Titisan Dewa

Titisan Dewa
Melumpuhkan Bajak Laut


__ADS_3

Selama kurang lebih 1 jam Jula siHitam membawa YoLang dan YoLun menuju 'Pulau Karang Hitam' dan tampak dari kejauhan sebuah pulau kecil dengan didominasi batu karang berwarna kehitam-hitaman, tidak ada satupun pohon yang tumbuh diatas pulau tersebut. Terlihat juga 4 buah kapal layar yang sementara bersandar didermaga pulau, ada 2 buah kapal dengan bendera berwarna hitam dan ada gambar tengkorak putih ditengahnya serta 2 buah kapal dengan bendera berwarna merah dan sulaman gambar matahari berwarna kuning. Dengan kesadaran spiritualnya YoLang dan YoLun mulai merasakan keberadaan orang-orang yang berada di dalam kapal-kapal tersebut juga yang berada dipulau dengan beberapa rumah sederhana,...


"Suamiku sepertinya sebagian besar dari mereka berada didalam rumah-rumah itu... karena didalam keempat kapal hanya ada 2 sampai 3 orang penjaga saja...!", kata YoLun sang istri.


"Ya...! hmm... istriku... kamu lumpuhkan para penjaga diatas kapal berbendera tengkorak hitam itu dan masukkan kedalam cincin jiwa berserta kapal-kapalnya...! biar menjadi pelajaran buat mereka dan suatu saat juga akan berguna buat kita... sementara itu aku dikapal 'Assosiasi Matahari Merah'... karena aku akan menginterogasi penjaga disana...!", kata YoLang menjelaskan.


"Baik... mari lakukan...!", kata YoLun.


"Jula...! kamu terbang diatas kapal-kapal itu dan awasi keadaan sekitar kapal... jika ada yang mendekat lumpuhkan dan buang ketengah laut...! apalagi mereka yang memancarkan aura hitam yang pekat dari tubuh mereka... artinya mereka telah membunuh banyak orang selama hidupnya...!", kata YoLang kepada Jula dan kemudian keduanya melesat turun kearah target masing-masing.


Whuuusss... whuuusss...


Diatas kapal berbendera Tengkorak Hitam, YoLun mendapati 2 orang penjaga yang berada dianjungan kapal sedang duduk menikmati arak mereka dan terlihat sudah mulai mabuk,...


"Ahh... kawan ada bidadari turun dari khayangan...! itu... hehehe... dia mau menemani kita minum... hahaha... sungguh beruntung kita malam ini...!", kata seorang penjaga, dan...


Bhuugg... Ahhkkk... Bruuukkk...


"Heiii...! kenapa kau memu... Ahhkkk...!", kata sosok anggota bajak laut yang pingsan akibat pukulan YoLun.


Whuuss... whuuss... whhuuusss...


Kedua penjaga seketika ambruk dan pingsan diatas lantai kapal dan segera YoLun mengikat tangan dan kaki mereka kemudian memasukkan keduanya kedalam cincin jiwa dan disusul dengan kapalnya, kemudian dia berpindah kekapal satunya dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Dan kini didermaga itu tertinggal 2 buah kapal berbendera merah dengan lambang matahari, yang para penjaganya berjumlah 5 orang sedang diinterogasi oleh YoLang dan dalam keadaan terikat tangan dan kakinya. YoLun mendekat ketempat suaminya menawan kelima bajak laut itu dan memasukkan sebuah kapal kedalam cincin jiwanya,...


"Bagaimana dengan mereka...? apa kita jadikan saja makanan ikan Hiu...?", kata YoLun kepada sang suami.


"Hmm... belum saatnya...! tapi kalau mereka tidak mau bicara...! ikan-ikan buas ditengah laut sudah menunggu tubuh mereka...hehehe...", kata YoLang.


"Ampuun tuan...! kami hanya bawahan... tolong ampuni nyawa kami...!", kata mereka.


"Istriku...? tawan mereka didalam cincin jiwamu beserta kapal ini... kemudian kita kearah rumah-rumah itu... sepertinya yang disana sudah tidur semua...!", kata YoLang kemudian tanpa berpikir lama sang istri langsung menjalankan perintah sang suami,...


