Titisan Dewa

Titisan Dewa
Melihat Pelabuhan YaoYo


__ADS_3

Hari masih pagi, sinar matahari baru saja menghangatkan desa YaoYo dari selimut embun pagi. Terlihat sebuah kereta kuda meluncur dari Wisma Pendiri Desa, yang sedang dikusiri oleh Anbin dan didalam gerbong kereta terlihat YoLang yang duduk diapit kedua istrinya YoLun dan Mayang. Mereka menuju pantai timur daratan utara benua pulau hijau, dimana sedang dibangunnya sebuah pelabuhan yang akan digunakan untuk menghubungkan benua pulau hijau dan benua pulau hitam dan akan menambah bisnis keluarga besar YoLang. Karena dari informasi yang dia peroleh dari buku-buku pengetahuan dan dari para pedagang, bahwa terdapat banyak barang aneh dan langka yang mereka temukan benua pulau hitam juga disana sangat membutuhkan banyak barang dari benua lain sehingga YoLang merasa peluang bisnis dibenua pulau Hitam akan sangat menjanjikan.


Perjalanan menuju pantai timur terdapat banyak pemandangan yang bagus, membuat kedua wanita yang berada disampingnya tak berhenti untuk bergerak kekiri dan kekanan sambil melihat keindahan yang mereka lalui...


"Adik Mayang... lihat disana ada bukit berwarna-warni... tempat itu pasti banyak terdapat bunga-bunga yang indah dan bagus... nanti kita datangi bukit itu...!", kata YoLun kepada Mayang.


"Benar kak... nanti kita ambil beberapa untuk menghiasi taman dikediaman kita yang baru... itu juga... aku akan membawa beberapa jenis ikan dari danau Es untuk saya pelihara dikolam ikan nantinya... hehehe...", kata Mayang.


"Suamiku... nanti setelah kita melihat-lihat pelabuhan... kamu ikut dengan kami kebukit bunga itu... saya merasakan ada yang aneh ditempat itu...!", kata YoLun kepada sang suami.


"Hmm... iya aku juga merasakannya... seperti ada sebuah kekuatan yang besar sedang menjaga tempat itu...!", kata YoLang menambahkan.


Kereta kuda itu bergerak dengan cepat diatas jalan yang tanah yang sudah dibuat sebelumnya, dan 2 jam kemudian mereka telah memasuki kawasan pantai dimana terlihat banyak pekerja yang sedang membuat dermaga pelabuhan. Kakek MuChin dan 2 orang tetua Klan Mu juga terlihat berada disana dan sedang mengawasi pekerjaan pembangunan tersebut, ada juga beberapa ahli yang mengerti betul tentang konstruksi pembangunan dermaga pelabuhan yang mereka sewa dari kota Arung tempatnya pelabuhan terbesar dibenua pulau Hijau ini. Para pekerja yang melakukan pembangunan berasal dari anggota keluarga Mu didesa YaoYo juga terdapat anak-anak murid perguruan Belati Emas dari Kota Klentang yang dikirim untuk membantu pekerjaan. Dengan mendapat gaji yang pantas mereka dengan senang hati bekerja tanpa merasa ditekan atau dipaksa, karena jika dibandingkan dengan mereka bekerja ditempat lain maka mereka masih merasa senang bekerja dengan YoLang,...


"Ehh... nak Yo... kalian sudah sampai...? bagaimana perjalanan kalian ketempat ini...?", tanya kakek MuChin.


"Sangat memuaskan kakek MuChin...! jalannya sangat bagus... hmm... itu tempat istirahat untuk para pekerja ya...!", tanya Yolang ketika melihat 2 buah bangunan disekitar lokasi pembangunan.

__ADS_1


"Betul nak... bangunan itu sementara dipakai untuk tempat istirahat sekaligus kediaman para pekerja selama mereka berada disini... tapi sudah kami secara bangun permanen... biar mereka nyaman menempatinya... setelah selesai pembangunan dermaga pelabuhan ini... akan kami lihat 2 bangunan itu apakah akan diperuntukkan sebagai gudang atau untuk kantor pelabuhan...!", kata kakek MuChin menjelaskan.


"Bagus... bagus...! mmm... baik kakek saya akan melihat-lihat dulu... sambil membuat sketsa dan denah bangunan pelabuhan ini...", kata YoLang kemudian mengelilingi area pelabuhan tersebut.


YoLang berkeliling melihat kawasan itu dan sesekali dia melesat terbang keatas langit sambil membuat coretan-coretan diatas kertas, dia mulai menyusun letak beberapa gedung perkantoran kemudian kawasan pergudangan, sebuah hotel beserta restorannya kemudian ada beberapa gedung untuk toko, kawasan pemukiman serta ada sebuah komplex yang dia peruntukkan untuk anggota keluarganya dan juga dia membuat tembok pengaman disekeliling kawasan pelabuhan tersebut. Setelah merasa cukup dia kembali mendatangi kakek MuChin dan menyerahkan gambar sketsa tersebut dan menjelaskannya,...


"Nah ini sketsanya kakek... yang saya buat ini bisa nanti ditambahkan sesuai kebutuhan...! dibagian ini juga saya masih menyisakan lahan yang cukup luas untuk pengembangan kawasan pelabuhan ini dimasa depan...!", kata YoLang menjelaskan.


