
Dikawasan dermaga pelabuhan terlihat 2 orang lanjut usia, yang pria bersenjatakan sebuah pedang tingkat Surgawi dan wanitanya bersilat dengan menggunakan sebuah Kain Selendang Sutra berwarna Putih. Shin YuWen yang dimasa mudanya terkenal dengan julukan 'Pendekar Selendang Maut' melancarkan serangan-serangan selendangnya kearah puluhan orang anggota kelompok Matahari Merah,...
"Tarian Dewi Khayangan"
Hiiiyyyaaaa...
Whiirrr... whiirrr... whiirrr...
Thaarrr... thaarrr... thaarrr...
Aahhkk... aarggghk... ...
"Ilmu Selendang Maut"
Hiiaaatttt...
Shuuttt... shuuttt... shuuttt...
Thaarrr... thaarrr... thaarrr...
Aarrgghk... aahhkk... aarggkkhh...
Serangan sang "'Pendekar Selendang Maut' mengakibatkan belasan orang anggota kelompok matahari merah terluka dengan sebelah tangannya putus terpisah dari tubuhnya, serta beberapa orang tewas karena terkena tusukan ujung selendang sutra yang telah berubah menjadi sebuah mata tombak yang tajam dibagian vital tubuh mereka. Sang suami Lun Xiao yang merupakan kepala keluarga dari Klan Lun tidak mau kalah dengan teknik tingkat Surgawi yang dipelajarinya dari kitab teknik pemberian YoLang melakukan serangan spiritualnya secara beruntun,...
"Bayangan Langit"
"Tebasan Pedang Langit"
Hiiiaaattt...
Whuusss... whuusss... whuusss...
Aahhkk... aargghk... aahhkk...
"Tarian Petir Langit"
Hiiiaaattt...
Whuusss... whuusss... whuusss...
Bhhoomm... bhhoomm... bhhoomm...
Aahhkk... aargghk... aahhkk...
Kembali belasan orang anggota kelompok matahari merah tewas berjatuhan diatas tanah, kombinasi serangan dari kedua pasangan lanjut usia tersebut telah mengakibatkan hampir semua anggota pasukan yang berada didermaga pelabuhan tersebut tak berkutik. Segera sisa dari mereka yang masih hidup dimasukkan kedalam ruang dimensi cincin jiwa milik Lun Xiao, hal ini sesuai dengan permintaan YoLang agar mereka tidak membunuh semua anggota pasukan matahari merah tersebut. Mayang yang telah mendapat bantuan dari kedua kakek Lun Wei dan Lun Da yang telah menyelesaikan pertempuran mereka dibagian gudang dan barak pasukan assosiasi matahari merah, serta LunGon yang telah selesai dengan urusannya disamping kiri kediaman BaiZhu kini sedang berhadapan dengan pasukan yang berada di 2 kapal layar besar milik BaiZhu juga pasukan yang dari 5 buah kapal layar yang berukuran kecil.
Diatas deretan kapal-kapal layar berukuran kecil itu terlihat kakek Lun Wei dan kakek Lun Da perlahan tapi pasti melumpuhkan satu-persatu anggota pasukan matahari merah dan menawan dan memasukkan mereka kedalam ruang dimensi cincin jiwa mereka, kedua lansia itu juga telah mendapat pesan suara dari YoLang sehingga mereka berusaha untuk melumpuhkan anggota pasukan assosiasi matahari merah tersebut. Demikian juga dengan kapal-kapal yang masih terlihat baik tidak mereka hancurkan, dibagian kapal yang berukuran besar terlihat Mayang dan LunGon mulai melumpuhkan anggota pasukan yang berada diatas kedua kapal itu,...
"Tinju Intan Abadi"
Hiiiaaatt...
Whuuss... Dhuukkk... Aahhkk...
Whuuss... Deegghh... Aahhkk...
Whuuss... Dhukkk... Aahhkk...
__ADS_1
"Cahaya Intan Merusak Sukma"
Hiiiaaattt...
Shuutt... shuutt... shuutt...
Jleebb... jleebb... jleebb...
