Titisan Dewa

Titisan Dewa
Jaring Bisnis diLima Benua


__ADS_3

Malam itu mereka mengadakan jamuan makan bersama juga ikut hadir keempat Jendral yang mengikuti YoLang,...


"Kakak Wei... untuk saat ini makanlah dulu yang lunak-lunak... jangan paksakan makan makanan yang susah untuk dicerna oleh tubuh...", kata YoLang mengingatkan saudara barunya itu.


"Ahh... baiklah adik Yo... aku akan mengikuti petunjukmu... ayo habiskan makanan ini paman... jangan sungkan-sungkan... besok pekerjaan kita banyak...", kata Shang Wei.


Makan malam itu menjadi perbincangan awal mereka dalam merencanakan kelanjutan usaha bisnis keluarga Shang Wei dan Windy Shu serta awal berdirinya Perusahaan Dagang JinLong dan Paviliun Naga Emas diBenua Pulau Hitam. YoLang telah mengutarakan maksud kedatangannya kepada pasangan suami istri itu bahwa dia akan membangun 'Jaringan Bisnis diLima Benua' dengan membawa nama Perusahaan Dagang JinLong dan Paviliun Naga Emas sebagai sarana utama pengembangan bisnis dimasa depan, dia juga menyampaikan akan membuka usaha bisnis mereka ini didaratan bawah dan daratan tengah dan sedang mencari orang yang dapat dipercaya untuk mengelolanya,...


"Adik Yo... saya mempunyai keluarga didaratan bawah... adik dan sepupu saya adalah pedagang di Kota Bintang... hanya kota Bintang ini berjauhan dengan Kota Kuala tempat pelabuhan berada... butuh waktu 2 hari untuk sampai kesana...", kata Shang Wei.


Kota Bintang berada ditengah Daratan Bawah berbatasan dengan 'Hutan Bintang', sebuah kawasan hutan yang sangat besar karena sepertiga wilayah dari tiga daratan benua besar menjadi wilayah 'Hutan Bintang' tersebut. Jarang didatangi oleh manusia, karena untuk mencapai hutan tersebut harus melalui perbukitan dan gunung yang tinggi dan jurang yang dalam juga terdapat banyak hewan buas tingkat tinggi dikawasan luar hutan itu.


"Benar adik... keluarga saya juga berasal dari daratan tengah tepatnya di Kota Mayori bagian utara Daratan Tengah... kalau dari kota ini kesana harus melewati 2 kota besar dan butuh waktu 8 hari baru bisa sampai kesana...", kata Windy Shu menambahkan.


"Akan kita kunjungi sanak family kakak berdua itu nantinya... karena paling tidak akan ada perwakilan Perusahaan Dagang JinLoong dan Paviliun Naga Emas disetiap daratan Benua Pulau Hitam ini...", jelas YoLang kepada mereka.


"Ahh... mungkin kamu bisa terlebih dahulu mengunjungi keluarga Shu di daratan tengah bersama Windy... setelah itu baru kita ke daratan bawah menunggu sampai saya sehat kembali dan cukup kuat untuk melakukan perjalanan jauh...", kata Shang Wei.


"Ya... kita lihat saja nanti... untuk saat ini mari kita fokus pada pengobatan kakak Wei terlebih dahulu dan membangun usaha kita di Kota Duma ini...", kata YoLang yang memprioritaskan kesembuhan Shang Wei.


YoLang kemudian membagi tugas kepada keempat Jendralnya yang akan dibantu oleh 30 orang anggota pasukan yang mereka bawa untuk membantu mereka melakukan penataan kembali gedung berlantai 3 tersebut, dilantai dasar akan menjadi tempat Perusahaan Dagang JinLong dan Paviliun Naga Emas, dan dilantai 2 akan menjadi kediaman keluarga dan akan dibangun 2 buah kamar besar tempat 2 pasang suami istri itu, dan beberapa buah kamar kecil yang akan disediakan untuk anggota keluarga jika datang berkunjung selanjutnya dilantai 3 akan dibuat sebagai tempat gerbang teleportasi dan kamar-kamar anggota pasukan yang nantinya akan membantu usaha bisnis dan menjadi penjaga serta pengawal anggota keluarga. YoLang juga mulai mengajarkan cara bermeditasi kepada Shang Wei dan Windy Shu dan dasar-dasar beladiri kepada Windy Shu sementara untuk Shang Wei akan menunggu kesehatannya pulih kembali baru akan mulai berlatih ilmu beladiri,...

