
YoLang mulai membuat tempat latihan dan merubah gedung besar yang sebelumnya adalah gedung Kantor Perusahaan AmJung menjadi tempat latihan dan tempat bermeditasi, didalam gedung yang besar itu dia membuat beberapa ruangan yang dia peruntukkan untuk ruangan perpustakaan, ruangan senjata, ruang alkemis dan ruangan untuk menempa senjata. Dan diluar gedung samping kiri dia menempatkan 2 buah menara meditasi berlantai 3, dengan pembagian untuk lantai 1 hanya untuk pemula yang menyerap energi alam tanpa tekanan spiritual, lantai 2 disertai tekanan spiritual rendah dan dilantai 3 dengan tekanan spirtitual menengah, YoLang juga membuat Lorong Penempa Jiwa yang dilengkapi dengan formasi ilusi tingkat rendah sedangkan disamping kanan gedung dia membuat lapangan latihan dan menempatkan peralatan rintangan serta peralatan latihan dengan beban sebagai tempat latihan penguatan tubuh, tulang dan otot.
Setelah menyelesaikan semua tempat latihan dia membuat kubah pelindung bertingkat disertai formasi ilusi sehingga orang dari luar tidak bisa melihat aktivitas didalam area gedung itu, dan juga formasi pelindung yang dibuatnya hanya bisa dimasuki oleh anggota keluarga yang sudah dia tandai. Dengan dibantu oleh semua anggota keluarganya, satu persatu anggota keluarga Am' mulai mendapat transferan pengetahun tentang dunia alam fana dan alam tinggi/kultivator serta seluk beluk tentang dunia meditasi. Kemudian mereka diberikan penjelasan tentang langah awal merasakan energi alam yang berada disekitarnya serta cara bagaimana mulai menyerap energi alam dan masuk kedalam tubuh mereka untuk dijadikan hawa murni/tenaga dalam.
Paman AmPhong berserta 7 orang anggotanya yang ikut bersama YoLang dari benua pulau hijau, ikut juga membantu mengarahkan anggota keluarga mereka yang baru mulai belajar bermeditasi. Karena mereka sudah memahami cara bermeditasi selama pelayaran mereka menuju kembali kebenua pulau merah ini, bahkan mereka telah menguasai beberapa teknik beladiri tangan kosong dan menggunakan senjata. YoLang telah membuat jadual rutin yang akan dilakukan oleh semua anggota keluarga Am', yaitu mulai subuh melakukan meditasi dilanjutkan dengan latihan penguatan tubuh, tulang dan otot sampai siang hari kemudian istirahat dan dilanjutkan kembali dengan latihan penguatan jiwa sampai sore hari dan ditutup pada malam hari dengan bermeditasi sampai tengah malam. Hal lain bagi anggota yang sedang mengerjakan renovasi kapal Naga Laut, mereka akan menyesuaikan latihan mereka secara bergantian agar pekerjaan renovasi kapal tidak mengalami hambatan.
Setiap minggu semua anggota yang baru berlatih diberikan sumber daya 1 buah pil energi dan pil stamina serta tanaman berenergi dan buah kehidupan serta madu kehidupan yang telah disediakan YoLang, demikian juga dengan porsi latihan mereka ditingkatkan setiap minggu. Demikian juga dengan anggota yang selain bekerja merenovasi kapal juga melakukan atihan dan meditasi dimalam hari sampai subuh, YoLang ditengah kesibukkannya melatih selalu menyempatkan waktu bersama LoryMei, Mayang dan YoLun melakukan perburuan hewan buas tingkat 7 sampai tingkat 9 yang sudah memiliki inti hewan, mengambil pohon kayu Maha Dewa yang sudah berumur 100 tahun keatas serta mengambil bahan-bahan mineral tua dan bahan-bahan logam digunung didalam kawasan Inti Hutan Besar. Pekerjaan ini dia lakukan sekali seminggu dan sesekali dia juga mengajak ayah mertuanya, kedua orangtuanya serta ibu Maya sekalian memberikan mereka pengalaman didalam Hutan Besar benua pulau Merah itu.
