
Sekembalinya mereka bertiga diatas kapal Naga Laut, YoLang langsung memasukkan Jula kedalam dunia jiwanya dan mengajak kedua istrinya menuju kamar mereka. Kemudian YoLang memberitahu tentang rencananya menambah beberapa bagian didalam kapal serta akan melapisi seluruh bagian dinding kapal dengan bahan besi baja, demikian juga dengan pemasangan beberapa meriam bola api disekeliling pinggiran kapal.
"Nanti kalian bantu aku membentuk lembaran besi baja didalam dunia jiwa karena bahannya ada disana...! bagaimana...?", tanya YoLang kepada akedua kekasihnya.
"Tentu saja kami akan membantumu sayang... kapan kita akan mulai...?", tanya YoLun dan diiyakan oleh Mayang.
"Nanti... kalau kita sudah sampai didermaga kota Sompoi... tempat paman AmPhong dan keluarganya membuat kapal... tapi kita harus menurunkan barang dan penumpang dikota Loya dulu...!", kata YoLang menjelaskan.
"Hmm... baiklah... kalau begitu kami istirahat dulu...! enmm...?", kaya YoLun kemudian seperti biasa meminta sapaan lembut dipipinya.
"Hmm... chuupp... chuupp...", YoLang memberikan kecupan hangat dikening masing-masing istrinya kemudian terlihat keduanya langsung naik ketempat tidur dan beristirahat.
YoLang melanjutkan membuat sketsa badan kapal yang akan ditempeli dengan besi baja, sambil membuka buku pengetahuan yang dibelinya dari perpustakaan kota Arung. DItengah kesibukannya dengan lembaran-lembaran kerja diatas meja kerjanya, dia masih bisa mendengar suara percakapan dari 2 sosok diatas tempat tidur yang ternyata belum tidur tapi sedang berbincang tentang yang mereka katakan sebagai urusan perempuan. YoLang tidak memperdulikan keduanya dan tetap dengan kesibukannya karena dia bisa melihat isi hati dan pikiran keduanya dan apa yang sedang mereka perbincangkan, sambil geleng-geleng kepala dia tersenyum mendengar YoLun sedang mengkuliahi Mayang tentang hal-hal yang sudah dia lakukan bersama sang suami,...
"Nanti jika waktunya tiba... adik begini dan tidak usah kuatir... suami kita bisa dengan cepat menghilangkan rasa sakitnya... karena aku juga begitu saat pertama kalinya...!", kata YoLun dalam kuliahnya ada Mayang.
"Terus kak... aku harus diam saja atau bagaimana...?", tanya Mayang.
"Sssttt... jangan keras-keras nanti suami kita dengar... bisik-bisik saja...! kamu jangan diam... begini caranya....! terus sekali-kali begini...! ahh... sama seperti waktu latihan penguatan kaki dan pinggang... begitu...!", kata YoLun menjelaskan dengan memberikan contoh gerakannya.
"Hihihi... kalau begitu sih gampang kak... sssttt... awas dia melirik kearah kita... ayo pura-pura tidur...!", kata Mayang.
Dan tanpa sepengetahuan mereka YoLang mengetahui semua apa yang mereka perbincangkan, tapi dia hanya mengabaikan mereka karena perhatiannya masih tertuju pada lembaran kertas didepannya dan sesekali membaca beberapa buah buku. Tanpa terasa waktu telah menunjukkan tengah malam, dan dia melihat coretan-coretan yang dia buat sudah hampir selesai, sebuah sketsa badan kapal yang dikedua sisinya sudah terdapat tempat untuk para pendayung kemudian beberapa lobang yang mengelilingi badan kapal tempat meriam-meriam akan ditempatkan serta ada gambar yang menunjukkan tata letak meriam. Akhirnya dia menyelesaikan sketsa-sketsa tersebut dan tinggal menunggu sampai pembuatannya.
Kemudian dia melihat kedua kekasihnya yang saat ini benar-benar telah tertidur dengan lelap dan menutupi badan mereka dengan selimut dan dalam posisi saling berbalik belakang, YoLang yang melihatnya tersenyum dan diapun beranjak dari tempatnya dan naik keatas tempat tidur dan berbaring ditengah kedua sosok yang sedang berada dialam mimpi mereka masing-masing. Tanpa membangunkan mereka YoLang menarik secara perlahan keduanya dan membawa mereka mendekat hingga terjangkau oleh tangannya, dengan penuh kasih YoLang membelai rambut kedua istrinya dan memberikan kehangatan dengan sentuhan dikepala mereka berdua sampai ketiganya tertidur.
