Titisan Dewa

Titisan Dewa
Bisnis dengan Paviliun Obat


__ADS_3

YoLang telah berkumpul dengan kakek buyutnya Surapong dan kedua orantuanya direstoran penginapan sejahtera untuk menunggu sang manager paviliun obat, sambil menunggu mereka membicarakan tentang isi proposal kerja sama yang disodorkan oleh pihak paviliun obat...


"Ayah nanti dalam pembicaraan tetap arahkan pembicaraan dengan mengandalkan kakek RouLang sebagai Master Alkemis kemudian nenek Binkie, paman Bua dan bibi Sarah sebagai Alkemis Ahli... jangan saya...", kata YoLang.


"Kenapa bukan kamu saja nak... kan kamu yang memiliki tingkatan tertinggi sebagai alkemis dibenua ini...!", kata ayahnya.


"Jangan ayah... nanti akan membuat kehebohan dan bisa membuat musuh-musuhku dimasa depan akan berdatangan kesini mencari kita...!", jawabnya.


"Ya... sudahlah... kami menurut saja apa katamu... dan juga didalam proposal ini ada point untuk menukar bahan herbal dengan pil...! bagaimana menurutmu...? dikota Klentang kita sudah memiliki perkebunan herbal...! apa perlu ditambah syaratnya...?", tanya PiYo kemudian.


"Iya betul ayah... tambahkan syarat bahwa kita hanya akan menerima herbal yang belum ada diperkebunan kita...! juga tambahkan point yang akan menambah daya beli mereka... jika mereka membeli dalam jumlah banyak misalnya 1.000 butir dalam 1 jenis Pil... kita akan memberikan bonus 1 butir Pil tingkat Legenda dengan kegunaan yang sama", kata YoLang menjelaskan.


"Hmm... ide yang bagus nak...", kata Surapong kakek buyutnya


"Hehehe... pil hanya bisnis permulaan kakek... nanti kalau paman Randang sudah mahir menempa senjata... Itu juga akan menjadi ladang bisnis yang bagus...", kata YoLang menambahkan.


Diskusi mereka berlangsung sampai kedatangan Manager Wang bersama seorang asistennya.


"Salam tuan-tuan sekalian...! maaf kami agak terlambat...", kata sang manager ketika datang dan bergabung.


"Ahh... tidak mengapa tuan Wang... mari silahkan bergabung...", jawab PiYo kemudian mempersilahkan tamunya untuk duduk.


"Baik... terimakasih... bagaimana tanggapan tuan-tuan sekalian mengenai proposal kami...?", tanya sang manager.


"Ohh... iya kami sudah membaca dan mendiskusikannya...! hanya ada beberapa point yang harus ditinjau kembali untuk mendapatkan kesepakatan bersama...", kata PiYo menjelaskan, kemudian menyampaikan point-point seperti yang dikatakan YoLang sebelumnya.


"Ohh... baiklah kalau begitu... kami membutuhkan daftar tanaman herbal yang dibutuhkan pihak saudara... kemudian tentang jumlah pembelian apa ada batasannya...? kalau ada...! sekalian kita tuangkan dalam kontrak kerjasama nantinya... bagaimana...?",kata sang manager yang terlihat antusias mendengar adanya bonus Pil tingkat Legenda jika pembelian paviliun obat mencapai 1.000 butir perjenisnya.

__ADS_1


"Tuan Wang... kemampuan kami membuat pil hanya 1.000 butir setiap bulan dari setiap jenis Pil...! dan kalau pihak tuan wang akan membeli setiap 3 bulan sekali...? maka kami akan menyiapkan 3.000 butir setiap jenisnya... bagaimana...?", kata PiYo menjelaskan dan pihak manager wang tidak mengetahui bahwa YoLang sendiri teknik Kuno miliknya bisa meracik jutaan butir setiap hari. Hal ini karena PiYo tidak mau menjual semua hasil produksi Pil keluarga mereka kesatu pihak saja, karena mereka juga mempunyai toko obat di daratan selatan.


"Wah... sangat banyak... apakah keluarga tuan PiYo memiliki seorang Alkemis tingkat master...?", tanya sang manager untuk meyakinkan dirinya.


"Ya... pamanku seorang Master Alkemis dan ada juga saudara sepupu saya bersama istrinya adalah Alkemis tingkat ahli...", jawab PiYo untuk meyakinkan sang manager.


