Titisan Dewa

Titisan Dewa
Menyerang Markas BaiZhu


__ADS_3

Malam telah larut dan dipinggiran kota BunNan terlihat sekelompok bayangan orang dengan pakaian ringkas bergerak perlahan sambil mengendap-endap dikegelapan malam, YoLang yang memimpin rombongan keluarga Lun segera memberikan tanda untuk masing-masing anggota keluarga yang telah diberikan tugas untuk bergerak keposisi mereka masing-masing. Beberapa sosok dengan kemampuannya melesat dengan cepat bagai cahaya kearah dimana mereka akan melakukan penyerangan, ada 2 sosok gadis yang terlihat terbang keatas langit dan menuju kesebuah gedung kediaman yang besar dan diatas dermaga pelabuhan disusul dengan beberapa orang yang perlahan mengendap-endap disela-sela bangunan itu.


YoLang masih ditempatnya berada kemudian mengeluarkan Jula siHitam dan Juli siPutih, 2 ekor Rajawali Dua Alam hewan Ilahi pelirahaannya,...


"Jula... Juli... bantu dan awasi nyonya-nyonya kalian... dan kedua mertuaku... hajar penjahat-penjahat itu... jangan biarkan mereka melukai junjunganmu...! bantu juga anggota keluarga lainnya jika terdesak...", perintah YoLang kepada kedua ekor rajawali itu yang menggangguk tanda mereka mengerti akan perintah tuannya.


"Bagus... pergilah...!", kata YoLang.


Whuukk... whuukk...


Whuukk... whuukk...


YoLang kemudian melesat keatas langit menuju arah dermaga pelabuhan dan terlihat kedua istrinya YoLun sudah berada diatas atap gedung besar itu dan Mayang masih melayang diatas langit dermaga pelabuhan, kedua mertuanya telah menempati posisi bagian sebelah kiri gedung utama dan disebelah kanan terlihat LunFai dan LunFei telah bersiap dengan mengeluarkan senjata tingkat Surgawi mereka. YoLang kemudian bersiul kuat dari atas langit memberikan tanda agar penyerangan dilakukan secara serentak agar membuat musuh menjadi panik dan kacau,...


Ssssuuuuuiiiiitttttttt......


Seketika serangan kekuatan spiritual dari anggota keluarga Lun membombardir kawasan pelabuhan kota BunNan dari berbagai arah,...


Whuuusss... Dhuuuaaarrr...


Whuuunngg... Bhooommm...


Whuuss... whuuss... whuuss...


Dhuuarr... dhuuarr... dhuuarr...


Whuung... whuung... whuung...


Bhoomm... bhoomm... bhoomm...


Dari atas langit dermaga pelabuhan Mayang telah memulai aksinya dengan meledakkan beberapa kapal layar berukuran kecil hingga terlihat 6 buah kapal layar berukuran kecil tersebut mulai tenggelam,...


"Cahaya Intan Menebar Pesona"


Shuutt... shuutt... shuutt...


Bhoomm... bhoomm... bhoomm...


"Cahaya Intan Membungkam Senyum"


Shyuurr... shyuurr... shyuurr...


Dhuuarr... dhuuarr... dhuuarr...


Kepanikan terjadi di gedung utama, gudang dan barak pasukan assosiasi Matahari Merah serta diarea dermaga pelabuhan dimana banyak dari mereka yang berjaga sudah mulai tidur karena hari sudah larut malam,...


"Penyerangan...


"Ada musuh...


Teriakan kepanikan datang dari pasukan tersebut, sementara itu anggota keluarga Lun tidak memberikan mereka kesempatan untuk balik menyerang karena serangan yang dilancarkan anggota keluarga Lun berdatangan dari berbagai arah dan juga datang dari atas langit. YoLang masih mengawasi dan melihat situasi penyerangan yang dilakukan oleh anggota keluarganya, kemudian dia mengirim pesan suara kepada kedua istrinya dan kepada kedua mertuanya,...

__ADS_1


"Sayang,... yang sudah dilumpuhkan tarik saja dan masukkan kedalam ruang dimensi cincin jiwa... mereka bisa menjadi pasukan boneka kita...", kata YoLang kepada kedua istrinya.


"Ayah... Ibu... sebisa mungkin untuk melumpuhkan anggota pasukan mereka... tarik dan masukkan kedalam ruang dimensi cincin jiwa... nantinya mereka akan berguna untuk kita...", kata YoLang.


Dari atas langit YoLang melihat 2 buah kapal besar yang berbendera asing perlahan mulai menarik tali ikatannya didermaga, pertanda kedua kapal tersebut akan segera bergerak untuk meninggalkan dermaga pelabuhan kota BunNan. YoLang tanpa berpikir panjang lagi segera mengirim serangan spiritualnya untuk membakar layar-layar utama dan mematahkan tiang-tiang utama kedua kapal tersebut,...


"Pedang Naga Api"


Whhuuzzz... whuuzzz... whuuzzz...


Dhuuaarr... dhuuaarr... dhuuaarr...


"Tebasan Seribu Pedang Surgawi"


Whhuuzzz... whuuzzz... whuuzzz...


Bhoomm... bhoomm... bhoomm...


"Bajingan... siapa yang menyerang kita...? siapkan busur panah dan serang balik...!", teriak seorang diatas kapal itu.


"Dimana musuhnya...?", kata yang lain yang bingung mencari musuh yang menyerang kapal mereka.


