Titisan Dewa

Titisan Dewa
Jari Dewa


__ADS_3

Selain itu YoLang juga melihat dalam pikirannya ribuan pengetahuan tentang sakit penyakit dan teknik pengobatannya (profesi tabib), juga ada 2 buah teknik beladiri juga digunakan untuk pengobatan, yaitu teknik 'Jari Dewa' adalah teknik penyaluran energi spiritual kesepuluh jari tangan membentuk pisau energi untuk menyerang lawan juga digunakan ketika melakukan pengobatan akupunktur dan kedua teknik 'Telapak Kapas' yaitu teknik bertarung tangan kosong memanfaatkan daya serang dari kekuatan lawan kemudian membalikkan serangan tersebut kepada lawan dan juga sebagai teknik pengobatan untuk melancarkan peredaran darah, memperbaiki dan menyembuhkan gangguan pada tulang dan otot makhluk hidup.


"Itu semua pengetahuan yang kumiliki yang dapat kuberikan kepadamu untuk bekal tugasmu dimasa depan... selain itu terimalah benda benda ini...!", kata gurunya yang kedua siBocah Jelek sang Dewa Obat kemudian menyerahkan beberapa benda...


"Yang pertama adalah 'Jarum Emas'... ini adalah jarum untuk digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit dengan teknik pengobatan 'Akupunktur' yang dipadukan dengan teknik 'Jari Dewa'... dan kedua adalah 'Tungku Hua' tingkat Ilahi adalah wadah untuk pembuatan Obat/Pil tingkat Kuno dan tingkat Surgawi yang menghasilkan Obat/Pil kualitas Tinggi serta kualitas Dewa... dan yang ketiga adalah 'Inti Kristal Api' untuk menguatkan elemen api milikmu hingga ketingkat tertinggi sesuai dengan tingkat kekuatanmu karena dalam proses pembuatan Pil sangat tergantung dengan kekuatan api baik itu kualitasnya juga kecepatan waktu peracikan...!", kata sang Dewa Obat menjelaskan.


"Terimakasih Guru... Murid menerima dan akan menjaga dengan baik semua pemberian guru...!", kata sang murid sambil memasukkan 'Tungku Hua' dan kotak giok berisi ratusan batang 'Jarum Emas' kedalam cincin jiwanya.


"Bagus muridku... sebagai langkah pertama kau seraplah kandungan Energi Kekuatan yang terkandung di dalam 'Inti Kristal Api' itu terlebih dahulu kemudian mulailah memahami semua pengetahuan yang kuberikan sampai sempurna... nah...lakukanlah...!", kata gurunya.


Duduk bersila dengan posisi lotus, YoLang mulai menyerap Energi dari Inti Kristal Api dihadapannya. Perlahan dia merasakan aliran energi sangat panas memasuki tubuhnya, kekuatan elemen api miliknya sekarang berada di tingkat Puncak dan masih ada dua tingkatan kekuatan diatasnya yaitu tingkat Kuno dan tingkat Surgawi.


Lima hari berlalu dan energi dari Inti Kristal Api telah habis terserap olehnya, YoLang sementara menstabilkan energi panas dalam tubuhnya dan dia dapat melihat seluruh kekuatan energi panasnya tertampung semua di Dantian Tengah yang terletak diorgan Hati. (Dantian Tengah terletak di Hati untuk menampung seluruh jenis Kekuatan Elemen, Dantian Atas terletak di Dahi antara kedua alis mata tempat Kekuatan Jiwa dan untuk mengendalikan semua jenis Kekuatan yaitu Kekuatan Energi Spiritual, Kekuatan Elemen dan Kekuatan Jiwa dan Dantian Bawah terletak 3 inci dibawah Pusar tempat penampungan Energi Spiritual yang luasnya tidak terhingga sesuai dengan tingkatan kekuatan).


Setelah memposisikan seluruh kekuatan energi yang dimilikinya, dia mulai melihat dalam pikirannya untuk memahami seluruh pengetahuan baru pemberian guru keduanya Dewa Obat siBocah Jelek yaitu pengetahuan tentang ribuan jenis tanaman herbal yang terdapat disetiap alam serta tingkatan tanaman herbal tersebut yang sesuai dengan tingkatan kekuatan alam, juga dengan jenis dan nama Pil serta kegunaannya dan jenis herbal atau bahan untuk membuat Pil tersebut.


Demikian juga pengetahuan tentang berbagai jenis penyakit dan luka kemudian cara pengobatannya serta obat/Pil yang dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakit atau luka dimaksud, juga bagaimana cara mengkombinasikan teknik 'Jari Dewa' dan teknik 'Telapak Kapas' dalam pengobatan.


"Ahh... untuk menguasai teknik-teknik ini membutuhkan kekuatan jiwa yang sangat besar juga ketenangan dan kestabilan energi...!", kata sang murid dalam hati.


Sementara itu sang Guru, Dewa Obat atau julukannya siBocah Jelek sedang membuat sebuah Array Formasi dalam pondok diatas pohon tersebut dan melihat muridnya masih khusuk dalam meditasinya. Keesokkan harinya YoLang terbangun dari meditasinya dan melihat gurunya yang sedang menatapnya sambil tersenyum,


"Bagaimana muridku...! apakah sudah kau pahami semua pengetahuan itu...?", kata sang guru.


