Titisan Dewa

Titisan Dewa
Pertemuan di Laut


__ADS_3

Sudah 3 hari mereka menunggu di pemukiman sementara yang dibuat YoLang didaratan seribu suku, dan pemukiman tersebut telah berkembang dengan tambahan beberapa rumah hunian yang baru. Sebelumnya hanya berjumlah 5 buah rumah dengan ukuran besar, kini sudah bertambah 10 buah rumah yang berukuran lebih kecil sehingga total terdapat 15 buah rumah di pemukiman sementara itu.


Pasukan kapal Naga Laut sekarang terlihat lebih gagah dengan memegang senjata tingkat Langit serta seragam baru yang dilengkapi dengan zirah dan helm perang serta perlengkapan lainnya, sehingga membuat mereka senang dan bangga menjadi pasukan kapal Naga Laut sehingga dengan sendirinya menambah tingkat kesetiaan mereka kepada YoLang. Diwaktu luang mereka tetap berlatih dan bermeditasi, meningkatkan kekuatan mereka demikian juga dengan seluruh anggota keluarga. Dua ekor burung Rajawali Dua Alam Jula dan Juli tiada henti melakukan patroli dan mengawasi perairan sekitar daratan seribu suku untuk memberikan peringatan dini kepada YoLang dan pasukannya. Saat siang hari mereka berkumpul sambil beristirahat,...


"Kakak...! sampai berapa lama kita menunggu...? apa tidak sebaiknya kita mencari mereka saja...?", kata LoryMei.


"Informasi yang kita miliki sangat sedikit...! kita tidak mengetahui jumlah dan tingkat kekuatan mereka yang sebenarnya...! dan hal itu sangat beresiko...! karena saya tidak akan mengambil resiko menyerang tanpa mengetahui tingkat kekuatan dan jumlah target sasaran saya itu...!", kata YoLang.


"Suamiku...! apa yang kamu katakan benar...! tapi kita juga sudah mulai bosan jika hanya menunggu...! itu sama saja memberikan musuh kesempatan untuk bertambah kuat atau melarikan diri...!", kata YoLun.


"hmm... begini saja 2 hari lagi kita menunggu...! kalau tidak kita akan segera berlayar menuju ke Benua Besar...! dan berharaplah... kita akan bertemu dengan mereka ditengah samudera tak berujung kemudian membuat perhitungan...!", kata YoLang.


"Baiklah...! aku keatas kapal dulu...! mau bermeditasi...!", kata YoLun kemudian pergi.


Kemudian YoLang mengeluarkan Jula dan Juli dari dunia jiwanya...


"Jula...Juli...! mulai hari ini sampai 2 hari kedepan kalian akan rutin berpatroli... baik siang maupun malam hari...!", kata YoLang.


Khaakkk... khaakkk...


"Bagus... setiap kali kalian merasakan adanya pergerakan diatas air...! segera... salah satu dari kalian menjemput aku disini...! Nah... pergilah...!", kata YoLang menjelaskan.


Khaakkk... khaakkk...


Whuukk... whuukk...


Whuukk... whuukk...

__ADS_1


Kedua Rajawali itu mengepakkan sayap mereka dan terbang tinggi kemudian masing-masing melesat kedua arah yang berlawanan, melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh sang tuan. Kemudian YoLang menuju kapalnya untuk mendapatkan sang istri didalam kamar yang sedang bermeditasi, tapi sesampainya didalam kamar ternyata sang istri tidak bermeditasi tapi sedang membaca buku-buku pengetahuan tentang Alkemis. YoLang yang melihat hal tersebut kemudian,...


"Istriku... apa kamu mulai memperdalam ilmu alkemismu...?", tanya sang suami.


"Iya suamiku...! aku merasa terlalu banyak waktuku terbuang...! makanya aku memanfaatkannya sekarang dengan memperdalam pengetahuanku tentang alkemis dan pengobatan...!", kata sang istri.


"Hmm... baguslah...! ketika kamu sudah bisa membuat pil tingkat surgawi aku akan memberikanmu hadiah Tungku tingkat Surgawi...!", kata YoLang memberi semangat.


"Ahh... benarkah...? terimakasih sayang...! aku akan berusaha...! eennmm...?", katanya sambil menggoda dan menunjukkan siLesung dipipinya kepada sang kekasih.


"Mmm... kamu menggodaku ya...? chuuph...! ennmm...?", kata YoLang.


"Hehehe... tidak juga... ini masih siang... nanti malam saja kalau kamu mau...! ennmm...?", kata sang istri.


"Hmm... apa bedanya siang sama malam...? kan sama saja...!", kata YoLang.


