
"Salam Kakek... maaf aku terlambat... aku harus menyelesaikan beberapa hal dulu baru kesini... bagaimana daftar kebutuhannya...?", kata YoLang langsung pada maksud dan tujuannya.
"Ya... kami sudah 2 jam menunggumu... dan ini daftarnya... ini untuk kebutuhan senjata dan ini untuk Pil/Obat dari RouLang... dan ini kondisi persediaan bahan senjata dan bahan herbal milik kita... dan ini daftar pengurus perguruan dan daftar murid", jelas kakek Ratong sebagai Ketua perguruan Belati Emas.
"Baik... Kakek RouLang kumpulkan semua herbal disatu tempat dan saya akan kesana... kakek Ratong dan paman Randang silahkan menunggu diruangan senjata gedung perguruan dan siapkan bahan-bahan senjata yang sudah ada...! juga paman Randang akan saya ajari disana... aku menyusul 30 menit kemudian setelah melihat latihan adik LoryMei...", kata YoLang menjelaskan dengan rinci apa yang harus mereka lakukan.
"Baiklah nak... kami berangkat sekarang", kata kakek Ratong dan keluar kembali ke perguruan.
Semenara itu YoLang melihat daftar ditangannya dan menghitung-hitung jumlah dan jenisnya dia tersenyum, segera dia kembali ke dalam dunia jiwa
Whhuuuzzz...
Tiba-tiba dia sudah berada kembali ditempat dia membuat senjata kemarin, karena sesuai daftar ada beberapa jenis yang belum dia buat tapi karena melihat jumlahnya hanya sedikit maka dia mengambil keputusan untuk segera membuatnya sedangkan untuk bahan latihan paman Randang, saat awal latihan dia hanya akan menyuruh untuk membuat senjata Belati dan Pedang saja. Karena dalam pembuatan senjata jenis belati dan pedang adalah yang termudah, dan saat ini dia mulai membuat senjata Palu/Godam dan Golok yang masing-masing hanya berjumlah 20 buah senjata. Dasar memiliki keberuntungan yang tinggi saat membuat senjata Golok, YoLAng berhasil membuat sebuah Golok tingkat Ilahi dan sebuah tingkat Surgawi, segera saja dia membuatkan sarung dan kotak penyimpanan untuk kedua senjata tersebut.
Selanjutnya dia menuju keIstana Naga untuk bertemu sang istri yang dari kesadaran spiritualnya dia melihat masih berada didalam kamar mereka.
Whuuuzzz...
"Sayang... kamu kenapa... masih tiduran...?", tanya sang kekasih dengan lembut.
"Hmm... masih sakit...! aku mau berdiri masih terasa perih apalagi berjalan...? makanya aku tiduran sampai sakitnya hilang... tapi dari tadi masih saja terasa...!", rengek sang istri.
"Hmmm... sini aku bantu...!", kata YoLang kemudian mendekat dan mengerahkan kekuatan spiritualnya mengunakan teknik pengobatan 'Telapak Kapas', dia mengalirkan energi spiritualnya kebagian yang meradang disekitar perut bagian bawah untuk menghilangkan rasa sakit.
"Ehhh...! sekarang sudah tidak terasa lagi... hehehe... kalau tahu begitu kenapa tidak dari pagi tadi kamu mengobatiku suamiku...?", kata sang istri yang mulai lincah kembali.
"Tadi kan kamu tidak mengeluh... nah... sekarang pulihkan staminamu dan telan pil stamina ini... supaya nanti saat proses pembentukan tubuh baru kamu kuat... karena prosesnya lama sampai besok pagi baru selesai...", kata YoLang menjelaskan.
"Baiklah suamiku...! hehh...eemmm...?", katanya tersenyum sambil menyodoran siLesung kehadapan suaminya.
Cchhuuuppp... ahhh...
"Hehehe... terimakasih sayang... aku pergi dulu...!", katanya kemudian menghilang dan yang ditinggal hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
Whuuuzzz...
YoLang langsung menandai gedung perguruan diruangan senjata dan muncul disana...
Whuuzzz...
"Ahhh... untung belum ada orang... aku lupa melihat tadi... hehehe... biarkan mereka kaget melihatku sudah disini duluan...!", kata YoLang kemudian duduk menunggu kakeknya tiba.
Setelah menunggu beberapa saat Kakek Ratong dan Paman Randang memasuki ruangan dan terkejut melihat YoLang sudah duduk santai didalam ruangan itu.
"Ehhh... nak... kamu sudah tiba disini lebih dulu...?", kata sang kakek terkejut heran.
