UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
ESTIMASI LIMA HARI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Intinya kalau kerja di Bu Wiwien itu satu:  JUJUR, kedua nggak usah hitung-hitungan tenaga.



"Kalian tahu rumah ini punya Bu Wiwien dan saya tidak ngontrak. Tinggal gratis di sini. Sama yang di ruko juga seperti itu dia tidak menghitung sama sekali. Tidak dipotong dari gaji kita."



"Dan nanti bonus -bonus yang tidak dihitung dan tak kita duga akan banyak. Jadi tinggal kitanya aja yang tahu diri."



"Bu Wiwien orangnya loyal"  itu yang pertama Ira sampaikan pada rekan kerja barunya ketika mereka tiba di lokasi laundry 2.



"Nanti kita juga bisa bawa saudara kita yang jujur dan rajin kerja kok. Semua yang kerja di tempat bu Wiwien itu tadinya dari saya. Sekarang saudara saya yang bksa saya andalkan udah habis jadi bu Wiwien minta dari Pak satpam. Kalian beruntung direkrut oleh Bu Wiwien." lanjut Ira. 



"Asal jangan bikin perkara kalau kerja ama bu Wiwien. Suaminya kan pengacara. Dia enggak main-main kalau ama orang enggak jujur."



"Dan kerja itu selain jujur teliti tepat waktu.  Katakan aja jujur apa pun ke bu Wiwien daripada ketahuan bohong. Itu sudah fatal buat Bu Wiwien dia tidak mau kebohongan sedikit pun."



"Saya kalau mau bisa kok curang. Di sini banyak yang minta cucikan dengan tangan. Di sini banyak yang minta antar jemput tapi saya lapor ke Bu Wiwien."



"Bu Wiwien nggak lihat kok kalau saya curang tapi kalau dia dapat info dari orang lain itu adalah sama juga kita meludahi air sumur tempat kita minum. Itu fatal jadi lebih baik bicara aja jujur."



"Saudara saya di laundry 1 juga gitu. Ada konsumen yang ambil atau naruh barang itu di luar jam kerja dan dia terima tapi lapor ke Bu Wiwien. Bu ada yang ambil antar barang jam 05.00 pagi karena dia kerja. Bu Ada yang ambil barang jam tujuh malam."



"Jangan sampai bu Wiwien dengar dari orang lain dan kita digorok. Itu aja pesan awal saya."

__ADS_1



" Ayo kita mulai belajar. Ira mulai mengajarkan semua bagaimana menembakan nama pada baju, memisah baju sesuai bahan dan warna dan seterusnya.


\*\*\*



Wiwin sedang di lokasi usaha barunya. Dia melihat semua sekat sudah rapi. Kamar mandi pun sudah bersih sudah siap digunakan. Colokan listrik dan paralon pembuangan sudah rapi terpasang oleh Mas Suli .



"Ini yang belum apa lagi mas Suli, Mas Bangun?" tanya Wiwien.



"Kita sengaja bikin meja dan rak belakangan Bu. Dindingnya bisa dilapis duluan selama kita bikin rak." Mas Bangun menjawab pertanyaan Wiwien abrusan. 



"Oh iya betul, betul kalau bikin rak dulu dinding nggak cepet dikerjakan ya. Jadi besok bisa ya kita ya panggil tukang wallpapernya untuk kerja?" kata Wiwien.



"Sekarang juga bisa Bu," Suli malah 'menantang' kalau ruangan siap saat ini juga.




"Besok kami udah ready dari jam 08.00.  Kalau mereka datang pagi kami sudah ready," mas Bangun memastikan kesiapan mereka.



"Oke besok siap dipasang wallpapernya. Ini barusan mereka sudah menjawab pesan saya," jelas Wiwien.



"Trus kalian itu ceritanya kapan selesainya rak dengan meja terima barang juga rak-rak di kios ayam geprek dan roti?"  Wiwien ingin memastikan kapan siap launching.



"Rak dan meja untuk Laundry siap semua dalam dua hari ini Bu. Rak dan meja kios ayam dan kios roti kayaknya hari ke empat selesai semua," Suli memastikan mereka akan selesai dalam empat hari lagi.



"Saya estimasi sampai satu minggu ya Mas. Lima hari lah.  Satu minggu lagi kita udah jalan."


__ADS_1


"Iya Bu udah bisa jalan satu minggu lagi," kata mas Suli memastikan.



"Oke saya hitung lima hari aja. Hari keenam kita masukin barang, kompor mesin cuci dan lain-lain. Hari ke tujuh  kita jalan ya Mas?" 



"Siap Bu. Insya Allah seperti biasa lancar," kata Suli dan Bangun yang biasa mengerjakan proyek dari Wiwen.



"Harus jalan Mas. Karena hari ke-8 itu ulang tahunnya Awan dan saya ingin semua karyawan datang.



"Pembukaan di rumah saya aja nggak seperti biasa Mas Bangun, mas Suli. Konsepnya nanti kita bikin banner panjang lalu pembukaannya itu kita narik tali layar seperti buka kordyn Mas."



Maka saya minta hari ke enam semua sudah buka biar saya bikin foto dan hari ketujuh saya  cetak kilat buat bannernya.  Hari ketujuh mas Suli dan mas Bangun sudah kerja di rumah bikin layar itu," pinta Wiwien.



"Oke bu siap. Insya Allah siap.  Saya janjikan sebelum hari ke lima sudah rapi semua.



"Saya akan bekerja sampai  agak malam nggak apa-apa yang penting Ibu bisa sesuai jadwal."



"Soalnya ini ulang tahun Awan yang ketiga. Mas kan tahu dari ulang tahun pertama selalu ada kejutan," kata Wiwien. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1675709878004.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.


__ADS_2