UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
BELUM PASTI JADI MERTUA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Saya sudah sampaikan ke ibunya Nisa bahwa saya duda dan saya mengapa saya bercerai. Semua saya ceritakan jujur karena tak mau ada kesalahan lagi."



"Saya nggak mau nanti ada yang suara buruk menjelek-jelekkan saya yang memang sudah sangat buruk citranya," kata Bayu jujur. 



"Jadi kamu udah jujur ke calon mertua kamu itu?" Iis meminta kepastian pada Bayu.



"Ya belum pasti jadi mertua lah Bu," sanggah Bayu.



"Pokoknya itu! Kamu udah jujur ke ibunya Nisa," cecar Iis.



"Sudah," jawab Bayu.



"Apa tanggapan ibunya Nisa?" Selidik Joko. 



"Ibunya Nisa senang saya jujur. Dia memasrahkan Nisa pada saya. Entah untuk saya nikahi atau untuk dicarikan jodoh yang baik."



"Karena sekarang pak Syamsul sudah masuk rumah sakit lagi. Kemarin pulang karena ibunya meninggal aja."



"Selama ini yang jaga Nisa dari perbuatan jahat pak Ahmad itu kan pak Samsul dan bu Yuni. Bu Yuni sudah tak ada, pak Syamsul sakit, Sudah enggak ada yang bisa cegah Nisa dijual," kata Bayu.



"Menurut  Ibu dan Ayah bagaimana atas saran Herman tadi?"  kata Bayu pada kedua orang tuanya.

__ADS_1



"Kalau ibunya udah setuju. Dan Nisa mau, kalian nikah aja di rumah sakit dulu. Yang penting resmi dulu nggak usah mikir yang lain-lain. Saat sudah resmi kasih tahu ke bapak kandungnya dengan didatangi pengacara seperti Tonny. Beres kata Joko.



"Wiwien pasti senang mendengar khabar ini dan Tonny pasti mau membantu menekan Ahmad ayah kandung Nisa," jawab Joko.



"Jadi Ayah setuju?" Bayu tak menyangka jalannya dipermudah setelah dia mendapat maaf kedua orang tuanya. Semua berkat bujukan Wiwien. Perempuan luar biasa yang penuh welas asih. 



"Kalau buat kebaikanmu Kenapa nggak?" Jawab Joko pasti.



"Yang penting kamu jangan berbuat salah lagi," kata Bu Iis.



"Saya sadar kok saya pernah salah. Sejak pisah dgn Wiwien saya tak pernah dekat perempuan lagi. Saya demi Allah bingung mengapa bisa kena jebakan Ririn Bu. Tapi demi Allah saya enggak pernah punya perasaan ke perempuan lain sejak saya pacaran dengan Wiwien. Sampai sekarang pun saya nggak mau kenal perempuan lagi Bu." Kelas Bayu.



"Ya sudah katakan pada ibunya Nisa. Bila Nisa setuju kalian langsung menikah saja," Joko merasa '*ada hal tak kasat mata*' yang membuat Bayu bisa berpaling ke Ririn yang wajahnya saja di bawah standar. 




"Iya nggak apa-apa telepon aja," jawab ayahnya lalu Bayu menghubungi Murniati 



"Seperti yang saya bilang tadi siang Bu. Saya kan tadi sudah bilang pada Ibu kalau saya itu duda anak satu tapi tidak ikut saya. Saya juga cerita ke ibu mengapa saya bercerai." Setelah bertukar salam Bayu langsung bicara seperti itu didepan ayah dan ibunya. Bayu sengaja mengatakan itu agar Joko dan Iis mendengar bahwa dia tadi sudah jujur.



"Sekarang saya sudah matur ke orang tua saya.  Orang tua saya bilang kalau misalnya Nisa setuju, kami langsung nikah di depan bapak di rumah sakit gimana menurut Ibu?" kata Bayu.



"Bagaimana bila besok pagi-pagi kamu ke rumah sakit. Ibu juga akan ada di sana sebelum Nisa berangkat kerja. Kita bicarakan semuanya jujur pada Nisa," kata Murniati 



"Oh kalau gitu sangat baik Bu. Saya nggak ngomong sendirian," tentu saja Bayu senang tak perlu bingung bicara sendirian dengan Nisa.

__ADS_1



"Saya nggak enak sama Nisa.  Serius Ibu tahu saya belum pernah kenal dengan Nisa. Kami satu ruangan juga baru satu minggu Bu." Ujar Bayu.



"Saya mengerti nak Bayu. Saya tunggu besok pagi jam 06.00. Saya akan katakan pada Nisa tunggu saya datang karena saya ada perlu dengan dia," Murniati lega. Setidaknya dia plong bila dia dan suaminya meninggal ada yang jaga Nisa.



"Terima kasih Bu. Assalamualaikum," kata Bayu.



"Waalaikumsalam," jawab Bu murniati.



"Jelaskan yang saya  katakan kalau saya nggak bohong.  Saya beneran udah cerita ke Bu Murniati Bu," ucap Bayu.



"Ya sudah semoga ini juga jodoh terbaikmu," kata ibu.



"Iya Bu Insya Allah," jawab Bayu.  Dia lalu pamit  karena sudah selesai menyampaikan misinya.



Bu Iis mengajaknya makan malam sebelum pulang. Bayu pun ikut makan malam di rumah orang tuanya.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1676857324566.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.


__ADS_2