__ADS_1


Seminggu telah berlalu... renovasi gedung berlantai 3 itu telah selesai dilakukan dan sebuah papan nama Perusahaan Dagang JinLong serta Paviliun Naga Emas telah terpasang dengan megahnya didepan gedung tersebut,...


"Adik... ini surat perijinan usaha untuk Perusahaan dan Paviliun, pihak penguasa kota meminta bayaran sebesar 2 juta koin emas untuk masa 5 tahun dan akan diperpanjang setelah itu...", kata Windy Shu yang telah mengurus surat-surat untuk usaha bisnis mereka.


"Bagus kakak... itu artinya mulai besok kita sudah boleh mulai dengan bisnis kita...? silahkan kakak simpan surat-surat itu... saya akan melanjutkan pengobatan kakak Wei... setelah itu kita akan menuju Kota Mayori tempat sanak keluarga kakak...", kata YoLang menjelaskan rencananya.


"Baik adik Yo... sebaiknya minta bantuan anggota pasukan adik untuk membawa turun semua sisa barang dagangan yang masih berada digudang lantai 2... agar supaya besok pagi kita sudah bisa membuka toko dan mulai berjualan...", kata Windy Shu.


"Benar adik... aku akan minta bantuan mereka... juga untuk sekalian mengatur botol-botol Pil ini dirak obat...", kata YoLang kemudian memerintahkan beberapa anggota pasukan Naga untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.


"Sudah... lanjutkan pengobatanmu kepada kakak Wei... biar saya dan adik Lun yang akan membantu mengatur barang-barang dagangan ini...", kata Windy Shu kemudian mengajak YoLun turun kelantai 1 untuk mengatur barang dagangan mereka.


YoLang melanjutkan pengobatannya kepada Shang Wei yang terlihat wajahnya mulai cerah walaupun beberapa organ dalamnya masih dalam tahap penyembuhan terlebih darah yang mengalir dalam tubuhnya masih terdapat racun yang dapat mengancam jiwanya, setelah melakukan pengobatan lanjutan Yolang kembali memberikan beberapa butir Pil untuk dikonsumsi oleh Shang Wei yang akan mempercepat proses regenerasi organ dalam tubuh agar kembali normal serta pil stamina yang akan membuat Sang Wei selalu berada dalam kondisi yang kuat. YoLang kemudian mulai membuat gerbang teleportasi yang akan menghubungkan benua pulau hitam dengan setiap benua yang sudah memiliki gerbang teleportasi antar benua, 4 buah gerbang teleportasi telah selesai dia buat yang masing-masing akan menghubungkan dengan benua pulau hijau, benua pulau merah, benua pulau biru dan benua besar dimana kantor pusat Perusahaan Dagang JinLong dan Paviliun Naga Emas berada.


"Kakak... gerbang yang ini menuju ke Kota Klentang benua pulau hijau... dan yang ini berhubungan dengan Kota Sompoi di Benua Pulau Merah dan yang ini menuju ke Kota Rondo diBenua Pulau Biru sedangkan yang terakhir akan menuju di Kediaman Naga Emas milik saya dan keluarga diKota TangJun Daratan Selatan benua Besar... dan disetiap tempat tersebut terdapat gerbang teleportasi lainnya yang akan membawa kita kekota lainnya dimasing-masing benua itu...", kata YoLang menjelaskan secara detail tentang gerbang teleportasi yang baru saja dia buat.


"Ohh... begitu... berarti saya dan istri saya bisa kapan saja pergi kebenua besar atau benua lainya...? begitu juga mereka yang disana bisa kapan saja datang kesini...?", tanya Shang Wei.


