
YoLang menemui 2 anggota pasukan Naga Emas yang masing-masing membawa anggota keluarga mereka, memasuki ruang pertemuan itu Yolang segera memeriksa keberadaan 4 orang dewasa tersebut baik pikiran, isi hati dan kondisi jiwanya. YoLang melihat banyak sifat kejujuran dan ketulusan hati dan tidak satupun niat jahat yang berada didalam hati dan pikiran mereka, dengan kondisi jiwa yang tenang dan tidak ada rasa dan niat untuk memberontak, setelah berada didekat mereka,...
"Salam kepada kedua paman dan kedua bibi... kenalkan nama saya YoLang...!", katanya memberi salam sambil memperkenalkan diri.
"Ah... salam tuan muda... saya Thio Sun kakak dari Thio Yung anggota pasukan tuan muda dan ini istri saya Lara... kami dari Kota Minyak didaratan bawah Benua Pulau Merah...!", kata paman Thio Sun memperkenalkan diri.
"Salam tuan muda... saya Kwee Tang orang tuan dari Kwee Chin anggota pasukan tuan muda dan ini istri saya Shang Sin... kami dari Kota Nagari ibukota Kerajaan WuYang didaratan atas Benua Pulau Merah...!", kata paman Kwee Tang.
"Ah... bagus... saya senang bertemu dengan paman dan bibi sekalian... bagaimana keadaan Benua Pulau Merah...?", tanya YoLang berbasa-basi.
"Baik baik saja tuan muda... hanya saja kami orang kecil yang tidak mempunyai harta dan bekerja seadanya untuk mencukupi kebutuhan hidup kami sekeluarga sehari-hari...", kata paman Thio Sun.
"Berapa putranya paman Thio Sun...? dan umur berapa...", kata YoLang.
"Putra saya baru berumur 6 tahun tuan muda... saat ini kami titipkan kepada kakek dan neneknya...", kata Thio Sun.
"Baik... kalau paman Kwee Tang dan bibi Shang Sin bagaimana keadaan Kota Minyak...?", tanya YoLang.
"Ah... sama saja tuan muda... kalaupun ada keributan itu karena ada beberapa anggota kelompok bajak laut yang lari dari kota Air Asin kekota kami dan membuat kekacauan...!", kata paman Kwee Tang.
"Kwee Chin putra kami satu-satunya yang menjadi bawahan tuan muda...", kata Kwee Tang.
"Hmm... bagus... saya mengundang kedua paman dan kedua bibi kesini... karena ingin mengetahui keadaan keluarga bawahan saya dan suatu saat saya akan berkunjung ketempat paman dan bibi sekalian...!", kata YoLang.
__ADS_1
"Ahh... kami akan sangat berterimakasih kalau tuan muda dapat berkunjung ketempat kami...!", kata Thio sun.
"Saudara Kwee Chin tolong panggilkan bibi Siti Han dan paman AmPhong untuk menemui saya disini...", kata YoLang.
"Baik tuan muda...", jawab Kwee Chin.
YoLang telah mengirimkan pesan suara kepada bibi Siti Han dan paman AmPhong untuk menyiapkan 4 buah cincin jiwa dasar-3 dan mengisinya dengan koin emas masing-masing cincin sebanyak 1 juta koin emas, 20 butir Pil Energi, 20 butir Pil Stamina dan sebuah Pedang tingkat Langit. Kemudian YoLang memperkenalkan Paman AmPhong kepada mereka sebagai orang yang akan mewakilinya diBenua Pulau Merah, dan kemudian bibi Siti Han membagikan 1 buah cincin jiwa kepada masing-masing mereka dan menjelaskan cara penggunaannya,...
"Nah sekaran kedua paman dan bibi silahkan beristirahat dulu dikediaman saya ini... nanti akan kembali kebenua pulau merah bersama saya... saudara Thio Yung dan Kwee Chin antarkan mereka untuk melihat-lihat kediaman kita atau kekota TangJun...!", kata YoLang.
"Baik tuan muda...!" kata kedua anggota pasukan Naga emas itu.
"Terimakasih tuan muda... kami permisi...!", kata mereka kemudian berlalu.
Beberapa saat kemudian terlihat mereka berdua memasuki ruang pertemuan tersebut,...
"Ada yang perlu disampaikan tuan muda...?", tanya paman Wang Yhu.
"Iya paman... kita bertiga akan segera berangkat keBenua Pulau Merah...! bersama Kwee Chin dan Thio Yung serta anggota keluarga mereka yang tadi... dan saya berharap sekembalinya kita dari sana... berita dari benua pulau biru sudah ada...!", kata YoLang.
"Baik tuan muda... saya akan mempersiapkan semua kebutuhan kita...", kata Jendral Wang Yhu.
"Bagus jangan lupa siapkan juga beberapa cincin jiwa yang sudah berisi barang seperti yang tadi... koordinasikan bibi Siti...!", kata YoLang.