"Ya sudah... jangan menggodaku lagi...! lanjutkan pemahamanmu tentang alkemis...! aku mau bermeditasi karena aku merasakan akan segera naik ketahap selanjutnya... mungkin seminggu lagi bisa naik...!", kata YoLang kemudian menelan 2 butir 'Pil Balik Bumi' untuk menambah energi spiritual didalam dantiannya dan selanjutnya mulai bermeditasi.


Menjelang malam mereka mendengar pekikan suara Jula dari atas langit,...


Khaaakkk... khaaakkk... khaaakkk...


YoLang yang mengerti suara panggilan dari Jula segera bangun menghentikan meditasinya dan keluar dari dalam kamar mendapati Jula yang sudah menunggunya digeladak kapal, selanjutnya YoLang segera naik diatas punggung sang Rajawali dan mereka terbang naik keatas langit kemudian melesat kearah bagian barat daratan seribu suku. Setelah 2 jam terbang, di kejauhan Yolang melihat ada beberapa titik hitam sedang bergerak mengarah kedaratan seribu suku, dan dengan kesadaran spiritualnya ia merasakan ada 3 buah kapal layar dengan ukuran besar dan masing-masing kapal terdapat puluhan orang yang tubuhnya memancarkan aura hitam pekat.


"Hmm... mereka sudah datang...! Jula... tambah kecepatannya...! kita awasi mereka dari dekat...!", kata YoLang memerintahkan sang Rajawali Dua Alam itu.


"Ya... ada sijubah biru disana...! mmm... mereka membawa banyak barang...! barang dagangan atau hasil rampokan...?", bergumam YoLang dalam hati.

__ADS_1


Jula membawa Yolang untuk semakin dekat dengan 3 buah kapal layar tersebut, dan YoLang dapat melihat mereka dengan jelas dan merasakan tingkat kekuatan mereka dan melihat isi dari semua kapal-kapal tersebut. Kemudian dia berbalik arah dan kembali kepemukiman di daratan setelah memprediksi waktu kedatangan mereka di daratan seribu suku, setelah sampai dia mengumpulkan seluruh anggota keluarganya dan semua pasukannya untuk melakukan persiapan,...


"Sekitar 5 jam lagi mereka akan melintas perairan didepan kita...! bersiaplah semua...! angkat jangkar kapal dan mari kita sambut mereka ditengah perairan...!", kata YoLang kepada mereka.


"Siap laksanakan tuan muda...!", kata Wang Yhu sang panglima pasukan.


"Angkat jangkar...! kembangkan layar utama...! pendayung siap diposisi...!", suara sang Kapten LunGon dari anjungan.


"Pasukan Meriam ambil posisi...!", perintah sang komandan LungMa.


"Pasukan Pemanah bersiap-siap...!", teriak LungWei sang komandan.


"Pasukan Penyusup Merah segera turunkan semua perahu penyusup... dan bersiap kita akan mendahului kapal Naga Laut keperairan...!", perintah Prapat Tung sang komandan pasukan penyusup Naga Merah demikian juga dengan pasukan penyusup Naga Hijau mendapat perintah yang sama dari sang komandan DengSun.


Setelah semua bersiap dengan perlahan kapal Naga Laut mulai bergerak menuju perairan disebelah barat daratan seribu suku untuk menyambut 3 buah kapal layar milik Assosiasi Matahari Merah, titik pertemuan masih dalam waktu tempuh 2 jam tapi mulai terlihat wajah-wajah tegang dan penuh semangat bertempur dari seluruh pasukan kapal Naga Laut. YoLang yang melihat akan hal itu tersenyum senang dan bangga melihat kesungguhan pasukannya, kemudian berkata,...


"Jangan tenggelamkan kapal mereka...! cukup lumpuhkan saja...! karena banyak barang berharga hasil rampokan diatas ketiga kapal itu...!", kata YoLang.


"Siap laksanakan tuan muda...!", kata Wang Yhu.


"Pasukan meriam bersiap...! jika sudah dalam jarak tembak segera tembakkan meriam...!", perintah Lung Ma.


"Pasukan Pemanah ambil posisi...!", teriak Lung Wei.


"Pasukan Geladak ambil posisi...!", Lung Cen memberi perintah kepada anak buahnya.


Dari atas Langit Mayang yang berada diatas punggung Jula dan LoryMei diatas punggung Juli berputar-putar mengitari 3 buah kapal layar berbendera merah itu, keduanya terlihat sudah tidak sabar lagi untuk mulai menyerang tapi mereka masih menunggu aba-aba dari kapal Naga Laut untuk melakukan penyerangan secara bersama-sama. Sementara tidak jauh dari titik pertemuan 4 buah perahu kecil yang ditumpangi oleh 20 orang pasukan penyusup Naga Merah dan Naga Hijau sedang bersiap untuk melakukan penyusupan keatas kapal-kapal musuh dan akan mengambil alih kapal-kapal tersebut jika sudah dilumpuhkan oleh pasukan dari kapal Naga Laut.

__ADS_1


__ADS_2