Keesokan harinya mereka masuk kedalam dunia jiwa dan mulai membuat pelat besi baja yang akan digunakan merenovasi kapal Naga Laut, ketiganya yang memiliki kekuatan spiritual mencairkan bahan biji besi baja dan membentuknya menjadi pelat baja sesuai dengan ukuran yang diperlukan kemudian mereka kembali keIstana Naga Emas dan bermeditasi.
Seminggu kemudian saat semua anggota keluarga berada diatas kapal Naga Laut, YoLang mendapat kabar bahwa beberapa jam lagi mereka akan bersandar dipelabuhan kota Loya. Dengan segera YoLang keluar dari kamarnya dan melihat kearah pelabuhan yang banyak terdapat kapal-kapal layar dengan berbagai ukuran, kemudian dia mendekati paman AmPhong yang sedang berdiri dianjungan kapal karena sedang mengawasi tempat bersandarnya kapal...
__ADS_1
"Paman...! itu yang sedang bersandar dipelabuhan apakah kapal-kapal dari benua lain...?", tanya YoLang.
"Benar tuan muda... ada 2 kapal dari agen ekspedisi Benua Pulau Biru dan 1 kapal dari Benua Besar sisanya kapal-kapal milik agen pelayaran Benua Pulau Merah... dan untuk membedakannya kita hanya perlu melihat bendera yang berkibar ditiang utama kapal...!", kata paman AmPhong menjelaskan.
"Ohh... begitu...? baik... lanjutkan paman, saya akan melihat-lihat dulu...!", kata YoLang.
"Silahkan tuan muda... kita akan singgah beberapa jam disini kemudian akan lanjut menuju kedermaga keluarga kami dikota Sompoi...!", kata paman AmPhong kemudian melanjutkan pekerjaannya dan YoLang berjalan disekitar pinggir kapal karena melihat istrinya berada disana.
"Istriku...! nanti tolong kasih tahu kepada anggota keluarga kalau mau turun jangan berlama-lama...! karena kita singgah disini hanya beberapa jam saja...!", kata YoLang kepada YoLun.
"Baik sayang...! aku dan Mayang juga akan turun tapi hanya sebentar saja...", kata YoLun.
"Hmm... berhati-hatilah karena disini tempatnya berbagai orang dari benua lain...? jangan terlalu membuat perhatian lebih... dan sebisanya mendengar dan mencari informasi keberadaan anggota 'Assosiasi Matahari Merah'...! siapa tau mereka ada disini juga...?",
"Iya... memang itu tujuan kami turun...? tenanglah kami bisa menjaga diri...! eennm...?", kata YoLun.
"Bagus...! aku akan mengawasi kalian dari atas kapal...!", kata YoLang kemudian melihat proses bersandarnya kapal dermaga pelabuhan.
YoLang yang berada diatas kapal terlihat hanya diam dan memperhatikan aktivitas orang-orang dipelabuhan itu sambil mengedarkan kesadaran spiritualnya dan mendapatkan beberapa orang yang ada aura hitam dari dalam tubuh mereka, segera dia turun dan mendekati sosok tersebut untuk lebih mendapatkan informasi dengan membaca pikiran dan isi hatinya.
"Hmm... pernah menjadi seorang bajak laut...? baguslah kalau sudah sadar...! mmm... yang lainnya pedagang semua...!", bergumam YoLang dalam hati setelah mengetahui dengan jelas orang-orang dipelabuhan itu.
Kemudian dia berjalan untuk mencari restoran atau kedai makan tapi sepanjang jalan dikedua sisinya hanya terlihat toko-toko yang menjual berbagai macam jenis barang dagangan, hingga diluar pelabuhan barulah dia melihat sebuah restoran yang besar dan sudah banyak pengunjungnya didalam. YoLang memasuki restoran tersebut dan melihat sebuah meja kosong yang terletak ditengah dan duduk disana, dan dalam pikirannya tepat duduk diposisi tersebut karena akan dengan mudah mendengar percakapan orang-orang disekelilingnya.
"Selamat datang direstoran kami tuan muda...! silahkan ini daftar menu makanan yang kami sediakan hari ini...?", sambut seorang pelayan dan menyerahkan buku daftar menu makanan.
"Terimakasih...! saya pesan ini...! dan ini...! juga tolong sepoci teh hijau hangat...!", kata YoLang menunjuk pesanannya.
"Baik akan segera kami antarkan pesanan tuan muda... mohon menunggu sebentar...!", kata sang pelayan.