Aarrghk... aahhkk... aarrghk...
Sementara itu diatas langit kedua kapal berbendera asing, terlihat YoLang sedang menghadapi serangan anak panah dari arah kapal itu. Bangsa kate yang berjumlah puluhan orang dimasing-masing kapal tak henti-hentinya menembakkan anak panah kearah YoLang,...
"Seraaannngg... jangan berhenti...!", teriak salah seorang bangsa kate yang berada diatas kapal tersebut.
YoLang masih menunggu kesempatan yang tepat untuk melancarkan serangannya sambil menghindar dari serangan yang datang dari arah kedua kapal tersebut,...
Shut... shut... shut...
Whuuzz... whuuzz... whuuzz...
Shut... shut... shut...
Whuuzz... whuuzz... whuuzz...
Sementara itu dilokasi kediaman BaiZhu terlihat 2 orang pembantunya yaitu GongBa dan GongBu masih bertarung dengan sengit melawan LunPing, yang saat ini sudah mendapat bantuan dari LunFai dan LunFei yang telah menyelesaikan pertarungan mereka dibagian sebelah kanan kediaman itu. LunFai dan LunFei bertarung melawan GongBa yang sudah terluka sebelumnya oleh LunPing dan LunPing sendiri melawan GongBu yang terlihat masih segar bugar, mereka saling bertukar serangan spiritual hingga menghancurkan beberapa bagian gedung kediaman BaiZhu. Tidak jauh dari tempat itu terlihat sebuah pertarungan spiritual tingkat tinggi terjadi antara PingYu/YoLun melawan siJubah Merah BaiZhu, beberapa kali serangan spiritual dan serangan kekuatan elemen petir YoLun mengenai tubuh BaiZhu tapi dibiaskan oleh BaiZhu dengan menggunakan Jubah Merahnya yang ternyata adalah sebuah artefak/jimat perisai atau pelindung untuk menepis dan menahan serangan spiritual.
PingYu/YoLun segera mengerahkan semua kemampuan tekniknya sampai ketingkat Surgawi dan menyerang BaiZhu,...
"Langkah Petir"
"Hujan Amarah Petir"
Hiiiaaattt...
Whuuzz... whuuzz... whuuzz...
Shuuttt... shuuttt... shuuttt...
"Meteor Petir Pemusnah"
Hiiiyaaaatttttt...
Whhhuuuzzz...
Bhhooommm...
Aahhkkk...
"Setaaaannn...! kuhabisi kau...!", teriak BaiZhu yang terkena serangan tersebut sehingga merobek dan menghanguskan sebagian jubah merahnya.
"Hehehe... hanya itukah kemampuanmu...?", ejek YoLun.
"J@l4ng kerdil... terimalah pembalasanku...!", kata BaiZhu kemudian mengerahkan tekniknya dan mengayunkan pedangnya menyerang YoLun.
"Bayangan Setan Merah'
Whuuzz... whuuzz... whuuzz...
__ADS_1
Hiiiaaattt....
"Tebasan Matahari Merah"
Whuuss... whuuss... whuuss...
YoLun menghindar dengan teknik gerakan cepatnya,...
"Langkah Petir"
Whuuzz... whuuzz... whuuzz...
Serangan BaiZhu hanya menemui tempat yang kosong sehingga membuat dia lebih marah dan penasaran karena semua serangan terkuatnya tidak menemui sasaran, sebaliknya YoLun dengan serius dan fokus berusaha untuk segera menyelesaikan pertarungannya. Sementara itu didermaga pelabuhan terlihat Mayang yang dibantu oleh kakek LunWei dan LunDa telah menyelesaikan pertarungan mereka, dengan menawan 21 orang dan 5 buah kapal layar kecil yang tersisa dan dalam kondisi baik sementara belasan lainnya telah hancur berkeping-keping dan tenggelam kedasar laut. Seluruh tawanan dan 5 buah kapal tersebut dia masukkan kedalam ruang dimensi cincin jiwa milik Mayang.