__ADS_1
"Siap laksanakan tuan muda...", kata sang Panglima Pasukan.
"Paman AmPhong nanti setelah saya membuat gerbang portal dikedua tempat tersebut... coba usahakan sebisanya untuk mendapatkan tempat dikota Awan, Kota Tude dan Kota Bening... ingat jangan cari orang yang berhubungan dengan Pemerintahan... baik itu Kekaisaran, Kerajaan ataupun Walikotanya...", kata YoLang selanjutnya.
"Baik nak... paman akan konsultasikan dengan ayah...", kata paman AmPhong.
"Kalau tidak ada... mau tidak mau kita akan berusaha mencari sendiri disana... hanya saja kita akan memerlukan waktu yang agak lama... karena tidak mudah menemukan orang yang baik dan dapat dipercaya...!", kata YoLang.
Keesokan paginya YoLang membawa paman Wang Yhu, AmPhong, Kwee Chin, Thio Yung dan keluarga Kwee Tang serta keluarga Thio Sun kebenua pulau merah. Pertama mereka mendatangi kota Minyak tempat tempat keluarga Thio, YoLang meminta untuk mengumpulkan semua anggota keluarga Thio diKota Minyak tersebut untuk memeriksa keberadaan orang-orang tersebut. YoLang mengajak mereka untuk bergabung dan mengikutinya serta setia kepadanya dengan berjanji akan membuat keluarga Thio diKota Minyak tersebut lebih sejahtera, hal tersebut juga diperkuat dengan kesaksian salah satu anggota keluarga mereka yang sudah menjadi anggota pasukan Naga Emas yaitu Thio Yung. YoLang kemudian memberikan segel kesetiaan kepada semua anggota keluarga Thio, dan mentransfer kekuatannya kepada mereka juga memberikan modal yang cukup untuk membangun kembali kediaman mereka menjadi sebuah kediaman yang besar untuk mewakili Kediaman Naga Emas diKota Minyak tersebut,...
"Saudara Thio Yung untuk sementara kamu mendampingi anggota keluargamu disini... setelah renovasi kediaman keluarga Thio ini selesai kabari saya...", kata YoLang.
"Baik tuan muda...! saya akan melaksanakan semua perintah tuan muda...", kata Thio Yung.
"Saya atas nama keluarga Thio mengucapkan terimakasih kepada tuan muda YoLang...! kami tidak akan mengecewakan tuan muda...", kata Thio Sun yang menjadi pimpinan keluarga Thio atau Klan Thio di Kota Minyak tersebut.
"Bagus... saudara Thio Sun saya ingatkan... hanya satu hal yang saya paling benci diseluruh alam kehidupan ini... yaitu Penghianatan... dan tidak ada ampun bagi mereka yang berkhianat kepadaku...! sebaliknya kepada mereka yang setia... dengan segala kemampuanku akan kujadikan mereka sejajar dengan orang-orang Langit...!", kata YoLang menegaskan.
"Pergunakan gerbang portal ini untuk kepentingan bisnis anggota keluarga... siapkan beberapa anggota keluarga untuk mengawasi dan menjaganya secara bergantian... saya juga sudah membuat kubah perlindungan dikawasan kediaman Klan Thio ini... jadi tidak usaha kuatir masalah gangguan keamanannya... kalian hanya perlu berjaga dan mengawasi saja... jika ada hal yang mendesak pergunakan jimat pemanggil yang saya berikan itu...!", kata YoLang menjelaskan.
YoLang memberikan juga banyak Pil kepada Thio Sun untuk dibagikan kepada seluruh keluarga Thio yang berjumlah 7 keluarga dan total anggota keluarga sebanyak 28 orang dari anak kecil sampai yang sudah lanjut usia, dia juga mengatakan akan kembali membuat sarana latihan dan menara meditasi setelah renovasi kediaman Klan Thio tersebut sudah selesai, mereka juga diminta untuk membangun sebuah gedung yang besar untuk dijadikan tempat bisnis Perusahaan Dagang JinLong dan Paviliun Naga Emas. Kemudian YoLang melanjutkan perjalanannya ke Kota Nagari sebuah kota besar yang menjadi pusat Kerajaan Wuyang didaratan atas benua pulau merah, YoLang membuat hal yang sama kepada anggota keluarga Kwee atau Klan Kwee yang berjumlah 12 keluarga dengan total anggota keluarga sebanyak 34 orang dari yang masih anak-anak kecil sampai beberapa orang yang sudah lanjut usia..
Sementara itu paman AmPhong telah lebih dulu kembali ke Kota Sompoi untuk berkonsultasi dengan ayahnya yaitu kakek AmHudi, mereka akan mencari anggota keluarga yang mempunyai akses kekota yang diminta YoLang sebelumnya tempat dia akan membangun gerbang portal yaitu kota Awan dan Kota Tude yang berada didaratan bawah dan Kota Bening yang berada dibagian sebelah barat laut daratan atas benua pulau merah.
__ADS_1