Titisan Dewa

Titisan Dewa
Pelajaran bagi Sekte Aliran Hitam


__ADS_3

2 hari kemudian semua keluarga inti YoLang berkumpul dikota NanBei daratan utara Benua Besar dimana Klan Lun berada, mereka menghadiri acara pernikahan antara LunPing dan Maya yang telah menjalin kasih asmara mereka selama berada diIstana Naga Emas dalam dunia jiwa milik YoLang. Keduanya telah merasa cocok karena yang seorang telah 16 tahun menduda dan yang seorang lagi telah menjanda selama hampir 10 tahun, setelah mendapat persetujuan dari anak-anak mereka terutama dari PingYu/YoLun dan Mayang maka upacara pernikahan dilangsungkan dan dipimpin oleh orang tertua yaitu LunXiao yang juga adalah pemimpin Klan Lun. Setelah upacara pernikahan dilanjutkan dengan acara pesta yang hanya dihadiri oleh anggota keluarga inti, hal ini menjadi permintaan dari kedua mempelai karena mengetahui tingkat kesibukan mereka diPerusahaan Dagang JinLong yang menjadi salah satu tanggungjawab LunPin dan Maya sebagai wakil pemimpin perusahaan tersebut,...


"Selamat ayah ibu... semoga berbahagia selalu dan panjang umur...", kata YoLang yang mengucapkan selamat kepada kedua mertuanya, sementara itu kedua istrinya terlihat mendampingi kedua mempelai itu diatas panggung.


"Terimakasih nak... kamu juga agar segera menyelesaikan urusanmu diAlam Fana ini agar pernikahan kalian segera dilaksanakan...", kata ibu Maya kepada YoLang.


"Baik ibu... aku juga akan segera berangkat kebenua pulau biru untuk menyelesaikan sebagian tugasku disana... mungkin selama 3 hari saya akan berada disana...", kata YoLang.


"Hmm... apakah kedua istrimu itu akan ikut serta juga...?", tanya LunPing.


"Tidak ayah... mereka akan tetap diBenua Besar ini... sedangkan pekerjaan disana akan dibantu oleh paman Wang Yhu dan paman Xong Te...", kata YoLang menambahkan.


"Ahh... baiklah segeralah selesaikan... kami akan kembali sibuk dengan bisnis keluarga kita mulai besok... hehehe... tidak ada waktu berbulan madu...", kata LunPing sambil melirik kearah sang istri yang terlihat hanya tersenyum.


"Hehehe... ayah dan ibu bisa berbulan madu didalam dunia jiwaku... diIstana Naga Emas tidak ada yang akan mengganggu...", kata YoLang menawarkan.


"Ahh... tidak perlu nak... dikediaman Naga Emas juga sudah cukup... hehehe...", kata LunPing


Pesta pernikahan di Klan Lun berlangsung meriah sampai larut malam, terlebih lagi para prianya yang sudah berkumpul dengan guci-guci arak mereka, sementara itu YoLang telah kembali keKediaman Naga Emas dan sedang bersama paman Wang Yhu dan paman Xong Te,...


"Bagaimana paman...? apakah semuanya sudah siap...?", tanya YoLang kepada 2 Jendral Utamanya itu.


"Sedikit lagi tuan muda... pasukan yang akan kita bawa lagi membereskan perlengkapan mereka...", kata paman WangYhu.


"Baik... bagi 2 regu dan masukkan mereka kedalam ruang dimensi cincin jiwa paman berdua... kita akan langsung menuju daerah perbatasan sesuai dengan titik lokasi yang diberikan oleh Deng Wong kepada saya...", kata YoLang menjelaskan.


"Apakah harus kita membantai mereka atau hanya melumpuhkan saja tuan muda...?", tanya paman XongTe.


"Hmm... yang mengeluarkan aura membunuh yang pekat musnahkan saja... dan lumpuhkan yang selebihnya...lihat tingkat kekuatan mereka jika berada diatas paman berdua...! lepaskan saja itu akan menjadi urusan saya...! mengerti...!", kata YoLang menjelaskan.


"Kami paham tuan muda... nah itu mereka...", kata paman Wang Yhu.


