Titisan Dewa

Titisan Dewa
Teka-teki Surat Alura


__ADS_3

#Lembar Pertama.


"Aku sudah sampai ketempat fana ini, dengan sisa kekuatanku aku membuat tempat perlindungan agar keberadaanku tidak diketahui oleh mereka yang mengejarku"


- Alura -


#Lembar kedua.


"Kasihan mereka yang tanpa kekuatan, tidak mungkin kujadikan prajurit diatas Langit, biarlah kusendiri menanti sampai ajal menjemput"


- Alura -


#Lembar Ketiga.


"Kemarilah serangga manisku, segarkan bunga-bunga Langit ditaman Surgawi ini dengan nafas kehidupanmu, agar mereka bermekaran menghibur hati yang terluka ini"


- Alura -


#Lembar Keempat.


"Kekhawatiranku seperti tak ada habis-habisnya ditengah ke'sendirian'ku tanpa ditemani seorangpun"


- Alura -


#Lembar Kelima.


"Hai serangga manisku, ambilah serbuk sari madu bunga-bunga Langit itu dan tebarkan menjadi bunga yang baru untuk mewarnai taman penghiburku"


- Alura -


#Lembar Keenam.


"Adakah seorang kekasih hati...?, harapanku yang tak berujung setelah 100 tahun seorang diri menanti"


- Alura -


#Lembar Ketujuh.


"Menanti malam yang berulang, membasuh diri yang tak kunjung kering, menyisakan kedua bola mata yang menatap tulang tubuhku yang mulai mengering"


- Alura -

__ADS_1


#Lembar Kedelapan.


"Wahai Ibunda Dewi Purnama, jangan menyiksaku seperti ini, berikan Kekuatanmu dan biarkan aku ikut bersamamu menghadapi kekejaman Surgawi dan membuat kehidupan kembali kePutih dan Hitam seperti tiada"


- Alura -


#Lembar Kesembilan.


"Aku kembali kesisi lain Langit, dimana ada Bulan bersamaku, menanti serangga manisku yang akan menjadi pewaris Keadilan diAlam Semesta... aku Alura menantimu"


YoLang membaca tulisan-tulisan kuno yang terdapat didalam 9 lembar kertas yang kesemuanya berbentuk puisi kuno, seperti mengatakan sebuah pesan atau cerita seseorang yang pernah berada didalam gua tersebut yang bernama Alura. Dari pengetahuan yang telah dia pahami, Alura adalah nama dari Dewi Peri yang menghilang ketika terjadinya pembantaian di Alam semesta 1 juta tahun yang lalu, dan menyisakan 5 Dewa Pencipta yang dikenal dengan para Bocah kelompok Dewa PanJelSolaSi yang kemudian menjadi guru-gurunya serta seorang Dewa Penguasa yaitu sang Kaisar Dewa yang juga menjadi Dewa Gurunya dan juga sebagai seorang pemimpin dari seluruh Dewa yang berada diatas Langit atau di Alam Surgawi. Dewi Purnama adalah ibu dari Dewi Peri Alura yang juga ikut menjadi korban pembantaian itu.


YoLang meneliti kembali isi surat atau pesan yang dibuat oleh Dewi Peri Alura tapi dia hanya melihat sebuah puisi dan jeritan hati dari seseorang yang tengah menderita batin dalam kesendiriannya didalam gua tersebut, namun ada beberapa kata yang huruf-hurufnya ditulis agak tebal seakan menandakan adanya sebuah arti didalam kata-kata tersebut. Kemudian dia menarik kedua istrinya dari dalam dunia jiwa,...


Whhuuuzzz... whhuuuzzz...


"Ahh... kita berada dimana suamiku...?", tanya YoLun ketika sudah berada disamping sang suami.


"Kita berada didalam sebuah gua... pintu masuknya juga dilapisi dengan array/formasi... tapi aku sudah membuat jalan masuk untuk melewati formasi itu tanpa merusaknya...", kata YoLang.


"Tempat ini seperti pernah ditinggali oleh seseorang...? dan sosok yang tinggal disini pasti seorang perempuan... coba lihat tempat tidurnya rapi dan penuh dengan hiasan pernak-pernik milik seorang perempuan...", kata Mayang menambahkan.


