
"Paman berdua seperti biasa akan melakukan pencarian informasi ditempat-tepat seperti sebelumnya... kota ini tidak terlalu besar dan juga tidak ada perpustakaan kota disini... kita hanya akan mengandalkan informasi dari orang-orang yang sekiranya dapat kita mintai informasi... fokus saja dengan informasi tentang 'Danau Merah'...! ya... syukur-syukur kalau ada informasi penting lainnya...!", kata YoLang menjelaskan tujuan pencarian informasi mereka kali ini.
"Baik tuan muda...! kami akan menjalankan misi ini dengan baik...!", kata kedua jendral itu.
"Bagus...! saya dan istri saya YoLun juga akan melakukan pencarian informasi ditempat-tempat keramaian lainnya...!", kata YoLang.
Setelah sarapan pagi kedua Jendral Naga dan pasangan suami istri itu berpencar keberbagai penjuru kota Gao Khong menjalankan misi mereka, Wang Yhu menuju pasar besar didalam kota sementara itu Xong Te menyusuri kawasan bisnis dengan mendatangi beberapa toko penjual Pil dan obat serta tanaman herbal juga toko penjualan senjata sedangkan YoLang dan YoLun mendatangi pusat-pusat hiburan yang berada didalam kota dan tempat berkumpulnya para orang dewasa dan lanjut usia. Lewat tengah hari YoLang dan sang istri YoLun kembali kepenginapan dimana mereka menginap,...
"Sepertinya kejadian disekitar kawasan 'Danau Merah' ada yang sengaja membuatnya...! karena aku merasa aneh jika penguasa kota dengan pasukan penjaga kotanya yang berjumlah ratusan tidak dapat mengatasi kabut beracun itu... padahal tingkat kekuatan para petinggi mereka sudah berada diRanah Tengah dan Akhir Kekuataan Alam Kultivator ini...! pasti ada kekuatan yang lebih tinggi lagi yang berada dibalik kejadian itu...!", kata YoLang menganalisa.
"Iya suamiku...! hanya saja apa yang mereka inginkan dengan membuat situasi seperti itu... apakah ada harta yang sangat berharga disekitar kawasan 'Danau Merah'...? atau ada sesuatu hal yang sedang mereka kerjakan dikawasan itu...!", kata YoLun sang istri menambahkan.
"Benar istriku...! aku menduga kearah hal-hal itu... sebaiknya kita tunggu hasil misi yang dijalankan oleh paman Wang Yhu dan paman Xong Te...!", kata YoLang kemudian mengajak sang istri berkultivasi sambil menunggu para Jendralnya kembali dari menjalankan misi.
2 jam kemudian Jendral Wang Yhu dan Jendral Xong Te secara bersamaan kembali dari menjalankan misi mereka,...
Tok... tok... tok...
"Kami sudah kembali tuan muda...!", kata Wang Yhu setelah mengetuk pintu kamar YoLang.
Kriiieeekkk...
"Masuklah paman...! kita bicara didalam saja...!", ajak Yolang kepada kedua Jendral itu.
"Nah... apa yang kedua paman dapatkan...?",kata YoLang membuka perbincangan mereka.
__ADS_1
"Ada informasi menarik dari para pedagang daging hewan buas tuan muda...! ada seorang pemburu tua yang sudah 30 tahun melakukan perburuan dikawasan 'Danau Merah'... sepengetahuannya perburuan dikawasan itu tidak pernah terjadi seperti yang digemparkan oleh beberapa orang yaitu 'Kabut Merah Beracun'...! nanti setelah 10 tahun lalu baru ada kejadian seperti itu... memang betul ada kejadian seorang nelayan yang tewas karena disebabkan oleh racun dan tubuhnya berubah menjadi merah... tapi dia hanya seorang nelayan yang tingkat kekuatannya hanya berada di Ranah Awal Alam Kultivator ini...! kemudian mereka menyimpulkan bahwa racun yang setiap siang hari menyelimuti kawasan 'Danau Merah' tersebut adalah perbuatan 'Kelompok Hewan Siluman' yang ingin menguasai kawasan 'Danau Merah'...!", kata paman Wang Yhu menceritakan hasil pencarian informasi yang didapatnya.
"Hmm... 'Kelompok Hewan Siluman'...? tidak mungkin paman... hewan buas walaupun sudah berevolusi menjadi hewan siluman tapi akal dan nalarnya tetap sama sebagai hewan... mereka tidak memiliki perencanaan dan strategi dalam hidup mereka...! ini pasti lebih dari sekedar hewan siluman...! hahh...! baiklah... selanjutnya paman Xong Te bagaimana dengan hasilnya...?", kata YoLang melanjutkan.
