
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
‘Kamu beli dimana? Kenapa Mas diantar nasi ayam geprek ke kantor?’ Tonny mengirim chat siang ini karena di meja kerjanya ada dua kotak nasi ayam geprek lada hitam dan ayam geprek sambal matah.
‘Dari Awan untuk Ayah. Coba baca nama usaha di kotaknya,’ balas Wiwien.
‘WIENDA CHICKEN ! Astagaaaaa kekasihku itu ada aja kejutannya,’ Tonny langsung menghubungi ponsel Wiwien dengan video call. Dia lihat Wiwien ada di sebuah kios dengan kelengkapan usaha ayam geprek.
“Nanti berangkat ke rumah sakit dari sini ya?” pinta Wiwien sambil tersenyum.
“Lokasinya dimana?” tanya Tonny.
“Sebelah Wienda Bread,” sahut Wiwien sambil menggeser layar ponselnya agar Tonny bisa melihat dua kios usahanya.
“Kamu seminggu full selalu ke rumah sakit, koq sempet aja launching product baru?” tanya Tonny kagum.
“Apa enggak ingat waktu pembukaan usaha roti? Sepanjang hari aku di rumah sakit karena mama diopname. Padahal saat itu aku masak buat sarapan dan sore bikin snack buat bawa ke rumah sakit. Tapi ulang tahun Awan sukses kan?” Wiwien mengingatkan Tonny soal kenangan ulang tahun Awan.
***
Iin dan Asih terbengong mendapat nasi kotak dengan logo Wienda Chicken. Mereka tak percaya Wiwien semakin melesat.
Seroja heboh ketika mengetahui Wiwien kembali memberinya kejutan. Apalagi Sashi. Dia tak percaya kalau Wiwien kembali ‘berulah’.
__ADS_1
‘Kamu keren Dek. Selamat ya atas usaha barunya,’ Sashi masih sibuk sehingga hanya mengrim pesan saja. Sashi berniat akan ngobrol dengan Wiwien jika dia telah selesai bekerja.
Sementara Suli diinterogasi oleh Iin. Suli sampai bingung menjawab cecaran kata-kata yang Iin keluarkan.
“Saya mohon pamit Bu. Masih ada beberapa tempat lagi yang harus saya datangi,” Suli berupaya menghindar. Dia memang harus mengantar ke rumah Asih, juga ke kampus Wiwien. Mengantar untuk Kusumo Indrajit dosennya Wiwien.
Tak puas akan jawabam Suli maka Iin mencari info pada Asih. Putri sulungnya itu malah bingung karena dia belum tahu soal usaha baru adiknya. Dia masih di sekolah belum tahu di rumahnya ada antaran dari Wiwien.
***
Bayu kaget ketika dia datang ke rumah sakit dia melihat Joko sedang memeluk dan mencium kening Wiwien. Lelaki itu tak tahu apa yang terjadi.
“Saya juga enggak tahu Pak. Dia kan selalu seperti itu,” Bayu mendengar Tonny bicara pada Joko ayahnya.
“Serius?” tanya Joko dengan tak percaya.
“Doa Ayah buatmu Wien. Ayah yakin kamu akan makin bersinar. Sekali lagi selamat atas dibukanya usaha barumu hari ini,” lanjut Joko.
‘Wiwien buka usaha baru lagi? Dia super hebat. Bercerai denganku malah makin bersinar. Aku memang teramat bo-doh melepas berlian ditanganku,’ sesal Bayu.
“Keluarga ibu Iswarni,” seorang petugas memanggil saat Wiwien sedang pamit pulang. Tentu saja Wiwien menunda kepulangannya. Dia ingin tahu ada perkembangan apa.
“Pak, Ibu Iswarni mulai sadar. Bapak bisa masuk. Hanya satu orang,” petugas itu memberitahu kondisi Iswarni.
“Alhamdulillah. Setelah sepuluh hari, akhirnya Ibu sadar,” ucap Wiwien. Dia cukup lega mendengar kemajuan kesehatan ibu mertuanya.
***
__ADS_1
Wiwien baru saja selesai ujian skripsi. Nanda dan Tonny sejak tadi menantinya di luar ruang sidang. Ada gencatan senjata antara kedua laki-laki itu. Nanda memang tahu jadwal sidang Wiwien karena dia satu kampus. Sedang Tonny karena memang sudah kembali dekat dengan Wiwien jadi tahu jadwal ujian perempuan itu.
“Selamat dan sukses ya Wien,” Kusumo Indrajit memberi selamat pada perempuan yang telah mencuri hatinya itu. Sayang Kusumo tak berani memperjuangkan Wiwien karena status janda yang disandangnya. Kusumo tak mau ibunya terluka bila dia memperjuangkan Wiwien.
“Terima kasih Pak. Terima kasih atas bimbingan Bapak selama ini. Terima kasih atas support Bapak,” jawab Wiwien dengan senyum cerahnya.
Setelah bersalaman dengan semua dosen penguji serta dosen yang hadir di ruang sidang maka dengan gembira Wiwien keluar ruangan. Dia setengah berlari menghampiri Tonny. Dia peluk lelaki itu dengan senang. Nanda hanya bisa melihatnya dengan sendu.
“Selamat ya Sweet heart,” tanpa peduli keadaan sekitar Tonny mengecup kening kekasihnya itu.
“Terima kasih supportnya ya Mas,” Wiwien sudah plong. Satu tahap sudah dia raih.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1