
Setelah menunggu selamanya 2 hari akhirnya rombongan dari Alam Tinggi kembali, terlihat wajah-wajah riang karena mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan dari sana. Terutama kedua gadis kecil yang langsung berlari mendapatkan YoLang.
"Kakak... waktu disambar petir aku terlempar jauh... tapi kakek Dewa menangkapku jadinya aku selamat hehehe...", cerita adiknya si gadis kecil LoryMei.
"Kak... permen di Alam Tinggi berenergi kak... makan 10 biji bisa naik 1 tahap kekuatan...", kata siceloteh Mayang.
"Terus kakak... dapat oleh-oleh apa...? yang kalian bawa dari sana...?", tanya YoLang.
"Hmmm... lupa beli kak...", kata Mayang.
"Ayo... kalian berdua langsung latihan perkuat lagi pondasi tubuh kalian sampai kokok dan kuat...!", perintah Dewa Naga.
"Muridku...! kamu ikut aku... kita akan segera mulai dengan latihan tertutup... apa kamu siap...?", tanya sang guru.
"Siap Guru...!", jawab YoLang dengan tegas.
LoryMei dan Mayang langsung menuju pondoknya, demikian juga PiYo, MaiLang dan Maya kembali ke paviliun, sebelumnya sang guru Dewa Naga telah mengembalikan para Rajawali Dua Alam ke pondok yang berada diatas pohon. YoLang mengikuti gurunya memasuki pondoknya sendiri untuk mulai pelatihan tertutupnya.
"Bagus muridku...! aku tidak menyangka bakatmu memang menentang Surga...! waktu 10 hari yang kuberikan dapat kau lampaui dan itu sangat membuatku terkejut... untuk kamu ketahui seorang super jenius diAlam Surgawi melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan adalah selama 20 hari... hahh... entah kami harus menyebutmu apalagi...!", kata sang guru terheran-heran melihat bakat muridnya yang melebihi seorang super jenius diAlam Surgawi.
"Untuk kamu ketahui juga..., sebenarnya setiap dari kami akan melatihmu dalam jangka waktu 3 tahun... itu adalah perhitungan kami bahwa jangka waktu tersebut kau sudah menguasai semua yang masing-masing kami berikan... dan giliranku untuk melatihmu adalah saat usiamu 11 tahun... tapi sekarang usiamu baru 9 tahun... itu artinya kamu telah melampaui kami lebih cepat 2 tahun...!", kata sang Dewa Naga menjelaskan.
"Kita akan lihat seberapa lama kau akan bersamaku... dan menguasai semua yang kuberikan padamu sampai sempurna...!", kata sang Dewa Naga melanjutkan.
"Baik... seperti yang sudah kau pahami tentang keseimbangan tubuh dan kekuatan... dan tubuh milikmu adalah jenis 'Tubuh Kekosongan'...! adalah jenis tubuh yang dapat diisi dengan berbagai kekuatan...! dan akan sangat sia-sia kekuatan itu kalau tubuhmu tidak dapat menggunakannya dengan sempurna...! untuk itu perlu membuat tubuhmu sempurna dan seimbang dengan kekuatanmu...!", kata sang Dewa Naga menambahkan.
"Sebagai yang terpilih... untuk menjaga keseimbangan diAlam Semesta... maka untuk menunjang kekuatan besar milikmu yang sudah ada atau nantinya akan kau dapatkan... maka kau memerlukan jenis tulang tingkat tertinggi yang pernah ada... yaitu 'Tulang Penguasa'... adalah jenis tulang yang mempunyai kekuatan 500 kali lebih kuat dari tulang biasa manusia normal...! dan jenis tulang milikmu saat ini adalah jenis 'Tulang Dewa' hanya 100 kali lebih kuat dari tulang biasa...!", kata sang Guru menjelaskan.
"Kemudian agar supaya kekuatanmu dapat digunakan dengan sempurna maka membutuhkan kekuatan darah yang tingkat kekuatannya seimbang...! karena darah makhluk hidup juga mempunyai tingkatan maka darah milikmu haruslah yang tertinggi yaitu jenis 'Darah Penguasa' dan darah milikmu saat ini adalah jenis 'Darah Dewa'... setelah semua itu menjadi satu dalam tubuhmu maka baru bisa dikatakan bahwa tubuhmu sudah seimbang dengan kekuatanmu... karena banyak terjadi para kultivator hanya fokus pada kekuatan dan tidak melihat kondisi tubuhnya akhirnya meledak sendiri...!", kata sang guru menjelaskan.