"Benar kakak... tapi yang melewati gerbang teleportasi ini hanya bagi mereka yang memegang Lencana Naga Emas ini... selain sebagai identitas anggota keluarga juga berfungsi sebagai kunci untuk mengaktifkan gerbang teleportasi ini...", kata YoLang melanjutkan penjelasannya.


"Ahh... bagus kalau begitu... kakak pikir orang lainpun bisa menggunakannya... hehehe... kakak sempat kuatir...",

__ADS_1


"Kakak tidak usah kuatir... selain itu tempat ini akan dijaga sepanjang waktu secara bergantian oleh anggota Pasukan Naga... nah sekarang sebaiknya kakak pergi beristirahat saja dulu... saya akan melanjutkan pekerjaan saya ini...", kata YoLang kemudian melanjutkan mengaktifkan ke-4 gerbang teleportasi tersebut dan menghubungkannya dengan gerbang antar benua yang berada disetiap benua lainnya.


YoLang kemudian mengirim pesan suara kepada paman Wang Yhu yang sedang mencari infomasi dipelabuhan untuk kembali menemuinya dan menarik keluar 10 orang wanita bekas tawanan BaiZhu dan pembantunya yang berada didalam Istana Naga Emas dalam dunia jiwanya yang saat ini menjadi penjaga dan yang merawat Istana Naga Emasnya,...


"Kalian saya tarik keluar untuk sementara waktu akan membantu saya dan istri saya disini... kita saat ini berada di benua pulau hitam tepatnya di Kota Duma... dan tempat ini adalah milik kakak sumpah saya... beberapa hari kedepan saya dan istri saya serta kakak perempuan sumpah saya akan mengadakan perjalanan kedaratan tengah benua ini... saya minta kalian membantu kakak sumpah saya untuk menjaga toko dan paviliun obat yang akan mulai beroperasi besok pagi... juga tolong merawat kakak laki-laki sumpah saya yang sedang sakit... sekarang kalian turun kelantai dasar dan minta petunjuk dari istri saya dan kakak perempuan saya... apa kalian mengerti...?", tanya YoLang setelah menjelaskan maksudnya.


"Kami mengerti tuan muda.... dan akan menjalankkan tugas yang diberikan kepada kami dengan baik...", kata seseorang yang mewakili mereka semua.


"Bagus pergilah kebawah dan temui istri dan kakak saya...", kata YoLang kemudian menunggu kedatangan paman Wang Yhu yang sedang menuju ketempatnya berada.


"Ahh... maafkan saya sudah memanggil dengan tiba-tiba...", kata YoLang yang melihat paman Wang Yhu datang dengan tergesa-gesa.


"Tidak mengapa tuan muda... saya juga akan segera kembali kesini setelah saya mendapatkan informasi tentang kedatangan jadual kapal-kapal Naga didermaga pelabuhan...", kata paman Wang Yhu.


"Ohh... sudah dapat beritanya paman...?", tanya YoLang.


"Sudah tuan muda... informasi dari penguasa pelabuhan paling lambat kapal-kapal naga kita akan tiba dalam 2 hari didepan...", kata paman Wang Yhu.


"Hmm... kalau begitu... besok kita akan berangkat hanya paman saja yang akan menemani saya keKota Mayori... bawa saja 10 orang anggota pasukan Naga... dan sisanya menunggu disini... sampaikan juga kepada Jendral Xiao Lai dan Prapat Tung untuk berjaga disini dan Jendra Lung Wei yang akan menunggu kedatangan paman MuDhong didermaga pelabuhan...", kata YoLang menjelaskan.


"Baik tuan muda akan saya sampaikan kepada mereka...", kata paman Wang Yhu.

__ADS_1


"Bagus... sampaikan juga jika paman MuDhong sudah tiba bawa langsung ketempat ini dan menunggu saya kita kembali baru mereka bisa melanjutkan pelayaran mereka...", kata YoLang.


"Siap laksanakan tuan muda...!", kata paman Wang Yhu kemudian menemui para Jendral lainnya serta ke-30 anggota pasukan Naga yang sedang menata barang dagangan ditoko dan paviliun dilantai dasar gedung itu.


__ADS_2