku...! besok aku akan menuju perbatasan dan paman Perdana Menteri akan ikut denganku... Komandan pengawal siapkan prajurit kita yang akan kesana...!", kata sang Pangeran Pertama.


"Baik yang mulia pangeran...! para prajurit pengintai sudah bergerak kearah perbatasan untuk membersihkan jalan... mereka dibantu oleh anggota 'Topeng Hitam' dan kelompok 'Kelelawar Malam' yang sudah bersedia tunduk kepada yang mulia Pangeran...!", kata sang Komandan.


"Bagus... setelah aku mendirikan Kerajaanku angkat mereka menjadi prajurit elit... kita akan mengadakan pertemuan lagi setelah aku selesai mengunjungi daerah perbatasan...! Ibu usahakan segera mendapatkan kunci gudang harta Istana karena kita akan sangat bergantung dengan harta itu...!", kata sang Pangeran kemudian membubarkan pertemuan itu.


YoLang yang masih menyamar menjadi prajurit masih menunggu semua orang pergi, dan setelah keadaan mulai sepi dia mengeluarkan sang prajurit yang masih tidak sadarkan diri itu kemudian menghilangkan ingatannya selama periode penyamaran YoLang dan kembali ketempat YoLun berada.

__ADS_1


Whhuuuzzz...


__ADS_2