Sudah ratusan buah inti hewan buas mereka kumpulkan dan akan digunakan oleh anggota keluarga Am', demikian juga denga bahan tambang yang mereka gali dengan kekuatan spiritual mereka sudah ditampung didalam dunia jiwa milik YoLang. Juga dengan pohon kayu Maha Dewa ada beberapa yang berumur dibawah 50 tahun, dia tanam didalam dunia jiwa sedangkan yang sudah berumur 100 tahun keatas sudah mereka tebang dan dikumpulkan didalam dunia jiwa milik YoLang dan juga masih ada yang berada dicincin jiwa milik mereka masing-masing yang kalau disatukan jumlahnya sudah cukup untuk membuat/membangun ratusan kapal kayu dengan ukuran besar.
Sebulan telah berlalu, progress renovasi kapal Naga Laut sudah pada tahap pelapisan dinding badan kapal dengan besi baja, tempat para pendayung sudah selesa dibuat, demikian juga dengan baling-baling kapal yang berada diekor kapal bagian bawah sudah terhubung dengan sebuah roda disisi para pendayung melalui sebuah rantai dari besi baja. Cara kerja baling-baling itu adalah ketika para pendayung mengayuhkan dayungnya ke air itu juga akan mengerakkan tuas yang tersambung dengan roda, sehingga menggerakkan roda yang juga secara otomatis akan menggerakkan baling-baling dibawah kapal dan memberikan tambahan daya dorong kapal untuk bergerak. Teknik ini adalah yang pertama mereka buat selama ratusan tahun membuat kapal sehingga membuat pemimpin keluarga Am' kagum dan bangga kepada YoLang karena ide-idenya semakin menambah wawasan keluarga ahli pembuat kapal dibenua pulau merah ini.
Demikian juga dengan progress peningkatan kekuatan seluruh anggota keluarga Am' yang berlatih, mulai terlihat bakat-bakat yang ditunjukkan beberapa anggota keluarga mereka dari 121 orang yang berlatih ada 7 orang yang memperlihatkan bakatnya yang tinggi, termasuk didalamnya paman AmPhong (tingkat Merah Awal) dan anak perempuannya yang baru berusia 4 tahun (tingkat Hijau Akhir) kemudian dibarisan orang tua yang sudah lanjut usia diwakili oleh kakek AmHudi (tingkat Biru Akhir) dan adiknya kakek AmPhung (tingkat Biru Akhir) serta ada 3 orang muda yang kesemuanya sudah berada ditingkat Biru Mahir dan selebihnya para anggota keluarga Am' sudah berada ditingkat Hijau.
__ADS_1
YoLang yang melihat semua itu kemudian memberikan mereka cincin jiwa tingkat dasar-3 dan tingkat dasar-4 sesuai dengan kebutuhan masing-masing mereka, hanya kepada para pemimpin keluarga yang YoLang berikan tingkat tinggi temasuk kepada paman AmPhong. Kemudian YoLang mengeluarkan berbagai macam jenis senjata mulai dari tombak, pedang, belati, kapak dan busur panah untuk mereka memilih sendiri sesuai dengan keinginan mereka, dan semua senjata yang dia berikan berada ditingkat bumi dan tingkat langit sedangkan untuk senjata latihan sudah dia tempatkan didalam ruangan senjata yang kesemuanya berada ditingkat dasar.
YoLang juga mulai memberikan inti hewan buas kepada mereka yang sudah berada ditingkat merah karena dia menganggap pada tingkat itu sudah sama dengan tingkat awal ranah alam tinggi, sehingga dia merasa mereka sudah kuat dan aman untuk menyerap sebuah inti hewan buas. Dan setelah mereka berada di tingkat coklat YoLang berencana akan membuka kekuatan elemen bawaan mereka satu persatu, terutama elemen api yang akan sangat mereka butuhkan dalam pekerjaan pembuatan kapal besi dan jika mereka tidak memiliki elemen api bawaan akan ditransfer oleh YoLang dengan Api Ilahi miliknya. YoLang juga berniat akan mengajarkan beberapa anggota keluarga Am' dengan keahlian sebagai Tabib, Alkemis dan Penempa Senjata, hal ini akan dilakukannya sering dengan peningkatan kekuatan mereka. Untuk itu kepada semua anggota keluarga Am' dia sudah mentransfer pengetahuan tentang berbagai macam dan jenis tanaman herbal serta kegunaanya dalam dunia alkemis dan dunia tabib.
