Titisan Dewa

Titisan Dewa
Bertemu Pemimpin Bandit


__ADS_3

YoLang dan YoLun berada diatas kawasan pembangunan kediaman mereka bersama kedua perwira utamanya Wang Yhu dan XongbTe yang sedang berjaga,...


"Paman berdua apakah ada melihat pergerakan disekitar kawasan ini...?", tanya YoLang.


"Kami tidak merasakan adanya pergerakan banyak orang tuan muda... hanya saja tuan muda dan nyonya tidak perlu mengkhawatirkan para bandit-bandit itu... kami berdua saja sudah cukup mengatasi mereka... jadi tuan muda dan nyonya sebaiknya kembali beristirahat saja di kapal Naga Laut... biarkan kami yang akan menjaga disini sampai besok...", kata Wang Yhu.


"Ahh... paman bukan itu maksud saya... kami datang kesini saat tengah malam begini karena ingin menikmati suasana kota TangJun dimalam hari dari atas langit... hehehe... tapi paman besok nanti paman berdua cukup melihat dari kejauhan jangan turun... biarkan pasukan Naga dan anggota keluargaku yang akan menghadapi mereka...!", kata YoLang kepada dua perwira utamanya itu.


"Baik tuan muda... kami akan mengawasi dari kejauhan...!", kata Wang Yhu.


"Hmm... bagaimana istriku... mau melihat-lihat kota TangJun...?", tanyanya kepada sang istri.


"Baiklah... keluarkan Jula... lebih enak melihat pemandangan sambil duduk diatas punggungnya... eennmm...?", kata YoLun.


"Ya... baiklah...", kata YoLang kemudian menarik Jula siHitam dari dalam dunia jiwa.


Khaaakkk...


"Hei Jula... ayo jalan-jalan... kita akan mengitari kota TanJun dan 2 kota terdekat... paman kami pergi dulu... sampai ketemu besok...!", kata YoLang kemudian bersama sang istri naik diatas punggung Rajawali Dua Alam itu dan melesat pergi.


Whuuusss...


Diatas punggung Jula YoLang mulai mengedarkan kesadaran spiritualnya merasakan pergerakan orang-orang yang berada dibawah, hal ini sengaja dia lakukan saat tengah malam karena hanya orang-orang yang berniat jahat yang melakukan kegiatan secara berkelompok disaat seperti ini. Sedangkan yang lainnya pasti sudah beristirahat dan terbuai dalam mimpi mereka,...


"Istriku... apakah kau sudah merasakan jika kekuatan energi Yin yang berada didalam tubuhmu sudah bertambah kuat...?", kata YoLang.


"Iya... tapi sepertinya kekuatan elemen petirku juga bertambah kuat... apakah ada hubungannya...?", tanya sang istri.


"Sebenarnya tidak... hanya saja elemen petirmu itu bertambah kuat karena seiring peningkatan kekuatanmu... sedangkan kekuatan energi Yin itu bertambah kuat karena sebelumnya kamu menyerap kristal energi Yin... nah nanti kau gunakan kekuatan energi Yin itu sambil menerapkan teknik kultivasi yang akan aku berikan... bersiaplah...!", kata YoLang kemudian mentransfer sebuah teknik meditasi/kultivasi tingkat Surgawi kepada sang istri.


Setelah mendapat transfer pengetahuan tentang teknik meditasi/kultivasi yang baru, YoLun mulai mempelajari dan memahaminya sampai dia menguasainya. YoLun dapat dengan cepat menguasai teknik karena dia memiliki jenis Tubuh Roh yang mempunyai sifat khusus yaitu dapat dengan cepat memahami dan menguasai suatu pengetahuan yang baru, demikian juga untuk mengetahui isi sebuah buku dia hanya perlu melihat buku tersebut maka semua isi pengetahuan dari buku itu akan masuk kedalam pikirannya dengan cepat sampai dia memahami dan menguasai pengetahuan tersebut. Sambil tersenyum dia menata sang suami sambil berkata,...

__ADS_1


"Sayang kenapa baru sekarang kamu memberikan teknik ini...? hmm... apakah kamu sudah pernah melakukan teknik ini...?", tanya sang istri sambil menatap tajam kepada suaminya.


