Titisan Dewa

Titisan Dewa
YOLANG


__ADS_3

Tergesa-gesa dia berjalan mencari sang istri yang ternyata berada didalam kamar pribadi mereka, MaiLang yang sedang mengatur dan memasukkan beberapa pakaian kedalam lemari...


"Sayang... lihat ini...!", kata PiYo sambil menunjukkan selembar kertas yang penuh dengan coretan.


"Apa ini suamiku...? mmm... inikan namaku dan namamu kenapa dicoret coret begini...!", kata MaiLang yang bingung melihat kertas yang penuh dengan coretan tersebut.


"Cobalah kau baca yang aku lingkari... itu nama Putra kita...! bagaimana menurutmu...? bagus tidak...!", kata PiYo sambil memainkan kedua alis matanya keatas dan kebawah.


"Dari mana kau dapatkan nama ini...? dan apakah nama ini mempunyai arti tertentu...?", tanya sang istri.


"Hehehe... nama itu adalah gabungan dari akhiran nama kita... Yo dari PiYo dan Lang dari MaiLang... disambung jadi YoLang yang artinya... putra kita lahir dari gabungan kita berdua dengan harapan putra kita menjadi seorang yang jujur... pintar... dan berbakti kepada kita sebagai orangtuanya disertai harapan putra kita akan menjadi orang besar dan kuat untuk membela yang benar dan melindungi yang tertindas dimasa depan...!", kata PiYo menjelaskan.

__ADS_1


"Wuihhh... hebat kau suamiku...! aku semakin sayang padamu....", kata MaiLang yang memuji sang suami.


Tok... tok... tok...


"Nak... apakah kalian didalam...?", terdengar suara dari luar.


Krieeeekkk...


Pintu terbuka dan terlihat dua sosok perempuan paruh baya memasuki kamar dan sosok satunya sedang menggendong seorang bayi.


"Ohh... putraku YoLang kau haus nak...? mmhh...?", kata MaiLang sambil mengecup pipi putranya.

__ADS_1


"Ehh... YoLang...?", kata Muning dan SunWeng bersamaan.


"Iya ibu...! itu nama putra kami... YoLang...!", kata PiYo kemudian menjelaskan arti nama YoLang anaknya kepada ibu dan ibu mertuanya itu.


Kailang ayah Mailang juga seorang Alkemis Mahir tingkat 6 sedangkan ibunya bernama SunWeng yang selama 3 hari ini bersama Muning ibu PiYo bergantian merawat bayi mereka yang barusan diberi nama YoLang. Sore harinya PiYo kembali dari perguruan dan seperti biasanya langsung mandi dan duduk diruangan tengah paviliun untuk minum teh hangat favoritnya. Teh yang dikonsumsi oleh seluruh keluarga besar ini hasil racikan keluarga besar MaiLang yang adalah keturunan Tabib dan Alkemis, karena teh tersebut terbuat dari campuran beberapa tanaman herbal yang mengandung energi membuat orang yang meminumnya tetap sehat dan bertenaga.


Setelah selesai makan malam dan bersenda gurau dengan istri serta putranya, PiYo kembali melakukan meditasi untuk segera meningkatkan kekuatan dan kemampuannya dalam hal beladiri. Menjelang tengah malam kembali terjadi keanehan seperti sebelumnya tapi kali ini PiYo ditarik kesuatu tempat dimana sedang terjadi peperangan, PiYo mengambang diatas sebuah benteng pertahanan dan dibawahnya berbaris ribuan prajurit sementara dihadapannya berdiri seorang pria paruh baya yang seluruh tubuhnya memancarkan cahaya Merah. Sosok tersebut memakai jubah kebesaran selayaknya seorang Panglima Perang yang berwarna merah dengan corak hitam serta bergaris emas dan sebuah sulaman pedang dan tombak saling bersilangan di dada kiri kemudian berkata...


"Keserakahan telah mencemari Ada... Kekuatan tanpa sang Bijaksana tak akan bersinar didalam Ada... membasuh Hitam kembali Putih dan *menuju ke**Tiada**... Berkah untuk putramu sebagai Sang Terpilih... Ingatlah pesan si Bocah Sombong... karena Aku adalah Dewa".


Dalam dua hari sudah empat kali mengalami hal aneh dalam mimpinya dengan suasana yang hampir sama walaupun dengan tokoh yang berbeda beda, apakah ini berhubungan dengan terjadinya fenomena alam yang secara bersamaan dengan kelahiran putranya?, hanya kebetulan?, atau ini takdir untuk putranya!. Waktu mendekati tengah malam, terlihat lima titik cahaya terang bergerak melintasi angkasa membentuk garis, empat titik cahaya menghilang tersisa sebuah cahaya berwarna warni, berkelap-kelip dan semakin terang dan membesar mendekat seolah-olah akan menabrak bumi tapi kemudian tiba-tiba lenyap.

__ADS_1


Dalam mimpinya kembali PiYo merasakan satu kekuatan yang sangat besar menariknya kesebuah Istana yang megah berwarna putih, diseluruh dinding istana terdapat deretan rak kayu memanjang dan didalamnya berisikan jutaan kitab-kitab berbagai ukuran sedangkan dibagian atas rak kayu itu tampak tumpukan gulungan kertas, kulit kayu dan ada juga yang dari kain terikat rapi. Dengan masih duduk berposisi lotus namun mengambang diatas lantai dia berhadapan dengan sosok lanjut usia berambut putih memanjang sampai paha, jenggotnya yang putih terurai sampai dada sambil memegang tongkat emas berkepala cincin dan ditengahnya ada sebuah bola kecil yang warnanya berganti ganti sesuai urutan warna pelangi. Kemudian terdengar suara halus namun bergema diseluruh ruangan istana tersebut...


"Pengetahuan adalah Aku... sebelum Aku...,Tiada... dan sesudah Aku...Tiada..., Aku adalah Ada dan Ada adalah Baik dan Jahat... Bijaksana bagai Madu didalam Ada dan Keserakahan adalah Racun didalam Ada... sampai Kekosongan... ke**Tiada... Berkah untuk putramu yang Kami Pilih... Ingatlah pesan si Bocah Gila karena Aku si Bocah Suci adalah Dewa***".


__ADS_2