Disuatu pagi YoLang mendatangi dermaga pembuatan kapal dimana sang Naga Laut sedang mengalami perubahan bentuk badannya dari kayu menjadi besi, terlihat paman AmPhong sedang memberikan arahan kepada Piyo, Mailang dan Mayang yang sedang menyambungkan pelat besi baja dibadan kapal. Demikian juga dengan LoryMei, Mayang dan YoLun disisi lainnya melakukan hal yang sama karena hanya mereka yang saat ini memiliki elemen api yang digunakan untuk menyambungkan bahan besi baja tersebut,...
"Wah... hampir selesai...!", kata YoLang setibanya ditempat mereka yang sedang bekerja.
"Ehh... nak Yo...! ahhh... ini juga karena kerja keras keluargamu...! karena pada tahap akhir ini kami hanya menonton saja... dan yang melakukan pekerjaan mereka...!", kata paman AmPhong
"Seminggu lagi pasti beres...! bagaimana dengan bubuk mesiu untuk melontarkan bola api dari meriam...? apa sudah dapat resepnya...?", tanya paman AmPhong.
"Belum paman...! tapi saya mempunyai cara lain selain menggunakan bubuk mesiu...! hehehe...", kata YoLang.
__ADS_1
"Wah... apa itu nak...?", tanya paman AmPhong.
"Kekuatan spiritual paman....! seseorang yang sudah memiliki energi spiritual didalam tubuhnya sudah bisa melakukan hal itu...! prinsipnya sama dengan mengeluarkan kekuatan elemen secara bersamaan dengan kekuatan hawa murni...!", kata yoLang menjelaskan.
"Ditingkat apa sesorang bisa menggunakan kekuatan spiritual itu nak...?", tanya paman AmPhong.
"Diatas tingkat Emas Akhir atau Surgawi Awal diranah kekuatan Alam Tinggi...! ketika seseorang mulai menyerap energi spiritual", jelas YoLang.
"Hmm... tingkat kekuatan pamanmu masih terlalu jauh untuk mencapainya...! perlu kerja keras nantinya...! hehehe...", kata paman AmPhong.
"Paman tidak usah kuatir masalah itu...! paman dan yang lainnya hanya perlu memperkuat pondasi tubuh...! seringlah berlatih penguatan tubuh, otot dan tulang dan selebihnya saya akan membantu paman dan lainnya agar cepat naik tingkat...!", kata YoLang memberikan harapan.
Seminggu kemudian seluruh pekerjaan merenovasi kapal Naga Laut telah selesai, dan saat ini sedang dilukan uji kelayakan Kapal dengan berlayar selama 3 hari tanpa henti, dan dalam pelayaran itu semua peralatan dicoba yaitu peralatan pendayung yang dikayuh oleh 20 orang dengan 10 orang menempati sisi kiri dan 10 orang pada sisi kanan kapal. Kemudian melihat hasil kerja 2 buah baling-baling besi yang ditempatkan dibawah bagian ekor kapal, paman AmPhong melihat kecepatan kapal bertambah sampai 3 kali lipat dari yang sebelumnya saat hanya menggunakan layar. Kabar baik ini segera disampaikan kepada seluruh anggota keluarga, terutama YoLang sang pemilik kapal dan sebagai pencetus ide untuk menambahkan baling-baling dan pendayung.
__ADS_1
YoLang mendengar hal tersebut tersenyum puas dan merencanakan untuk membuat 2 buah kapal baru lagi dengan jenis dan ukuran yang sama. Dan dia mulai memantapkan seluruh anggota keluarganya di kota Sompoi ini baik dari segi tingkat kehidupan dan kekuatan mereka, karena dia mulai merencanakan petualangan selanjutnya.