"Ohh...begitu... baiklah kita sepakati kontrak kerjasama ini... nah selesai... silahkan dibaca kembali tuan PiYo kemudian tandatangani disini... dan kami akan tandatangan disini...", kata sang manager.


"Sebagai pembelian awal... kami sudah menyiapkan 3 jenis pil... apa tuan Wang sudah siap bertransaksi...?", tanya PiYo.


"Ya... tentu... untuk tahap pertama ini kami siap membeli 1.000 butir setiap jenis... dan tentunya itu sudah masuk dalam syarat kontrak untuk mendapatkan bonusnya bukan...?", tanya sang manager karena sangat antusias dengan bonus yang dijanjikan oleh pihak PiYo.


"Benar tuan Wang... dan ini... barangnya berada didalam cincin ini... silahkan diperiksa", kata PiYo kemudian menyerahkan sebuah cincin jiwa dasar-2 yang berisikan 3.000 butir pil dengan 3 jenis pil yang masing-masing 1.000 butir banyaknya serta bonus 1 butir Pil Legenda untuk setiap jenisnya.


"Ohh... cincin penyimpanan...? tuan PiYo... apakah cincin ini buatan keluarga tuan...?", tanya sang manager karena cincin jiwa sangat jarang ditemukan didaratan selatan, hanya beberapa orang saja yang memilikinya dan kalau dijual harganya akan sangat mahal.


"Kami memiliki seorang ahli penempa yang bisa membuatnya... cincin ini kami namakan cincin jiwa... dan kami sudah membuat 2 jenis yaitu kapasitas penyimpan seluas 1 meter persegi dan kapasitas penyimpan 5 meter persegi...", kata PiYo.


"Ahh... maaf tuan Wang... kami hanya membawa 2 buah yang type pertama dan 1 buah yang type kedua... Kalau tuang Wang berminat silahkan dipesan dan kami akan menyiapkannya... untuk harganya cincin jiwa type-1 senilai 2 juta koin emas dan untuk type ke-2 harganya 10 juta koin emas...", kata PiYo.


"Ahhh... baik kami pesan 20 buah yang type-1 dan 5 buah yang type-2... dan transaksinya akan kita lakukan satu bulan didepan... bagaimana...?", kata sang manager langsung memastikan pembelian cincin jiwa tersebut, dan YoLang hanya tersenyum karena didalam cincin jiwa miliknya terdapat ratusan cincin jiwa dasar-2 dan dasar-3 dan kalaupun harus membuat cincin jiwa dasar-1 dia tidak membutuhkan waku lama karena bahannya banyak tersedia didalam dunia jiwa.


"Baik... akan kami siapkan dan ini... sebagai tanda jadi transaksi kita bulan depan... dan cara penggunaannya begini...", kata PiYo kemudian menyerahkan 2 buah cincin jiwa dasar-1 dan sebuah yang dasar-2 sambil menjelaskan cara penggunaannya.


"Terima kasih tuan PiYo... kami berharap kerjasama kita akan berlangsung terus... dan semua sudah selesai... kalau begitu kami pamit undur diri dulu...", kata sang manager kemudian berpamitan pulang dengan perasaan senang karena mendapat banyak barang langka yang dapat dijual dengan harga mahal didaratan selatan ini.


"Hahaha... aku tidak menyangka cincin jiwa tingkat dasar-1 dan 2 bisa menjadi lahan bisnis juga ayah... kalau begitu ini... ayah simpan semua... dan nanti aku buatkan lagi dengan tingkat yang lebih tinggi... mungkin sampai tingkat dasar-5... kalau yang tingkat diatasnya tidak akan dijual hanya untuk anggota keluarga kita saja... hehehe...", kata YoLang senang.

__ADS_1


"Ya... bagus kalau begitu... akan semakin banyak lahan bisnis keluarga kita", kata PiYo.


"Nah... apalagi yang kan kita lakukan didaratan selatan ini...? kalau sudah tidak ada sebaiknya kita kembali keKota Klentang... aku masih ada yang harus diurus disana... yaitu mencari makam ibu mertuaku... dan sekalian aku mohon ijin ayah... kami merencanakan akan memindahkan makam ibu YoLun dan beberapa anggota keluarganya yang tewas dihutan perbatasan kearea dekat pondok latihan saya... bagaimana ayah...?", tanya YoLang sambil menjelaskan rencananya.


