
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Hati-hati ya Mas," Wiwien melepas kepergian suaminya malam ini.
"Iya *sweetheart* ini bukan pertama kali aku keluar malam seperti ini. Sejak aku baru terjun aku udah terbiasa. Kamu tenang aja ya," Tonny menghibur istrinya yang sedang khawatir padanya karena sejak mereka menikah baru kali jni Tonny ikut dengan penyergapan malam hari.
Malam ini adalah malam eksekusinya BELUT sesuai jadwal, armada akan mulai diikuti sesudah pesta. Paling cepat pesta usai jam sebelas atau dua belas malam. Jadi memang kemungkinan paling cepat aksi dimulai jam 00.30 tengah malam baru meluncur ke arah gudang.
Sejak pesta dimulai team pak Victor sudah terjun di lapangan. Tapi kalau Tonny buat apa sejak sore dia ada di lokasi kan dia nggak ada kepentingan.
"Bagaimana Pak?" Tanya Tonny dari tempat mereka duduk mengawasi.
"Kayaknya sih udah mulai ada yang angkat-angkat barang ke masuk ke mobil," jawab Pak SamsuI.
"Ya sejak tadi sudah mulai ada angkat-angkat barang karena mungkin terlalu penuh meja penerimaan kadonya. Jadi mulai diangkat sedikit-sedikit tapi belum meluncur."
"Mungkin meluncurnya sekalian biar enggak berpisah dalam satu team mereka," kata Victor.
Semua menunggu armada bergerak.
"Saya cuma pengen lihat muka dia waktu ditangkap aja kok." Jelas Tonny.
"Kamu, ibu-ibu koq malah pengen liat. Giliran yang muda kamu malas," Victor paham prinsip Tonny sejak dulu.
"Haduh Pak. Bapak tahu sejak dulu saya tak pernah mau nangani klien yang masih muda," Tonny memang anti menerima klien perempuan muda walau artis sekali pun. Satu-satunya klien perempuan muda yang dia terima ya hanya Wiwien aja.
Sesuai estimasi, jam 00.30 malam armada mulai bergerak.
Victor dan Tonny kembali ke mobil masing-masing. Mereka akan mengikuti dari jarak jauh agar aman dari pantauan mobil yang bawa barang.
Mereka tak akan kehilangan jejak karena beberapa anak buah Victor sudah menyusup di mobil dan tiga mobil sudah dipasang pelacak.
Iring-iringan mobil sindikat adalah satu mobil box. Dua mobil pengiring dan satu mobil Vita.
Jumlah total pekerja tujuh orang. Diluar Vita.
Satu setengah jam dalam perjalanan akhirnya mobil pengangkut barang tiba di sebuah rumah kecil sangat bagus dan mewah.
Ya, kecil tapi mewah. Bukan seperti cerita novel atau sinetron gudangnya gedung tua tak terawat.
Rumah berada di sebuah desa yang berada di pinggiran kota Bogor, sudah masuk arah Sukabumi.
Jam 02.00 mereka sampai sana.
Di parkiran sudah ada tiga mobil mewah sebelum mobil armada datang.
Rupanya BELUT sudah menunggu lebih dulu. Total ada tujuh mobil di depan rumah itu.
__ADS_1
Sekarang di sana ada Vita dan tujuh orang yang datang bersamanya ditambah lima orang termasuk Belut yang sudah disana lebih dulu dengan tiga mobil mewah tadi.
Total hanya 13 orang dari kelompok pemilik barang.
Karena Belut dan Vita sudah ada di dalam maka Victor langsung memberi perintah kepada timnya untuk mengepung rumah itu.
Victor sudah memerintah menutup jalan keluar dari rumah itu sehingga tidak bisa kemana pun.
Jalan lingkungan menuju rumah itu sudah ditutup dengan batu-batu besar di taruh di tengah jalan. Tak ada yang bisa keluar dari daerah sekitar situ.
Mobil Victor dan mobil Tonny tentu saja berada di luar baru penghalang itu walau jadi harus jalan dulu bila ingin pulang.
"Pak Tonny jangan lupa rompi anti pelurunya digunakan untuk pencegahan."
"Oh ya siap. Tapi saya kan nggak turun saat penggerebekan. Saya nanti aja sesudah penangkapan," kata Tonny.
