
Kepanikan mulai terjadi kawasan kediaman Klan Rhu dan Sekte Gunung Kabut serta Sekte Hutan Merah berada, banyak anggota mereka berlarian keluar rumah sementara itu para anak-anak dan perempuan bersembunyi didalam rumah mereka dengan ketakutan. Sementara itu dibagian tengah kawasan kediaman itu terlihat YoLang sedang menghadap 3 sosok yang kekuatannya berada ditingkat Raja Akhir dan Raja Puncak dan YoLun tengah berhadapan dengan 2 sosok dengan kekuatan mereka berada di tingkat Raja Awal,...
"Siapa kalian...! berani-beraninya menyerang tempat kami hahh...!", kata sosok pria lanjut usia yang kekuatannya berada ditingkat Raja Puncak.
"Siapapun kami pasti memiliki alasan mengapa menyerang kalian...! apakah orang tua yang menjadi pemimpin Klan Rhu...? dan masih ingatkah orang tua dengan Kota Shang Selin...? itulah jawabannya...!", kata YoLang sambil melesat dan mengirim serangan.
"Langkah Cahaya"
"Amukan Badai Naga"
"Cahaya Menggenggam Bulan"
Whuuzz... whuuzz... whuuzz...
Wuusss... wuusss... wuusss...
Whuuunnnggg......
Dhuukk... dheess... dhuukk...
Aahhkk...
"Bajingan kamu...! terimalah ini...!", teriak sosok orang tua itu, karena mendapat 3 kali serangan tangan kosong dari YoLang.
Hiaattt...
"Ilmu Pedang Klan Rhu"
Sriiinnggg...
Whuusss... whuusss... whuusss...
Dhuaar... dhuaar... dhuuar...
Serangan sabetan pedang sosok orang tua itu mengenai tempat kosong, karena dengan cepatnya YoLang menghindar sambil mengeluarkan Pedang Cahaya miliknya dan mengirim serangan balik
"Langkah Cahaya"
Whuuzzz... whuuzzz... whuuzzz...
"Niat Pedang"
"Hujan Pedang"
Whuung... whuung... whuung... whuung...
Ratusan bilah pedang spiritual mengambang diatas kepala sosok orang tua itu berserta 2 orang disampingnya, kemudian atas kendali YoLang pedang-pedang tersebut mulai menyerang ketiga sosok orang tua didepannya...
Swing... dhuuaarr... aaahhkkk...
__ADS_1
Swing... dhuuaarr... aaahhkkk...
Swing... dhuuaarr... aaahhkkk...
Dengan perbedaan tingkat kekuatan bagai bumi dan langit, YoLang dengan mudahnya melumpuhkan ketiga sosok tersebut dengan teknik pedang tingkat Ilahi disertai dengan Niat Pedang. Ketiganya terkulai lemas dengan masing-masing lengan sebelah kirinya putus terlepas dari tubuh mereka, kemudian YoLang segera mengikat mereka dengan tali spiritualnya memuat mereka tidak bisa bergerak. Tidak jauh dari tempat itu terlihat YoLun masih bermain-main dengan 2 sosok orang tuan dengan kekuatan yang berada ditingkat Raja Awal...
"Menyerahlah kalian orang tua...! aku masih memberikan kesempatan untuk merubah sifat jahat kalian...!", kata YoLun yang tengah bergerak menghindari serangan-serangan kedua sosok orang tua tersebut.
"Brengsek... setan j@l4ng terima ini...!", kata seorang dari mereka.
"Jarum Api"
Hiyaaaaa...
wuz... wuz... wuz... wuz... wuz...
Mengetahui yang datang adalah serangan senjata rahasia jarum beracun, YoLun segera mengeluarkan pelindung spiritualnya dan memberikan serangan balik,...
"Langkah Petir"
Whuuuzzz... whuuuzzz... whuuuzzz...
"Cahaya Rembulan"
Whhuuunnnggg... Whhhuuuzzz...
Teknik membalikkan serangan sehingga jarum beracun yang mengarah ketubuh YoLun berbalik mencari sasaran sebaliknya,...
Whuzz... whuzz... whuzz... whuzz...
Jleebb... jleebb... jleebb... jleebb...
Bhoomm.. bhoomm.. bhoomm... bhoomm...
"Maafkan aku orang tua...! karena kalian keras kepala itulah jadinya...! hehehe... selamat jalan ke Alam Bawah...!", kata YoLun yang baru saja menyelesaikan pertarungannya dengan membuat kedua tubuh lawannya hancur berkeping-keping.
Whhuuuzzz...
YoLang tiba-tiba telah berada disamping sang istri dan berkata,...
"Istriku ayo bantu yang lain...! kita lumpuhkan mereka dari atas... dan sebisanya menarik mereka dan kirim kepenjara ruang dimensi cincin jiwa...!", kata YoLang
"Baik sayang...! ayo bergerak...!", jawab sang istri dan seketika keduanya melesat terbang diatas langit.
Whhuuzzz... whhuuzzz...