"Kalian benar dan ini ada tulisan yang dia tinggalkan didalam kotak kayu itu... dan didalamnya masih ada bagian kotak yang masih terkunci dan terdapat sebuah benda yang mengandung sebuah kekuatan besar... aku sudah mencoba segala cara untuk membukanya tapi tidak bisa... seperti ada yang mengunci bagian dalam kotak itu...!", kata YoLang.


"Baik aku akan membacanya dan coba kamu tulis dan rangkai kembali kata-kata yang aku bacakan...!", kata YoLang kemudian mulai membaca tulisan-tulisan kuno tersebut dan mengulang kata-kata yang berhuruf tebal.


"Tempat perlindungan, Diatas langit, Kemarilah serangga manisku, Nafas kehidupan, Sendirian, Tanpa ditemani seorangpun, Ambilah serbuk, Tebarkan, 100, Menanti malam, Membasuh diri, Menyisakan kedua Bola mata, Kekuatan, Bersama, Menghadapi kekejaman Surgawi, Membuat kembali kePutih dan Hitam, Tiada". dan lembar terakhir semua tulisannya berhuruf tebal "Aku kembali kesisi lain Langit, dimana ada Bulan bersamaku, menanti serangga manisku yang akan menjadi pewaris Keadilan diAlam Semesta, aku Alura menantimu".


"Hmm... pasti ada artinya makna dari tulisan-tulisan ini...! seperti sebuah petunjuk dan pesan kepada seseorang... mmm... tapi siapa...?", kata Mayang.


"Ini ada kata-kata ambilah serbuk... mungkin itu adalah cara untuk membuka bagian dalam kotak kayu itu... tapi serbuk apa...? dan dimana serbuk itu...?", kata YoLun yang masih bingung dengan rangkain kata-kata yang mereka buat.


"Sebentar... kalian berdua fokus pada kata-kata yang ditulis kembali itu... dan aku akan kembali membaca kalimat dalam lembaran surat-surat itu secara utuh... nah dengarkan baik-baik...!", kata YoLang kemudian membaca kembali tulisan-tulisan itu secara utuh lembar demi lembar.


"Hmm... lembar pertama dan kedua saling berhubungan menyatakan sebuah tempat yang terlindung diatas langit... maksudnya diatas langit-langit gua ini... coba periksa bagian atas gua ini...!", kata YoLang kemudian mengajak kedua istrinya untuk mencari tempat tersembunyi itu.


"Nah itu...! coba periksa ada apa didalamnya...!", kaya YoLang melihat sang istri YoLun menemukan sebuah lobang seukuran tubuh manusia yang mengarah keatas.


"Sepertinya aku bisa masuk kedalam lobang ini... karena ukurannya pas dengan tubuhku...! tapi sangat gelap didalamnya...?", kata YoLun.


"Sebentar kakak Lun... surat ketiga dan keempat juga berhubungan... artinya kakak masuk kesana sambil menghembuskan aura elemen Yin kakak dan datang seorang diri...! coba kakak lakukan...!", kata Mayang memberi petunjuk dari arti isi surat ketiga dan keempat itu.

__ADS_1


"Ahh... benar... didalam sini banyak lumut air... yang akan bersinar jika terkena hawa dingin...! hehehe... nah dapat...!", kata YoLun yang dapat memasuki lobang itu dan menemukan sebuah kantong kecil yang terbuat dari kulit hewan buas berisikan sesuatu didalamnya.


"Coba buka dan periksa...! apa isi kantong itu...!", kata YoLang yang telah memeriksa bahwa isi kantor itu bukan merupakan sesuatu yang berbahaya.


"Hmm... ada ratusan butir batu permata berwarna-warni yang indah... ahh... bagus untuk dibuat perhiasan...!", kata YoLun yang melihat keindahan batu-batu permata sebesar biji jagung ditangannya.


"Bagus... lanjut surat berikutnya...!", kata YoLang kepada mereka berdua.


"Ini... ambil serbuk dan tebarkan 100...! maksudnya...? mengambil 100 butir permata itu dan tebarkan diatas kotak kayu itu mungkin...!", kata Mayang yang mengira-ngira isi teka-teki surat tersebut.


"Coba kamu tebarkan 100 buah permata itu diatas kotak itu... kita lihat apa yang akan terjadi...!", kata YoLang kemudian melihat sang istri mulai menebarkan ke-100 butir permata berwarna-warni itu keatas kotak kayu.


