
Bibi Maya telah mendapat persetujuan dari anaknya Mayang dan mulai mempersiapkan segala sesuatu termasuk menjual rumah dan tanahnya yang selama ini mereka tempati untuk mengikuti YoLang ke daratan tengah, mereka berdua oleh YoLang diberikan pemahaman teknik dasar penyerapan energi alam untuk menghimpun hawa murni dalam tubuh mereka dan juga latihan dasar penguatan tubuh, tulang dan otot.
Setelah persiapan untuk Maya dan Mayang selesai, YoLang meninggalkan mereka di kota Banto dan menuju Gunung Biru untuk beberapa waktu.
Gunung Biru berada paling ujung utara dari benua Pulau Hijau yang berbatasan langsung dengan Lautan Tak Berujung, sepanjang waktu gunung itu selalu diselimuti salju yang membeku seperti batu dan jika dilihat dari jauh saat siang hari gunung tersebut berwarna kebiru-biruan karena pantulan cahaya dari lautan tak berujung.
di Gunung Biru sering tumbuh tanaman herbal langka, ada juga hewan buas langka yaitu Yeti dan tempatnya para hewan buas type es tingkat 7~9 (Beruang Es, Rusa Kutub, Serigala Es dan berbagai jenis Burung Es) yang memiliki Inti energi type Es serta yang paling dicari oleh para pemburu dan petualang adalah Rajawali Dua Alam.
Burung ini bisa dijinakkan untuk dijadikan tunggangan diudara dan dapat hidup didaerah dingin dan panas, memiliki tubuh yang besar jika sudah dewasa dan dapat hidup 100 tahun lebih dan dengan bentangan sayap Rajawali Dua Alam dewasa yang bisa mencapai 7 meter dia dapat membawa 4 orang dewasa dan terbang tinggi dan sangat cepat.
Medan menuju gunung biru memerlukan ketahanan tubuh yang kuat selain suhu yang membeku, banyak tebing tinggi yang harus didaki tanpa pepohonan yang tumbuh dan disisi lain ada jurang yang dalam sedang menunggu. Hanya yang memiliki kemampuan dan teknik meringankan tubuh yang dapat melewati medan menuju gunung biru dengan cepat, selebihnya harus berjuang dengan keras dan membutuhkan waktu yang lama.
Memasuki kaki gunung YoLang mengedarkan energi spiritualnya dengan jangkauan 5 kilometer dan mulai merasakan keberadaan hewan-hewan buas, didalam pikirannya dia hanya akan memburu kelompok yang banyak agar tidak membuang waktu.
Target pertama YoLang adalah sekelompok Rusa Kutub yang berjarak 800 meter diarah timur tempatnya berada, segera dia melesat menuju lokasi itu sementara gurunya hanya mengikuti kemana simurid bergerak. Sambil mengendap YoLang melihat situasi, terdapat kawanan Rusa Kutub berjumlah puluhan ekor.
Masih berpikir YoLang akhirnya minta pendapat gurunya.
"Guru... apa tidak mengganggu alam disini jika aku memindahkan hewan-hewan itu bersama lereng gunung ini kedalam cincin jiwaku...?", tanya YoLang.
"Mmm... nak...! sebaiknya kamu atur dulu cincin jiwamu... buatlah beberapa dimensi didalamnya tapi... ennmm...? kekuatanmu belum cukup...! biar aku bantu membuatnya... ulurkan tanganmu...!", perintah gurunya.
Kemudian sang guru mulai menata ruang didalam cincin jiwa tingkat Surgawi milik YoLang yang luasnya tak terbatas, (satu benua pulau hijau bisa dimasukkan kedalam cincin tersebut) YoLang melihat didalam cincin jiwanya mulai terbentuk sebuah daratan bersalju lengkap isinya ada gunung, bukit, lembah, danau, sungai dan hutan disekitarnya mirip alam daratan utara ini dan hanya makluk hidup yang belum ada dan kemudian gurunya membuat daratan yang sama tapi suasana seperti daratan tengah.
"Nah... beres...! tinggal kau pindahkan makhluk hidup kesana... kamupun bisa tinggal disana...! hehehe... ", kata gurunya.
"Terimakasih Guru", kata YoLang.
Zzzzhheeeebbbbb.....
Dalam waktu sekejap puluhan ekor Rusa Kutub telah berpindah tempat keruang dimensi dingin dalam cincin jiwanya, setelah itu mereka berdua kembali bergerak dan mulai mendaki berjalan melingkar karena menghindari tebing yang sangat curam dan menuju kesebuah gua yang berada ditebing gunung dan didalamnya dia merasa ada aura beberapa Beruang Es.
Memasuki gua YoLang lebih jelas merasakan keberadaan 4 ekor Beruang Es itu, hanya posisinya agak masuk kedalam dan setelah menemukan mereka dia melihat 2 ekor beruang dewasa dan 2 ekor yang masih muda seperti satu keluarga beruang es dan...
Zzzzhheeeebbbbb.....
__ADS_1
Berpindahlah keluarga beruang es itu kedalam cincin jiwanya.
"Hmmm... aku harus menemukan semua jenis hewan es... biar ruang dimensi es didalam cincin jadi rame...!", gumamnya dalam hati.
"Ya... idemu bagus juga tapi jangan kamu ambil semua muridku...! ambil secukupnya saja...", kata sang guru.
"Murid paham guru...", kata YoLang.
"Ada tiga tempat keberadaan herbal yang sangat langka digunung ini... dan dialam surgawipun sudah dianggap langka... ini lokasinya dan cara mengambilnya...!", kata gurunya kemudian menyentuh kepala YoLang dan mentransfer ingatannya kepada sang murid.