Sementara itu digedung utama kediaman BaiZhu siJubah Merah yang telah berada dikamar tidurnya, kembali meloncat keluar karena mendengar keributan dan suara-suara ledakan yang terjadi diluar kediamannya itu,...


"Brengseeekk...! ada apa ini...?", katanya kemudian berlari keluar kamar dan berteriak memanggil kedua pembantu utamanya disebuah kamar.


Brruuuaaakkk...


"Ahh... tuan Zhu...! baik... baik... kami bangun...! hahhh... suara keributan apa itu...?", tanya mereka yang terlihat masih setengah sadar.


"Bodooohhh... ! kita sedang diserang musuh...! bangun dan cepat lihat keluar sana...!", kata BaiZhu yang terlihat sudah marah.


Whuuusss... Dhuuuaaarrr...


Whuuunngg... Bhooommm...


Whuuss... whuuss... whuuss...


Dhuuarr... dhuuarr... dhuuarr...


Whuung... whuung... whuung...


Bhoomm... bhoomm... bhoomm...


Suara ledakan diluar kediaman terdengar semakin gencar sahut-menyahut memporak-porandakan gedung dan kawasan pelabuhan itu yang menjadi tempat kediaman dan markas dari Assosiasi Matahari Merah pimpinan BaiZhu siJubah Merah, suara teriakan, tangisan dan keluhan dari anggota kelompok Assosiasi Matahari Merah terdengar silih berganti dan beberapa dari mereka tewas hancur tak berbentuk dan ada juga sebagian yang berubah menjadi kabut darah akibat serangan spiritual dari anggota keluarga Lun,...


"GongBu... pria dan wanita itu musuh... serang yang pria... aku tangani wanita itu...!", kata GongBa yang melihat LunPing dan Maya yang sedang menghajar anggota pasukan Matahari Merah diluar gedung kediaman BaiZhu sambil mengeluarkan pedang mereka.


Sriiinngg...


Hiaattt...

__ADS_1


"Ilmu Pedang Matahari"


Whuuss... whuuss... whuuss...


Dhuuaarr... dhuuaarr... dhuuaarr...


Chiiiaattt...


"Pedang Menghisap Darah"


Whuunngg... whuunngg... whuunngg...


Bhoomm... bhoomm... bhoomm...


GongBu dan GongBa langsung menyerang dengan kekuatan spiritual mereka kearah LunPing dan Maya, dengan teknik Langkah Cahaya dan Langkah Petir kedua mertua YoLang itu melesat menghindari serangan yang datang dari kedua pembantu utama BaiZhu.


"Langkah Cahaya"


Whuuzzz... whuuzzz... whuuzzz...


"Langkah Petir"


Whuuzzz... whuuzzz... whuuzzz...


Kemudian LunPing membalas serangan itu dengan teknik yang diberikan YoLang kepadanya,...


"Tebasan Seribu Pedang"


Whhuuzzz... whuuzzz... whuuzzz...


Bhoomm... bhoomm... bhoomm...


Sementara itu Maya menyerang dengan teknik yang diajarkan Dewa Naga Gurunya, serangan Pedang Spiritual dengan kekuatan elemen Api disertai elemen Angin yang sangat kuat,...


"Pedang Naga Api"


Swhuuzzz... swhuuzzz... swhuuzzz...


Dhuuaarr... dhuuaarr... dhuuaarr...


Bhuuukkk...


Aahhkkk...


"Se... setan keriting... perempuan ja.. j@l4ng...! a.. awas kau...!", teriak GongBa yang terlempar dan jatuh diatas tanah akibat mendapat sebuah tebasan pedang spiritual dari serangan yang dilakukan Maya hingga melukai tangan dan sebagian tubuhnya.


"Kakaaakkk... ! kamu tidak apa-apa...? pulihkan staminamu obati dulu lukamu biar aku yang melawan mereka berdua...!", kata GongBu yang seketika membantu kakaknya GongBa saat terlempar dan terjatuh diatas tanah.


Dipihak LunPing dan Maya kembali melancarkan serangan mereka, tidak membuang-buang waktu lagi karena mereka melihat semakin banyak anggota Assosiasi Matahari Merah yang keluar dari kediaman mereka. Sementara itu ditempat lain yaitu dibagian gudang dan barak anggota pasukan Assosiasi Matahari Merah, kakek Lun Wei dan Lun Da serta dibantu oleh 6 orang anggota keluarga Lun lainnya mulai menguasai situasi disana karena telah menawan 24 orang anggota pasukan Matahari Merah dan telah menghancurkan barak pasukan serta 2 buah gudang besar dan 5 buah gudang kecil serta menewaskan puluhan anggota pasukan assosiasi matahari merah tersebut. Dibagian sebelah kanan kediaman BaiZhu terlihat LunFai dan LunFei juga telah melumpuhkan 40 orang anggota pasukan matahari merah dengan 21 orang tewas dan 19 orang lainnya terluka dan tertawan oleh mereka berdua.


Demikian juga dibagian sebelah kiri yang sebelumnya sudah dibantai habis oleh LunGon dan Maya, terlihat LunGon sedang menghancurkan bangunan gedung disekitar kediaman itu dan kemudian Maya bergerak membantu sang suami LunPing dan bersama melawan kedua pembantu utama BaiZhu yaitu GongBa dan GongBu.

__ADS_1


__ADS_2