
Dipinggiran Hutan dekat kawasan markas 'Klan Pintu Dewa' terlihat paman Xong Te dan paman Xiao Lai yang sedang mengawasi pergerakan yang terjadi didalam markas tersebut, dan beberapa saat kemudian ada 4 cahaya yang melesat dengan cepat mendekati tempat mereka...
Whhuuuzzz... whhuuuzzz...
Whhuuuzzz... whhuuuzzz...
"Eh... ahh... maaf tuan muda...! kami tidak sempat merasakan aura tuan muda dan nyonya...!", kata paman Xong Te yang terlihat bersiaga.
"Hehehe... aku yang harusnya minta maaf paman Xong Te... karena tidak memberitahukan kedatangan kami yang tiba-tiba ini...?", kata YoLang merendah.
"Bagaimana situasi disana tuan muda...? kami disini belum juga melihat pergerakan yang berarti dari para anggota klan itu...!", kata paman Xong te melaporkan hasil pengintaiannya bersama paman Xiao Lai.
"Disana sudah beres...! bahkan paman Wang Yhu mendapat tambahan pasukan boneka sebanyak 22 orang... hehehe... nah... dengarkan rencana selanjutnya... kita akan menguasai markas dan perkampungan ini... tapi banyak yang berada didalam sana orang-orang yang tidak berdosa dan tidak mengerti dengan semua tindakan anggota Klan Pintu Dewa ini...!", kita YoLang menjelaskan rencana yang telah mereka susun sambil menarik para perwira Pasukan Naga dan Pasukan Putri Naga dari dalam dunia jiwanya.
Whhuuuzzz... whhuuuzzz...
"Nah... berkumpulah kalian semua melingkar disini dan dengarkan...! saya telah membuat formasi perlindungan dan ilusi ditempat ini dan bisa menampung ratusan orang... Bibi Ai Yin, Ai Yun, Ing Hua dan bibi Weng Sin membawa semua anak-anak kesini dan menjaga mereka...! selanjutnya paman Lung Wei, Prapa Tung, Deng Sun dan paman Yastaki mencari para orang dewasa dan lanjut usia yang tidak memancarkan aura hitam...! perempuan maupun laki-laki...! bawa semua kesini dan segera bersiap untuk berjaga jika situasi memanas...!", kata YoLang menjelaskan.
"Kemudian paman MuDhong dan paman Wang Yhu lakukan sesuai rencana kita...! bagaimana...? apa kalian siap...?", kata YoLang memastikan mereka.
"Siap laksanakan tuan muda...!", kata mereka serempak.
"Bagus...! segera bersiap semua... beberapa saat lagi hari akan mulai gelap... setelah itu kita akan segera beraksi...!", kata YoLang.
__ADS_1
Mereka sudah bersiap dan menunggu malam menjelang dimana waktu melakukan penyusupan yang terbaik, paman Wang Yhu dan paman MuDhong telah menyamar berganti tubuh dan wajah sama persis seperti tetua pertama dan tetua kedua Klan Pintu Dewa. Dan beberapa saat kemudian gelap malam telah menutupi kawasan perkampungan itu...
"Bagus... segera samarkan aura keberadaan kalian... dan telanlah pil anti racun karena mereka adalah ahli-ahli racun yang kuat...! segera aktifkan kalung artefak pelindung... dan kelompok pertama bergerak sekarang...!", perintah YoLang kepada para perwira Pasukan Putri Naga yang bertugas membawa para anak-anak kecil.
"Kelompok kedua bersiap... sekarang...!", kata YoLang.
"Paman MuDhong dan paman Wang Yhu segera bergerak ketika 2 kelompok telah kembali dan membawa orang-orang yang akan kita selamatkan itu...!", kata YoLang yang mengatur strategi dan rencana mereka.
"Baik tuan muda...! siap laksanakan...!", kata paman Wang Yhu kemudian mengeluarkan ke-22 pasukan boneka yang akan mereka gunakan sebagai pancingan.
Whhuuuzzz... whhuuuzzz...
