
YoLang mengumpulkan semua anggota keluarga yang baru kembali dari Alam Tinggi setelah mereka menjalani kesengsaraan Petir Langit, sebagai ujian apakah mereka sudah layak menyandang kekuatan puncak ranah Alam Fana, dan saat ini mereka semua sudah berada diranah Alam Tinggi atau tingkat Surgawi Awal.
"Aku hanya ingin menyampaikan kepada para Buyutku...! semua kakek dan nenek...! paman-pamanku semuanya...! agar bijaklah menggunakan kekuatan yang dimiliki...? dan gunakan untuk kebaikan banyak orang...! jangan disalahgunakan kepada hal-hal yang tidak bermanfaat... semua ini juga adalah pesan dari guru-guruku...!", kata YoLang.
"Kepada semua keluargaku...! silahkan saling berkunjung dengan menggunakan gerbang teleportasi yang sudah saya buat... dan untuk Kakek MuChin dan para tetua Klan Mu didesa YaoYo... rencana kita untuk membuat pelabuhan di pantai timur tetap berjalan... mungkin keluarga dari kota Klentang akan membantu sebisanya... juga untuk kakek AmHudi... ada tambang baja karbon dekat danau Es didesa YaoYo...! silahkan berkoordinasi dengan kakek MuChin...! semoga kapal-kapal yang saya pesan segera selesai...! tetaplah berlatih dengan giat...!", kata YoLang.
"Kami akan melanjutkan pelayaran sampai kebenua besar...! jadi silahkan bersiap-siap yang akan kembali... karena saat berlayar gerbang teleportasi tidak akan bisa digunakan...! dan silahkan kalau ada yang mau ditanyakan...!", kata YoLang.
"Saya rasa semuanya sudah jelas... dan kami akan segera merintis jalan kearah panai timur setibanya kami didesa YaoYo... dan untuk tambang kami menunggu saudara Amhudi datang berkunjung...!", kata kakek MuChin.
Setelah pertemuan selesai satu persatu anggota keluarga itu kembali ketempat masing-masing dengan membawa hadiah buah kehidupan dan madu kehidupan untuk mereka konsumsi sesuai aturan yang sudah dijelaskan YoLang dan juga YoLang memberikan teknik meditasi dan teknik lainnya yang sesuai dengan tingkatan kekuatan mereka saat ini. YoLang kemudian mengajak ayah dan ibunya, kedua istrinya serta sang adik keanjungan kapal untuk menemui sang ayah mertua, ibu Maya dan adik iparnya LunGon serta paman AmPhong yang sudah menunggu. Mereka membahas pelayaran mereka selanjutnya serta kemungkinan-kemungkinan yang akan mereka hadapi saat pelayaran menuju 'Daratan Seribu Suku' dimana markas Assosiasi Matahari Merah berada.
"Kalau melihat peta ini... lama pelayaran kita bisa ditempuh dalam 5 hari untuk sampai didesa 'Matahari Terbit'...!", kata YoLang.
"Bisa juga akan lebih lama nak Yo... karena jalur pelayaran kita akan melalui lautan tak berujung... dan akan ada banyak badai besar disana...! karena kita akan mengitari arah utara daratan itu...!", kata paman AmPhong.
"Hmm... baiklah segera persiapkan semuanya...! adik Gon... bagaimana urusan dengan penguasa pelabuhan...? apakah sudah beres...?", tanya YoLang kepada sang kapten.
"Sudah kakak...! tinggal menunggu gerbang portal disegel kita sudah bisa berlayar...!", jawab LunGon.
"Baik... kita berangkat malam ini...", kata YoLang.
__ADS_1
"Perhatian semua petugas diposisi masing-masing...! angkat tangga kapal...! dan naikkan layar utama...!", perintah sang kapten kepada para anak buah kapal.
"Pendayung bersiap diposisi... kita siap berlayar...!", kata sang kapten selanjutnya.
Malam baru menjelang terlihat kapal layar Naga Laut perlahan bergerak meninggalkan dermaga pelabuhan kota Shang, semua layar kapal telah terkembang menangkap angin dan mendorong kapal bergerak dengan tambahan dorongan baling-baling yang dikayuh oleh para pendayung membuat pergerakan kapal lebih cepat. YoLang yang berada di dalam kamarnya sedang bersama YoLun dan Mayang membicarakan tentang para tawanan yang telah ditaklukan oleh YoLun sebanyak 48 orang, mereka semua berasal dari kelompok bajak laut Tengkorak Hitam dan anggota bajak laut Matahari Merah. Kemudian YoLang mengajak kedua istrinya untuk keluar kamar dan menuju ke geladak kapal didepan deretan kamar-kamar anggota keluarga yang masih ada terdapat area kosong yang cukup luas,...
"Istriku keluarkan ke-48 orang tawanan itu...! sudah saatnya mereka untuk bekerja...!", kata YoLang kepada sang istri.
"Baik... suamiku...!", kata sang istri.
Whuuuzzz... whuuuzzz... whuuuzzz...
Dalam posisi duduk 48 orang tawanan itu terkejut karena merasa ditarik oleh sebuah kekuatan yang besar dan tiba-tiba sudah berada diatas sebuah kapal,...
"Bagus... sekarang dengarkan...! saya akan memberikan pilihan kepada kalian... ikuti saya dan bekerja dikapal ini dan saya akan memberikan kalian gaji sebesar 200 koin emas setiap bulannya... atau saya turunkan kalian dipelabuhan berikutnya dan kalian bisa mencari jalan sendiri untuk kembali ketempat masing-masing...! bagaimana...?", tanya YoLang.
