
"Bagaimana perasaanmu muridku...?", tanya sang guru sambil tersenyum melihat tubuh YoLang.
"Sekarang aku merasa nyaman Guru...", kata sang murid.
"Lanjutkan pemulihanmu... dan mulailah menyesuaikan organ-organ tubuhmu dengan tulang barumu...", kata sang guru.
"Baik Guru...!", kata YoLang.
YoLang kemudian duduk bersila dihadapan gurunya mulai bermeditasi memulihkan stamina dan energinya, kemudian menyelaraskan seluruh organ tubuhnya dengan tulang baru miliknya yang terlihat memancarkan cahaya berwarna keemasan. Energi spiritualnya mulai menjalar sampai kedalam sumsum tulangnya dan merasakan betapa kokoh tulangnya saat ini, walaupun dia belum mencoba tapi dalam pikirannya untuk mematahkan pedang tingkat Dewa sudah bisa dilakukannya.
Sementara itu sang guru terlihat mulai menyiapkan beberapa tanaman herbal termasuk tanaman herbal 'Lumut Draba' atau 'Selimut Kaisar' dan mulai menghancurkan herbal-herbal tersebut diatas sebuah Mortar (alat untuk menumbuk obat atau lumpang) yang terbuat dari batu giok. Setelah itu sang guru memeras campuran herbal yang sudah hancur menyatu kesebuah cawan untuk diambil cairan sarinya hingga terisi setengah cawan. Cawan yang berisikan sari cairan herbal buatan sang guru ditambahkannya lagi dengan tiga jenis cairan lainnya dari botol giok berisikan Air Suci Surgawi, Darah Kaisar Dewa sebagai Kaisar Dewa Penguasa dan Darah Naga Murni milik sang Dewa Naga.
YoLang masih fokus dengan meditasinya sementara itu sang guru telah siap dengan bahan-bahan untuk memulai proses peningkatan jenis Darah milik YoLang, 2 jam kemudian dia bangun dari meditasinya sambil merenggangkan otot YoLang merasakan kekuatan tulangnya baru. Sang guru menatap muridnya penuh dengan kekaguman,...
"Sempurna...! baiklah muridku...! kita lanjut dengan peningkatan kekuatan darahmu... jangan khawatir... proses ini tidak sakit seperti yang kau rasakan sebelumnya... juga tidak memerlukan waktu yang lama... hanya sampai airnya mendingin dan semua cairan terserap kedalam darahmu...!", kata sang guru menjelaskan.
"Murid siap Guru...!", jawab YoLang.
"Mulailah dengan tungku itu... dan sama seperti sebelumnya...", kata sang guru.
Dengan kekuatan elemen air dia mengisi tungku itu sampai setengahnya dan mengeluarkan Api Surgawi kemudian mulai memanaskan Tungku Hua tersebut, dan beberapa lama kemudian terlihat air dalam tungku mulai mengeluarkan uap putih. Dewa Naga mulai memasukkan berbagai jenis tanaman herbal termasuk Lumut Draba kedalam tungku yang airnya mulai mendidih, 30 menit kemudian terlihat semua herbal telah mencair menyatu dengan air. Kemudian sang guru memasukkan 3 jenis cairan seperti sebelumnya yaitu Air Suci Surgawi, Darah Kaisar Dewa dan Darah Naga Murni kedalam tungku dan menunggu sampai semuanya telah menyatu,...
"Muridku...! bersiaplah...! matikan apimu... dan minumlah cairan dicawan itu... kemudian masuklah berendam sampai sebatas leher", perintah gurunya si Dewa Naga.
"Baik Guru...", kata YoLang.
YoLang kembali masuk kedalam tungku yang terdapat cairan herbal yang kental dengan warna hijau kehitaman sedang mendidih, dia mulai mengerahkan kekuatan spiritualnya untuk melindungi organ-organ tubuhmya agar tidak mengalami kerusakan. Seperti kata gurunya proses kali ini YoLang tidak merasakan sakit seperti sebelumnya, malahan dengan kekuatan pengendalian energi yang dikuasainya dia dapat membantu menggerakkan cairan herbal yang masuk kedalam tubuhnya agar cepat berproses didalam aliran darahnya.
Terlihat proses peningkatan jenis darah YoLang berlangsung cepat, darahnya mulai berubah dari warna merah keemasan berganti kewarna emas sepenuhnya. Semua cairan berupa sari herbal yang dia minum sebelum berendam terlihat menuju kejantungnya, kemudian membungkus seluruh organ jantung itu sehingga terlihat berwarna hijau kehitaman dan perlahan jantungnya mulai berubah sama seperti darahnya berwana keemasan.
"Bagus... bagus... bantu arahkan aliran darahmu untuk menerobos masuk keseluruh sumsum tulang", perintah sang guru yang senantiasa mengamati proses yang dialami muridnya.
