Titisan Dewa

Titisan Dewa
Membantu Penguasa Kota LiuSui 3


__ADS_3

YoLang yang sedang berada diatas punggung Jula siHitam masih fokus kepada kedua Patriak Sekte yang terlihat masih dalam perundingan mereka untuk merencanakan penyerangan,...


"Brengsek...ahh... apa yang membuat mereka lama sekali seperti ini...! seharusnya mereka sudah tiba subuh hari tadi...! apa ada yang terjadi dipuncak gunung...? ahh... tidak mungkin... ini adalah waktu yang terbaik... kekuatan penguasa kota sudah sangat jauh berkurang... sungguh sayang jika melewatkan kesempatan ini... Patriak Lhai apa anda punya rencana yang lain...?", tanya salah satu sosok terkuat diruangan sebuah gedung berlantai 2.


"Ahh saudara Dhan... dengan kekuatan kita berdua saja sudah bisa untuk membuat orang-orang itu lari terkencing-kencing... hahaha...", kata sosok yang dipanggil Patriak Lhai oleh sosok sebelumnya.


"Hmm... saya curiga mereka menyembunyikan tingkat kekuatan mereka yang sebenarnya...! apa Patriak Liu Lhai tidak merasa aneh... jika semua anggota pasukan yang berjumlah hampir 1.000 orang itu ditarik pulang ke Kota Raja dengan tiba-tiba...? lebih aneh lagi yang menggantikan mereka hanya berjumlah puluhan orang dengan tingkat Surgawi Puncak paling tinggi...", kata sosok yang dipanggil saudara Dhan itu.


"Tenang saja Patriak Rhon Dhan... 'Sekte Raja Pedang' milikmu itu akan segera terkenal... setelah menguasai kota ini... tapi ingat bantu saya juga untuk menguasai Kota LiuSoi dan Kota LiuSei diutara... setelah itu baru kita hancurkan sisombong yang berada dipuncak tertinggi gunung pedang...", kata Liu Lhai Patriak 'Sekte Pedang Langit'.


"Kalau masalah itu sudah menjadi tanggung jawab kita bersama... begitu juga dengan Kota LiuSai nantinya akan menjadi milikku bukan...? hehehe... 'Sekte Pedang Langit' akan menguasai bagian utara daratan BuYan ini dan kami akan menguasai bagian selatan...! hahaha...", kata Rhon Dhan Patriak 'Sekte Raja Pedang'.

__ADS_1


"Baik... baik...! kita akan bekerja sama dan menjadi penguasa daratan BuYan ini...! walaupun tanpa bantuan sibrengsek Zhuan Bun dan ayahnya yang sombong Zhuan Ban itu...!", kata Liu Lhai yang belum mengetahui kejadian yang sebenarnya.


"Bagaimana kalau kita menyerang nanti malam...? walaupun tanpa anggota tambahan itu...! saya masih memiliki 300 orang anggota dipinggiran kota yang sudah siap digerakkan...!", kata Rhon Dhan meyakinkan.


"Hmm... jumlah anggota saya didalam kota hanya ada 85 orang tapi tingkat kekuatan mereka sudah berada ditingkat Raja Awal yang paling rendah... mereka berada di 3 tempat dan dapat digerakan dalam waktu singkat... bagaimana dengan 'Sekte Pedang Langit' milikmu berapa jumah kekuatan yang berada didalam kota...?", tanya Liu Lhai.


"Anggota saya ada 50 orang digedung dekat taman kota berhadapan langsung dengan kediaman penguasa kota... dan 50 orang lagi berada didalam pasar besar kota serta 300 orang yang berada dipinggiran kota... tingkat kekuatan mereka berada ditingkat Surgawi Akhir sampai Raja Mahir dan yang tertinggi para komandan regu yang berada ditingkat Kaisar Awal dan Kaisar Mahir... mmm... saya rasa dengan kekuatan ini sudah cukup untuk dapat menguasai kota ini... baiklah kita akan menyerang malam ini... segera kirim kurir untuk memberitahukan anggota kita ditempat lain agar bersiap dan melihat aba-aba dariku... tandanya adalah kembang api berwarna biru diatas langit kota...", kata Rhon Dhan Patriak 'Sekte Pedang Langit'.


Mendengar pembicaraan yang teradi digedung berlantai 2 itu, YoLang segera mengirimkan pesan suara kepada semua anggota keluarganya, para Perwira Pasukan Naga dan Pasukan Putri Naga dan kepada Penguasa Kota. Ketegangan terlihat dalam kediaman penguasa kota karena LiuBin mendapat pesan suara dari YoLang dan mengetahui bahwa Patriak 'Sekte Raja Pedang' salah satu sekte yang akan memberontak bernama Liu Lhai, orang tersebut sangat dikenalinya karena dia adalah salah seorang anggota keluarga dan masih termasuk salah satu sepupu dekatnya. Liu Bin mengabaikan perasaanya karena mengingat saudara sepupunya itu sudah berniat untuk memberontak terhadap saudaranya LiuKang, yang saat ini menjadi Raja Kerajaan Liu juga kepadanya karena mereka telah merencanakan akan menguasai Kota LiuSui yang menjadi kota kekuasaannya.


