Titisan Dewa

Titisan Dewa
Misteri Hutan Iblis


__ADS_3

Dipinggiran sebuah hutan yang berjarak 200 meter dari gerbang pintu masuk Kota DunKwon Jula siHitam menurunkan YoLang dan YoLun, setelah memasukkan Jula kedalam dunia jiwanya YoLang membawa sang istri memasuki Kota melewati gerbang pintu masuk yang tidak dijaga oleh para penjaga seperti keadaan diKota DunKwen. Hari masih pagi sekali karena matahari baru menampakkan wajahnya dari ufuk timur benua timur ini dan pasangan suami istri itu mulai menyusuri kawasan Kota DunKwon yang masih sepi untuk mencari kedai makan atau restoran yang sudah buka, mereka berjalan hingga memasuki kawasan pusat kota karena terlihat ada sebuah taman kota didepan mereka kemudian melihat sebuah kedai yang berjualan minuman hangat dan makan ringan yang sudah buka...


"Selamat pagi bibi... tolong sajikan teh hangat untuk kami...", kata YoLang sopan setibanya mereka dikedai itu.


"Silahkan duduk tuan dan nyonya... segera teh hangatnya saya buatkan... silahkan dicicipi juga kue yang sudah tersaji diatas meja...", kata sang pemilik kedai itu.


"Terimakasih bibi... ahh... istriku kue ini terlihat enak... ", kata YoLang kepada sang istri sambil memberikan sepotong kue kepadanya.


"Ini teh hangatnya tuan... nyonya... silahkan dinikmati...", kata sosok wanita dewasa itu sambil meletakkan 2 gelas teh hangat didepan YoLang dan YoLun.


"Ahh... harumnya teh hangat ini... terimakasih bibi...", kata YoLun yang langsung menikmati teh hangat yang disajikan sang pemilik kedai.


"Bibi... bolehkan saya bertanya...? apakah bibi mengetahui jalan menuju kearah kawasan hutan besar didekat perbatasan...?", tanya YoLang mulai mencari informasi.


"Ahh... tuan muda dan nyonya akan kesana...? sebaiknya urungkan niatnya... didalam hutan itu banyak Iblis oleh karena itu kami menamakan hutan itu dengan nama 'Hutan Iblis', contohnya suami saya... dia pergi berburu kedalam hutan dan kembali sudah tidak bernyawa lagi... dan penuturan teman berburunya suami saya dibunuh oleh para iblis... tubuhnya penuh dengan sayatan kuku-kuku panjang para iblis... ahh... sudahlah itu sudah berlalu 10 tahun yang lalu...", kata bibi pemilik kedai itu.


"Ohh...maafkan kami bibi... sudah mengingatkan kisah sedih yang dialami bibi... dan sekaran bibi tinggal bersama siapa...?", tanya YoLun.


"Saya tinggal seorang diri diKota ini sambil berjualan... kedai ini juga sekaligus menjadi tempat tinggal saya... karena tanah dan rumah peninggalan suami saya telah terjual untuk membiayai hidup saya selama 10 tahun ini... ahh... iya... panggil bibi dengan Liang... atau Sun Liang...", kata sosok wanita dewasa itu berkisah.


"Baiklah bibi Liang... apakah sekarang ini masih ada yang mendatangi hutan itu...?", tanya YoLun kembali.


"Bibi sudah tidak pernah mendengar lagi para pemburu masuk hutan itu... sejak kejadian yang menimpa suami saya 10 tahun lalu... bahkan bibi mendengar pihak Kerajaan Dun dibenua barat ini dan Kerajaan Zong dibenua tengah telah membuat peringatan keras kepada setiap pemburu untuk tidak lagi masuk kedalam hutan tersebut... karena sangat berisiko tinggi yang menyangkut keselamatan jiwa para pemburu...", kata bibi Sun Liang melanjutkan.