YoLang mengikuti yang diperintahkan gurunya dan dia merasakan aliran darahnya sangat cepat menuju keseluruh tubuh dan masuk kedalam sumsum tulang, seketika tubuhnya mengeluarkan cahaya keemasan karena perpaduan Tulang dan Darah yang sejenis dengan tingkat kekuatan yang sama.
"Biarkan proses penyesuaian berlangsung alamiah sesuai keinginan tubuhmu... setelah semuanya sudah saling menyesuaikan dan tidak terjadi gejolak... maka prosesnya sudah selesai",
__ADS_1
"Tugasmu sekarang hanyalah tetap sadar...!", kata sang guru menjelaskan.
Kemudian YoLang mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk melihat isi tubuhnya sekarang seperti apa, betapa terkejutnya dia melihat cahaya keemasan memenuhi hampir seluruh bagian dalam tubuhnya. Tulang, jantung dan darahnya telah berubah warna keemasan dan bercahaya itulah nama dari 'Tulang Penguasa dan Darah Penguasa', Tulang penguasa yang memiliki kekuatan 500 kali lebih kuat dari tulang normal dan Darah Penguasa adalah tingkatan darah tertinggi yang dapat mengalirkan kekuatan hawa murni dengan sangat cepat kebagian tubuh yang diinginkan.
Sudah tidak ada pergerakan energi lagi didalam tubuhnya langkah penyesuaian organ organ dalam dengan Tulang dan darah yang baru telah selesai,...
"Hmmm... semakin bagus... jangan gunakan kekuatan phisikmu dulu beberapa waktu... mungkin selama 1 bulan paling cepat... untuk itu pergunakan kekuatan energi spiritualmu saja... untuk melakukan sesuatu pekerjaan",
"Sekarang untuk mengasah kemampuanmu sebagai penempa senjata... prinsipnya tidak berbeda jauh dengan alkemis... hanya perlu ditambah dengan nilai artistik dan kekuatan spiritual kedalam senjata yang dihasilkan",
"Maksud Guru... membuat senjata tingkat Legenda keatas...?", tanya YoLang.
"Ya... betul... karena kalau membuat yang tingkatannya dibawah kekuatanmu tidak menarik... kau akan ditertawakan oleh para master penempa diatas Langit...", kata sang guru.
"Kamu tau kenapa...? hehehe... dengan kemampuanmu sekarang kau adalah seorang master penempa tingkat surgawi... sama seperti gelar alkemismu... hemmm... oh iya... 1 tingkat lagi... hehehe... kesini mendekatlah muridku...!", kata gurunya seperti kebingungan dan risau kehilangan seekor ayam peliharaan.
Kemudian YoLang mendekat menghadap gurunya dan telapak tangan kanan sang guru menempel ditengah dadanya, dan terlihat sebuah cahaya keemasan memasuki tubuhnya dan YoLang merasakan ada sesuatu benda berbentuk selaput terbentuk didalam tubuhnya tepat dibawah organ hati miliknya. Hanya membutuhkan waktu 5 menit kemudian sang guru menarik kembali telapak tangannya, tapi masih dia gerak-gerakkan didepan dada YoLang dan sesekali menunjuk kearah jari tangan YoLang yang memakai cincin jiwa dan juga kearah dada sang guru sendiri. Aktivitas gerakan telapak tangan sang guru (seperti memainkan sebuah teknik/jurus tangan kosong yang sedang menghimpun hawa murni/tenaga dalam) berlangsung selama hampir 1 jam. Kemudian sang guru menghentikan aktivitasnya dan kembali duduk bersila keposisi semula.
"Nah... ayo kita periksa kesana...!", kata sang guru sambil memegang bahu sang murid.
Keduanya menghilang dan muncul tiba tiba di sebuah kawasan padang rumput, jauh kedepan arah utara, kearah timur dan kearah barat terlihat hamparan perbukitan. Suasana yang dilihat YoLang seperti sebuah daratan menyerupai daratan tengah tempatnya tinggal, matahari bersinar serta hembusan angin sepoi-sepoi menerpa wajannya.
"Guru... kita berada di mana sekarang...?", tanya YoLang.
"Kita sekarang berada didalam Dunia Jiwa milikmu...! sebenarnya kamu membutuhkan kenaikan kekuatan 1 tahap lagi untuk berhak memiliki sebuah Dunia Jiwa yaitu di Ranah Alam Surgawi... tapi aku bisa memberikannya sekarang karena aku adalah Dewa...! hehehe...", kata sang Dewa menjelaskan.