__ADS_1
"Apakah kamu sudah mengerti...?", kata sang Dewa.
"Murid sudah mengerti Guru...!", jawab sang murid.
"Baik... keluarkan 'Tungku Hua' milikmu dan besarkan... sesuaikan dengan besaran dan bentuk tubuhmu... kemudian isi dengan air setengahnya... terus panaskan sampai mendidih airnya...!", perintah sang guru.
"Baik guru", kata sang murid.
YoLang kemudian mengeluarkan 'Tungku Hua' pemberian gurunya si Dewa Obat, dan dengan kekuatan spiritualnya dia membesarkan tungku tersebut sampai terlihat badannya bisa masuk kedalam tungku itu, kemudian menggunakan kekuatan elemen air dia mengisi tungku itu sampai ukuran setengah dan selanjutnya dia mengeluarkan Api Surgawi kemudian mulai memanaskan tungku. Sementara itu sang guru Dewa Naga mengeluarkan beberapa jenis tanaman herbal dari dalam dunia jiwanya.
"Ambil 'Lumut Draba' sebanyak 2 genggam telapak tanganmu dan bunga 'Lotus Es' 2 tangkai dari ruang dimensi cincin jiwamu...!", kata sang Dewa.
Whuuzz... whuuzz...
(Lumut Draba atau 'Selimut Kaisar' adalah tanaman herbal sebagai bahan utama pembuatan cairan obat untuk meningkatkan kekuatan jenis darah dalam tubuh dengan cara meminum sarinya dan sisanya dicampur dengan bahan lain untuk digunakan merendam seluruh bagian tubuh termasuk kepala didalam air yang mendidih dan daun 'Lotus Es' adalah salah satu bahan untuk meningkatkan jenis kekuatan tulang dengan cara yang sama dengan penguatan jenis kekuatan darah)
Sesaat kemudian terlihat tungku dihadapan mereka mulai mengeluarkan uap putih pertanda air mulai mendidih, kemudian sang guru memasukkan bermacam herbal termasuk daun Lotus Es kedalam tungku yang airnya mulai mendidih, 30 menit kemudian terlihat semua herbal telah mencair menyatu dengan air dan sang guru memasukkan 3 jenis cairan dari dalam botol giok yang sudah dia siapkan kedalam tungku (botol giok berisi Air Suci Surgawi, Darah Kaisar Dewa sebagai Kaisar Dewa Penguasa dan Darah Naga Murni milik sang Dewa Naga)
"Nah... bersiaplah...! matikan apinya... dan persiapkan tubuhmu...! fokuskan seluruh Energi Yang keseluruh tubuh... kemudian serap semua energi cairan didalam tungku sambil berendam sampai airnya menjadi dingin...!", kata gurunya memberi perintah.
Kemudian YoLang membuka semua pakaian yang dia kenakan dan mengerahkan kekuatan Energi Yang (kekuatan energi panas) miliknya keseluruh bagian tubuh kemudian masuk berendam di cairan yang masih mendidih karena Tungku Hua miliknya bisa menyimpan panas sampai berjam-jam.
"Jangan kamu lawan...! biarkan energi itu bekerja... cukup kamu menjaga organ dalam dan bagian tubuh yang lain agar tidak terganggu selama proses penghancuran dan pembentukan kembali tulang yang baru...!", kata sang guru menjelaskan.
Satu jam berendam didalam tungku, YoLang mulai merasakan aliran energi yang sangat kuat memasuki tubuhnya dan seolah olah hidup energi itu mulai menyerang seluruh tulang dalam tubuhnya.
Kreetaaak... kreetaaak... kreetaaak...
Suara tulang patah kemudian hancur terdengar dari dalam tubuh YoLang.
__ADS_1
Kreetaaak...
"Tahanlah muridku...! kamu pasti bisa melewati ini...!", kata sang guru memberi semangat karena melihat sang murid mulai kesakitan yang amat sangat.
Proses penghancuran seluruh tulang tubuh YoLang berlangsung selama 2 jam, cairan dalam tungku masih terlihat mengepulkan uap putih tanda suhu cairan masih sangat panas. Wajah sang terpilih yang terbungkus dengan cairan berwana hijau keemasan didalam tungku terlihat sangat menderita, menahan rasa sakit selama proses penghancuran tulang-tulangnya. Dan selanjutnya dia merasakan energi yang sangat kuat tersebut mulai membentuk tulang baru diseluruh bagian tubuhnya secara bersamaan, tulang berwarna keemasan secara perlahan membentuk menggantikan tulang sebelumnya yang telah hancur.