"Baiklah bibi Liang... saya dan suami saya akan mencoba menyelidiki hutan itu... tolong rahasiakan kepergian kami kesana dari orang lain... tentang keselamatan kami bibi tidak usah mengkhawatirkannya karena sedikit-sedikit kami berdua memiliki kekuatan yang cukup... hehehe... dan kami akan kembali menemui bibi setelah itu... bagaimana...?", kata YoLun.


"Baiklah... pergilah ke gerbang kota sebelah selatan... disana ada jalan yang kondisinya sedikit berbatu... ikuti terus jalan itu sampai menemukan papan peringatan... nah tempat itu sudah merupakan kawasan pinggiran 'Hutan Iblis'... berhati-hatilah kalian disana... bibi akan menunggu sampai kalian kembali kesini...", kata Sun Liang.


"Baik bibi Liang... kami pamit pergi dulu...", kata YoLang kemudian mengajak sang istri untuk segera menuju gerbang bagian selatan Kota DunKwon.


Keluar dari gerbang kota mereka berdua melihat kondisi jalan yang sudah tidak terawat lagi karena sekian tahun jarang orang melewatinya, segera YoLang menarik keluar Jula siHitam dari dalam dunia jiwa...


"Jula... bawa kami menyusuri kawasan 'Hutan Iblis' ini...", kata YoLang memberi perintah kepada hewan peliharaannya itu.


Khhaaakkk...


Whuukkk... Whuukkk... Whuukkk...


Segera Jula mengebaskan kedua sayapnya setelah YoLang dan YoLun berada diatas punggungnya dan membawa kedua tuan dan nyonyanya itu keatas langit dan melesat dengan cepat mengarungi kawasan 'Hutan Iblis'.


Whhuuusss...


"Istriku kau periksa bagian sebelah kanan... aku akan memeriksa sebelah kiri...", kata YoLang kepada sang istri.


"Baik suamiku...",


"Jula... agak sedikit turun dan perlambat terbangmu...", kata YoLang kepada sang Rajawali Dua Alam itu.

__ADS_1


Khaaakkk... khaaakkk...


"Hmm... tidak ada yang aneh dalam kawasan hutan ini... hanya saja sudah ada ribuan hewan buas tingkat tinggi dan ratusan diantara sudah berevolusi menjadi hewan siluman tingkat awal dan tengah...", kata YoLang setelah melihat isi 'Hutan Iblis' itu.


"Tidak juga suamiku... coba kamu lihat disebelah kanan ini... ada ratusan hewan siluman tingkat tinggi dan terlihat sangat ganas... sepertinya mereka evolusi dari macan dan biawak tapi kenapa mereka sangat agresif...? tidak seperti biasanya...", kata YoLun yang melihat keanehan dari hewan-hewan siluman tersebut.


"Baiklah... mari kita lihat dari dekat... ehh... tunggu... aura aneh apa ini...?", kata YoLang yang terkejut karena merasakan ada aura aneh yang terpancarkan dari bawah.


"Itu... ahh... inti batu meteor... wah... sangat besar...", kata YoLun yang melihat sebuah benda bercahaya dan memancarkan kekuatan energi.


"Iya... mungkin karena mereka menyerap energi kekuatan dari inti batu meteor itu sehingga mereka dengan cepatnya berevolusi menjadi hewan siluman... tapi tidak berhenti disitu saja... mereka bertambah kuat dan agresif karena mereka terus menerus menyerap energi dari inti batu meteor itu... sampai-sampai energi kekutan inti batu meteor hampir habis... ", kata YoLang menjelaskan.


"Ahh... lumayan inti hewan siluman tingkat tinggi... dapat menambah kekuatan para anggota Pasukan Naga dan anggota Pasukan Putri Naga... hehehe... ayo istriku mari kita bantai para hewan siluman yang sudah meresahkan para penduduk disekitar sini...", kata YoLang kemudian melesat kebawah menuju tempat para hewan siluman yang sedang berkumpul disusul sang istri.


