
Tiga hari telah berlalu, hari masih pagi tapi terlihat kesibukan dibarak pasukan Naga Emas karena puluhan anggota Pasukan Naga tengah bersiap dan membentuk barisan didepan 4 orang perwira tinggi,...
"Apakah kalian sudah siap...?", tanya Panglima Pasukan Wang Yhu.
"Kami siap Panglima...!", kata ke-30 orang Pasukan Naga tersebut.
"Bagus... kita akan menuju gerbang teleportasi dan menunggu tuan muda dan nyonya disana...!", kata paman Wang Yhu kemudian bersama Jendral Lung Wei, Jendral Xiao Lai dan Jendral Prapat Tung menuju gerbang portal.
YoLang masih berada didalam kamarnya bersama kedua istrinya,...
"Sayang... berhati-hatilah kalian disana... dan segera selesaikan urusan disana... eennmm...? chuupphh...!", kata Mayang kemudian memberikan kecupan semangat kepada sang suami.
"Iya kalau urusan lancar tidak sampai seminggu kami sudah kembali... ayo istriku kita segera berangkat... paman Wang Yhu dan lainnya pasti sudah menunggu...!", Kata YoLang.
"Baik... ayo berangkat... jaga dirimu adik May... kami pergi...!", kata YoLun kepada saudarinya Mayang.
YoLang keluar dari kediamannya menuju tempat gerbang teleportasi berada bersama YoLun yang berjalan disampingnya, dan sesampainya mereka berdua ditempat gerbang portal tersebut melihat keempat Jendral sudah menunggu dengan 30 orang anggota pasukan Naga yang berbaris rapi dibelakang mereka,...
"Maaf paman kami agar terlambat... ayo... kita masuk gerbang teleportasi yang mengarah kebenua pulau hijau... tapi untuk tidak terlihat menyolok... paman Lung Wei... paman Xiao Lai dan paman Prapat Tung... masing-masing masukkan 10 orang anggota pasukan kedalam ruang dimensi cincin jiwa...!", kata YoLang.
"Baik tuan muda... siap laksanakan...!", kata Jendral Lung Wei, kemudian masing-masing Jendral memasukkan 10 orang anggota pasukan kedalam ruang dimensi cincin jiwa mereka.
Selanjutnya YoLang bersama sang istri dan keempat Jendral masuk kedalam gerbang teleportasi yang menuju Kota Klentang diBenua Pulau Hijau, sesampainya mereka dikota Klentang mereka melanjutkan menuju Desa YaoYo dan lanjut menuju ke Pelabuhan YaoYo. Gerbang teleportasi dipelabuhan YaoYo tepat berada dilantai 2 dalam sebuah ruangan khusus gedung Perusahaan Dagang JinLong, ruangan besar itu dijaga oleh puluhan anak murid Klan Mu sehingga ketika YoLang keluar dari gerbang portal bersama sang istri mereka langsung mengenalinya kemudian,...
__ADS_1
"Selamat datang di pelabuhan YaoYo tuan muda...!", kata mereka menyambut sang Pendiri Desa dengan membungkuk hormat.
"Ahh... terimakasih saudara-saudaraku...! kenalkan paman-paman ini adalah Jendral-jendral pasukan Naga, yang ini paman Wang Yhu sebagai Panglima Pasukan Naga, dan yang ini Jendral Lung Wei, ini Jendral Xiao Lai sedangkan yang ini Jendral Prapat Tung... saya ingin bertemu dengan kakek MuChin atau siapa saja tetua klan Mu yang berada dipelabuhan ini...!", kata YoLang yang memperkenalkan para Jendralnya dan mengutarakan maksud kedatangannya.
"Ketua Klan kebetulan sedang berada di pelabuhan tuan muda... segera saya panggilkan...!", kata seorang anak murid Klan Mu dan bergegas turun dan keluar dari gedung Perusahaan Dagang JinLong tersebut.
Sementara itu YoLang dan rombongannya menuju salah satu ruangan digedung itu yang terlihat kosong tapi terdapat beberapa tempat duduk dan sebuah meja besar ditengahnya,...
"Suamiku... apakah masih ada yang harus dikerjakan dipelabuhan ini...? kenapa kita tidak langsung saja menuju Benua Pulau Hitam...?", tanya YoLun.
"Sayang... ada beberapa hal yang akan kubicarakan dengan kakek MuChin terlebih dahulu... selesai itu baru kita menuju Benua Pulau Hitam...", kata YoLang menjelaskan.
"Baiklah... kalau begitu saya melihat-lihat toko dan paviliun obat kita dulu...!", kata YoLun.
"Siap laksanakan tuan muda... mari nyonya...", kata Jendral Xiao Lai kemudian mengajak YoLun turun dari lantai 2 gedung itu dan menuju tempat yang dimaksud sang nyonya.
Tak beberapa lama kemudian kakek MuChin datang dan langsung duduk bergabung dengan YoLang bersama rombongannya yang sudah terlebih dahulu berada diruangan itu,...
"Maaf nak YoLang... kakek sedang melihat toko-toko yang sedang dibangun oleh pedagang dari kota Banto...! tapi pesanan nak Yo sudah kakek siapkan... ini nak... silahkan dilihat...!", kata kakek MuChin kemudian menyerahkan sebuah gulungan kertas kepada YoLang.
"Ahh... ini dia... terimakasih kakek...! terus bagaimana dengan orang yang kita bicarakan itu... apakah yang bersangkutan mau memberikan informasinya...?", tanya YoLang.
"Benar nak... kakek sudah menyuruh seorang murid untuk menjemputnya... sebentar lagi mereka akan datang... bersabarlah...", kata kakek MuChin.