"Cahaya Meraih Bintang"
Whuuzz... whuuzz... whuuzzz
__ADS_1
Whuuzz... whuuzz... whuuzzz
"Tarian Petir Rembulan"
whuuzz... whuuzz... whuuzzz
Whuuzz... whuuzz... whuuzzz
Puluhan anggota pasukan Klan Rhu dan Sekte Gunung Kabut serta Sekte Hutan Merah telah dilumpuhkan dan ditarik masuk kedalam penjara diruang dimensi cincin jiwa milik YoLun dan YoLang, demikian juga yang terjadi ditempat lain dimana kelompok para jendral yang hampir selesai dengan tugas mereka. Kelompok Jendral Wang Yhu telah berhasil menawan 21 orang anggota pasukan Rhu dan ada belasan orang lainnya tewas karena mereka tetap melawan, sementara itu Jendral Prapat Tung mendapat perlawanan yang sengit dari anggota pasukan Sekte Hutan Merah dengan serangan senjata rahasia beracun yang mengakibatkan 3 orang Pasukan Naga terlihat terluka karena racun. YoLang yang melihat hal tersebut segera turun dan mengobati anggota pasukannya yang terkena racun,...
"Cepat telan Pil ini...! dan segera serap agar racunnya tidak menyebar...!", kata YoLang kepada ketiga orang tersebut.
"Terimakasih tuan muda...!", kata mereka.
"Jendral Prapat Tung... jangan beri ampun kepada mereka...! terlalu jahat niat mereka...!", kata YoLang memberi semangat kepada sang Jendral.
"Siap laksanakan tuan muda...!", kata Jendral Prapat Tung.
"Tebasan Kekosongan Langit'
Hiaaatttt.....
Swiinngg... Dhhuuaarrr...
Swiinngg... Dhhuuaarrr...
Swiinngg... Dhhuuaarrr...
Swiinngg... Dhhuuaarrr...
Serangan Jendral Prapat Tung mengakibatkan puluhan orang anggota pasukan Sekte Hutan Merah menjadi kabut darah lenyap tak berbekas, dalam pikiran sang Jendral bahwa perbuatannya sudah sesuai dengan perbuatan jahat anggota Sekte itu terhadap korban-korban yang telah mereka bunuh dengan racun. Dilokasi lain Jendral Lung Wei dengan mudahnya menewaskan 4 orang tetua Sekte Gunung Kabut dan berhasil mendapat 14 orang tawanan yang telah dia masukkan kedalam ruang dimensi cincin jiwanya, sementara itu terlihat beberapa kali bayangan hitam besar menukik dengan cepat dari atas langit kemudian kembali melayang keudara. Jula siHitam mengambil bagian dalam pertempuran itu, dia mencegat beberapa anggota pasukan musuh yang berusaha untuk melarikan diri tapi mendapat serangan dari hewan Surgawi Rajawali Dua Alam tersebut.
4 jam telah berlalu dan pertempuran telah selesai, YoLang memerintahkan semua anggota Pasukan Naga untuk mengumpulkan mayat-mayat yang berserakan kemudian dikuburkan selayaknya, sementara itu para Jendralnya mengumpulkan para wanita dan anak-anak serta mencari para tawanan yang terkurung didalam penjara...
"Tuan muda... mereka semua ini yang kami temukan didalam kediaman kawasan ini...", kata Jendral Prapat Tung yang membawa 8 orang wanita dewasa, 2 orang gadis muda dan 5 orang anak kecil.
"Baik... terimakasih Jendral... paman MuDhong saya serahkan mereka kepada paman untuk diinterogasi... perlakukan mereka dengan baik paman... karena saya melihat mereka telah dipaksa untuk mengikuti keinginan para orang jahat itu...", kata YoLang.
"Tuan muda...! kami menemukan para tawanan ini...!", kata Jendral Lung Wei yang membawa puluhan orang dewasa kehadapan YoLang.
"Hmm... paman Lung Wei... berikan mereka Pil ini masing-masing 1 butir... mereka dalam keadaan sakit... setelah itu baru tanyakan apa keinginan mereka selanjutnya....!", kata YoLang.
"Siap laksanakan tuan muda...", jawab sang Jendral.
Sementara itu YoLun tengah melakukan pemeriksaan diruang bawah tanah dan menemukan 2 buah kamar besar yang ternyata adalah sebuah gudang yang masing-masing berisi banyak barang-barang berharga yang terbuat dari emas, perak dan batu-batu giok. YoLun juga menemukan beberapa buah peti kayu yang berisikan ratusan juta koin emas, segera dia memasukkan semua harta tersebut kedalam cincin jiwanya. YoLang yang berada ditengah kawasan kediaman itu masih mengawasi pekerjaan pembersihan yang dilakukan oleh para Pasukan Naga sambil mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk merasakan jika masih ada aura kehidupan atau aura aneh disekitar kawasan itu, setelah beberapa saat dia hanya merasakan keberadaan beberapa tempat yang menyimpan barang-barang berharga dan tiba-tiba YoLun telah berada disampingnya,...
Whhuuzzz...
"Sayang aku sudah memeriksa ruang bawah tanah... dan menemukan banyak harta disana...! selanjutnya akan kita apakan tempat ini...?", tanya sang istri.
__ADS_1
"Akan kita buat seperti Kota Shang Selin...! istriku kau periksa rumah besar itu dibagian belakangnya ada sebuah kamar... dan rumah besar yang sebelah sana... masih ada harta berharga disana...!", kata YoLang kepada sang istri.
"Baik aku periksa kesana...", kata YoLun.