__ADS_1
Sambil menunggu pesanannya datang YoLang memulai memperhatikan dan mendengar beberapa percakapan dari para pengunjung yang hampir semuanya membicarakan soal jual beli barang yang mereka miliki, dan setelah 10 menit menunggu terlihat 3 orang pelayan mendatanginya sambil membawa makanan sesuai pesanannya...
"Silahkan dinikmati tuan muda...! kalau ada yang dibutuhkan lagi... tuan muda bisa memanggil saya...!", kata sang pelayan kemudian berlalu.
YoLang mulai menikmati beberapa hidangan diatas meja termasuk sepoci teh hijau hangat, dan tetap memperhatikan dan mendengar percakapan semua pengunjung dalam restoran tersebut, kemudian dia melihat 3 sosok pria kekar memasuki restoran dan melewati meja dimana YoLang duduk dan langsung menuju kelantai 2 yang terdapat ruangan VIP. Saat melewati mejanya YoLang merasakan adanya aura hitam dari dalam tubuh ketiga sosok tersebut, segera dia memanggil pelayan yang melayaninya sebelumnya...
"Bibi tolong ditambah kue kering ini dan teh hijaunya...! dan aku juga memerlukan tempat khusus...?", tanya YoLang.
"Ada ruangan VIP tuan muda...! mari saya antarkan ke lantai 2...!", ajak sang pelayan.
"Baik... pimpin jalannya... kemudian bawakan pesanan saya yang kedua sekaligus dengan total tagihannya...!", kata YoLang sambil mengikuti sang pelayan menuju lantai 2 restoran tersebut.
"Baik tuan muda... silahkan ini tempatnya ruangan VIP no.5...!", kata sang pelayan kemudian kembali kebawah, sementara itu YoLang mulai mencari keberadaan 3 sosok sebelumnya.
Karena ruangan khusus dirancang tertutup oleh pihak restoran untuk menjaga privasi para pengunjung VIPnya, YoLang dengan kesadaran spiritualnya mendapati ketiga sosok tersebut berada diruang VIP no.4 yang berhadapan dengan ruangannya. Sambil menunggu pesanannya datang dia mendengar percakapan ketiga sosok tersebut,...
"Kakak pertama harus berhati-hati saat kembali nanti...! karena kelompok bajak laut tengkorak hitam sepertinya telah menghubungi organisasi induk mereka untuk menghadang kita...?", kata seseorang.
"Tenanglah adik...! kakak akan mengambil jalan memutar walaupun lebih lama...! apalagi kakak akan ditemani paman Khun dengan pasukannya...!", kata sosok yang dipanggil kakak.
"Iya... beberapa anggota pasukanku masih berlayar dengan kapal kecil untuk menghubungi organisasi induk kita dan minta perlindungan mereka...!", kata seseorang yang dipanggil paman Khun.
"Dipelabuhan ada kapal besar yang baru merapat... sepertinya pemiliknya seorang saudagar yang kaya...? bagaimana menurutmu...?", kata sosok yang dipanggil kakak.
"Ahh... kapal itu masih ditangan keluarga Am'... jangan diganggu karena kita sering minta bantuan mereka untuk memperbaiki kapal-kapal kita yang mengalami kerusakan...!", kata siKhun, kemudian para pelayan masuk kedalam ruangan VIP YoLang untuk mengantarkan tagihan dan pesanannya.
"Ini seluruh biayanya tuan muda...! sebesar 250 koin emas...!", kata sang pelayan setelah meletakkan pesanannya diatas meja.
"Terimakasih... dan ini... lebihnya untuk bibi saja...!", kata YoLang kemudian memberikan 300 koin emas kepada sang pelayan.
__ADS_1
"Ahh... terimakasih tuan muda...! silahkan dinikmati hidangannya...!", kata sang pelayan kemudian berlalu.
YoLang kembali menyelidiki tiga sosok yang berada dikamar VIP no.4 tersebut yang sudah menarik perhatiannya, dan mendengar ternyata 2 orang diantara mereka adalah anggota sebuah assosiasi perdagangan dari benua besar yang sudah bergabung dengan kelompok bajak laut yang dipimpin oleh seseorang yang mereka panggil paman Khun. Dan juga YoLang mengetahui adanya kelompok bajak laut 'Tengkorak Hitam' yang sedang berseteru dengan mereka, dan adanya informasi yang belum lengkap yaitu tentang organisasi induk yang mereka sebutkan untuk mendapatkan perlindungan.