Kelompok perwira Pasukan Putri Naga telah kembali dengan membawa puluhan anak-anak kecil dan beberapa anak remaja kedalam formasi perlindungan yang telah dibuat YoLang sebelumnya, setelah itu satu persatu kelompok kedua yang terdiri dari para perwira Pasukan Naga kembali membawa orang-orang tua dan para lanjut usia. Sudah terdapat puluhan orang didalam formasi perlindungan itu, dan mereka sudah diberitahu bahwa mereka sedang diselamatkan dari tindak kejahatan yang sedang dilakukan oleh para anggota Klan Pintu Dewa. Kemudian salah seorang pria yang sudah lanjut usia mendekat kearah YoLang dan mulai bercerita...
"Benar kakek...! nama saya YoLang dan mereka semua adalah anggota keluargaku dan para pasukanku...! apakah ada sesuatu yang ingin kakek sampaikan...?", kata YoLang menyambut sang kakek tersebut.
"Ahh... terimakasih Dewa...! doa kami sudah dikabulkan... akhirnya ada yang datang menolong kami...! terima kasih anak muda... ahh... maafkan saya tuan penolong... saya harus memanggil tuan muda... kenalkan saya Mao Yu... 10 tahun yang lalu saya adalah kepala desa disini...! desa ini bernama Desa 'Jing Bun'... setelah kedatangan Zhuan Ban dengan anggota keluarganya yang berjumlah 40 orang dan mengaku sebagai petualang dari Daratan BuYan yang akan mencari tempat tinggal baru di Daratan Nam Yan ini maka keadaanya menjadi berubah... mereka akhirnya yang menguasai kami dan melakukan semua tindakan kejahatan didaerah perbatasan Daratan Nam Yan dan Daratan Dong Yan serta kawasan 'Danau JingBun' yang juga akhirnya berubah nama menjadi 'Danau Merah'...", kata kakek Mao Yu menceritakan kisah desa mereka.
"Hmm... jadi mereka sebenarnya hanya pendatang kemudian menguasai desa disini...? baik kakek Mayo Yu...! simpan cerita selanjutnya... saya masih harus mengurusi penjahat-penjahat itu...! tolong kakek menenangkan orang-orang kakek sekaligus melihat apakah diantara mereka ada yang berasal dari anggota Klan jahat itu...!", kata YoLang.
"Baik tuan muda...! tapi selamatkan juga anggota keluarga kami yang masih ditawan oleh mereka dipenjara bawah tanah...! tempatnya persis dibawah gudang penyimpanan tanaman beracun milik mereka... hati-hati tuan muda...! karena ditempat itu terdapat jebakan beracun...! dan ada seorang seperti saya sudah lanjut usia yang mereka panggil sebagai leluhur... sepertinya dia adalah salah satu yang memiliki tingkat kekuatan tertinggi diantara mereka... dia selalu berada di tempat pembuatan obat dan racun...!", kata kakek Mao Yu memperingatkan.
Dengan bekal informasi tambahan yang diberikan kakek Mao Yu, YoLang kemudian segera memerintahkan kepada semua perwiranya untuk bergerak membantu 2 kelompok yang dipimpin oleh paman MuDhong dan paman Wang Yhu yang sedang bergerak memasuki markas tersebut. YoLang juga telah memberitahu sang istri YoLun tentang tawanan yang berada dipenjara bawah tanah dan lokasinya serta jebakan beracun seperti yang diceritakan oleh kakek Mao Yu, kemudian dengan kemampuannya YoLang mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk mencari keberadaan sosok yang dikatakan kakek Mao Yu sebagai leluhur Klan Pintu Dewa itu. Hanya dalam waktu singkat YoLang telah menemukan keberadaan sosok tersebut, dan melihat sosok itu sedang meracik Pil atau racun diruang Alkemis disamping sebuah rumah yang berada disudut perkampung itu.
__ADS_1
YoLang segera melesat menuju lokasi tersebut dan mengawasi sosok yang dia rasakan memiliki tingkat kekuatan yang cukup tinggi karena sudah berada ditingkat Saint Puncak atau Ranah Puncak Alam Kultivator dan tinggal memerlukan beberapa dorongan lagi sosok tersebut dapat melakukan terobosan masuk keranah tingkat kekuatan Alam Dewa, dari sudut perkampungan itu YoLang mendengar suara teriakan dari anggota Klan Pintu Dewa yang telah mengetahui adanya penyusup yang memasuki markas mereka. Hal itu disebabkan karena YoLun telah berhasil menyelamatkan 5 orang anggota keluarga kakek Mao Yu dari dalam penjara bawah tanah,...