"Hehehe... saya tadi terbang kakek... apalagi kuda yang menarik kereta gerbong terlihat sangat lambat larinya ya... saya salib tadi diudara...!", jawab YoLang seasalnya.
"Ya... terserah kamu sajalah... ini tungku dan didalam cincin ada bahan-bahan yang kamu perlukan dan itu sudah semuanya...!", kata sang kakek kemudian menyerahkan cincin jiwa berisi bahan-bahan untuk membuat senjata.
"Ahh... baiklah kakek... sebelum saya lupa nantinya... ini saya berikan kalung pemanggil terserah mau kakek berikan kepada siapa... cara penggunaanya adalah dengan meneteskan darah kakek disetiap kalung sebagai penanda ... dan orang yang membawanya jika dalam keadaan terdesak bisa menghancurkan kalung ini dan kakek sebagai penanda kalung akan mengetahui bahwa orang tersebut dalam keadaan bahaya dan minta bantuan dan kakek akan dengan cepat dapat mengetahui lokasinya dan dengan cepat juga memberikan bantuan.
"Ohhh... jimat ini bagus sekali nak... hmmm... harusnya kau buat yang agak banyak...! tapi terimakasih ini sangat berguna...!", kata kakeknya bersemangat.
"Baik... paman Randang mempunyai tingkat dan jenis Api apa...?", tanya YoLang pada paman Randang.
__ADS_1
"Api Magma dan tingkat Bumi...!", kata paman Randang.
"Hmmm... paman berposisi lotus dan bersiap...", katanya kemudian.
YoLang memusatkan kekuatan spiritualnya dikedua telapak tangannya dan mengalirkan Inti kekuatan Api miliknya yang berasal dari Inti Pusaran Naga Api, pemberian gurunya sang Dewa Naga, sebesar 3% dari total inti kekuatannya, karena kalau lebih dia takut tubuh pamannya akan meledak. Dan terlihat pamannya mulai berkonsentrasi dalam sikap lotusnya unuk bersiap menerima saluran energi dari YoLang, dan setelah memberikan Api miliknya, dia menyentuh bagian atas kening pamannya dan dengan teknik 'Jari Dewa' dia mentransfer pengetahuan tentang Master Penempa kepada pamannya itu.
"Nah... paman sekarang mulailah memahami pengetahuan yang baru saja saya berikan setelah itu baru paman mulai menempa senjata menggunakan tungku itu.
"Kakek... ini silahkan kakek atur sesuai kebutuhan perguruan... yang berada didalam kotak berwarna muda semuanya senjata tingkat Kuno dan yang berada didalam kotak yang warnanya agak pekat adalah senjata tingkat Dewa...!", kata YoLang kemudian menyerahkan sebuah cincin jiwa dasar-4 yang sudah berisi ribuan senjata berbagai jenis dan tingkat itu.
"Haahhh... tingkat Kuno dan Dewa...? nak kakek hanya minta yang paling tinggi tingkat langit buat petinggi perguruan... yang ini sudah terlalu tinggi...!", kata kakek Ratong hampir pingsan.
"Sudah... itu sudah jadi... ambil saja dan gunakan sebaik-baiknya... dan paman Randang fokuslah dan segera pahami... setelah saya selesai dengan kakek Roulang saya kembali kesini...!", kata YoLang dan langsung menghilang tanpa menunggu jawaban.
Whhuuuzzz...
YoLang sudah berada didepan pintu ruang Alkemis dimana kakeknya RouLang sudah menunggu bersama paman Bua dan istrinya bibi Sarah.
"Bagaimana kakek... apa sudah siap pesanan saya...? tanya YoLang yang muncul tiba-tiba.
"Ahhh... nak... tidak bisakah kamu datang pelan-pelan...? ingat kakek sudah tua bisa kena serangan jantung kalau kaget begini...!", kata sang kakek yang terlihat marah karena terkejut kedatangan YoLang yang tiba-tiba.
"Hehehe... maaf kakek... tidak sengaja...", katanya sambil terkekeh.
"Ini... semua bahan herbal ada didalamnya dan satu lagi yang kakek minta... pertajam keahlian alkemis paman dan bibimu itu...", kata kakek RouLang.
"Tidak masalah... paman Bua dan bibi Sarah sekarang alkemis tingkat berapa...? dan memiliki Api jenis apa...?", tanya YoLang.
"Pamanmu ini Alkemis tingkat-5 dan bibimu Sarah tingkat-3... Api Alkemis kami sama Api Magma tingkat Bumi...!", jawab paman Bua.