LunGon yang sedang bertarung diatas sebuah kapal besar milik BaiZhu mendapat perlawanan keras dari 20 anggota pasukan matahari merah, segera Mayang yang telah selesai dengan urusannya dikapal-kapal layar kecil membantu LunGon yang terlihat mulai kewalahan karena melawan banyak orang. Sementara itu disamping mereka sebuah kapal besar lainnya LunFai dan LunFei juga melawan 26 orang anggota pasukan matahari merah, mereka berdua juga telah mendapatkan bantuan dari kedua kakeknya Lun Wei dan Lun Da yang sudah selesai membantu Mayang yang sebelumnya sudah menghancurkan dan menenggelamkan belasan kapal-kapal layar berukuran kecil. Pertarungan diatas kedua kapal layar besar milik BaiZhu tidak berlangsung lama, karena kerja sama anggota keluarga Lun yang terlihat kompak dan langsung melumpuhkan anggota pasukan musuh tersebut.
Kembali mereka menawan 18 orang anggota Matahari merah dan 2 buah kapal layar berukuran besar milik BaiZhu kemudian memasukkan kedalam ruang dimensi cincin jiwa milik Mayang,...
"Kakek Lun Wei dan Lun Da... bantu kakek Lun Xiao dan nenek Shin YuWen didermaga... sepertinya ada anggota keluarga yang terluka disana... biar kami yang membantu YoLang melumpuhkan orang-orang kate itu...", kata Mayang kepada kedua kakek itu.
"Baik nak... berhati-hatilah kalian... bangsa kate itu sangat licik... dan mereka memiliki ilmu menghilang...!", kata kakek Lun Wei.
"Saya mengerti kek...", katanya kemudian melesat keatas langit disusul oleh LunGon bersama LunFai dan LunFei untuk membantu YoLang yang masih mendapat serangan puluhan anak panah.
"Pamam LunFai dan LunFei serang secara diam-diam dari arah samping kiri bagian belakang... saya dan LunGon dari samping kiri bagian depan... ayo mulai...!", kata Mayang.
"Baik nak... ayo serang...!", kata kedua paman itu.
YoLang yang melihat strategi yang diterapkan calon istrinya dan adik iparnya merasa kagum karena kecerdikan mereka, dia kemudian membuat gerakan berputar diatas udara dan melesatkan serangan untuk melumpuhkan orang-orang kate tersebut,...
"Cahaya Mengenggam Bulan"
Whuutt... whuutt... whuutt...
Zheebb... zheebb... zheebb...
Whuutt... whuutt... whuutt...
Zheebb... zheebb... zheebb...
Puluhan orang itu terdiam dan terpaku ditempat mereka berdiri karena sekujur tubuh mereka telah terbungkus sebuah kabut putih, dan disaat bersamaan Mayang dan LunGon telah mengirim serangan spiritual mereka kearah orang-orang kate tersebut,...
"Cahaya Intan Menebar Pesona"
Hiiiaaattt...
Shuutt... shuutt... shuutt...
Aarrghk... aahhkk... aarrghk...
"Tarian Naga Api"
Whuuss... whuuss... whuuss...
Aarrghk... aahhkk... aarrghk...
"Uppsss... terlambat... maaf suamiku...! aku terlanjur mengirimkan serangan bersamaan dengan seranganmu...! hehehe...", kata Mayang yang telah menewaskan semua bangsa kate dikapal pertama itu.
__ADS_1
"Ahhh... maaf kakak... saya juga tidak bisa menahan seranganku yang bersamaan datangnya serangan kakak...!", kata LunGon yang juga menewaskan semua orang bangsa kate dikapal kedua, sampai tubuh mereka hancur tak berbentuk.
"Ya sudah terlanjur... bereskan mayat-mayat mereka dan sita kapal mereka... 2 kapal ini masih akan berguna untuk kita...!", kata YoLang kemudian beralih dan menuju gedung kediaman BaiZhu dimana sang istri PingYu/YoLun masih bertarung melawan siJubah Merah BaiZhu dan kedua mertuanya LunPing dan Maya masih bertarung melawan 2 orang pembantu utama BaiZhu yaitu GongBa dan GongBu.