Whhuuunnnggg... whhuuusss...


Kreettaaakkk...


"Hahh... berhasil...! itu kotaknya sudah terbuka...!", teriak YoLun melihat usaha mereka berhasil membuka bagian dalam kotak kayu tersebut.


"Ahh... ada sebuah botol giok...!", kata YoLun dan memberikan botol giok tersebut kepada sang suami untuk diperiksa isinya.


YoLang kemudian membuka tutup botol giok itu, mencium baunya dan mulai mengira-ngira cairan tersebut.


"Hmm... cairan dalam botol giok ini seperti 'Air Surgawi'... tapi tidak berbau dan memiliki energi spiritual yang sangat kuat...!", kata YoLang yang sedang berusaha mengingat seluruh pengetahuan alkemisnya untuk mengetahui cairan didalam botol giok tersebut.


"Ahh... tunggu...! tutup kembali botol itu nanti cairannya akan menguap kalau terbuka lama...!", kata YoLang yang mulai mengerti isi dari botol giok tersebut yang adalah 'Air Mata Peri' yang akan keluar dari kedua mata seorang peri saat sedang mengalami kesedihan yang mendalam walau tidak menangis, cairan air mata itu juga mengandung kekuatan sosok yang mengeluarkannya terlebih cairan dalam botol giok itu adalah 'Air Mata Dewi Peri' yang adalah sosok seorang Dewi Pencipta setara dengan kelima Dewa Pencipta guru-guru YoLang.


"Coba kalian baca isi surat selanjutnya...!", kata YoLang kepada kedua istrinya.


"Menanti malam, Membasuh diri, Menyisakan kedua Bola mata, Kekuatan, Bersama, Menghadapi kekejaman Surgawi, Membuat kembali kePutih dan Hitam, Tiada",


"Artinya kita harus menunggu saat malam hari kemudian membasuh tubuh kita dengan 'Air Mata Peri' ini dengan hanya menyisakan kedua bola mata... kemudian memanfaatkan kekuatan secara bersama untuk digunakan melawan kejahatan di alam semesta ini menjadikannya seimbang...!", kata YoLang menjelaskan


"Bangsa atau Ras Peri adalah ras yang menguasai keseimbangan yang kuat... didalam tubuh mereka mengalir kekuatan Yin dan Yang dan keduanya sama besarnya atau seimbang didalam tubuh mereka...! dan Tiada itu melambangkan sumber segala kehidupan diAlam Semesta ini...! hmm... ini juga adalah tugas-tugas kita yang diberikan Langit sebagai yang Terpilih...?", kata YoLang menjelaskan kepada kedua istrinya dan hubungan dengan kisah terpilihnya mereka sebagai para pilihan Langit.


"Jadi kita harus bagaimana suamiku...?", tanya Mayang.


"Sesuai pesan Dewi Alura...! kita menunggu malam kemudian membasuh seluruh tubuh kita dengan cairan 'Air Mata Peri' dan menyerap kekuatannya... dan kekuatan itu akan kita gunakan dalam tugas-tugas kita dimasa depan...!", kata YoLang kembali menjelaskan kepada mereka berdua.


"Ohh... begitu...! baiklah terus bagaimana dengan isi didalam gua ini... apa kita akan membiarkannya saja... atau membawanya...", tanya Mayang


"Coba kalian periksa isi lemari giok itu dan kotak-kotak perhiasan itu... mungkin ada pesan lainnya didalam sana...!", kata YoLang kemudian mereka memeriksa dengan teliti isi seluruh ruangan didalam gua tersebut.

__ADS_1


"Sayang... ini masih ada 1 lembar surat lagi dibagian paling bawah kotak kayu...!", kata YoLun yang menemukan 1 lembar surat yang ditulis dengan tulisan kuno dibagian paling bawah kotak kayu berisi botol giok sebelumnya.


Kemudian YoLang membaca isi surat itu "Siapapun yang menemukan gua ini... aku berharap adalah sesorang yang memiliki kebajikan dan berhati tulus... semua isi gua ini... kuserahkan padamu, jadilah kuat dengan sumber daya yang kusediakan... dan pergunakan dalam menjaga keseimbangan dialam semesta ini, dan temui aku... Alura...",


__ADS_2