"Baik... hmmm... bibi Sarah telanlah dulu pil stamina ini... paman Bua bersiaplah saya tingkatkan jenis Api paman...!", katanya kemudian melakukan hal yang sama dia lakukan kepada paman Randang tapi sekarang kepada paman Bua.
"Sekarang paman dan bibi mulailah mempelajari pengetahuan yang baru saja saya berikan... setelah memahaminya mulailah meracik Pil secara bertahap sampai menguasainya ditingkat Master dan bahannya ada dalam cincin ini... tugas paman dan bibi harus menghabiskan semua bahan dalam cincin ini berubah menjadi Pil.
"Sekarang Kakek bersiaplah saya akan memberikan hadiah buat kakek... hehehe...", kata YoLang.
"Ahhh... baik...baik... silahkan nak... kakek sudah siap...!", kata kakeknya.
Seperti beberapa saat yang lalu YoLang mentransfer Inti kekuatan Pusaran Naga Apinya dan pengetahuan Alkemis/Tabib tingkat Surgawi setingkat lebih tinggi dari paman Bua dan bibi Sarah kepada kakeknya RouLang. Dan ketiganya ditambah paman Randang sudah memiliki jenis Api Surgawi, setelah itu dia memberikan juga kakek RouLang sebuah cincin jiwa dasar-4 yang berisi ribuan botol giok berisi puluhan ribu butir berbagai jenis Pil.
"Nah... selesai... sekarang keluarga kita sudah memiliki 1 orang Alkemis tingkat Surgawi dan 2 orang Alkemis tingkat Master serta 1 orang Penempa tingkat Master dan semuanya memiliki jenis Api Naga tingkat Surgawi", katanya menjelaskan.
"Hahh...nak... kamu membawa berkah yang besar buat keluarga kita... terimakasih hadiahmu untuk kakek...!", kata kakeknya.
"Sama-sama kakek... paman dan bibi nanti kalau menemui kesulitan... bertanya saja sama kakek... karena sekarang kakek adalah Alkemis tertinggi dibenua Pulau Hijau ini... saya mau menemui paman Randang dulu yang sedang berlatih menempa senjata...!", kata YoLang dan menghilang.
Whhuuuzzz...
Dan kembali dia sudah berada diruangan senjata dan melihat paman Randang yang sudah mulai beraksi dengan Tungkunya, mulai mencoba membuat sebuah senjata. Sementara itu kakek Ratong terlihat sedang sibuk menata dan menyusun ribuan jenis senjata baru digudang senjata.
"Bagaimana paman...?", tanya YoLang.
"Nak... paman sudah mulai mencoba... paman rasa kalau setiap hari paman berlatih dan langsung membuat senjata pasti paman akan menguasainya... terimakasih sudah memberikan pengetahuan yang langka ini...!", kata paman Randang dengan tulus.
'Baiklah... kalau paman sudah bisa sendiri... selebihnya tinggal paman asah setiap hari... dan saya jamin paman tidak akan menemui kesulitan nantinya...kalau sudah tidak ada lagi saya mau kembali berlatih dipondok latihan paman... salam buat kakek...!", kata YoLang dan kemudian menghilang tanpa menunggu jawaban sang paman.
__ADS_1
Whhuuuzzz...
YoLang muncul depan pondoknya karena berniat melihat proses latihan kedua gadis kecil dilapangan latihan...
Hiaaatttt...
Tring... trang... tring... tringgg...
Hiaatt... Hiaaaa...
Traang... tring... trang...
Hiiiiaaaattt...
Dhuuaaarrrr...
Hiiiaaattttt...
Bhooommmm...
Suara pedang beradu pertanda keduanya sedang berlatih teknik bersama, sambil sesekali mengunakan energi spiritual mereka untuk melatih kombinasi teknik yang mereka miliki.
"Hmmm... bagus... hahh... serangan siCerewet terlalu ganas...mmm... biarlah jangan diganggu...!", kata YoLang bergumam dalam hati.
Setelah melihat kedua gadis kecil itu berlatih dan memeriksa keadaan tubuh mereka, YoLang merasa kagum karena dia tau peningkatan kualitas Tubuh, Tulang dan Darah adiknya LoryMei dan calon istrinya yang kedua Mayang adalah karena usaha gurunya sang Dewa Naga. Kemudian YoLang kembali keIstananya didalam dunia jiwa untuk mulai mempersiapkan istrinya YoLun untuk menjalani proses peningkatan Tubuh, dia telah menyiapkan sebuah tong kayu menyerupai bak mandi didalam kamar mewahnya itu dan kemudian meletakkan 'Tungku Hua' miliknya disamping tong kayu agar mudah memindahkan cairan penempa dari tungku kedalam tong. Setelah semuanya siap dia mendekat kearah istrinya yang sedang fokus bermeditasi mempersiapkan dirinya.