__ADS_1
"Bagus... dengan informasi yang dimilikinya kami tidak akan berlama-lama dengan menggunakan siJula untuk sampai kebenua pulau hitam... hehehe...", kata YoLang.
Beberapa hal mereka bicarakan pada kesempatan itu, baik perkembangan penduduk desa YaoYo dan pelabuhan YaoYo yang sudah beroperasi, YoLang juga menyampaikan bahwa kakek MuChin dan anggota Klan Mu akan mengurus operasional kapal dibenua pulau hijau bersama keluarga Ang' dikota Arung serta pembuatan Pil/Obat yang akan mereka perdagangkan disetiap tempat yang sudah didirikan YoLang Paviliun Naga Emas. Tidak lama kemudian terlihat seorang anak murid Klan Mu memasuki ruangan dengan membawa seorang pria dewasa disampingnya,...
"Nah ini dia orangnya tuan muda... mari duduk saudara Ming Fang... kenalkan ini tuan muda YoLang yang saya ceritakan itu...! beliau ingin menanyakan beberapa hal tentang benua pulau hitam... silahkan tuan muda...!", kata kakek MuChin mengenalkan orang tersebut.
"Terimakasih paman Ming Fang sudah mau datang menemui kami... kenalkan saya YoLang... saya hanya ingin mengetahui beberapa informasi mengenai benua pulau hitam... ada berapa kota besar disana dan dimana saja letak pelabuhannya...!" kata YoLang memperkenalkan diri dan mulai menanyakan beberapa hal sambil dia mulai menyerap informasi dalam pikiran Ming Fang tanpa diketahui oleh yang bersangkutan.
"Ahh... baik... benua pulau hitam adalah sebuah daratan yang besar dan hanya terbagi 3 daratan... tidak ada kekaisaran atau kerajaan disana... setiap kota besar dikuasai oleh penduduk asli atau suku asli benua itu... disana ada pelabuhan besar disetiap daratan seperti Daratan Atas pelabuhannya berada di Kota Duma, dan ada 3 kota besar lainnya yaitu Kota Lilian, Kota Tumba dan Kota Kilat... perbatasan antara 3 daratan dibenua pulau Hitam terletak sebuah kawasan hutan yang besar mungkin seluas daratan utara benua pulau hijau ini nama hutan itu adalah 'Hutan Bintang'... para penduduknya sama seperti kita disini dan sumber kehidupan penduduk benua pulau hitam adalah Tambang Logam dan Kayu dari Hutan Bintang...!", kata Ming Fang menjelaskan.
"Hmm... menarik... sebuah benua yang besar tapi hanya terbagi 3 daratan... baik paman Ming Fang terimakasih informasinya... saya berencana akan mengunjungi benua pulau hitam dalam waktu dekat ini...!", kata YoLang.
"Ahh... disana tempatnya sangat bagus untuk berbisnis... karena para penduduknya banyak membutuhkan barang-barang seperti kain dan peralatan rumah tangga... tidak banyak tukang yang bisa membuat perabotan disana... yang ada itupun para tukang yang berasal dari benua kita ini... dan barang dari sana yang bisa dibawa kesini juga banyak... ada bahan logam seperti besi putih... besi baja... tembaga... dan emas... demikian juga dengan berbagai jenis kayu yang kuat dan keras serta umur kayu yang sudah berada diatas 100 tahun...!", kata Ming Fang menambahkan.
"Sangat menarik... baiklah paman Ming Fang... ini ada sedikit hadiah buat paman... terimalah... jangan sungkan... dan sekali lagi saya mengucapkan terimakasih untuk informasi yang paman Ming Fang berikan...", kata YoLang kemudian menyerahkan sebuah cincin jiwa dasar-3 yang sudah dia isi dengan 2 juta koin emas.
"Ohh... cincin penyimpanan...? ahh... barang langka... terima kasih tuan muda YoLang... saya sangat membutuhkan barang ini...!", kata Ming Fang kemudian mendapat penjelasan dari YoLang tentang cara penggunaan cincin tersebut.
Rombongan YoLang mendapat jamuan makan siang digedung Perusahaan Dagang JinLong di Pelabuhan YaoYo oleh kakek MuChin dan anggota Klan Mu dan dengan bekal informasi yang dia serap dari dalam pikiran Ming Fang, YoLang sudah bisa mengingat sebuah lokasi yang berada disekitar pelabuhan diKota Duma Daratan Atas Benua Pulau Hitam. Setelah berpamitan dengan seluruh anggota KlanMu yang menjamu mereka, YoLang mulai membuat sebuah gerbang teleportasi antar benua sambil fokus mengingat lokasi yang dia dapatkan dari dalam pikiran Ming Fang. Sebelum masuk kedalam gerbang teleportasi itu YoLang memasukkan sang istri dan para jendralnya kedalam dunia jiwa, hal ini dia lakukan karena perpindahan dia siang hari mengandung resiko jika lokasi tujuannya berada disebuah tempat yang ramai. Setelah membungkus tubuhnya dengan array/formasi pelindung dia masuk kedalam gerbang telepotasi tersebut,...
Whhuuuzzz...
2 menit kemudian YoLang telah berpindah dan berada disebuah kamar kosong dan dekorasi kamarnya seperti berada disebuah Hotel, segera dia keluar kamar tersebut dan turun kebawah untuk mencari pintu keluar. Setelah berada di luar gedung Hotel tersebut YoLang melihat sebuah papan nama digedung itu 'Hotel Mutiara Hitam'.
__ADS_1