"Hehehe... teknik itu sudah lama diberikan guru Dewa Pengetahuan... tapi dia berpesan untuk jangan terburu-buru mempelajarinya... jadi sampai sekarang aku belum menguasai teknik itu... baru kamulah orang pertama yang menguasai teknik kultivasi itu... eennmm...? nanti ajari aku ya sayang...?", kata YoLang sambil mengedipkan sebelah matanya kearah wajah manis yang sedang menatapnya tajam.


"Huhh... kalau adik mayang sudah kau berikan teknik ini atau belum...?", tanya sang istri.


"Belum... kan aku sudah bilang kamu orang pertama yang mempelajarinya... tapi nanti tiba saatnya saudarimu itu akan kuberikan juga... karena tubuh miliknya adalah jenis tubuh Yin... jadi akan sangat cocok dia mempelajari teknik kultivasi itu...!", kata YoLang menjelaskan.


"Nah... itu maksud saya... kan selain enak juga kekuatan kita akan cepat bertambah... mmm...? tapi bagaimana dengan adik Lory... dia pasti akan ketinggalan tingkat kekuatannya...?", tanya sang istri mengkuatirkan adik mereka LoryMei.


"Hmm... kalian tidak usah kuatir... aku masih menyimpan 'Air Mata Peri' untuk sekali pakai...itu akan aku siapkan untuknya saat kita sudah mulai dengan teknik kultivasi yang baru... eennmm...?",


"Baiklah... kamu periksa bagian kanan aku yang samping kiri... dan Jula tambah kecepatanmu... hari hampir pagi... kita harus menyelesaikan menandai daerah daratan selatan ini secepatnya...", kata YoLun.


Keduanya selesai berkeliling memeriksa daerah sekitar kota TangJun dan menandai beberapa lokasi strategis dibeberapa tempat termasuk kota YanZan yang adalah kota Pusat Kerajaan TangZan, setelah itu mereka kembali kekapal Naga Laut untuk bersiap menyambut para bandit yang berjanji hari ini akan datang berkunjung,...


"Istriku berpakaian yang sederhana saja... aku juga akan mengenakan pakaian berburuku...! biar terlihat sebagi seorang pekerja... hehehe...", kata YoLang yang memandang kagum tubuh sosok didepannya yang tidak terbungkus sehelai benangpun.


"Hmm... pelit amat...! sayang... keindahan itu adalah anugerah... sudah semestinya dilihat dan dinikmati...! eennmm...?", kata YoLang kemudian mulai berpakaian dengan model pakaian seorang pemburu.


"Nah beres... bagaimana pendapatmu melihat aku berpakaian seperti ini istriku...?", tanya sang suami.


"Hmm... sama saja... pakaian hanya membungkus tubuh tapi wajahmu tetap saja tampan...! walau berpakaian seperti itu...ahh... sudah ayo cepat...! mereka sudah menunggu dikawasan kediaman kita...nih...eennmm...?", kata sang istri kemdian menyodorkan siLesung dipipi kearah sang suami.


"Ahh... chuupphh... terimasih sayang...! ayo kita pergi...!", ajak sang suami kemudian berdua keluar kamar dan berjalan menuju tangga kapal dan turun kedermaga untuk menuju kawasan kediaman mereka yang sedang dibangun dan akan mendapatkan kunjungan dari para bandit.


Sesampainya dikawasan pembangunan sudah terlihat para pekerja yang adalah anggota pasukan Naga Merah dan Naga Hijau yang sedang menyamar, mereka melakukan pekerjaan membuat bangunan dan dari tempat lain terlihat para perwira yang sedang mengawasi para pekerja itu. Anggota keluarganya juga sudah berada dilokasi itu bertindak sebagai pengawas dan mandor bangunan, sementara YoLang duduk disebuah bangunan tempat para pekerja beristirahat bersama anggota keluarga inti lainnya. Beberapa saat kemudian terlihat memasuki pintu gerbang kawasan puluhan orang berpakaian ringkas menandakan mereka adalah ahli beladiri, kemudian YoLang mulai melihat tingkat kekuatan mereka yang paling rendah berada ditingkat Biru Mahir dan yang tertinggi adalah Emas Awal.


"Siapa pemimpin proyek ini...!", teriak seseorang yang tingkat kekuatannya Coklat Akhir.


"Saya tuan...!", dengan cepat PiYo maju mendatangi orang tersebut.

__ADS_1


"Oh... kamu... kesini cepaaattt...!", teriaknya.