"Sayang bangunlah...!", kata YoLang.
"Ehh... kita mau mulai sekarang...?", tanya YoLun.
"Iya... siap-siaplah... buka pakaianmu...!", kata YoLang.
"Baiklah... tapi kamu akan menjagaku selama proses kan...?", tanya sang istri yang terlihat ragu.
"Hmm... aku tidak akan meninggalkanmu sedetikpun selama proses...! percayalah...! eemmm...?", katanya tegas untuk meyakinkan YoLun.
Setelah mengisi air yang sudah panas dan mendidih didalam tong kayu, dia memasukkan Inti Kristal Petir didalam tong juga cairan pembentuk Tubuh Roh dan memberikan aba-aba kepada YoLun yang sudah siap tanpa mengenakan sehelai benang ditubuhnya untuk masuk kedalam tong. Dan ketika tubuh sang istri sudah berada didalam tong...
"Sekarang mulailah fokus bermeditasi menyerap Inti Kristal Petir sambil membuat energi pelindung diseluruh tubuh... aku akan membantu dari luar... setelah 10 menit dari sekarang masuklah menyelam didalam tong sambil tetap bermeditasi... tahan sakitnya dan tetap sadar sampai selesai... kira-kira sampai besok pagi atau bisa lebih... nah mulailah...!", kata YoLang menjelaskan. Selama proses YoLang tanpa berhenti mengalirkan energi spiritualnya membantu sang istri menyerap Inti Kristal Petir dan membantu mengurangi rasa sakit karena perlahan terlihat bagian-bagian otot tubuhnya mulai hancur dan segera berganti dengan otot-otot yang baru, proses penghancuran dan pembentukan kembali berlangsung terus dan saat tengah malam sudah terlihat setengah tubuh sang istri udah berganti dengan tubuh yang baru.
Dan tepat setelah cahaya matahari bersinar dari ujung timur dunia jiwa, YoLun mulai menampakkan kepalanya dari dalam tong karena proses pembentukan telah selesai 100% dan tinggal menunggu tahap pemulihan yang senantiasa dibantu dengan kekuatan energi spiritual sang suami tanpa melewatkan sedetikpun. Alhasil setelah YoLun keluar dari tong sang suami ambruk kelantai kehabisan energinya.
Brruuuukkkk....
"Ahhh... sayang... suamiku...! ahhh.kamu kenapa... bangun sayang...!", teriak sang istri melihat YoLang ambruk pingsan dihadapannya dan dengan keadaan masih lemas dan tanpa balutan pakaian dia mengangkat perlahan sang suami keatas tempat tidur, membaringkan dan perlahan memberikan aliran energi walau hanya sedikit karena dia sendiri masih lemah.
10 menit telah berlalu dan YoLun telah berusaha sekuat tenaganya mengalirkan energinya ketubuh YoLang, tapi dia belum terbangun dari pingsannya dan dengan penuh kasih sayang YoLun memeluk sang suami yang sedang pingsan kedalam dekapannya, berharap segera siuman. Kemudian setengah jam barulah terlihat jari tangan sang suami yang melekat dipunggungya terasa mulai bergerak dan terlihat YoLang mulai membuka matanya perlahan dan yang pertama dilihatnya adalah siLesung yang terpampang dengan jelas dikedua pipi sang istri tercinta. YoLang yang belum sadar sepenuhnya masih terbaring dalam pelukan sang istri dan YoLun dengan belaiannya tetap memberikan kehangatan agar sang suami cepat pulih dan dia merasa rangkulan erat dari tangan suaminya melekat erat dipunggungnya...
"Hmmm... kamu pingsan sudah setengah jam sayang...!", kata YoLun yang melihat mata suaminya mulai tajam tanda kesadarannya sudah pulih.
"Eemm... tenagaku habis terkuras...! kesalahanku tidak menyiapkan cadangan dengan minum Pil penambah energi...! maafkan aku sayang... tapi kamu baik-baik saja kan...?", tanya YoLang.
"Iya... buktinya tadi aku masih bisa memberikan energiku ke tubuhmu walau sedikit...!", katanya.
"Hmmm... biarkan begini dulu aku masih belum kuat...!", katanya sambil menempelkan pipinya dibagian yang kenyal didada istrinya karena memang sang istri memeluknya dan kepalanya bersandar didada sang istri.
__ADS_1
"Sayang... kamu mau ambil kesempatan ya...eemmm...?", tanya sang istri.
"Hmmm... kan kebetulan nempel sendiri... eemmm...? Cchhuuuppp...!",