
Seluruh anggota keluarganya menyambut gembira dengan dibangunnya gerbang-gerbang teleportasi ditempat mereka, sehingga mereka bisa saling berkunjung dan hanya kearah kapal Naga Laut saja yang tidak setiap saat mereka datangi kecuali saat sedang berlabuh disuatu pelabuhan. Dengan keberadaan gerbang telepotasi tersebut juga meningkatkan bisnis keluarga besar YoLang baik yang berada di benua pulau hijau maupun di benua pulau merah. Hanya di benua pulau biru ini YoLang belum memastikan tempat yang akan dia letakkan gerbang teleportasinya, dia masih berpikir untuk memindahkan beberapa keluarganya dari benua pulau hijau atau benua pulau merah dan menempati sebuah lokasi yang akan dia beli lahannya dan akan dia bangun sama seperti dia membangun desa YaoYo di daratan utara benua pulau hijau.
Tapi yang menggembirakan YoLang barang-barang bisnis dari desa YaoYo telah berdatangan di Kapal Naga Laut yang masih berlabuh di pelabuhan kota Choi, demikian juga dengan ratusan ekor kuda tunggangan dari kota Klentang hasil tangkapan anggota keluarganya di Hutan Tembo. Kemudian sudah terjalinnya kontrak perjanjian pembuatan kapal layar dari bahan besi baja oleh beberapa pedagang besar di benua pulau biru dengan keluarga Am' di benua pulau merah, dan tak lupa 4 buah kapal sitaan-nya dari para bajak laut di pulau karang hitam telah dia serahkan kepada kakek AmHudi untuk direnovasi seperti kapalnya Naga Laut hanya saja kapal-kapal tersebut dia fokuskan untuk bisnis penumpang dan pengangkutan barang.
Ditengah kesibukan anggota keluarganya menjalankan bisnis di benua pulau biru, YoLang bersama YoLun saat malam hari berkeliling menjelajah Kekaisaran BooLung dan Kerajaan-kerajaan yang berada dibawahnya seperti di daratan barat dengan Kerajaan Shu, di daratan selatan ada Kerajaan Loi, dan disebelah timur dengan Kerajaan Wesu serta Kerajaan Kunir yang berada di Kota Chai daratan utara. YoLang telah menandai tempat-tempat strategis agar mudah diingat, sekaligus memeriksa keadaan dan kondisi daerah-daerah tersebut dan hanya mendapati 1 daerah yang selain banyak penduduknya juga terdapat sosok-sosok yang kuat disana karena banyak diantara mereka kekuatannya telah berada diranah Alam Tinggi/Alam Kultivator yaitu di daratan Barat tempatnya para pendatang dari benua besar. YoLang mulai menyiapkan anggota keluarga yang akan menyelidiki daratan bagian barat ini sekaligus mencari informasi.
Ijin berlabuh dikota Choi masih tersisa 2 hari lagi, YoLang telah memberitahukan kepada seluruh anggota keluarganya untuk segera menyelesaikan semua urusan bisnis di Kota Choi karena mereka akan segera berlayar menuju pelabuhan kota Shang, yang adalah pelabuhan terbesar di benua pulau biru ini dan juga kota Shang adalah kota terbesar dan teramai karena aktivitas perdagangan yang tinggi menjadikan kota tersebut sebagai kota dagang terbesar. Saudagar-saudagar besar di Kota Shang memiliki selusin pengawal dengan tingkat kekuatan yang tinggi bahkan ada yang sudah berada ditingkat ranah alam tinggi, sehingga sebelum pelayaran YoLang telah memberikan perhatian kepada anggota keluarganya untuk berhati-hati jika akan melakukan aktivitas bisnis di kota itu.
Semua aktivitas bisnis di Kota Choi telah mereka selesaikan dan kapal Naga Laut telah siap untuk kembali berlayar, sang Kapten Kapal telah memerintahkan kepada anak buah kapalnya untuk segera melepaskan tali penambat kapal di dermaga dan para pendayung telah bersiap ditempatnya. Layar telah terkembang dan perlahan kapal layar Naga Laut bergerak meninggalkan pelabuhan kota Choi menuju kota Shang di daratan bagian barat dengan mengitari sepanjang perairan utara benua pulau biru, dalam pelayaran kali ini terdapat beberapa anggota keluarga dari desa YaoYo yakni kakek MuChin, MuHoa dan MuFeng yang sebelumnya membawa barang-barang dagangan dari daratan utara benua pulau hijau yang diperdagangkan di Kota Choi sekaligus kakek MuHoa membawa semua tanaman herbal yang sudah menumpuk di gudang Wisma desa YaoYo untuk diserahkan kepada YoLang.
Kesempatan tersebut digunakan oleh YoLang untuk mengumpulkan seluruh anggota keluarganya untuk mempertemukan mereka dengan 3 petinggi desa YaoYo yang juga sudah dianggap keluarga oleh YoLang, dalam pertemuan itu mereka saling berbagi cerita bagaimana berdirinya desa YaoYo sehingga menambah keakraban diantara mereka apalagi dengan adanya gerbang portal yang sudah menghubungi semua tempat dimana orang-orang terdekat YoLang berada. Kepada mereka juga telah diberikan tugas masing-masing yaitu untuk keluarganya dari desa YaoYo menampung semua bahan kulit hewan buas dan mulai melakukan penambangan di lokasi baja karbon berada dan juga YoLang menyampaikan rencananya untuk merintis jalan sampai ke pantai timur daratan utara dari arah danau Es untuk dibuat sebuah pelabuhan yang akan menjadi basis armada lautnya kelak.