"Dari beberapa toko Obat dan Pil yang saya datangi tidak ada informasi yang berarti... hanya kesulitan mereka untuk mendapatkan tanaman herbal yang semakin sulit... kemudian dari 2 toko senjata yang saya datangi sama saja... keluhan mereka hanya soal penjualan dagangan mereka yang sangat kecil...para petualang dan pembudidaya Energi Spiritual hanya memburu senjata-senjata tingkat Legenda dan Kuno bahkan tingkat Dewa kalau ada...! dan mereka berani membeli dengan harga yang mahal...!", kata Jendral Xong Te menjelaskan.
"Baiklah... menjelang malam nanti... paman berdua temani saya dan YoLun menyelidiki kawasan 'Danau Merah' itu...! kita akan mencari tau persis... ada apa sebenarnya disana...?", kata YoLang kemudian mengakhiri perbincangan mereka dan kembali berkultivasi menunggu matahari terbenam.
Menjelang malam YoLang dan YoLun serta paman Xong Te mulai bersiap untuk melanjutkan kembali perjalanan mereka untuk menyelidiki kawasan 'Danau Merah' sementara itu paman Wang Yhu sedang menyelesaikan pembayaran biaya menginap mereka dipenginapan sederhana itu, setelah 200 meter keluar dari gerbang kota YoLang segera menarik Jula siHitam dan Juli siPutih untuk mereka tunggangi menuju kawasan 'Danau Merah'. Dalam kegelapan malam Jula dan Juli melesat dengan cepat kearah kawasan Danau Merah, diatas punggung Jula siHitam duduk YoLang dan istrinya YoLun sedangkan diatas punggung Juli siPutih terdapat Jendral Wang Yhu dan Xong Te. Sambil mengedarkan kesadaran spiritual mereka untuk merasakan keberadaan aura kehidupan dan aura aneh lainnya disepanjang jalur mereka melintas, mereka merasakan banyak tanaman herbal dan hewan buas tapi tidak ada satupun keberadaan hewan siluman.
"Jula... Juli...! perlambat terbang kalian... kita sudah memasuki kawasan hutan pinggiran 'Danau Merah'...!", kata YoLang memerintahkan kedua Rajawali Dua Alam itu untuk terbang dengan perlahan.
Khhaaakkk... khhaaakkk...
Khhaaakkk...
"Jula kita kearah sebelah barat...! dan istriku kamu fokus mencari keberadaan aura aneh yang berada dibawah...!", kata YoLang.
Khhaaakkk...
"Baik suamiku...!", kata sang istri.
Beberapa saat kemudian YoLang mendapat kiriman pesan suara dari paman Wang Yhu,...
"Tuan muda...! ada pergerakan sekelompok aura kehidupan yang memancarkan warna hitam pekat dibawah kami...! lokasi sebelah timur 500 meter dari pinggiran 'Danau Merah'...", isi pesan suara Jendral Wang Yhu.
__ADS_1
"Jula segera menuju kearah Juli...! melintas saja diatas 'Danau Merah'... cepat...!", perintah YoLang.
Khhaaakkk...
Hanya membutuhkan waktu 5 menit Jula telah berada disamping Juli, kemudian YoLang segera fokus mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk melihat dan mendengar percakapan 20 sosok yang memiliki tingkat kekuatan mulai dari Raja Awal sampai ada yang sudah berada ditingkat Kaisar Puncak dan kesemuanya memancarkan aura hitam pekat dari dalam tubuh mereka. Dengan sabar YoLang, YoLun, Wang Yhu dan Xong Te yang berada diatas punggung 2 ekor Rajawal Dua Alam itu mengawasi pergerakan ke-20 sosok dibawah mereka,...
"Tetua Pertama...! apakah kita akan tetap menunggu kedatangan para utusan Dewa itu...? sudah 3 bulan kita menunggu...! apa sebaiknya kita coba menyelam masuk kedalam dasar danau untuk mengambil batu-batu itu... kalau dijual akan menghasilkan banyak batu roh dan koin emas... kita bisa kaya...! hehehe...", kata seseorang yang berbadan tinggi.
"Apa kamu mau dipanggang dengan petir Dewa...? jangan bertindak diluar perintah...! Patriak Sekte kita sedang besama para utusan Dewa di Alam Dewa...! jadi tunggulah sampai mereka kembali...! dan jangan berbuat bodoh yang akan merugikan dirimu sendiri...", kata sosok yang dipanggil tetua pertama.
