Titisan Dewa

Titisan Dewa
Menyapa Yeti


__ADS_3

YoLang melanjutkan perjalanannya menuju puncak Gunung Biru dan tak lupa mengedarkan kesadaran spiritualnya pada setiap 5 kilometer, dia melesat berkeliling gunung mencari hewan buruan atau herbal tingkat tinggi. Kali ini dia bertemu dengan seekor Beruang Es yang sangat besar dengan tinggi mencapai 5 meter tapi dia membiarkan keberadaan beruang tersebut untuk mencari pasangan dan berkembang biak.


Hampir mencapai puncak YoLang berhenti karena jarak 5 kilometer kearah puncak sama sekali tidak bisa dilalui karena bukan salju lagi tapi Lantai Es yang dihadapinya dan akhirnya dia mutuskan untuk mengelilingi leher gunung itu saja dan sudah 1 jam dia berkeliling hingga merasakan 2 aura hewan buas yang sangat pekat menandakan keberadaan sosok hewan buas yang kuat dan besar. Perlahan dia menghampiri keberadaan tersebut untuk mengintip jenis hewan buas apa yang dirasakannya itu,...


"Ohh... ya... Yeti...! apakah mereka merasakan keberadaanku...? tidak... mereka terlihat tenang-tenang saja... tidak terusik dengan kehadiranku...!", kata YoLang dalam hati.


Setelah melihat sosok pasangan Yeti (tubuh berbulu seperti gorila tapi berjalan seperti manusia dikenal dengan Manusia Salju) yang sedang bergulingan bermain salju, YoLang memeriksa tubuh kedua sosok itu dengan energi spiritualnya,...


"Pantas populasi mereka sangat lambat berkembang... walau tubuh mereka sehat dan kuat tapi keinginan berhubungan kedua makhluk itu sangat kecil... akan kucoba beri Pil-pil ini...!", kata YoLang dalam hati.


"Langkah Cahaya"


Whhuuuzzzz...


"Telapak Kapas"


Zhheebbb... Zhheebbb...


Secepat kilat YoLang melesat kearah 2 sosok Manusia Salju berbulu putih dan bermata merah itu kemudian menempelkan kedua telapak tangannya diatas kepala mereka...


Ggrrraaahhh... Ggrrraaahhh...


"Sabar teman...! aku mau membantu kalian... tenang...!", kata YoLang.


Terlihat keduanya mengangguk kemudian diam,...


"Ini makanlah dulu...!", kata YoLang sambil memberikan potongan daging.


Kedua Makhluk tersebut mengambil potongan-potongan daging yang diberikan YoLang kemudian memakannya, sementara itu YoLang membuat beberapa Pil dengan cepat dan setelah selesai membuat 2 jenis pil dia mengambil 1 jenis lagi dari dalam cincinnya. Kemudian YoLang memasukan 6 butir pil tersebut kedalam 2 irisan potongan daging, didalam setiap potongan daging tersebut terdapat 3 jenis pil yang setiap jenisnya 2 butir. Jenis Pil yang YoLang berikan kepada 2 makhluk itu adalah 'Pil Stamina' (penambah stamina), 'Pil Kejar Jiwa' (pil perangsang) dan 'Pil Forsa' (penyubur rahim dan sel telur).


"Makan lagi ini...!", kata YoLang.


"Nah... selamat...! semoga kalian tetap rukun dan sehat sampai beranak cucu...!", kata YoLang sambil mengelus bulu putih kedua makhluk tersebut.

__ADS_1


Grraaahhh... grraaahhh... (mengucapkan terimakasih)


Kemudian YoLang melesat turun dari punggung gunung dan mengarah utara dimana tampak luasnya lautan tak berujung, beberapa kali dia berhenti untuk menarik masuk kedalam ruang dimensi cincin jiwanya sekelompok Beruang Es, dan semakin turun YoLang melihat kawanan Serigala Es berjumlah 24 ekor. Dengan sekali gerakan kawanan Serigala Es tersebut telah berpindah tempat kedalam ruang dimensi cincin jiwanya dan kembali dia bergerak turun menuju kaki gunung dimana sudah terdapat beberapa pohon yang terlihat butiran salju masih menempel didaunnya.


Tak terasa hari sudah sore dan perjalanan YoLang belum mencapai tepian laut masih ada 10 kilometer untuk mencapai bibir pantai kemudian dia mencari gua tempat untuk beristirahat dimalam hari, melesat dia mencari sambil mengedarkan kesadaran spiritualnya tapi tidak menemukannya akhirnya dia memutuskan untuk beristirahat diatas pohon.


Setelah menemukan sebuah pohon besar YoLang melesat keatas meloncat dari cabang yang satu kecabang diatasnya, kemudian menemukan cabang pohon yang cocok lalu duduk dan bersandar dibatang pohon tersebut. Setelah memeriksa keadaan sekitar aman dia mulai bermeditasi sambil melirik cincin jiwanya dan dia tersenyum karena melihat 2 ruang dimensi yang dibuat gurunya didalam cincin jiwa sudah selesai, daratan luas yang suasananya hampir sama dengan yang ada di benua pulau hijau ini.


"Tinggal buat sebuah paviliun maka lengkap sudah...! jadilah daratan pribadi...! hehehe...", gumamnya dalam hati.


"Besok tinggal mencari kawanan burung yang belum ada...!", 😴😴😴


Kicauan burung beraneka bunyi suara sambung menyambung menyambut sinar sang surya pagi yang cerah, dan suasana hutan yang penuh dengan energi alam seakan tak pernah habis walau semalam telah diserap YoLang dengan teknik menyerap energi tingkat Surgawi miliknya. Setelah merenggangkan otot-ototnya dia melesat turun dari atas pohon kemudian secepat kilat bergerak menuju pantai.