Whuusss... Whuusss... whhuuusss...


Kelima orang tawanan anggota Assosiasi Matahari Merah dan sebuah kapal kembali berpindah tempat kedalam cincin jiwa milik YoLun, dan disisi lain YoLang memberikan isyarat kepada Jula untuk menyusul mereka kearah 5 buah rumah tidak jauh dari dermaga tempat dimana para bajak laut sedang beristirahat. Dan kemudian YoLang melesat kearah sebelah kiri dan YoLun secara terpisah melesat kearah sebelah kanan, dan...


Brraaaakkk...


"Ahhh... ada apa ini...!", kata seseorang.


Bughh... dhess.. bughh... bughh...


Arrgkk... aduhh... ahhkk... heekkhh...


"Heeiiii... siapa kamu...?... a.. pa.. aahhhkkk...".


"Tolo... Ahhkkk...",


"Ada penyus... arrgghhkkk...",


18 orang telah pingsan oleh YoLun kemudian memasukkan 15 orang diantara mereka kedalam cincin jiwanya dan menyisakan 3 orang yang memancarkan aura hitam yang sangat pekat dari dalam tubuh mereka, kemudian dia mengikat ketiga orang tersebut dan berpindah kerumah selanjutnya. Disisi sebelah kiri YoLang sudah melumpuhkan 21 orang anggota bajak laut dikedua rumah yang disatroninya, dan dia melihat sang istri sementara memasuki rumah kedua disisi sebelah kanan kemudian tiba-tiba keluar 2 orang anggota bajak laut dari rumah besar yang berada ditengah sambil berteriak,...


"Celaka...! bangun semuanya...! ada penyusup... kapal-kapal kita sudah hilang semuanya...!", teriak seseorang.


"Bangun...! bangun semua...! ada musuh... cepaaatt...", teriak yang lainnya.


YoLang dan YoLun terkejut karena tidak menyangka akan ada yang terbangun dari rumah yang terletak ditengah dan yang paling besar diantara kelima rumah dipulau itu, dan terlihat para anggota bajak laut dari kelompok Tengkorak Hitam dan anggota Assosiasi Matahari Merah berhamburan keluar dari dalam rumah besar dan rumah disampingnya yang belum dilumpuhkan oleh YoLun sebelumnya kemudian puluhan orang anggota bajak laut dan anggota assosiasi matahari merah itu melakukan pengepungan kepada mereka berdua.

__ADS_1


"Bajingan...! siapa kalian...?", teriak salah satu anggota baja laut itu.


"Kami adalah Dewa dan Dewi lautan tak berujung ini... datang untuk memberikan salam kepada kalian semua...hahaha...", kata YoLang mengejek mereka.


"Bangsaaat...! hajar mereka berdua... cari yang lain...!", kata seseorang yang terlihat sebagai pemimpin bajak laut Tengkorak Hitam.


Hiiaaattt... hiiaaattt... hiiiaaat...


Swiinngg... swiinngg... swiinngg...


Serangan sabetan pedang dan golok susul menyusul dari anggota bajak laut kepada YoLun dan YoLang, tapi hanya dengan sekali gerakan mereka berdua sudah dapat menghindari serangan bertubi-tubi itu...


Whuuss... whuuss... whuuss... whuuss...


"Sabar dulu... dan dengarkan aku...! kapal-kapal kalian sudah kami tenggelamkan kedasar laut... dan kami akan memberikan kesempatan kepada yang mau bertobat dan tidak lagi menjadi orang jahat dan dengan sukarela mengikuti kami... maka akan kami bebaskan... dan kepada yang tidak mau... jangan menyesal jika akan segera bertemu dengan dewa kematian...!", kata YoLang memberikan kesempatan.


"Bajingan...! kamu pikir kamu siapa hahh...? ayo habisi mereka...! jangan dengar ocehan bedebah itu...! seraaanngg...!", teriak pemimpin kelompok Assosiasi Matahari Merah.