Kedatangan 20 orang anggota pasukan termasuk Deng Wong yang kesemuanya berada ditingkat Coklat Akhir sampai Hitam Mahir, Wang Yhu dan Xong Te memberikan mereka instruksi tentang rencana mereka kebenua pulau biru kemudian memasukkan mereka kedalam ruang dimensi cincin jiwa mereka berdua masing-masing 10 orang. Setelah itu YoLang membuat gerbang teleportasi sambil berkonsentrasi mengingat sebuah tempat yang digambarkan oleh Deng Wong melalui ingatannya yang sebelumnya telah diserap oleh YoLang. Disebuah hutan besar yang membatasi daratan selatan dan daratan barat benua pulau hijau terlihat 3 sosok pria tiba-tiba muncul dari kekosongan, YoLang langsung mengedarkan kesadaran spiritualnya saat tiba dilokasi tersebut untuk melihat dan merasakan keberadaan makhluk hidup sampai sejauh 5 kilometer dari titik dia berada,...


"Keluarkan pasukan kita paman... target kita berada di 2 tempat... arah 1 kilometer didepan kita ada sekitar 30 orang dan 5 kilometer kearah utara mungkin adalah markas mereka karena saya merasakan banyak aura kehidupan disana...", kata YoLang menjelaskan situasi mereka saat ini.


"Baik tuan muda...", kata mereka berdua kemudian mengeluarkan 20 orang anggota pasukan Naga Emas dari ruang dimensi dalam cincin jiwa mereka.


"Deng Wong kamu pimpin jalan menuju kearah mereka bersama saya... dan paman Wang Yhu bersama 9 anggota pasukan datang menyergap dari arah kanan... sementara itu paman Xong Te bersama 10 orang anggota pasukan datang dari arah kiri... tunggu aba-aba dariku sebelum melakukan penyergapan...", kata YoLang memberikan strategi penyergapan mereka terhadap 30 orang anggota aliran hitam Sekte Makam Dewa.


"Baik... ayo bergerak...", kata paman Wang Yhu dan paman Xong Te kemudian mengerahkan anak buahnya untuk segera bergerak menuju lokasi target musuh.


YoLang berjalan perlahan mengikuti Deng Wong dari belakang, dari penglihatan YoLang kelompok tersebut rata-rata berada ditingkat Coklat awal sampai Ungu Akhir dan ada 2 orang yang berada ditingkat Hitam Akhir dan Emas Awal, sementara itu YoLang dan kedua Jendral utamanya menyegel tingkat kekuatan mereka berada di Emas Awal. Setelah mendekati kelompok tersebut terlihat sosok dengan tingkat kekuatan Hitam Akhir langsung melompat dan menghadang Deng Wong,...


"Berhenti disana dan jangan bergerak...", kata sosok tersebut, kemudian terlihat anggota kelompok yang lain segera berdatangan dan mengelilingi Deng Wong dan YoLang.


"Maaf paman sekalian... mohon numpang lewat... kami petualang yang mau menuju kekota Malota...", kata YoLang.

__ADS_1


"Kenapa melewati daerah kekuasan kami...? pergi sana... cari jalan lintas yang lain dan jangan lewat sini... tapi sebelumnya serahkan harta yang kalian bawa...!", kata sosok itu tegas.


"Maaf paman... harta kami hanya pakaian yang kami pakai ini... dan juga kami sedang terburu-buru... jadi kami mengambil jalan pintas ini untuk segera sampai... tolonglah berikan kami jalan...", kata YoLang mengulur waktu karena melihat kedua Jendralnya belum sampai diposisi penyergapan.


"Ahh... banyak bicara kamu anak muda... pilihanmu hanya 2... tinggalkan hartamu dan cari jalan lain atau...sreekhh...", kata sosok tersebut sambil memperagakan tangan yang bergerak melintas dilehernya.


"Hmm... pikirkan lagi paman... dan saya akan bermurah hati selanjutnya...", kata YoLang yang mulai terlihat kesal dengan tingkat sosok didepannya itu, sambil melihat kedua Jendral Utamanya telah berada diposisi mereka dan sosok terkuat dikelompok itu masih terlihat duduk santai ditempatnya semula.


"Hehh... kamu mulai bertingkat bocah...? apa kamu tidak melihat kekuatan kami...? hahaha... sayangilah nyawa kalian berdua anak muda... pamanmu ini sudah sangat baik hari ini... hehehe... ayo segera tinggalkan harta kalian dan pergi... saya hitung dari sekarang...", kata sosok tersebut kemudian mlai menghitung mundur.