"Terimakasih tuan muda dan nyonya... nama saya WangYhu yang akan mewakili semua tawanan... menyampaikan bahwa kami akan bersumpah setia kepada tuan dan nyonya yang sudah memberikan pengampunan kepada kami...! dan sebagai wujud terimakasih kami kami semua sudah bersepakat akan mengabdi kepada tuan dan nyonya selamanya...!", kata WangYhu mewakili ke48 orang tawanan itu.
"Hmm... baiklah...! walaupun demikian... saya akan tetap memberikan gaji kepada kalian semua...! dan kamu WangYhu... saya tunjuk untuk menjadi pimpinan dari para Prajurit Kapal Naga Laut ini dengan panggilan Panglima...! dan untuk wakilnya silahkan kamu pilih sendiri... dan juga bagi 2 kelompok dan tunjuk komandan kelompoknya masing-masing... 2 kelompok prajurit kapal tersebut saya namakan kelompok Naga Merah dan kelompok Naga Hijau...!", kata YoLang menjelaskan.
"Kalian juga wajib berlatih setiap hari secara bergiliran dan sesuaikan dengan tugas masing-masing agar bertambah kuat...! kalian akan saya berikan sumber daya yang tidak terbatas dan fasilitas latihan serta tempat meditasi...!", kata YoLang.
__ADS_1
"Dan terakhir...! saya akan membuat tingkat kekuatan kalian menjadi sama...! bersiaplah semua dalam posisi lotus...!", kata YoLang kemudian membuat gerakan tangan didepan dada dan terlihat kedua telapak tangannya mengeluarkan cahaya putih berkilau kemudian melesat keatas kepala setiap orang yang sedang duduk bersila didepanya,...
Whuuss... whuuss... whuuss...
Bhoomm... bhoomm... bhomm...
Setiap orang itu mendapatkan kenaikan 2 sampai 3 tingkat dan menjadikan kekuatan mereka semua berada ditingkat Merah Akhir, dan kepada WangYhu sebagai Panglima Prajurit Kapal Naga mendapatkan tambahan kenaikan 2 tingkat lagi menjadi Ungu Akhir. Dan tanpa sepengetahuan mereka YoLang telah menanam sebuah formasi segel kesetiaan ditubuh mereka, ketika dia mentransfer kekuatannya kepada mereka, dan fungsi dari segel kesetiaan itu adalah jika terdeteksi orang tersebut akan berkhianat atau mempunyai pikiran/niat berkhianat kepada tuannya maka tubuhnya akan meledak seketika.
"Nah... WangYhu segera kamu pilih wakilmu dan 2 orang komandan kelompok...! setelah itu bawa mereka menghadap saya...!", kata YoLang.
"Baik tuan muda...! segera saya laksanakan...!", kata WangYhu tegas, dengan perasaan senang dia langsung mengumpulkan semua anggota prajuritnya dan mulai berdiskusi diantara mereka untuk memilih wakil panglima dan komandan kelompok.
"Tuan Muda... kami sudah sepakat dan memilih Yun Thao sebagai wakil saya kemudian komandan Naga Merah adalah Thae Song dan komandan Naga Hijau adalah Wang Yuan...!", kata WangYhu.
"Baik... kalian bertiga maju kedepan...!", kata YoLang, kemudian memberikan kenaikan tingkat kepada Yun Thao menjadi Ungu Awal dan kepada Thae Song dan Wang Yuan menjadi Coklat Mahir.
"Nah beres... sekarang untuk tugas-tugas kalian adalah... pertama mematuhi semua perintah kapten kapal dan senior-senior kapal ini yaitu adik saya LunGon sebagai kapten kapal dan para senior adalah semua anggota keluarga saya mulai dari orang tua, istri-istri saya dan yang lainnya... kedua segera membuat kamar-kamar kalian dek 2 kapal ini... ketiga secara bergantian mengayuh dayung di dek paling bawah kapal saat akan berlabuh atau akan keluar dari dermaga atau ketika dibutuhkan ditengah pelayaran...! dan terakhir berlatih menggunakan panah busur dan senjata lainnya...! mengerti...?", kata YoLang menjelaskan.
"Mengerti tuan muda...!", kata mereka serempak.
"Bagus...! silahkan membubarkan diri dan segera laksanakan apa yang saya sampaikan sebelumnya...!", kata YoLang kemudian membubarkan mereka.
__ADS_1
Kemudian YoLang mengajak kedua istrinya untuk berkeliling kapal sambil melihat keadaan kapal dan mendapatkan beberapa ide untuk kembali merenovasi beberapa bagian kapal tersebut, yaitu dibagian atas yang disebut geladak kapal dimana bagian tengahnya adalah tempat kamar-kamar anggota keluarga dan restoran kapal. Kemudian dibagian depan tempat anjungan kapal dan bagian buritan kapal berada dibelakang tempatnya gerbang portal kemudian turun kelantai bawah yang dinamakan dek-1 untuk ruangan meriam dan selanjutnya dek-2 untuk kamar-kamar prajurit kapal dan anak buah kapal lainnya, kemudian dek-3 untuk ruangan gudang perbekalan selama pelayaran dan dek-4 akan dia peruntukkan sebagai ruang latihan para prajurit dan anak buah kapal dan terakhir dek-5 yang paling bawah tempat para pendayung.