UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
AWAN SAKIT


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


‘Lumayan, ngelempengin punggung,’ batin Tonny. Nasi pecel dengan lauk ayam bakar dan lele goreng telah datang. Tonny memakan pesanannya. Dia tak ingin terburu-buru walau tak sabar ingin segera bertemu Wiwien dan Awan.


Sehabis istirahat makan, baru Tonny menuju mushola. Dia membersihkan diri dan bersiap salat sebelum menuju desa tempat Wiwien diperkirakan berada. Sebuah desa kecil di kaki gunung Tidar.


Ngargogondo, desa tempat Wiwien sembunyi selama satu bulan ini. Desa Ngargogondo berjarak sekitar 3 km dari Candi Borobudur berlatar belakang Perbukitan Menoreh dan didukung oleh kondisi alamnya yang masih alami dan memiliki pemandangan alam yang indah mempesona.


Masyarakat Desa Ngargogondo bermata pencaharian antara lain pada pertanian yaitu cabe, jagung, kacang, singkong, jahe dan kunir atau kunyit.


“Nderek tanglet, ndaleme mbah Pujo Supeno pundi njih?” tanya Tonny dengan sopan setelah bertukar salam. Dia bertanya rumah mbah Pujo Supeno.


“Niku De, lurus, wonten tratak ngilenke mawon, mangke wonten sing pager bambu kuning. Nggeh niku ndalem mbah Pujo,” sahut seorang bapak yang ditanya Tonny. Dia menerangkan jalan yang harus Tonny tuju menuju rumah mbah Pujo.


Saat ini sudah pukul tiga sore. Memang Tonny agak kesulitan mencari desa ini. Padahal sejak jam satu dia sudah meluncur dari tempat dia makan siang tadi. Dari jauh Tonny melihat pagar bambu cat kuning yang tadi diberitahu. Dia menitikan air mata ketika melihat Awan dalam gendongan kain oleh mbok Ranti.

__ADS_1


‘Perjuangan ayah mencarimu membuahkan hasil Nak. Semoga ibumu tak keras hati dan mau kembali ke Jakarta dan mau membuka hati kembali untuk Ayah,’ batin Tonny. Dia merapatkan mobilnya ke pagar dan turun.


“Assalamu’alaykum Mbok,” sapa Tonny. Tentu simbok kaget melihat sosok yang menyapanya.


“Wa’alaykum salam Pak. Monggo masuk,” jawab simbok ragu. Tapi sebagai pemilik rumah dia wajib menghormati tamunya.


“Yah,” sapa Awan lirih. Tonny mendekati putranya. Dia angkat dari gendongan mbok Ranti. Dia rasakan suhu tubuh Awan panas dan badannya bau minyak kayu putih berbaur bawang merah.


“Anak Ayah sakit?” Tonny menciumi Awan dengan air mata di pipinya. Dia sangat mencintai jagoan kecilnya itu. Dan sekarang Awan tak meresponnya seperti biasa. Sepertinya Awan sangat menderita dengan kondisi tubuhnya.


“Sejak kapan dia panas Mbok? Sudah di bawa ke dokter? Sudah minum obat?” Tonny paling tahu Wiwien sangat gemati mengurus anaknya. Tak mungkin Awan tak dia perhatikan.


Simbok Ranti lalu masuk untuk memberitahu Wiwien perihal kedatangan Tonny.


“Anak Ayah enggak boleh sakit. Nanti kita main lagi ya. Jangan sakit ya?” Tonny terus menciumi Awan. Semua itu dilihat jelas oleh Wiwien dari balik tirai penutup ruang tamu dengan ruang tengah.


“Ayah ada roti, Awan mau? Roti coklat atau keju? Kita ambil roti di mobil yok,”Tonny membawa Awan ke mobilnya untuk mengambil roti bekalnya.


“Ma’em rotinya ya, sedikit aja. Ini coklat kesukaan Awan,” Tonny membujuk Awan makan sedikit roti yang sudah dia buka plastiknya. Saat itu dia lihat Wiwien keluar dari belakang.

__ADS_1


“Assalamu’alaykum Sweet heart,” sapa Tonny lembut. Dia ingin berdiri tapi agak susah karena Awan ada dalam pangkuannya.


“Wa’alaykum salam. Ada perlu apa datang kesini?” tanya Wiwien datar.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2