10... 9...


YoLang segera mengirim pesan suara kepada paman Wang Yhu dan paman Xong Te dan mengatakan segera menyergap kelompok itu saat hitungan ke-1 dari sosok didepannya tersebut,...


8... 7... 6...


"Bagaimana anak muda...?", tanya sosok itu kembali.


"Hmm... Deng Wong kamu pindah kebelakang saya...", kata YoLang kepada Deng Wong dan mengabaikan perkataan sosok didepannya yang sedang menghitung mundur.


5... 4... 3...


"Siap... habisi dua bocah ini...!", kata sosok tersebut kemudian melanjutkan hitungannya.


2... 1...


Sementara itu YoLang memperhatikan sosok terkuat yang tingkat kekuatannya berada di tingkat Emas Awal, terlihat sosok itu mulai berdiri kemudian melesat dan bergabung dengan anggotanya yang mulai bertempur dengan anggota pasukan Naga Emas yang dipimpin oleh paman Wang Yhu dan paman Xong Te.


Sriing... sriing... sriing...


Aduuhh... aahhkk...


Traang... traang... traang...


Arrgghh... aahhkkk...


Suara pedang saling beradu memancarkan api akibat gesekan logam disertai suara keluhan dari mereka yang terkena sabetan senjata tajam sahut menyahut dilokasi pertempuran tersebut,...


Hiaatt...


Sriing... sriing... sriing...


Chiaatt...


Traang... traang... traang...


YoLang melihat pertempuran itu akan memakan waktu yang lama karena banyaknya anggota kelompok itu yang berjumlah 38 orang, segera dia membantu dengan melumpuhkan beberapa orang,...

__ADS_1


"Langkah Cahaya"


"Amukan Badan Naga"


Whuuss... whuuss... whuuss...


Dhuuar... dhuuar... dhuuar...


Arrghk... aahkk... arrghk...


"Cahaya Menggengam Bulan"


Whuung... whuung... whuung...


"Heii... bajingan lepaskan aku...!", kata seseorang


"Aaahk... brengsek lepaskan ikatan ini...!", kata yang lain.


"Ahhhk... setan keriting... lepaskan...", kata seorang yang lain.


YoLang mengikat mereka satu persatu dengan tali spiritualnya setelah dia melepaskan tekniknya 'Cahaya Menggengam Bulan', sementara itu sosok kedua terkuat telah tewas oleh paman Xong Te dan sosok terkuat masih bertarung dengan paman Wang Yhu dan tiba-tiba terdengar suara paman Xong Te,...


"Yang tidak mau kehilangan nyawanya segera lempar senjata kalian dan tiarap diatas tanah...! sekaraaaang...!", kata Jendral Wang Yhu dengan tegas.


"Jangan dengarkan dia... serang bersama-sama... habisi mereka...", kata sosok terkuat yang sedang bertarung dengan paman Wang Yhu.


Hiaattt...


Sriing... sriing... sriing...


Chiaatt...


"Langit Membelah Bumi"


Traang... traang... traang...


Aahhkk...


Sebuah tebasan dari atas langit telah membuat kepala sosok terkuat dari kelompok tersebut terpisah dari tubuhnya, serangan teknik 'Langit Membelah Bumi' dari paman Wang Yhu telah menghabisi sosok itu dan membuat sisa anggota lainnya terlihat mulai mencari celah untuk melarikan diri,...


"Yang melarikan diri akan segera menuju kedunia bawah... tapi yang menyerah akan mendapatkan kesempatan kedua... silahkan pilih...", teriak paman Wang Yhu kepada anggota kelompok tersebut yang tersisa 12 orang.


"Kami menyerah... ampuni kami...!", kata seorang bandit.


"Lemparkan senjata kalian dan tiarap diatas tanah...", kata Wang Yhu.


Segera ke-12 orang itu melemparkan senjata mereka dan tiarap diatas tanah sesuai perintah paman Wang Yhu, sementara itu terdapat 8 orang yang masih terikat dengan tali spiritual milik YoLang,...

__ADS_1


"Kumpulkan mereka jadi satu paman Wang Yhu... kemudian tanyakan kepada mereka dengan baik-baik... tapi jika masih melawan habisi saja... biar tidak membuang-buang waktu kita...", kata YoLang selanjutnya.


__ADS_2