Whhuuuzzz... Whhuuuzzz...


Tap... tap...


Setelah menginjakkan kaki mereka diatas tanah dalam kawasan inti 'Hutan Iblis' dengan segera sepasang suami istri itu langsung mengerahkan kekuatan spiritual mereka dan menyerang kawanan hewan siluman yang terlihat sedang bergerombol mengelilingi inti batu meteor itu,...


@YoLang


"Niat Pedang"


Whhuuunnnggg...


"Hujan Pedang"


Jleeb... Jleeb... Jleeb... Jleeb...


Dhuaarr... Dhuaarr... Dhuaarr... Dhuaarr...


@YoLun


"Hujan Amarah Petir"


Drreett... Drreett... Drreett... Drreett...


Dhuaarr... Dhuaarr... Dhuaarr... Dhuaarr...


Serangan pertama pasangan suami istri menyebabkan puluhan hewan siluman mulai tingkat rendah sampai tingkat tinggi tergeletak mati diatas tanah, kemudian mereka berdua melancarkan serangan susulan...


@YoLang


"Amukan Badai Naga"


Whuuzz... Whuuzz... Whuuzz... Whuuzz...

__ADS_1


Bhoom... Bhoom... Bhoom... Bhoom...


@YoLun


"Asmara Petir Rembulan"


Drreett... Drreett... Drreett... Drreett...


Dhuaarr... Dhuaarr... Dhuaarr... Dhuaarr...


Kembali puluhan hewan siluman berbagai tingkatan meledak hancur dan tewas seketika, tidak berhenti sampa disitu mereka masih melakukan serangan berikutnya karena meihat jumlah hewa-hewa siluman itu masih banyak,...


@YoLang


"Tebasan Seribu Pedang"


Swiing... Swiing... Swiing... Swiing...


Bhoom... Bhoom... Bhoom... Bhoom...


@YoLun


"Tinju Badai Petir"


Whuuzz... Whuuzz... Whuuzz... Whuuzz...


Drreett... Drreett... Drreett... Drreett...


Dhuaarr... Dhuaarr... Dhuaarr... Dhuaarr...


@YoLang


"Pedang Naga Api"


Swiing... Swiing... Swiing... Swiing...


Dhuaarr... Dhuaarr... Dhuaarr... Dhuaarr...


@YoLun


"Meteor Petir Pemusnah"


Whuuzz... Drreett... Whuuzz... Drreett...


Dhuaarr... Bhoom... Dhuaarr... Bhoom...


"Ahh... beres... hmm... sayang ada inti hewan siluman yang ikut hancur... tapi masih lumayan dengan hasil ini...", kata YoLun setelah selesai membumi hanguskan kawanan hewan siluman yang sudah sangat agresif itu karena kelebihan energi kekuatan dalam tubuh mereka akibat menyerap energi kekuatan dari inti batu meteor.

__ADS_1


"Ayo kumpulkan inti-inti hewan siluman itu... akan sangat berguna nantinya...", kata YoLang sambil mengambil inti hewan siluman yang berserakan diatas tanah.


Setelah selesai mengumpulkan ratusan inti hewan siluman tersebut, YoLang juga mengambil inti batu meteor yang mereka temukan karena masih mengandung energi kekuatan yang cukup untuk diserap oleh puluhan anggota Pasukan Naga. Kemudian mereka melanjutkan untuk memeriksa kembali keberadaan kawasan ini Hutan Iblis itu mencari sisa-sisa hewan siluman yang sepat lolos dari sergapan mereka sbelumnya, dan setelah tidak menemukan satupun hewan siluman dalam kawasan Hutan Iblis tersebut dan hanya menemukan berbagai jenis tanaman herbal berbagai tingkatan. Dan setelah merasa cukup YoLang dan YoLun kembali keluar dari kawasan Hutan Iblis dan kembali ke Kota DunKwong.


__ADS_2