"Sudah guru...! dan murid siap untuk mulai berlatih...!", kata sang murid.


"Baik... persiapkan dirimu... aku akan menuntunmu sampai kau menguasainya dengan sempurna...!", kata sang guru selanjutnya.


Seketika sang guru dihadapannya menghilang...


Whuuuzzzz...


whuutt... whuutt... whuutt...

__ADS_1


Dan muncul 3 sosok memakai topeng tengkorak berwarna hitam dan menggunakan berbagai macam senjata ditangan mereka. dengan segera YoLang melesat menghindar secepat cahaya...


"Langkah Cahaya"...


Whuusss... whuusss...


Hiaattttt...


Dengan gerakannya secepat cahaya YoLang melakukan hindaran sambil melakukan tebasan Pedang Cahaya kearah tiga sosok bertopeng tersebut,...


"Ehh...


Tapi semua tebasannya hanya mengenai tempat kosong karena setiap tebasan pedang akan mengenai tubuh mereka seketika sosok itu menghilang dan muncul disisi lain kemudian melakukan penyerangan kearah YoLang, walaupun setiap serangan belum mencapai kulitnya YoLang merasakan seperti sengatan petir yang menggigit dikulitnya.


Kemudian YoLang mengerahkan kekuatan spiritualnya sambil kembali menyerang,


Hiiiaaaatttttt...


"Ingat tujuan latihanmu...! gunakan indera perasa spiritualmu... dan gunakan semua pengetahuan yang ada padamu... jangan melakukan tindakan yang sia-sia...!", terdengar suara gurunya didalam pikirannya.


"Hmm... penguatan jiwa... aahhh... ini ilusi...!", tersadar YoLang langsung duduk bersila membiarkan tiga sosok tersebut menyerangnya.


Dalam keheningan dia berusaha untuk menetapkan hati untuk tidak melawan, padahal suara desiran serangan senjata tajam jelas terdengar ditelinganya. YoLang merasakan sakit disemua permukaan kulitnya akibat serangan spiritual dari tiga sosok tersebut yang semakin lama terasa semakin sakitnya sampai menembus dagingnya.


YoLang memusatkan pikiran dan mengalirkan energi spiritualnya, menguatkan hati, pikiran dan perasaanya untuk menghilangkan perasaan takut dan sakit dimana dia sedang diserang tapi tidak melakukan perlawanan.


"Buka matamu jangan jadi pengecut...!" kata suara itu lagi dalam pikirannya.


Haahhh...


YoLang membuka matanya dan masih melihat 3 sosok bertopeng hitam masih menyerangnya dengan beringas, satu jam kemudian 3 sosok tersebut menghilang dan berganti dengan datangnya ribuan semut api yang perlahan bergerak mengarah ketempatnya kemudian naik ketubuhnya dan mulai menutup tubuhnya, dia mulai merasakan sengatan dari ribuan semut api tapi semua itu tidak nyata, semua hanya untuk menguji ketahanan jiwanya.


3 jam berlalu dan kali ini ada sosok naga hitam bermata merah dengan tiga tanduk dikepalanya meliuk-liuk mengitari tempat YoLang duduk bersila,

__ADS_1


Ggrrroooaaarrrr.... brruuusssss....


Sosok naga menyemburkan api merah, terlihat mengerikan dan mematikan jika terkena semburan api dari sosok naga itu, dan sekali lagi dia sudah mengetahui bahwa serangan dari sosok mengerikan itu adalah sebuah ilusi. Berbagai situasi dialaminya selama kurang lebih 10 jam dan kesemuanya dilalui dengan sempurna.


"Bagus muridku... sebuah awal yang baik mari kita lanjutkan...!", kata sang guru.


"Berusahalah menerima semua yang akan kulemparkan kepadamu dengan baik dan jangan sampai pecah... bersiaplah...!", kata gurunya.


YoLang memantapkan diri bersiap untuk segala kemungkinan memikirkan benda apa yang akan dilemparkan sang guru padanya, kemudian dia melihat 2 buah keranjang penuh berisikan ratusan butir telur ayam dan secepat kilat gurunya mulai melempar telur telur itu kearahnya.


"Tangkap dengan satu tanganmu... dan letakkan disampingmu... gunakan semua kemampuanmu...!", kata sang guru sambil melempar telur-telur itu.


YoLang walaupun sudah menggunakan kemampuan dan teknik cahaya yang dimilikinya masih belum bisa menangkap telur-telur itu dengan baik, dengan puluhan telur yang pecah melumuri kepala dan pakaian yang digunakannya.


"Gagal... pusatkan pikiranmu... dan ulangi dari awal...!", kata sang guru kecewa.


Shuutt... kraakk...


Shuutt... kraakk..


Shuutt... zheeb...


Shuutt... kraakk...


"Ahh... Ulangi...!", kata sang guru.


Shuutt... zheeb...


Shuutt... zheeb...


Shuutt... kraakk...


YoLang mulai gundah karena berpikir bagaimana menangkap telur agar tidak pecah padahal semua kemampuannya telah dia gunakan, tapi dia berusaha tetap tenang dan memantapkan lagi tekadnya untuk menangkap semua telur dengan baik. Sudah sepuluh kali berulang masih ada 1 ~ 3 buah telur yang pecah hingga kali yang 15 dia berhasil menangkap semua telur tanpa ada yang pecah satupun.

__ADS_1


__ADS_2