"Awaaasss...! ada penyusup...! mereka telah membebaskan para tawanan...!", teriak seorang anggota klan.
"Nyalakan obor...! hei kalian...! segera cari para penyusup itu... bajingan...! tikus-tikus dari mana yang berani menyusup kemarkas kita ini...! cepat kalian berpencar dan segera temukan mereka...!", kata sesorang yang mendominasi.
"Baik tetua kelima...!", kata sesorang.
"Dan kalian berdua... segera beritahu tetua lainnya untuk datang kemari dan membantu mencari para penyusup itu...!", kata orang yang mereka panggil sebagai tetua kelima.
YoLang yang masih dalam pengintaiannya mendengar kata-kata tetua kelima menyadari bahwa dalam markas itu masih terdapat beberapa tetua lagi yang memiliki tingkat kekuatan yang sudah tinggi termasuk sang leluhur yang sedang diawasinya itu, kekacauan mulai terjadi dalam perkampungan yang sudah dijadikan markas oleh anggota Klan Pintu Dewa tersebut. Dengan penerangan dari obor mereka berkeliling sampai ke pinggiran kawasan perkampungan, YoLang dapat menghitung jumlah keseluruhan anggota klan yang tersisa masih berjumlah 86 orang dan tingkat kekuatan mereka berada mulai dari tingkat Jendral Awal sampai tingkat Raja Mahir. YoLang juga melihat para perwira Pasukan Naga telah bersiap diposisi mereka masing-masing dan juga kelompok paman Wang Yhu yang menyamar sebagai tetua pertama telah berada didalam kawasan perkampungan sementara itu kelompok paman MuDhong yang menyamar sebagai tetua kedua masih menunggu waktu yang tepat untuk memasuki kawasan itu.
"Ahh... tetua pertama dan tetua ketiga...! untung kalian datang tepat waktu...! kami mendapat serangan dari penyusup... dan para tawanan telah mereka lepaskan... kami sedang mencari mereka tetua...!", kata tetua kelima yang menyapa kedatangan paman Wang Yhu bersama tetua ketiga yang telah menjadi pasukan boneka.
"Hmm... jangan panik...! segera kumpulkan semua anggota dan akan kita bicarakan... kalau bertindak seperti ini akan menjadi kacau dan tidak teroganisir... ayo segera kumpulkan mereka...!", kata paman Wang Yhu bersandiwara karena sedang menyamar sebagai tetua pertama.
"Baik tetua pertama... hei kalian... segera kumpulkan semua anggota klan...! dan kalian bagaimana...? apakah sudah memberitahukan leluhur tentang kejadian ini...!", kata tetua kelima yang masih panik.
"Kami belum sempat menemui leluhur tetua...! karena kami sudah dipanggil lagi kesini...!", kata seorang anggota klan membela diri.
"Ahh... kerja tidak becus... guuooblook kalian...! segera sana beritahu leluhur...! cepaaaattt...!!", teriak marah sang tetua karena panik.
Melihat situasi mulai terkendali dan kelompok paman Wang Yhu telah mulai beradaptasi dengan anggota klan yang belum menyadari keberadaan mereka, segera paman MuDhong bergerak membawa rombongannya memasuki kawasan perkampungan itu untuk bergabung. Sementara itu para perwira Pasukan Naga lainnya telah bersiap-siap menunggu untuk bergerak jika situasi menjadi ajang pertempuran, mereka semua telah mengeluarkan senjata mereka masing-masing karena mendapat pesan suara dari YoLang bahwa semua orang yang berada didalam markas itu sudah layak menerima pelajaran dari mereka karena aura hitam pekat yang terpancar dari dalam tubuh mereka sudah menjadi dasar yang kuat bahwa mereka sudah banyak membunuh dan masih memiliki niat membunuh yang besar.
__ADS_1