Titisan Dewa

Titisan Dewa
Markas diBenua Besar


__ADS_3

Sebanyak 50 orang pasukan kapal Naga Laut yang sedang menyamar sebagai pekerja terlihat membantu para tukang yang disewa untuk membangun kediaman YoLang dan anggota keluarganya, kediaman itu nantinya akan menjadi markas dan tempat tinggal para pasukan Naga. WangYhu dan XongTe yang menjadi pengawas pembangunan mengarahkan semua tenaga kerja, mereka bahu-membahu mengerjakan bangunan sesuai petunjuk para ahli bangunan. Sementara itu YoLang dan kedua istrinya mengawasi dari jauh sambil berdiskusi mendengar pendapat mereka,...


"Suamiku... nanti gedung untuk tempat usaha... harus dipisahkan dengan tempat kediaman para pasukan...!", kata YoLun.


"Iya... tempat pasukan nanti akan dibuat dibagian belakang... ini gambarnya...! deretan bangunan ini adalah gudang barang-barang dagangan... dan sebelahnya adalah barak pasukan... nah jika dilihat dari luar... barak pasukan itu seperti gudang barang penampungan... jadi tidak akan menyolok....!", kata YoLang menjelaskan.


"Hmm... begitu ya...! terus paviliun kita dimana...?", tanya Mayang.


"Hehehe... paviliun kita nanti dibagian tengah lahan ini... sampingnya tempat latihan... kalian tenang saja... nanti ada taman dan kolam kecil disana...", jawab YoLang.


"Berapa lama kediaman kita ini akan selesai...?", tanya YoLun.


"Tergantung... kalau tenaga kerjanya seperti ini jumlahnya mungkin 2 sampai 3 bulan sudah selesai...", kata YoLang kepada kedua istrinya.


"Yah... lama juga ya... kenapa kamu tidak membantu mereka supaya cepat selesai...?", kata Mayang.


"Sayang... banyak orang luar yang bekerja disini... kalau aku membantu dengan kekuatan spiritualku pasti akan terjadi kehebohan dikota ini...! nah apa kalian menginginkan hal itu terjadi...?", kata YoLang.


"Ohh... tentu tidak sayang...!", kata Mayang.


"Ya sudah manfaatkan waktu kalian untuk bermeditasi... jangan lupa pilnya digunakan agar secepatnya kalian naik tingkat...!", kata YoLang menegaskan.


"Baiklah... kirim kami keIstana Naga Emas... kami akan berlatih dan bermeditasi disana...! kalau kamu memerlukan kami... kabari dulu sebelum menarik kami keluar...!", kata YoLun.


"Baik tuan putri...! hehehe....", katanya kemudian mengirim kedua istrinya itu keIstana Naga Emas didalam dunia jiwanya.


Whhuuuzzz... whuuuzzz...


Setelah ditinggal sendirian YoLang memikirkan beberapa ide untuk membuat tembok pengaman disekeliling lahannya yang berukuran 1 kilometer itu, demikian juga perabotan yang akan mengisi semua gedung,...

__ADS_1


"Hmm... aku membutuhkan banyak bahan kayu untuk membuat perabotan dan batu granit untuk melapisi dinding bangunan dan tembok pengaman dan juga menara-menara pengawas...", bergumam dia dalam hati.


"Hutan Besar di benua pulau merah banyak bahannya... juga di hutan dekat danau Es didesa YaoYo ada tambang baja karbon dan kayu jati tua... ah... sekalian mengajak Anbin dan ayahnya untuk membantu membuat perabotan disini...", kata YoLang dalam hati.


Setelah mendapatkan ide tersebut YoLang segera menuju dermaga pelabuhan untuk kekapal Naga Laut yang sedang berlabuh, kemudian menuju anjungan kapal dan menemui sang kapten kapal LunGon,...


"Adik Gon...! berapa lama waktu yang diberikan oleh penguasa pelabuhan untuk kapal kita berlabuh didermaga mereka ini...!", tanya yoLang.


"10 hari kakak... selebihnya kita harus mengurus surat perpanjangan dan membayar pajak berlabuhnya lagi...!", jawab sang kapten.


"Hmm... berarti masih tersisa 2 hari lagi ya... kalau begitu... buat perpanjangan selama 1 bulan kedepan... dan berikan alasan yang masuk akal... aku mau kebenua pulau merah... ada urusan disana mungkin selama 3 hari...", kata YoLang.


"Baik kakak... nanti akan saya sampaikan kepada kakak Lun dan yang lainnya tentang kepergian kakak ke benua pulau merah...?", kata LunGon.


"Ya... sampaikan juga kepada paman WangYhu dan XongTe... baik aku pergi dulu...", kata YoLang kemudian menuju ke buritan kapal dimana terdapat gerbang teleportasi.


YoLang memasuki gerbang teleportasi yang menuju ke Kota Sompoi benua pulau merah, dan tiba disana dia bertemu dengan beberapa anggota keluarga Am' yang sedang berjaga di tempat gerbang portal,...


"Ahh.. terima kasih saudara... saya ada keperluan dihutan besar... sampaikan saja salamku kepada kakek AmHudi dan yang lainnya...", kata YoLang.


"Ohh... baiklah... akan kami sampaikan..." kata seorang penjaga.