Menjelang malam dari ketinggian atas langit kota LiuSui YoLang melihat pergerakan puluhan orang yang sedang menuju kediaman penguasa kota dan dibeberapa tempat strategis tempat penguasa kota berkantor yaitu kantor perpajakan, kantor keamanan kota dan gedung pemerintahan kota tempat sang penguasa kota berkantor. YoLang segera mengirimkan pesan suara kepada para perwiranya tentang pergerakan tersebut dan lokasi-lokasi mereka, pesan suara itu langsung direspon oleh semua perwira yang sedang bersiaga didalam kota termasuk yang berada didalam kediaman penguasa kota. Dari pinggiran kota LoryMei dan ketiga paman yaitu MuDhong, AmPhong dan AnTam sudah memulai pertempuran mereka mencegat 300 orang anggota Sekte Pedang Langit yang memaksa untuk masuk kedalam kota. Dengan perbedaan tingkat kekuatan yang bagai langit dan bumi LoryMei dan paman AmpHong, MudHong dan paman AnTam menyelesaikan pertempuran itu hanya dalam waktu 10 menit, sebagian dari anggota Sekte Pedang Langit itu tewas mengenaskan akibat serangan spiritual dan sebagian lagi berpindah tempat kedalam ruang dimensi cincin jiwa keempat orang anggota keleuarga Naga Emas itu.

__ADS_1


LoryMei segera berpindah tempat menuju kepusat kota sementara itu ketiga paman dan seluruh pasukan boneka membersihkan bekas-bekas pertempuran serta menguburkan ratusan anggota Sekte Pedang Langit yang tewas, didalam kota pergerakan anggota sekte mulai mendapat perlawanan dari Pasukan Naga dibawah pimpinan Panglima dan para Perwiranya. Kelompok 50 orang dari Sekte Pedang Langit yang datang dari arah pasar besar telah dicegat oleh Jendral XongTe dan Jendral Xiao Lai serta 20 orang anggota Pasukan Naga, hal yang sama terjadi karena tingkat kekuatan yang sangat jauh berbeda sehingga pertempuran menjadi tidak seimbang walau kalah jumlah Jendral Xong Te dan Jendral Xiao Lai berhasil meringkus ke 50 orang anggota Sekte Pedang Langit itu kedalam ruang dimensi cincin jiwa mereka. Patriak Sekte Pedang Langit dan Patriak Sekte Raja Pedang baru saja keluar dari gedung berlantai 2 diikuti oleh beberapa orang tetua serta tetua muda mereka dan segera mengambil posisi dilokasi dimana terdapat 50 orang anggota Sekte Pedang Langit yang berada didekat taman kota dan berhadapan dengan tempat kediaman peguasa kota.


Beberapa saat kemudian salh satu anggota Sekte Pedang Langit menggeluarkan kembang api kemudian memasangnya dan terlihat lesatan kembang api berwarna biru diatas langit kota LiuSui sebagai tanda penyerangan aliansi 2 sekte tersebut, disisi lain Lory yang telah bergabung dengan anggota Pasukan Putri Naga dan beberapa anggota Keluarga Naga Emas yang bersiaga dikediaman penguasa kota terlihat hanya mengabaikan tanda tersebut karena mereka telah mengetahui situasinya saat ini. Mereka sengaja menantikan kedatangan kedua Patriak Sekte yang akan memberontak tersebut dan memberikan mereka kejutan saat berhadapan nanti, ditempat lain Jendral Deng Sun dan Jendral Lung Wei telah membereskan para penyerang yang berada dilokasi kantor perpajakan kota LiuSui dan Jendral Yastaki bersama Panglima Wang Yhu sudah selesai dengan pertarungan mereka melawan anggota sekte pemberontak dilokasi kantor keamanan kota dan segera berpindah kelokasi kantor pemerintahan Kota sementara itu Jendral Deng Sun dan Jendral Lung Wei segera berpindah dan bergabung dengan pasukan lainnya yang berada dikediaman penguasa kota.


YoLun dan Mayang yang berada diatas punggung Juli siPutih terlihat menukik dengan cepat dan mendarat ditaman kota tempat yang berhadapan dengan lokasi kedua Patriak Sekte berada dengan anggota mereka yang berjumlah 60 orang lebih, dengan santainya kedua wanita itu berjalan selayaknya pengunjung yang akan menikmati suasana malam di taman kota, disisi lain tidak jauh kedua wanita itu berada terlihat wajah kedua patriak sekte yang mulai gelisah karena menunggu anggota mereka yang tak kunjung datang...


"Ahh... sialan...! kemana perginya mereka...? apa mereka tidak melihat aba-aba yang sudah diberikan...? brengsek... dasar orang-orang tidak berguna... hahh... bersiaplah kalian kita akan segera menyerang... biarkan yang lain menyusul nanti...", kata Rhon Dhan Patriak Sekte Pedang Langit.


"Sabar saudara Dhan... dalam situasi seperti ini kita harus fokus dan jangan emosi... para anggota kita pasti sudah melihat tanda yang sudah kau lepaskan tadi... sebaiknya kita beri mereka sedikit waktu...", kata Liu Lhai Patriak Sekte Raja Pedang.


"Baiklah... dalam jangaka waktu 10 menit jika tidak ada pergerakan dari mereka...! kita harus segera menyerang...! lihat hanya ada beberapa orang yang berjaga dikediaman itu... hanya saja ditaman masih ada 2 orang wanta yang sedang berjalan-jalan... brengsek...! kedua wanita j4l@ng itu mengganggu saja...", kata Rhon Dhan sang Patriak Sekte Pedang Langit yang terlihat sudah tegang dan emosi.

__ADS_1


Mayang yang mendengar perkataan Rhon Dhan menjadi emosi juga karena dikatakan wanita J4l@ng, dan YoLun yang melihat situasinya segera menarik tangan Mayang dan memberinya pengertian untuk bersabar karena mereka sedang menunggu untuk memberikan kedua Patriak Sekte itu beserta seluruh anggotanya sebuah serangan kejutan ketika mereka sudah bergerak mendekati kediaman sang penguasa kota.


__ADS_2