"Buatlah yang terbaik nak... ayah dan ibumu akan menyetujuinya... dan juga setelah ini kirim kami kedalam dunia jiwamu untuk menemui mertuamu itu", kata PiYo.


"Baik ayah... kalau begitu mari kita naik dan kembali kekamar dulu... nanti disana akan saya pindahkan ayah dan yang lainnya kedalam dunia jiwa...!", kata YoLang kemudian mengajak mereka kembali kekamar penginapan yang berada dilantai 5.


Sesampainya mereka dikamar penginapan lantai-5, YoLang langsung memindahkan mereka kedalam dunia jiwanya dan menarik keluar sang istri dan calon istrinya keluar.


"Kalian berdua temani aku jalan-jalan melihat keadaan kota Wui... sambil belanja kalau kalian mau...eenmm...", kata YoLang kepada kedua kekasihnya itu.


"Kak... aku mau beli perhiasan... nanti antarkan aku ke toko perhiasan yang bagus", kata Mayang.


"Aku mau belanja pakaian untuk ayah dan adikku...", kata YoLun.


"Baik... ayo kita keluar...", ajak YoLang.


Kemudian mereka bertiga menuju pusat kota Wui untuk mencari toko perhiasan dan toko pakaian yang terbaik, dan setelah itu YoLang memberitahukan rencananya kepada kedua kekasihnya bahwa mereka akan segera kembali ke kota Klentang tapi sebelumnya mereka akan menyelidiki Pangeran Pertama Kerajaan Mola yang telah membuat keributan dikota Polak sebelumnya. Karena YoLang masih merasa khawatir jika sang Pangeran berhasil menguasai perbatasan daratan selatan dan daratan tengah akan berdampak pada bisnis keluarganya dengan paviliun obat kota Wui juga setidaknya akan menjadi ancaman bagi kota Klentang yang dekat dengan perbatasan.


"Suamiku... sebaiknya LoryMei juga kamu ajak dalam penyelidikan ini biar kita bisa membagi 2 tim dan masing-masing tim 2 orang... bagaimana...?", kata YoLun meminta pertimbangan sang suami.


"Betul kak... biar aku satu tim dengan Lory... dan kakak tidak usah mengkhawatirkan kami... cukup aku saja sudah bisa meratakan Istana Pangeran Licik itu...", kata Mayang dengan meyakinkan.


"Hmm... tahan dan kendalikan emosimu calon istriku yang cantik...! kalaupun sampai bertarung...! Ingat jangan sampai menghilangkan nyawa orang dengan sembarangan... hanya mereka yang berhati keji dan memiliki keinginan membunuh yang tinggi yang bisa dihajar dan beri pelajaran...!", kata YoLang.


"Hahhh... aku tidak akan memberikan ampun... kepada yang sudah mempunyai niat jahat terhadap sesama mahkluk hidup...! Dewa Guru juga mengatakan hal yang demikian kepadaku...", jawab Mayang tegas.

__ADS_1


"Ya sudah... kalian bersiaplah dan berhati-hati kita akan bergerak saat malam tiba...", kata YoLang.


Setelah selesai berbelanja mereka bertiga kembali kepenginapan dan sambil menunggu malam tiba mereka bermeditasi, jika dilihat dari tingkat kekuatan Mayang dan LoryMei walaupun berada dibawah tingkat kekuatan YoLang tapi untuk ukuran alam fana mereka berdua sudah termasuk yang tertinggi. Demikian juga jika mereka berada dialam Tinggi/Alam Kultivator karena saat ini mereka berada dipuncak kekuatan Alam Tinggi yaitu tingkat Saint tahap Mahir dan tinggal melewati 3 tahapan lagi mereka berdua akan masuk keranah kekuatan tingkat Dewa dan akan menerima pembaptisan petir untuk puncak kekuatan ranah alam tinggi/kultivator. YoLang mempertimbangkan hal-hal tersebut sehingga dia mengajak mereka sekaligus memberikan pengalaman yang nyata, karena YoLang juga berniat akan keBenua Besar tempat leluhurnya dari pihak nenek buyut LinMei dan leluhur dari istrinya YoLun berasal.


__ADS_2