"Baik tuan...!", kata PiYo.


"Mana yang kuminta...! orang-orangmu mengatakan akan membayar pajak kalian karena menunggumu... nah sekarang kami kembali dan akan mengambil kewajiban kalian membayar pajak kepada kami...!", kata orang itu.


"Tapi sebelumnya kami ingin tau... pajak apa yang akan tuan tagih kepada kami...? sedangan saat transaksi pembelian diawal... kami juga sudah membayar pajak yang besar...? coba tolong tuan jelaskan...!", kata PiYo yang mulai mengulur waktu sampai YoLang selesai menandai puluhan orang tersebut.


Perbincangan antara ayahnya dan seorang bandit dengan tingkat kekuatan Coklat Akhir itu mulai memanas, dan YoLang telah menutup kawasan itu dengan kubah pelindung sehingga orang dari luar tidak akan bisa melihat ataupun mendengar semua yang terjadi didalamnya.


"Jika kalian tidak mau membayar pajak maka... kami akan menghentikan pekerjaan pembangunan dikawasan ini...!", kata sosok tersebut.


"Hei paman... hak apa paman mau menghentikan pekerjaan kami... apakah paman yang akan memberikan gaji kepada kami sebagai pekerja bangunan...!", kata paman LunChao yang sudah bergerak mendekat dan berdiri disamping PiYo.


"Ahh... kamu budak kotor...! jangan campuri urusan tuan tanah dan tuan kota TangJun ini... kamu lihat itu dia adalah tuan kota disini... setiap orang baru harus tunduk dan membayar uang keamanan kepadanya...!", kata sosok tersebut.


"Ohh... tuan kota... kalau begitu aku adalah ayahnya... dan sebagai seorang anak harus menghormati ayahnya... bukan begitu tuan kota...?", kata LunChao membuat situasi semakin memanas.


"Hehehe... bisa juga kau orang tua... apakah kamu sadar dengan ucapanmu itu...? berkacalah dari kekuatanmu orang tua...! dengan tingkat kekuatan Biru Akhir sepertimu apakah pantas berbicara didepanku...? hahh...!", kata sang pemimpin karena tingkat kekuatannya yang paling tinggi dari semua anggota bandit yang berjumlah puluhan orang itu, dan tanpa dia ketahui bahwa orang yang diejeknya itu sudah berada ditingkat Surgawi Mahir.


"Hahaha... kamu terlihat kuat...! tapi apakah kekuatanmu itu hanya akan dipakai untuk menakut-nakuti orang yang lemah seperti diriku ini...?", kata paman LunChao.


"Hmm... semut sepertimu sebaiknya tutup mulut... aku hanya akan berbicara dengan pemilik lahan ini atau yang memiliki wewenang disini...!", kata sang pemimpin bandit.


"Pemilik lahan ini adalah saya... dan ini buktinya... nah... kalian ini sebenarnya siapa...? apakah suruhan dari kerajaan TangZan atau oran-orang dari Walikota TangJun...? dan kalian anggotanya kalau kalian memiliki keluarga lebih baik menyingkir dari situ dan pindah kesana sambil berlutut...", kata PiYo kemudian melepas segel kekuatannya sampai tingkat puncak kekuatannya yaitu Raja Puncak.


Bhuumm... bhuumm... bhuumm...


Bhuumm... bhuumm... bhuumm...


"Saya peringatkan untuk terakhir kalinya... yang masih ingin menghirup udara lebih lama... silahkan menyingkir dari barisan badut-badut ini...!", kata PiYo.

__ADS_1


Kemudian hampir semua orang dikawasan itu melepas segel kekuatan mereka dan menunjukkan tingkat kekuatan mereka yang sebenarnya, dengan terdengar letupan energi sahut-menyahut dari dalam tubuh mereka membuat para bandit terkejut dan wajah mereka memucat melihat tingkat kekuatan orang-orang didepan mereka yang terendah berada di tingkat Hitam Awal. Dan juga mereka tidak bisa melihat tingkatan kekuatan yang lain karena hanya terlihat sebuah jurang yang dalam saat mereka memeriksa tingkat kekuatan PiYo dan LunChao, tapi dasar sifat jahat dan ingin menguasai yang mendarah daging dipikiran mereka seakan mengabaikan kenyatan dihadapan mereka itu dengan masih berkeras untuk menagih pajak kepada PiYo.


__ADS_2