"Ahh... kemana kawanan burungnya... paling banyak 2 ekor... enmm... tidak masalah yang penting dapat...!", kata YoLang dalam hati.


Sepanjang jalan YoLang menarik satu persatu beberapa jenis burung dengan tekniknya 'Cahaya Meraih Bintang', setelah dia sampai dipinggiran hutan ternyata terdapat tebing yang tinggi dan dibawah tebing merupakan bibir pantai. Sepanjang tebing YoLang melihat beraneka jenis burung dengan jumlah ribuan ekor tapi sayang kedalaman tebing terlalu tinggi dan untuk menarik mereka agak sulit tapi berulang kali mencoba menarik dengan kekuatan penuh,...


Hiiiaaatttt....


Zheeebbb... zheeebbb... zheeebbb...


Hampir 100 kali dia mengerahkan kekuatan tekniknya menarik burung-burung tersebut, dan jumlah ratusan burung berbagai jenis telah berada didalam ruang dimensi cincin jiwanya. Setelah merasa cukup YoLang berniat untuk kembali ke kota Banto, dia mulai berjalan meninggalkan tebing dan kembali memasuki hutan dikaki Gunung Biru itu dan menuju arah kota Banto kemudian dia melesat bagai cahaya meninggalkan kawasan Gunung Biru dengan membawa hasil yang cukup banyak.


Lewat tengah hari YoLang mulai melihat bangunan gedung dia mulai melambat dan berlari biasa, jarak 1 kilometer dari pintu gerbang kota Banto YoLang berjalan santai dan melewati gerbang dengan membayar 2 koin emas kepada penjaga kemudian beberapa menit tibalah dia dirumah bibi Maya.


Whhuuuzzz...


Tiba tiba gurunya sudah berdiri disampingnya tepat didepan pintu masuk rumah, terlihat pintu rumah tidak terkunci dan mereka berdua mengetahui hanya ada Mayang dirumah dan sedang bermeditasi didalam kamarnya. Tidak mau mengganggu Mayang, mereka berdua duduk ditempat makan sambil menunggu bibi Maya kembali.


"Guru... dimensi ruang didalam cincin jiwa bisa berapa orang hidup disana...?", tanya YoLang.


"Dengan kekuatanmu yang sekarang 1 juta orang masih cukup untuk 100 tahun lamanya... dan setelah itu kandungan energi dalam ruang dimensi mulai tidak stabil... tapi menempatkan manusia yang banyak didalam cincin jiwa terlalu beresiko...!", kata sang guru menjelaskan.

__ADS_1


"Pergunakan cincin jiwa hanya untuk sementara... dan tunggulah saat tingkat kekuatanmu sudah berada diRanah Alam Surgawi maka kamu akan memiliki 'Dunia Jiwa'...! bersabarlah lebih baik kamu mantapkan kekuatan jiwa dan ketahanan mentalmu...!", kata gurunya melanjutkan.


"Murid mungkin akan menggunakannya hanya untuk bepergian...!", kata sang murid.


"Ehh... Kakek Yao... kakak Yo... sudah balik...? bawa oleh-oleh buat Mayang...?", kata si gadis kecil.


"Oleh-oleh buatmu masih ditoko... kalau mau nanti malam kita kesana...!", kata kakek Yao.


"Ya... kalau begitu Mayang mandi dulu...! sudah sore...!", kata si gadis kecil kemudian berlalu.


Sekilas YoLang melihat kondisi tubuh Mayang yang semakin baik, organ hatinya mulai kembali normal dan melihat beberapa titik meridiannya telah bangkit dan terisi energi murni. Hanya dalam waktu 2 hari Mayang sudah menunjukkan bakatnya, sekarang dia sudah berada ditingkat Kuning Awal.


Setengah jam kemudian bibi Maya memasuki rumah sambil membawa keranjang belanja,...


"Apakah paman Yao dan nak Yo... sudah menunggu lama...?", tanya bibi Maya.


"Baru saja bi...!", kata YoLang.


"Maaf... tadi saya kepasar untuk membeli bahan makanan buat besok...! saya kebelakang dulu...!", katanya sambil pergi kedapur.


YoLang melihat kondisi tubuh bibi Maya yang juga sudah terbuka titik-titik meridiannya walau masih tampak gelap, tapi menandakan sudah mulai terisi energi dan sekarang tingkatan bibi Maya sudah Putih Mahir. YoLang merasa puas akan hasil yang dicapai oleh bibi Maya dan putrinya Mayang mengingat pencapaian itu hanya dalam waktu 2 hari....


"Silahkan diminum tehnya paman Yao... nak YoLang...!", kata bibi Maya sambil meletakkan sepoci teh hijau yang masih hangat beserta cangkirnya.


"Ahh... terimakasih bibi...! ohh iya bibi... bagaimana persiapannya...? kalau sudah siap besok kita akan berangkat...!", tanya YoLang.


"Sudah nak Yo...! besok siang tinggal tanda terimanya... dan saat itu juga Tuan Bun akan membayar lunas tanah dan rumah ini...!", kata bibi Maya.


"Bagus... kalau begitu besok siang kita berangkat...!", kata YoLang.


"Baiklah nak Yo...! saya kedapur dulu menyiapkan makan malam...!", kata bibi Maya.


Setelah makan malam mereka membicarakan tentang rencana besok hari, bibi Maya akan melakukan transaksi jual beli rumah dan akan ditemani kakek Yao dan YoLang ditemani Mayang akan membeli beberapa kebutuhan selama perjalanan dan sebelum berpisah untuk beristirahat YoLang memberikan cincin jiwa dasar-3 kepada bibi Maya dan Mayang kemudian menjelaskan cara penggunaannya.

__ADS_1


__ADS_2