"Ah... bagus... gambar ini sudah lengkap... saya akan mengkonsultasikan gambar ini dengan ahli-ahli bangunan... dan membuat gambar yang lengkap... serta dapat mengetahui berapa anggaran yang akan kita butuhkan...!", kata kakek MuChin yang terlihat sangat berantusias.


"Baik nak... secepatnya akan kakek koordinasikan dengan para ahli pembuatan dermaga...! mereka kakek datangkan dari kota Arung dan mereka juga yang direkomendasikan oleh saudara AngLee...!", kata kakek MuChin.


Setelah puas melihat-lihat kawasan pelabuhan yang sedang dilakukan pembangunan YoLang berpamitan untuk kembali kedesa YaoYo dengan tidak lupa akan mengunjungi bukit bunga yang dilihat oleh kedua istrinya,...


"Suamiku itu bukit bunganya...! ayo kakak Lun... turun...! kita kesana...!", ajak Mayang kepada mereka.


"Baik istriku... saudara Anbin tunggu kami disini...istri-istriku akan melihat bukit bunga disana...!", kata YoLang kemudian melesat dengan cepat bersama kedua istrinya menuju kawasan bukit berbunga itu.

__ADS_1


Sesampainya dikawasan bukit itu segera YoLang mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk lebih fokus merasakan keberadaan kekuatan dilokasi tersebut, kemudian dia mendapati ada sebuah kubah pelindung yang mengelilingi kawasan bukit berbunga itu. Dengan berhati-hati dia mencari pusat array/formasi yang membungkus kawasan itu sambil memerintahkan kedua istrinya untuk bersiaga dan juga membantu mencari titik pusat array/formasi pelindung itu berada. Beberapa saat kemudian mereka secara bersamaan menemukan titik pusat array/formasi itu kemudian YoLang memeriksa dan mempelajari formasi tersebut,...


"Hmm... formasi ini sudah sangat lama...! mungkin sudah ribuan tahun berada disini... dan tingkat formasi ini sudah berada ditingkat Surgawi... itu berarti ditempat ini pernah didatangi orang-orang langit...!", kata YoLang.


"Wah... mereka tentunya sangat kuat suamiku...! bagaimana akan kamu perlakukan dengan array/formasi ini...?", tanya YoLun kepada sang suami.


"Kalian tenang saja... jika hanya formasi seperti ini dapat aku atasi dengan mudah... kalian berdua sebaiknya masuk kedalam dunia jiwa... aku akan masuk kedalamnya tanpa merusak array/formasi ini... kemudian setelah aku berada didalam aku akan menarik kalian kembali keluar... bagaimana..?", kata YoLang menjelaskan kepada kedua istrinya.


"Baik masukkan kami... berhati-hatilah suamiku...!", kata YoLun yang merasa kuatir mendengar formasi itu buatan sosok yang kuat yang kekuatannya sudah setara dengan kekuatan YoLang.


Whhuuuzzz... whhuuuzzz...


Setelah mengirim kedua istrinya kedalam dunia jiwa, YoLang membuat formasi kecil yang akan membawa dia memasuki kubah pelindung itu tanpa merusaknya. Ketika dia sudah berada didalam kubah kembali dia mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk merasakan semua keberadaan disekitar area yang terlindungi oleh kubah, kemudian mendapati sebuah gua besar yang terletak didinding tebing dan dipintu gua itu juga terdapat sebuah array/formasi yang harus dilewati. Setelah memeriksa kawasan itu sudah aman dan tidak ada hal yang mencurigakan lagi, maka YoLang fokus pada gua yang dia temukan itu, dan kembali dia membuat sebuah formasi untuk menjadi tempat dia masuk tanpa merusak array/formasi yang telah ada sebelumnya.


YoLang telah berhasil masuk kedalam gua itu dan mulai menyusuri ruangan-ruangan dalam gua yang bercabang dimana dia merasakan sesuatu yang kuat sedang berada didalam sebuah ruangan bagian dalam, kekuatan yang dia rasakan berasal dari sebuah benda dan tidak ada makhluk hidup didalamnya. Setelah berjalan beberapa saat dia melihat sebuah ruangan besar seperti bekas ditinggali oleh seseorang karena didalamnya dia menemukan beberapa perabotan dan sebuah tempat tidur dari zaman kuno, karena dia melihat bentuk dan ukiran-ukiran yang terdapat disemua benda itu juga bahan-bahannya yang terbuat dari batu giok. Didalam ruangan itu terdapat juga sebuah lemari dan meja yang terbuat dari batu giok, dan diatas meja batu giok itu terdapat sebuah kotak kayu berukir tempat kekuatan besar itu berasal.


Dengan berhati-hati YoLang mulai membuka secara perlahan kotak tersebut dan menemukan beberapa lembaran kertas yang didalamnya terdapat sebuah pesan dengan tulisan kuno, surat tersebut dapat dibaca oleh YoLang karena sudah mendapat banyak pengetahuan dari gurunya 'Dewa Pengetahuan' tentang berbagai tulisan-tulisan kuno dan YoLang mengetahui bahwa tulisan itu dibuat oleh seseorang dari ratusan ribu tahun yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2