Titisan Dewa

Titisan Dewa
Memahami dan Menguasai


__ADS_3

"Demikian juga dengan jenis Energi...



Energi Alam atau Energi Bumi dan Langit terdapat disemua Alam.


Energi Spiritual atau Energi Roh terdapat di Alam Tinggi atau Alam Kultivator, Alam Dewa dan Alam Surgawi.


Energi Dewa atau Energi Suci terdapat di Alam Dewa dan Alam Surgawi.


Energi Semesta atau Energi Surgawi hanya terdapat di Alam Surgawi.


Ketika tingkatanmu sudah sama dengan tingkatan terendah Alam Tinggi/Alam Kultivator maka kamu sudah bisa mengolah Energi Alam menjadi Energi Spiritual begitu juga ketika tingkatkanmu sudah sama dengan tingkatan terendah Alam Dewa maka kamu sudah bisa mengolah Energi Alam dan Energi Spiritual menjadi Energi Dewa selanjutnya ketika tingkatkanmu sudah sama dengan tingkatan terendah Alam Surgawi maka kamu sudah bisa mengolah Energi Alam, Energi Spiritual dan Energi Dewa menjadi Energi Semesta...!", kata Dewa Cahaya panjang lebar.


"Terima kasih guru...! murid mengerti...!", kata YoLang dengan hormat.


"Mulailah berlatih muridku...! dengan kecerdasanmu aku yakin kau bisa... dan ingat pesanku ini... jangan keluar dari tempat latihanmu sebelum kau menguasai 'Teknik Mata Cahaya'... karena siapa kau hanya kamu dan kedua orangtuamu serta guru-gurumu yang mengetahuinya... ", kata Dewa Cahaya sang guru.


"Murid mendengar perkataan guru...!", kata YoLang dengan hormat.


"Baiklah... siTampan ini pergi dulu...!", kata sang guru dan hanya terdengar suaranya saja yang bergema tapi orangnya sudah hilang.


Kepergian gurunya YoLang langsung melanjutkan meditasinya kemudian menstabilkan aliran energi Hawa murni diseluruh titik meridiannya yang terlihat kacau tak beraturan, sebelumnya jumlah titik meridian YoLang hanya puluhan tapi setelah semuanya terbuka sekarang berjumlah 361 titik dan untuk mengisinya dengan energi hawa murni akan memerlukan jumlah energi murni yang sangat banyak. Beberapa saat kemudian terjadi gejolak pergerakan energi seolah-olah akan meledakkan dari dalam tubuhnya,...


buumm... buumm... buumm... buumm... buumm... buumm... buumm.........

__ADS_1


ledakan energi dari dalam tubuhnya terdengar sebanyak 7 kali, hal sebagai pertanda bahwa YoLang telah mengalami kenaikan tingkat dari Putih Awal ke Hijau Mahir suatu lonjakan kenaikan tingkat yang mustahil bagi manusia biasa karena ayahnya saja membutuhkan waktu sampai 3~5 tahun untuk naik 1 tingkat dan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk naik 1 tahap.


Tingkatan Kekuatan Alam Fana :


Putih


Kuning


Hijau


Biru


Merah


Ungu


Hitam


Emas


masing-masing tingkat memiliki 3 tahapan


Awal - Mahir - Akhir


Setelah selesai menstabilkan aliran energi dalam tubuhnya, YoLang melanjutkan dengan mulai mencerna berbagai pengetahuan dalam pikirannya yang diberikan gurunya Dewa Cahaya. Pertama adalah 'Teknik Pusaran Cahaya' adalah jenis teknik meditasi untuk merasakan jenis energi yang berada disekitarnya dan teknik untuk menyerap energi tersebut serta teknik untuk mengolah berbagai jenis energi menjadi energi yang cocok sesuai kebutuhan, sampai subuh bocah 5 tahun ini berusaha untuk memahami Teknik Pusaran Cahaya tersebut.

__ADS_1


Kokok ayam jantan dan kicauan burung mulai terdengar namun sosok bocah masih dalam posisi lotus melanjutkan meditasinya, dengan teknik yang baru dipahaminya dia mulai perlahan menerapkan teknik tersebut perlahan luas jangkauan penyerapan energi dari 3 meter ke 5 meter, terus 10 meter meningkat lagi 50 meter naik 100, 200, 500 sampai mencapai 1 kilometer.


Dua jam berlalu energi terus mengalir kedalam tubuhnya kemudian kembali terjadi gejolak energi dan...


Bhuumm... Hijau Akhir


Bhuumm... Biru Awal


Tingkat Biru Awal berhasil diraihnya hanya dalam waktu hitungan jam, hal ini menandakan dia telah berhasil menguasai teknik tersebut yang jika dibandingkan dengan kakeknya Ratong sang Ketua Perguruan Belati Emas membutuhkan waktu berbulan-bulan.


Hari mulai terang, tanpa merasa lelah YoLang bergegas menuju lapangan latihan, berlari berkeliling lapangan dengan membawa 2 buah batu seukuran buah kelapa, sebelum itu dia baru bisa membawa sebuah batu. Dengan penuh tekad dia melanjutkan dengan latihan phisik lainnya, setelah latihan phisik YoLang mengasah kembali teknik dasar beladiri dari kakeknya Surapong sang pendekar Belati Emas, teknik menggunakan senjata Belati juga teknik dari neneknya LinMei, teknik menggunakan senjata Pedang.


5 teknik pemberian gurunya :


Pusaran Cahaya, teknik untuk meditasi.


Langkah Cahaya, teknik meringankan tubuh.


Mata Cahaya, teknik untuk melihat jarak jauh, melihat tingkat kekuatan seseorang atau hewan/binatang buas beserta struktur organ dalam tubuh manusia, teknik untuk menyembunyikan tingkat kekuatan dan aura tubuh.


Hujan Pedang, teknik pertarungan yang disertai niat pedang (digunakan ketika memiliki energi spiritual).


Tebasan Seribu Pedang, teknik pertarungan dengan menggunakan tenaga phisik serta hawa murni (bila digunakan memakai energi spiritual jangkauan tebasan bisa sampai 100 meter).


__ADS_1


__ADS_2