"Kakek MuChin... nantinya pekerjaan perintisan jalan kearah pantai timur akan dibantu oleh anggota keluarga dari kota Klentang... kita membangunnya secara perlahan saja... karena 6 buah kapal yang saya pesan sedang dalam proses pembangunan...!", kata YoLang.
__ADS_1
"Nak... kamu semakin membuat kami kagum...! semua yang kau pikirkan hanya untuk banyak orang...! saya melihat kedepannya desamu YaoYo akan menjadi sebuah kota yang besar nantinya... apalagi dengan adanya pelabuhan itu...!", kata kakek MuChin.
"Hehehe... kakek terlalu memuji...! dan satu hal penting lagi... saya melihat tingkat kekuatan kakek semua sudah berada ditahap puncak Alam Fana...! hanya perlu beberapa dorongan lagi untuk menerobos ranah alam tinggi... untuk itu setelah kita sampai di pelabuhan berikutnya...? saya akan membantu semua yang sudah berada ditingkat puncak ranah alam fana untuk menerobos ke tingkat alam tinggi dan aku akan membawa ke alam tinggi untuk menerima pembaptisan petir disana...!", kata YoLang sambil tersenyum.
"Wah... akan akan menunggu saat itu... hahaha... tidak ada dalam mimpiku untuk pergi kealam yang lebih tinggi itu...hehehe... ini semua karena bantuanmu nak Yo...!", kata kakek MuChin dan diiyakan kedua saudaranya.
"Ayah... Ibu... hal ini nanti tolong sampaikan juga kepada semua buyut dan kakek/nenek di Kota Klentang... karena saya menginginkan sesampainya kita di pelabuhan Kota Shang mereka semua akan berkumpul di Kapal Naga Laut ini untuk meningkatkan kekuatan mereka sampai menerobos...!", kata YoLang menjelaskan.
"Baiklah nak...! nanti ayah dan ibumu ini yang akan menjemput mereka jika sudah berlabuh nanti...!", kata PiYo.
"Hmm... semua yang sudah berada ditingkat Hitam dan Emas bawa sekalian kesini agar bisa aku bantu semuanya... ! mmm... dan kakek MuFeng tolong bawa juga saudaraku AnBin kesini...!", kata YoLang.
"Ahh... baik...baik...! aku akan membawanya serta...!", jawab kakek MuFeng.
__ADS_1
"Baiklah... silahkan beristirahat atau ada yang mau bermeditasi silahkan kemenara meditasi... pelayaran kita akan memakan waktu sampai 4 hari... nah... silahkan manfaatkan waktu sebaik-baiknya...!", kata YoLang menutup pertemuan itu.
YoLang kembali kekamarnya untuk membuat persiapan semua kebutuhan yang akan dia gunakan untuk meningkatkan kekuatan anggota keluarganya, ribuan butir Pil Energi (Pil untuk menambah energi hawa murni kedalam tubuh sehingga bisa mendorong kenaikan tingkat kekuatan), ratusan butir Pil Balik Bumi (Pil energi tingkat Legenda untuk mengisi energi Spiritual kedalam dantian) dan puluhan butir Pil Arus Dewa (Pil energi yang bisa menaikkan tingkat kekuatan sampai 2 tingkat sekali jalan) mulai dibuatnya. Ditengah-tengah kesibukkannya membuat Pil, YoLang dikejutkan dengan kehadiran istri-strinya yang tiba-tiba sudah berada didalam kamar...
Whuuuzzz... whuuuzzz...
"Hahh... ada suami kita disini...! hehehe... kebetulan tidak perlu mencarinya lagi...!", kata YoLun.
"Hmm... kalian dari mana sayang...?", tanya YoLang yang masih melanjutkan membuat Pil dengan Teknik Kuno (teknik meracik Pil tanpa menggunakan tungku), karena banyaknya bahan herbal yang dibawa oleh kakek MuHoa dari gudang herbal miliknya di desa YaoYo.
"Kami dari ruang dimensi cincin jiwa...! lagi mengurus para tawanan...! dan saat ini sudah ada peningkatan dari segi kesetiaan dan kepatuhan mereka...! suamiku untuk apa pil-pil sebanyak itu...?", kata YoLun.
"Ohh... ini dari bahan herbal yang dari gudang wisma dibawa oleh kakek MuHoa untuk dijadikan Pil...! sekalian juga untuk persediaan dan kebutuhan kita selama berlayar... dan yang tingkat Legenda dan tingkat Surgawi ini untuk membantu para Lansia itu menerobos ranah alam tinggi nanti...!", jawab sang suami.
__ADS_1
"Hmm... kami akan membantu nanti... tapi... aku menginginkanmu malam ini sayang...!", kata YoLun yang berbisik ditelinga YoLang.
"Ya... ya... kapanpun kalian inginkan aku siap... hehehe... siapa takut...? eennmm...?", jawab YoLang sambil menggoda sang istri dengan memainkan kedua alis matanya keatas dan kebawah.