"Tapi tetap harus jaga-jaga pakai rompi anti peluru Pak. Justru mungkin setelah melihat wajah pak Tonny ada yang ingin menghabisi Bapak. Kita kan enggak tahu," ajudan Victor memberitahu.
"Iya Pak bener. Saya sudah pakai sejak dari rumah kok. Itu sebabnya istri saya jadi khawatir karena dia kira medan yang saya kunjungi daerah rawan," Tonny memberi penjelasan.
"Kijang 2 siap?" Tanya Victor di handy talky yang dia pegang.
"Siap kami sudah di posisi," terdengar jawaban dari alat di tangan Victor.
"Kijang 1 bagaimana?" Victor bertanya kesiapan team lainnya.
"Semua siap di posisi masing-masing. Oke Kijang 3 bergerak, dalam hitungan mundur. Tiga … dua … satu … GO!" Victor pun memberi perintah untuk ber aksi.
Saat itu di dalam rumah sedang dibuka kado-kado beirisi narkoba.
Kado yang real kado dari teman-teman dipisah karena sejak awal mereka tahu barang mereka yang 'kiriman' yang mana.
Mereka sedang memeriksa keaslian barang juga berat timbangannya apakah sesuai dengan order yang mereka pesan.
"Kalian semua angkat tangan!" suara dari pengeras suara menggema di ruangan itu tanpa terlihat siapa yang bicara.
"Kalian sudah dikepung luar dalam. Semua ban mobil kalian sudah dikempesi. Silakan angkat tangan," kata suara tak terlihat wujudnya itu.
Saat itulah pasukan cari Kijang 3 masuk.
Petugas Kijang 3 ini lengkap dengan rompi anti peluru dan juga helm agar kepala tidak jadi sasaran tembak.
Selain melindungi kepala helm juga untuk menutup siapa jati diri para petugas itu.
Pasukan Kijang 3 yang masuk berjumlah 21 orang.
Kijang 2 melapisi ruangan. Kijang 2 berjumlah 12 orang.
__ADS_1
Sedang kijang 1 adalah petugas yang berjaga di jalan dan bertugas menaruh batu-batu besar tadi. Kijang 1 berjumlah 12 orang.
Victor menyiapkan banyak personil karena buruannya adalah bandar besar yang sudah dua tahun selalu lolos karena tak tertangkap tangan.
Pada kesempatan kali ini Victor tak ingin gagal.
13 orang gerombolan BELUT yang terdiri dari 2 perempuan yaitu Si Belut dan Vita sisanya 11 laki-laki tentu saja tak bisa berkutik.
Saat itulah Victor masuk setelah Vita dan BELUT serta 11 komplotannya sudah di borgol dengan borgol plastik atau PLASTIC HANDCUFF atau HANDCUFFS CABLE TIES.

"Akhirnya kamu ketangkap juga," kata Victor dengan senyum kepuasan akan teamnya kali ini.
Belut sudah 2x tertangkap. Tapi karena bukan tangkap tangan dia bisa bebas dengan banyak alibi.
Tak lama terdengar tepuk tangan. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Tonny.
"Bravo ya Bu! Selamat Bu. Rupanya anda kangen sama anaknya ya? Kepengen tidur satu sel sama Brian?"
Dari sini semua tahu dong siapa sosok belut ini. Readernya Yanktie kan pinter semua.
Karena sudah disebut oleh Tonny bahwa ibu itu ingin satu sel dengan anaknya yaitu Brian.
Jadi sebenarnya selama ini Brian itu hanya suruhan mamahnya! Bukan dia otak atau bandarnya. Dia hanya pion.
Dulu papanya juga residivis yang ditembak polisi saat kabur.
Yang jadi kejutan buat Tonny adalah paman kandung Pangestu Hudaya yang bernama William Hudaya ada disana!
Dia adalah sugar daddy nya Vita!
Tonny minta izin pada Victor membuat video singkat yang menampakan dirinya dan paman Pangestu itu. Victor memberi izin. Jangan lupa semua diliput oleh media khusus kepolisian.
Tanpa buang waktu Tonny mengirim video itu pada Pangestu.
"Hallo pak Pangestu. Bagaimana tanggapan anda bila paman kandung anda sekarang bersama saya? Dia adalah sugar daddy Vita dan sekarang semua ditangkap tangan karena termasuk dalam komplotan bandar besar."
"Bersiap semua usaha keluarga besar anda akan terseret!"
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.