"Saya akan mengatur tempat khusus buat herbal-herbal langka tersebut... kamu lanjutkan menambah koleksi hewan buas aku pergi dulu...!", kata sang guru kemudian menghilang dan hanya terlihat seberkas cahaya memasuki cincin jiwa milik YoLang.
Whhuuuzzz......
Ehh...
Terkejut YoLang melihat gurunya masuk kedalam cincin jiwanya, dan terbersit sebuah ide dalam pikirannya kemudian tersenyum🤪
"Mmm... guru ada didalam... sesekali bikin guru sibuk tidak mengapa...!", gumamnya dalam hati, kemudian dia keluar dari dalam gua.
Selanjutnya YoLang menuju lokasi kedua yang berada dipunggung Gunung Biru, dia melesat kearah tebing dan sesampainya dia melihat tonjolan puluhan batu yang warnanya Hijau Muda disisi tebing dan itu adalah tanaman herbal 'Lumut Draba' yang lebih dikenal dengan sebutan 'Selimut Kaisar' oleh para alkemis. Tanaman herbal ini adalah bahan utama Cairan Obat untuk meningkatkan kekuatan jenis Darah (tingkat kekuatan jenis darah : darah biasa, darah super, darah Naga, darah Dewa dan darah Kaisar Dewa), untuk mengambil tanaman lumut tersebut harus diambil bersama wadah tempatnya tumbuh kalau tidak tanaman itu perlahan akan layu dan mati dan kemudian YoLang mencari akal untuk mendapatkan tanaman tersebut.
Akhirnya dengan kekuatan spiritualnya dia membuat tali mengikatnya diatas tebing kemudian turun bergantungan disisi tebing, dan satu persatu batu itu dipotongnya menggunakan pedang energi kemudian mencabut dan memasukkan batu-batu tersebut kedalam cincin jiwanya. 12 buah batu yang ujungnya tumbuh lumut Kaisar Dewa sudah berada dalam cincin jiwanya, kemudian dia kembali keatas tebing dengan memanjat tali energi buatannya.
Masih disekitar tebing YoLang merasakan adanya aura hewan buas...
Kwwaaaakkkk...
Kwwaaaakkkk...
"Ah... tidak kusangka bertemu Rajawali Dua Alam secepat ini...!", kata YoLang dalam hati.
Dengan perlahan dia menuju sarang para Rajawali itu yang ternyata berada ditengah tebing,...
"Sesulit apapun aku harus mendapatkan mereka...! mmm... bagus...! uuhhh... ada 2 ekor... pasti yang hitam jantannya dan yang putih pasangannya... ehh...!", kata YoLang dalam hati.
__ADS_1
Ternyata yang dilihatnya adalah sepasang 'Rajawali Dua Alam' berwarna hitam dan putih dan yang putih terlihat sedang duduk di sarangnya seperti melindungi anaknya atau lagi mengeram telurnya, jarak atas tebing tempat YoLang berdiri dengan sarang ada sekitar 500 meter tapi tubuh Rajawali sudah terlihat besar. YoLang berpikir sejenak untuk mencari ide paling jitu demi mendapatkan hewan buruannya itu.
Haahhh...
"Cahaya Meraih Bintang"
Whhuuuzzzz....
5 detik... 10 detik... 30 detik...
Kwaakkk...
1 menit...
Kwaakkk...
"Telapak Kapas"
Zhheeeebbbb...
Kwaakkk...
Tangan YoLang dengan cepat langsung menempel dikepala Rajawali Hitam yang sudah berhasil ditariknya untuk langsung menjinakkan burung tersebut, kemudian memberikan sepotong daging kemudian melukai ujung jarinya dan memberi minum sang Rajawali Dua Alam itu dengan darahnya.
Khaakkk... khaakk... (Terima kasih)
"Burung baik...! tunggulah...! aku akan menarik kekasihmu kesini...!", kata YoLang kepada Rajawali Dua Alam tersebut.
Dengan teknik yang sama YoLang kembali menarik Rajawali putih dan dengan langkah yang sama dia menjinakkan si Rajawali putih tersebut.
Khaakk... Khaakk...
Dan yang terakhir dia menarik sarang burung Rajawali yang terbuat dari anyaman ranting kayu dan ditengah sarang terdapat 2 buah telur dan entah sudah berapa lama siPutih mengeraminya, kedua burung itu bersama sarang yang berisi 2 buah telur dimasukkan YoLang kedalam ruang dimensi cincin jiwanya.
Setelah memulihkan energi spiritualnya YoLang bergerak kearah lokasi ketiga tempat tanaman herbal yang belum diketahui jenisnya, lokasi ketiga agak jauh tempatnya ada sekitar 7 kilometer dari tempat dia berada saat ini, YoLang membutuhkan waktu selama 30 menit untuk mencapai sebuah hamparan bersalju tipis dan disana terdapat 3 pohon tanaman bunga yang ukurannya pendek berwarna putih dan bentuk bunganya seperti bunga matahari. Tanaman ini disebut 'Bunga Tylites' dan oleh para alkemis menamakan tanaman ini dengan nama 'Putri Tylites' yang adalah bahan utama untuk membuat Pil Energi tingkat Surgawi yaitu 'Pil Kristal Putih', Pil ini digunakan oleh para Kultivator yang tingkat kekuatannya sudah berada diRanah Alam Dewa untuk dapat naik 2 tingkat sekaligus. Pengambilan tanaman ini sama seperti rumput Thyla harus diambil dengan tanahnya agar tidak layu dan mati dan ketiga herbal langka tersebut hanya tumbuh didaerah ketinggian dengan suhu yang membeku juga untuk menjadi tumbuhan dewasa memerlukan waktu ratusan tahun.
__ADS_1