Titisan Dewa

Titisan Dewa
Pesan Guru


__ADS_3

Sekembalinya dari Alam tinggi, YoLang kembali mengasah seluruh kemampuan dan kekuatannya, pertumbuhan tingkat kekuatannya terasa mulai melambat karena tingkatannya sudah berada diatas satu tingkat kekuatan puncak alam Fana, konsumsi energi alam yang dibutuhkan sangat besar untuk naik 1 tahap kecuali dia menyerap energi yang lebih tinggi seperti energi Spiritual, energi Dewa atau energi Semesta yang keberadaan energi tersebut dialam tinggi dan diatasnya.


Setahun kemudian...


RexoLin bayi laki-laki berumur 1 tahun putra paman Randang dan bibi Rose serta LoryMei adik perempuan YoLang yang juga berusia 1 tahun, sedang belajar berjalan dituntun oleh Rose dan Mailang kedua ibunya. Saat ini kedua anak kecil itu menjadi perhatian keluarga besar karena kelucuan yang ditampilkan oleh keduanya, terlebih yang putra adalah anak pertama dan yang putri anak kedua yang menjadi penghibur dikeluarga PiYo dan Mailang karena putra pertama jarang berada di paviliun keluarga.


YoLang sedang berendam dalam sebuah tong kayu berisi air ramuan herbal penguat otot tubuh yang sedang mendidih karena terlihat dibawah tong kayu itu masih ada bara api, ini adalah salah satu latihan penguatan jiwa selain melakukan meditasi dalam air. Saat ini diusianya 7 tahun dengan kekuatan berada setingkat lebih tinggi dari kekuatan puncak alam fana dan sudah kurang lebih dua tahun menempa tubuh dan kekuatannya dengan tanpa mengenal lelah berlatih dibawah bimbingan sang guru Dewa Cahaya.


"Muridku... sudah semua yang kumiliki telah ada padamu... ingat 'musuh utamamu adalah dirimu sendiri' pengendalian hawa nafsu adalah kunci utama melawan bayangan hitam yang ada dalam hati dan pikiranmu makanya sejak dini kamu diproses... dipoles... dan ditempa... untuk menyiapkan dirimu... karena kami belajar dari masa lalu...!", kata sang guru.


"Murid sepenuhnya memahami pesan guru...!", kata YoLang sambil membungkuk hormat.


"Rendahkanlah dirimu... angkatlah mereka yang dibawah sejajar denganmu dan berlututlah hanya didepan ayahmu, ibumu dan gurumu... jangan berhenti belajar sebelum putus nafasmu ambil semua ilmu dan berbuatlah kebajikan... tidak ada ilmu yang jahat yang ada adalah orang yang menggunakan ilmu itu dengan tujuan berbuat jahat...! ingat semua baik baik...! saat ini latihanmu telah selesai denganku... tapi aku tetap mengawasimu dan kita akan bertemu lagi nanti...!", kata sang guru kemudian menghilang dari hadapannya.


"Terimakasih Guru untuk semua berkah dan ilmu yang kau berikan...!", kata sang murid sambil hormat bersujud.


Dalam keheningan malam, YoLang merenung merefleksikan kembali perjalanan hidupnya selama 3 tahun sebelumnya dari seorang balita tak berdaya menjadi seorang anak kecil dengan kekuatan melebihi kekuatan puncak alam Fana. Keesokan paginya YoLang dengan latihan rutinnya, tiada kata berhenti untuk latihan dan belajar seperti kata gurunya sang Dewa Cahaya siBocah Tampan.


Di Paviliun keluarga PiYo dan MaiLang sedang bercanda ria dengan LoryMei adiknya YoLang yang mulai lancar berbicara,...


"Putri ibu yang cantik mau belajar beladiri... nanti diajari sama kakakmu biar jadi dewi...!", kata MaiLang.


"Tidak mau... takut darah... Lory mau jadi seperti kakek Rou... bisa bikin obat... nanti kalau ayah ibu sakit Lory buatkan obatnya...", kata putri kecil itu.


"Sama saja nak... tukang bikin obat itu butuh Tenaga Dalam dan tenaga dalam harus latihan seperti beladiri....!", kata PiYo sang ayah.

__ADS_1


"Begitu ya...? mmm... kalau begitu Lory belajar meniup suling saja... Lory takut berkelahi...!", kata si bocah.


"Hahaha... sekarang kamu main-main saja dulu... nanti kalau umurmu sudah 5 tahun baru ayah ajarkan dasar-dasarnya...!", kata PiYo.


Canda dan tawa keluarga dipagi hari itu semakin semarak dengan kehadiran kakaknya sambil menunjukkan kemampuannya bersalto kedepan dan kebelakang membuat siputri kecil girang melihat kebolehan kakaknya,


"Wah... kakak hebat... kak... ajari aku... aku mau guling-guling diudara juga...!", kata sang adik.