"Tapi... bahan untuk membuat racun asap sudah menipis... mungkin hanya bisa digunakan untuk 2 minggu lagi... setelah itu kita sudah tidak bisa membuat 'Kabut Merah Beracun' lagi...! bagaimana Tetua Kedua...? apa ada saran lain...?", kata sosok dengan wajah yang penuh ditumbuhi brewok.
"Tetua Ketiga benar...! Tetua Keempat dan anggotanya yang sedang berusaha mengumpulkan bahan-bahan pembuat racun belum juga kembali... saya mengkhawatirkan jika sudah tidak ada lagi kabut beracun yang melindungi kawasan ini... situasi kita akan sangat berbahaya...! sudah banyak ahli-ahli tingkat tinggi yang sering mendatangi kawasan ini secara sembunyi-sembunyi untuk menyelidiki keberadaan kita... tapi kita harus tetap mematuhi perintah Patriak untuk menunggu sampai Pariak dan para utusan Dewa kembali dari Alam Dewa...!", kata sosok yang berbadan gemuk.
"Baiklah Tetua Pertama...! kita akan menunggu... ahh... sebaiknya kita kembali kekubah perlindungan... malam mulai larut begini sudah tidak ada yang datang kekawasan ini... ayo kembali...!", kata sosok berbadan tinggi mengajak kelompok itu untuk kembali ketempat perlindungan mereka.
YoLang dan kelompoknya mendengar pembicaraan kelompok 20 orang itu terkejut dan penasaran dengan kata-kata Utusan Dewa dan Alam Dewa yang keluar dari mulut mereka, masih dengan awas mereka mengikuti pergerakan kelompok tersebut. Dengan kemampuannya YoLang membaca ingatan dalam kepala sosok-sosok yang disebut dalam pembicaraan mereka sebagai Tetua Pertama, Tetua Kedua dan Tetua Ketiga, setelah mengetahui tempat persembunyian kelompok itu dan menandai lokasi mereka YoLang mengajak anggotanya menuju kearah yang berlawanan dan membuat sebuah tempat untuk beristirahat dengan kubah perlindungan dan penyamaran tingkat surgawi. Ditempat mereka beristirahat YoLang mengajak sang istri YoLun dan kedua Jendralnya berdiskusi membuat rencana mereka selanjutnya setelah mengetahui dengan jelas tentang misteri 'Kabut Beracun Danau Merah',...
"Jelas sudah ada apa dengan kawasan ini...? hmm... mereka ternyata adalah sebuah Klan tertutup yang belum pernah muncul didunia persilatan Daratan Nam Yan ini...! mereka menamakan dirinya dengan 'KLan Pintu Dewa' pemimpin mereka bernama Zhuan Ban...! sudah menjadi Patriak Klan Pintu Dewa selama 80 tahun... menurut mereka putra Zhuan Ban yang bernama Zhuan Bun telah naik ke Alam Dewa dan menjadi Dewa 30 tahun yang lalu...! kejadian ini berkaitan dengan rencana Zhuan Ban yang akan mendirikan sebuah Kerajaan Dewa di benua tengah ini atas perintah sang putra Zhuan Bun...! dan misteri yang berada dibawah dasar 'Danau Merah' adalah adanya 3 buah Inti Batu Spiritual atau Batu Jiwa berukuran besar yang jatuh dari Alam Dewa dan saat ini berada di dasar 'Danau Merah'... ketiga buah Inti Batu Jiwa atau Batu Spiritual tersebut jika diserap kandungan energi spiritualnya dapat menaikkan tingkat kekuatan seseorang sebanyak 1 Ranah Kekuatan... tapi tempatnya sulit dicapai oleh seseorang dengan tingkat kekuatan Puncak ranah Alam Kultivator ini...!", kata YoLang menjelaskan tentang isi pikiran sosok berbadan gemuk yang mereka sebut sebagai tetua pertama.
"Ahh... mudah-mudahan lawan kali akan menjadi lawan yang seimbang... agar aku bisa mengeluarkan semua kemampuanku...!", kata YoLun.
"Benar nyonya Lun...! kami berdua juga ingin mengahadapi sosok yang sudah berada dipuncak kekuatan Ranah Alam Kultivator...! itupun kalau tuan muda mengijinkan...!", kata Jendral Wang Yhu.
"Nanti akan tiba saatnya kalian berhadapan dengan lawan yang seimbang bahkan lebih tinggi dari tingkat kekuatan kalian saat ini...! maka dari itu jangan berpuas diri... tetaplah berlatih dan berkultivasi sambil menambah pengetahuan untuk mendukung kekuatan yang kalian miliki...!", kata YoLang menambahkan.
__ADS_1