"Jangan beri ampun kepada mereka berdua... haajaaar...! bunuuuhhhh...!", suara pekikkan pemimpin bajak laut Tengkorak Hitam.


"Istriku... hajar mereka yang beraura hitam... dan lumpuhkan saja yang lainnya...!", kata YoLang kepada sang istri.


"Baik suamiku...!", kata sang istri.


"Langkah Cahaya"


"Cahaya Meraih Bintang"


Whuutt... Buughh... Dhess...


Serangan tangan kosong YoLang melumpuhkan 3 orang sekaligus dalam satu gerakan.


"Langkah Petir"


Wheezz... wheezz... wheezz...


YoLun juga melumpuhkan 3 orang dengan serangan tangan kosongnya.


"Serang bersamaan...!", teriak seorang bajak laut.


Whuutt... swiinng... swiinng...


heit... hiyaa... whuss...


Whhuuuzzz...


YoLun menghindar sambil mengeluarkan senjatanya 'Busur Asmara Intan Petir" kemudian...


"Hujan Amarah Petir"


Shuutt... shuutt... shuutt...


Jhleeb... jhleeb... jhleeb...


Dhuar... dhuar... dhuar...


Aahhkk... arrgghh... aahhkk...

__ADS_1


12 orang anggota bajak laut Tengkorak Hitam tewas secara mengenaskan dengan tubuh hangus kemudian hancur meledak terkena serangan 'Busur Ilahi' milik YoLun. Disisi lain terlihat puluhan orang masih mengelilingi YoLang dengan senjata terhunus,...


"Menyerahlah bocah...!", kata seseorang.


Whuutt... swiing...


Whuutt... swiing...


Tebasan Pedang dan Golok berdatangan kearah tubuh YoLang tapi dia masih bisa menghindar dengan teknik 'Langkah Cahayanya', dan memberikan serangan balik yang melumpuhkan para anggota bajak laut itu...


"Langkah Cahaya"


"Amukan Badai Naga"


Dhuugg... dhuugg... dhuugg...


Bhamm... bhamm... bhamm...


Ahhkk... ahhkk...arrgghh...


Ditempat YoLun kembali menyerang untuk menyelesaikan pertarungan...


"Langkah Petir"


"Hujan Amarah Petir"


Shuutt... shuutt... shuutt...


Jhleeb... jhleeb... jhleeb...


Dhuar... dhuar... dhuar...


Arrghk... arrghk... arrghk...


Dikejauhan terlihat Jula siHitam menukik kebawah dengan cepat,...


Khaaaakk... khaaaakk...


Whuusssss...


Khaaakkk...


"Toloooongg... toloooongg...


Bhuukk... bhuukk...


Dua orang anggota assosiasi matahari merah yang akan melarikan diri disergap oleh Jula dan dibawa kembali ketempat pertarungan yang sudah selesai dan dijatuhkan oleh Jula dari atas langit didepan YoLang dan YoLun.


"Hehehe... mau lari kemana kalian...?", tanya YoLang.


"Ampun tuan... ampun tuan...", kata kedua orang itu.


"Tidak ada lagi ampun bagi kalian...! setelah dengan liciknya kalian mengeroyok kami...?huhh...!", kata YoLun kemudian melumpuhkan keduanya dan memasukkan mereka kedalam cincin jiwanya.


"Ayo kita kuburkan yang tewas itu... dan ratakan rumah-rumah ini dan dermaga itu... biar tidak menjadi sarang bajak laut lagi...!", ajak YoLang kepada YoLun.


"Baik suamiku...!", kata sang istri.

__ADS_1


Setelah memakamkan para anggota bajak laut yang tewas sebanyak 32 orang serta meratakan dengan tanah kelima bangunan rumah dan juga dermaga tempat bersandarnya kapal-kapal bajak laut, mereka berdua dengan diantar oleh Jula kembali menyusul kapal Naga Laut yang sedang berlayar menuju salah satu pelabuhan di Benua Pulau Biru dengan membawa pulang rampasan 4 buah kapal layar yang cukup besar dan 48 tawanan yang sedang pingsan didalam cincin jiwa milik YoLun.


__ADS_2