Lima jam telah berlalu tapi belum semua tulang baru terbentuk, dari dalam tungku kepulan uap putih masih terlihat dan wajah YoLang masih terlihat menahan rasa sakit. Sungguh untuk mencapai kekuatan tertinggi tidak semudah membalikkan telapak tangan, seperti Sang Terpilih harus melewati berbagai macam penderitaan mulai dari gurunya yang pertama Dewa Cahaya kemudian gurunya yang kedua Dewa Obat dan sekarang dengan guru ketiganya Dewa Naga dengan proses pembentukan tulang yang baru yaitu 'Tulang Penguasa' tapi sesuai dengan perkataan sang guru dua pasti bisa melewatinya.
Hari telah menjelang pagi kepulan uap putih dari dalam tungku tidak terlihat lagi pertanda suhu cairan dalam tungku mulai mendingin, wajah YoLang mulai normal kembali tidak menunjukkan wajah kesakitan. Tulang baru dalam tubuhnya yaitu 'Tulang Penguasa' dengan warna keemasan telah terbentuk sepenuhnya walaupun masih terlihat menyerupai otot daging (masih lembek), sehingga terlihat seluruh tubuh YoLang seperti kumpulan daging saja.
"Sekarang fokuskan Energi Yin keseluruh tubuhmu...! dan bertahanlah...!", kata sang guru.
YoLang mengganti jenis energinya dengan Energi Yin (kekuatan energi dingin) kemudian mengedarkan energi tersebut ke seluruh bagian tubuhnya, kembali dia merasakan energi yang kuat didalam tubuhnya mulai bekerja. YoLang merasakan seperti ribuan jarum terus menerus menusuk bagian tulang keemasan yang masih lembek itu, disertai dengan perasaan dingin karena suhu cairan dalam tungku sudah menjadi dingin.
Kembali wajah YoLang terlihat mulai menahan rasa sakit seperti saat awal proses penghancuran tulangnya, karena saat ini adalah proses pengerasan tulang yang baru untuk menjadi tulang yang sempurna. Dan proses pengerasan tulang ini akan berlangsung lebih lama dari proses penghancuran tulang sebelumnya, dengan rasa sakit yang sama dan waktu yang lebih lama.
"Tetaplah sadar muridku...! dan terus bertahan... kerahkan segenap kemampuanmu...!", kata gurunya memberi semangat.
YoLang mendengar perkataan gurunya dan mulai menambah energi kekuatannya keseluruh tubuh untuk mengurangi rasa sakit, sambil melindungi organ-organ tubuhnya yang lain dari kerusakan akibat suhu cairan yang semakin dingin dan membeku. 2 jam berlalu cairan dalam tungku terlihat sudah membeku namun proses pengerasan tulang masih terus berlanjut, karena selain mengeraskan tulang juga mengatur posisi sambungan tulang.
"Aahh... aku sudah mulai tidak tahan... uuhhh... masih lama...!", keluh YoLang dalam hati, karena dia tidak bisa bersuara karena seluruh tubuhnya terendam cairan hijau keemasan yang sudah membeku didalam tungku.
Matahari mulai condong kebarat dan proses pengerasan tulang sudah berlangsung selama 10 jam, kerutan menahan sakit terlihat diwajah YoLang dengan tubuh bagian luar yang mulai ikut membeku dia menjalani proses pengerasan tulangnya dengan penuh penderitaan. Kekuatan energi spiritualnya mulai tidak mampu melindungi tubuh bagian luar, dengan hanya melindungi organ-organ tubuh bagian dalam, dia tetap bertahan karena dengan pengetahuan yang diberikan oleh gurunya bahwa memang seperti itulah proses peningkatan kualitas tulang menjadi tingkat yang tertinggi.
Dua jam kemudian terlihat warna cairan mulai memudar dan kembali menjadi air seperti semula, sang guru menempelkan kedua telapak tangannya di tungku dan mengalirkan energi Yang atau energi panas miliknya untuk mencairkan air yang sudah membeku didalam tungku, dan perlahan mulai mencair menampilkan wajah YoLang seperti masih menahan rasa sakit,
"Panaskan tubuhmu dengan energi Yang dan keluarkan kepalamu dari dalam air... tetaplah bermeditasi didalam tungku... dan pulihkan dirimu...!", kata sang guru.
YoLang melakukan posisi lotus dan mulai bermeditasi memulihkan kondisi tubuhnya yang baru menjalani proses penggantian tulangnya yang baru dengan kondisi tetap berendam didalam tungku yang airnya setinggi dada.
__ADS_1