"Tadi sudah kupindahkan 2 ruang dimensi didalam cincin jiwamu kesini...! kau bisa terbang untuk melihat keberadaan 2 tempat itu... juga sebagian kebun herbal milikku walau tak selengkap milik siBocah jelek... semua tempat yang kau lihat memiliki kubah array pelindung itu tempat perkebunan herbal... tinggal kau tambahkan isinya...!", kata sang guru.
"Dunia jiwa adalah tempat dimana pemiliknya sebagai penguasa... apa saja yang diinginkan oleh penguasa bisa dia ciptakan disini... hanya dengan berpikir atau mengingat sesuatu yang kau inginkan kemudian dengan kekuatan spiritualmu segalanya bukan masalah... dengan kata lain ini milikmu apa saja yang kau inginkan silahkan... tidak seorangpun yang melarang...!", kata sang guru menjelaskan.
"Dan juga tidak seorangpun yang bisa datang kesini tanpa seisin pemilik/penguasa dunia ini... kecuali kami... hehehe...", kata sang guru Dewa Naga menjelaskan panjang lebar.
"Terimakasih Guru... sudah bermurah hati kepada murid ini...", kata YoLang merendah penuh hormat.
"Kalau kamu bertemu lagi dengan siBocah Jelek... mintalah bibit semua jenis tanaman herbal yang ada diAlam Semesta ini... kemudian kau tanam di perkebunan herbal... karena kau akan sangat membutuhkannya di masa depan...", kata sang guru.
__ADS_1
"Guru... murid mohon ijin untuk... itu... mau bangun rumah... mau coba saja Guru...", kata YoLang cengar-cengir.
"Coba saja... sekalian aku mau lihat kemampuanmu... pikirkan paviliun milik keluargamu... fokuskan energi spiritualmu kebenda atau apapun itu dan letakkan dimana tempat yang kau inginkan...!", kata sang guru memberi petunjuk.
Setelah mendengar petunjuk sang guru, YoLang mulai mengingat bentuk dan ukuran paviliun keluarganya, kemudian dia mengerahkan kekuatan spiritualnya untuk membentuk paviliun itu dan terlihat diatas kepalanya mulai membentuk sebuah bangunan menyerupai paviliun milik keluarganya kemudian setelah terbentuk sesuai keinginannya dia meletakkan paviliun ciptaanya itu 50 meter didepannya...
Whuzzz... Dhhuummm...
Bunyi lesatan bangunan dari langit mendarat dengan keras diatas hamparan rumput.
Haahhh... haahhh...
Baru disadarinya energi spiritualnya berkurang sangat banyak hanya membuat sebuah bangunan.
"Hahaha... sudah bagus... tapi belum sempurna... bila kau membuat 10 buah saja seperti paviliun itu maka setelahnya pasti kamu pingsan... karena kamu belum bisa mengendalikan energi yang kau keluarkan sehingga menguras lautan energi dantianmu... kamu harus berlatih banyak lagi... ingat pusat energi spiritualmu ada didantian tengah... untuk mengontrol dan mengendalikan ada didantian atas... dantian bawahmu sebenarnya hanya berfungsi sebagai gudang energi... yang bisa kau ambil dan kau gunakan... ingat kontrol dan kendalikan...!", jelas sang guru dengan tegas.
"Masih banyak yang harus kau lakukan dengan dunia jiwa milikmu ini... tapi nanti setelah kau belajar dari siBocah Gila...", kata sang guru kemudian.
"Baik Guru", jawab sang murid.
"Ayo kita lanjutkan yang tertunda tadi...", kata sang guru.
Whuzzz...
Whuzzz...
Kedua sosok Guru dan Murid kembali sudah berada didalam pondok dan duduk berhadap-hadapan.
"Sekarang kunci Dunia Jiwa milikmu itu dalam pikiranmu... tetapkan bahwa hanya kamu seorang yang bisa memasukinya dan orang-orang atau benda apa saja... yang kau bawa sendiri atau inginkan untuk masuk kedalamnya...!", perintah sang guru.
"Murid mendengar dan melaksanakan petunjuk Guru...!", kata YoLang.
"Baiklah kita lanjut dengan proses menempa senjata... keluarkan tungku dan batu meteor dari dalam cicin jiwamu... dan ambil secukupnya...", kata sang guru.
"Nah... buatlah sesuai yang sudah kamu pahami dan kuasai... aku akan melihatnya",
__ADS_1
Kemudian YoLang mulai memanaskan 'Tungku Hua' miliknya, 10 menit kemudian terlihat tungku sudah memerah pertanda suhu tunggu sudah maksimal. YoLang memasukkan bongkah batu meteor sebesar kepalan tangan, dia menunggu beberapa saat sampai batu meteor itu mencair dan setelah mencair dengan menggunakan kekuatan energi spiritualnya dia mulai membentuk sebuah pedang sesuai dengan bentuk yang diinginkannya.