"Hehehe... kamu masih kecil dek... tunggu beberapa tahun lagi kakak ajari sampai jadi Dewi kota Klentang...!", kata sang kakak sambil memainkan matanya.


"Janji ya kak... aku mau makan banyak biar cepat besar... Ibu... aku mau makan sekarang ayo bu...!", desak sang putri.


hahaha...


Suara tawa riuh dari mereka melihat tingkah LoryMei, suasana bahagia menyelimuti keluarga PiYo dan MaiLang bersama putra putrinya sampai siang hari. Setelah makan siang bersama, PiYo dan YoLang saling bertukar pikiran tentang beberapa hal masalah perkembangan Perguruan Belati Emas dan Kota Klentang. Menjelang malam YoLang berpamitan menuju pondok untuk melakukan latihan dan meditasi.


Brruuukkk...


Uuhhh...


YoLang kaget karena melihat cahaya kehijauan yang berada didepannya, sambil menutup matanya dengan punggung telapak tangan dia melihat dihadapannya kini duduk bersila sosok pria paruh baya yang sedang menatapnya...


"Putra Terpilih...! akhirnya kita bertemu juga... sudah 1 juta tahun kami menunggumu nak... jangan takut dan kembalilah duduk dengan baik...!", suara bergema dari sosok didepannya.


YoLang kembali duduk bersila sama seperti sosok didepannya dan perlahan cahaya kehijauan didepannya meredup dan terlihat dengan jelas sosok tersebut memakai baju panjang terbungkus jubah hijau berkilau seperti daun berembun terkena cahaya sinar matahari.

__ADS_1


"Maafkan aku orang tua yang budiman...! jika belum mengetahui siapa gerangan...?", kata YoLang dengan sopan.


"hohoho... anak baik dan santun... seperti yang diharapkan...!", kata sosok tersebut sambil tertawa.


"Hmm... maafkan aku orang tua jika mendahului... apakah orang tua teman guruku...? Dewa Cahaya...?", tanya YoLang.


"Anak Cerdas...! baiklah... dengarkan aku nak...! aku adalah Dewa Obat sibocah Jelek dan kami yang memilihmu semenjak kau berada dalam kandungan ibumu... kamu sudah mengetahui sebagian dari siBocah Tampan gurumu yang pertama Dewa Cahaya... kenapa kami memilihmu dan apa tujuannya...?", kata Dewa Obat siBocah Jelek.


Dengan serius YoLang menyimak dan mulai berandai andai apa yang akan terjadi kedepannya dengan sosok yang berada didepannya? mengingat bagaimana awal pertemuannya dengan guru pertamanya.


"Pertama... aku telah bertemu dengan ayahmu sebelumnya dan memberitahu siapa kamu dan kini aku kembali datang untuk kedua kalinya dialam Fana ini...!",


"Kedua... tujuanku sama seperti siBocah Tampan... yaitu mempersiapkan dirimu menjadi penjaga keseimbangan diAlam Semesta ini... kau disiapkan sejak kamu masih polos... putih seperti kertas... kemudian membentukmu dengan semua bekal keperluanmu dimasa yang akan datang... tugasmu sangat berat nak...! tapi dengan keyakinan kami... serta melihat proses awal kami sangat optimis... untuk itu saya sudah datang untuk bertanya...! apakah kamu siap menerima pelajaran dan menjadi muridku...?", kata sosok yang mengaku Dewa Obat siBocah Jelek.


"Murid bersedia menerima pelajaran dari Guru...!", kata YoLang sambil bersujud 3 kali dihadapan Dewa Obat siBocah Jelek.


"Bagus... mulai saat ini kau harus memanggilku Guru dan kau harus bersumpah dan berjanji untuk mengikuti semua petunjuk dan nasehatku serta bersedia melaksanakan tugas yang diberikan Alam Surgawi kelak saat kau siap...!", kata sang Guru.


"Saya YoLang putra PiYo dan MaiLang Bersumpah dan Berjanji akan melaksanakan perintah Surgawi ketika saya siap serta melakukan dan mengikuti semua petunjuk dan nasehat Guru...!",


Jeeedeeerrrrr...


Alam Surgawi kembali menerima Sumpah YoLang yang kedua kali dengan mengirim Petir Surgawi.


"Sekarang mendekatlah muridku...!".

__ADS_1


YoLang menghampiri guru resmi keduanya posisi tetap berhadapan kemudian tangan gurunya menyentuh kepala YoLang dan seketika kepala YoLang dan tangan gurunya diselimuti cahaya hijau, sambil menutup mata YoLang mendapat banyak ingatan tentang pengetahuan seluk beluk alam semesta, berbagai macam, bentuk dan jenis bahan pembuatan obat dan pil dan tidak terbatas pada tanaman herbal saja ada air, darah, organ dalam/luar dari hewan dan lain-lain (Profesi Alkemis).


__ADS_2