Kemudian YoLang berjalan menjauh dari tempat gerbang portal, dan berteleportasi kekawasan hutan besar tepatnya dibawah kaki 3 buah gunung tinggi yang berada dibagian inti hutan besar terebut. YoLang kemudian mencari beberapa pohon kayu 'Maha Dewa' yang berumur 100 tahun keatas, dengan kesadaran spiritualnya dia berhasil menemukan puluhan batang pohon kayu tersebut kemudian mengambilnya dan mengirim semuanya kedalam dunia jiwanya. Selanjutnya dia berpindah kedaerah yang memiliki kandungan tambang logam dan batu granit, karena kebutuhan batu granit yang dirasanya paling banyak maka dia fokus mencari lokasi yang mengandung banyak batu granit tersebut. YoLang menemukan lokasi terdapatnya batu granit yang banyak didaerah gunung sebelah timur, kemudian mulai mengambil batu-batu granit tersebut dengan tetap menjaga keseimbangan dan kesinambungan ekosistim hutan dikawasan tersebut.


Ratusan ton batu granit telah diambilnya sehingga terlihat seperti gunungan kecil tumpukan batu granit tersebut didalam dunia jiwanya, setelah merasa cukup dia kembali kota Sompoi dilokasi gerbang portal berada. Sesampainya disana dia melihat kakek AmHudi dan beberapa anggota keluarga Am' telah menantinya,...


"Ehh... nak Yo...! jika ada keperluan mendesak sampaikan saja kepada kakekmu ini...! saudara-saudaramu disini sudah bisa diandalkan... bahan apa yang kau butuhkan nak...?", tanya kakek AmHudi.


"Hehehe... tidak apa-apa kakek...! sekalian saya juga ingin berkunjung kesini... aku membutuhkan batu granit kek...! untuk dipasang dikediaman yang sementara dibangun di kota TangJun benua besar...!", kata YoLang.

__ADS_1


"Ohh... bahan seperti itu banyak terdapat di Kota Batu...! disana juga banyak yang sudah dipoles dan dibentuk menjadi batu marmer... bahan untuk menghiasi lantai dan dinding gedung... ya sudah... jangan khawatirkan akan hal itu... kakek akan menyuruh beberapa saudaramu kesana untuk membelinya...!", kata kakek AmHudi.


"Wah... terimakasih kakek... sekalian kalau ada yang bentuknya seperti Naga Emas saya pesan beberapa kek... untuk dipasang dibangunan Utama...!", kata YoLang.


"Ahh... benar... akan kami usahakan untuk itu... soal biaya kamu tidak usah pikirkan... dana yang kamu berikan kepada kakek masih sangat banyak...!", kata kakek AmHudi menjelaskan.


"Baiklah kakek... saya akan melanjutkan perjalanan mengunjungi saudara-saudaraku di desa YaoYo... aku ingin melihat pembangunan dermaga pelabuhan disana...!",


"Oh begitu... yah baiklah... kapan-kapan kamu harus menginap disini untuk makan malam bersama kami...! bawa serta istri-istrimu juga...!", kata kakek AmHudi.


"Nanti kakek...! jika urusan pembangunan kediaman kita di kota TangJun sudah selesai kita akan membuat pesta disana... baiklah kakek... aku pamit dulu...!", kata YoLang kemudian berpamitan dan masuk kedalam gerbang portal yang menuju desa YaoYo didaratan utara benua pulau hijau.


YoLang sudah berada di desa YaoYo tepatnya di Wisma Pendiri Desa miliknya dimana Gerbang Portal berada, dan melihat ada 3 orang murid perguruan Klan Mu yang berjaga dan kemudian menyambutnya,...


"Selamat datang tuan muda...!", sambut mereka.


"Ah... terimakasih saudara-saudaraku sudah menjaga gerbang teleportasi ini dengan baik... baik saya akan menemui saudaraku Anbin dulu...!", katanya kemudian berlalu dan masuk kedalam Wismanya.


"Saudara Yo...!", teriakan Anbin dari dalam melihat YoLang memasuki Wismanya.


"Hehehe... saudara Anbin... bagaimana kabarmu... wah sangat bagus... tingkat kekuatanmu maju dengan pesat...!", kata YoLang melihat tingkat kekuatan Anbin yang sudah berada di Ungu Awal.


"Ya ini juga karena bantuamu saudaraku...! pil-pil pemberianmu melalui kakek MuChin tidak pernah habis... demikian juga dengan ayah dan ibuku... mereka juga giat berlatih tak mau ketinggalan...", kata Anbin.


"Kemana kedua orangtuamu saudara Anbin...?", tanya YoLang,


"Mereka berada dilokasi pembangunan dermaga pelabuhan... membantu mengawasi pekerjaan disana... saya disini mengawasi murid-murid yang berjaga dilokasi gerbang portal...", kata Anbin menjelaskan.


"Oh begitu... baiklah... aku ada keperluan dihutan sebelah selatan danau Es... nanti kau sampaikan kepada yang lainnya bahwa saya berada disana dan nanti malam mungkin saya kembali kesini dan akan beristrahat diWisma ini...", kata YoLang.

__ADS_1


"Baik saudaraku akan kusampaikan pesanmu...!", kata AnBin.


Kemudian YoLang melesat pergi menuju arah sebelah selatan kawasan danau Es dimana tempat tambang baja karbon berada, sesampainya disana dia melihat sudah banyak bekas galian tambang yang sudah ditanami kembali dengan pohon-pohon kayu jati. YoLang terlihat senang dengan apa yang dilihatnya dan membuat dia kagum karena orang-orang desa YaoYo sangat memperhatikan keadaan lingkungan dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistim dikawasan hutan tersebut, dan dia mulai mengambil bahan-bahan baja karbon yang dia perlukan untuk membuat pintu gerbang kediamannya yang baru dikota TangJun Benua Besar.


__ADS_2