UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
PAKDE TONNY


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


 ‘Babe nonton yok, aku udah beli tiket’.


‘Babe besok jemput aku sepulang show ya?’


Dan banyak rengekkan Vita lainnya. Tonny hanya bertemu dengan Vita bila perempuan itu datang menemui di rumahnya. Tonny tak pernah menjemput Vita dimana pun apalagi datang menghampiri ke kamar kostnya.


Tonny tidak menolak Vita, dia senang sang mama ada teman terlebih sejak papanya meninggal. Tapi hatinya belum tergerak untuk mencintai Vita. Bahkan selama ini baru satu kali Tonny mengecup kening Vita ketika mereka bertunangan. Selebihnya Vita yang selalu mengecup kedua pipi Tonny dengan mesra.


Seroja yang sering jalan bersama Vita dan juga sering datang ke kamar kost Vita. Seroja sering menghampiri Vita di kamar kostnya, baik janjian mau pun tidak. Kadang mereka hanya ngobrol saja di kamar kost Vita, kadang mereka keluar berdua, makan atau belanja. Tapi kadang bertiga dengan Bryan bila kakak Vita juga libur. Bahkan beberapa kali juga dengan Tria. Tapi tak pernah satu kali pun dengan Tonny!


FLASH BACK OFF


Seroja mengingat dengan jelas kalau selama ini ternyata memang Tonny tak pernah satu kali pun dekat dengan Vita. Tak pernah Tonny terlihat bercanda dan berinteraksi dengan Vita seperti dia berinteraksi dengan Wiwien didapur tadi. Bahkan Seroja dengan jelas mendengar kalau Tonny menawarkan bantuan pada Wiwien untuk memasak bersama.


“Sekarang bawa Tante ke ruang atas Kak, biar tante tiduran dengan aku. Atau kakak turunin kasur aja kan ruang depan belum ada pekerja dan konsumen. Hari ini masih bisa kita gelaran disini. Ayok Kak aku antar ke tangga,” Wiwien mengajak Toony naik tangga untuk menurunkan kasur besar.


Tonny mengikuti Wiwien. Begitu masuk lantai dua terlihat kasur besar yang ada spreynya rapi disudut ruang.


“Sini aku lipat spreynya, Kakak turunkan kasurnya,” Wiwien langsung mencopot sprey dan melipatnya, dia membuka pintu agar Tonny bisa membawa kasur ke lantai bawah.


Walau susah payah karena tanganya kecil, Tonny berhasil membawa kasur. Wiwien langsung memasang sprey dan menyalakan AC ruang itu.


“Kita ke kamar mandi dulu ganti diapers ya Ma, baru Mama tidur siang,” Tonny mendorong kursi roda dan membawa diapers ganti ke toilet.


“Ayok kita tiduran sini Tante,” Wiwien menaruh bantal dan guling. Dia juga sudah menyiapkan selimut.

__ADS_1


“Tante harus rehat ya. Kalau enggak rehat kita enggak nyoba bikin clapper tart. Wien sudah siapin bahannya. Nanti kita bikin berdua ya. Eh bertiga sama kak Tonny. Kita masak bertiga ya Tante,” Wiwien memapah Seroja agar bisa berbaring. Lalu dia tinggal karena Awan sudah bangun. Dia akan membawa Awan untuk disusui dikamar atas.


Kenyang dan bahagia, tanpa menunggu lama Seroja langsung tertidur ditempat sederhana itu. Suatu hal yang tak Tonny duga. Ada senyum diwajah cantik mamanya saat tidur.


***


“Kak, kalau besok hari Senin siang, aku minta Tante diantar kesini boleh enggak. Sama nurse aja enggak apa-apa,” Wiwien bertanya pada Tonny.


“Ada apa hari Senin siang?” tanya Tonny bingung.


“Aku mau tumpengan pembukaan laundry ini. Cuma ibu, mantan mertua sama Tante. Mbak Asih istri mas Slamet. Sedang mas Slamet sih bilang dia akan datang. Bapak bilang akan upayakan datang. Tapi mas Slamet belum kasih kepastian,” Wiwien memberitahu mengapa dia mengundang tante Seroja datang lusa.


“Eh … Arno bilang dia bisa datang. Udah cuma segitu aja. Niatnya baca bismillah aja lah namanya mengawali usaha,” lanjut Wiwien.


“Insya Allah mama akan datang,” sahut Tonny cepat.


“Alhamdulillah. Makasih ya Kak,” Wiwien hanya ingin bu Seroja kembali berbaur dengan umum. Jangan hanya diam dalam rumah saja.


***


“Tante ini lho, cuma dikocok gini aja sampai naik tinggi, lalu masukin bahan ini dan ini,” Wiwien mengajak Seroja beraktivitas didepan Tonny. Mau tak mau Seroja memberi respon pandangan mata melihat semua yang Wiwien dan Tonny lakukan.


“Nah sekarang kita masukkan cup kecil-kecil seperti ini jadi enggak repot motong juga lebih praktis. Gampang kan Tante?” dan tanpa sadar Seroja mengangguk. Suatu respon yang sangat baik. Karena biasanya diajak bicara apa pun dengan Tonny atau siapa pun dia no respon.


“Ma, kalau Mama sehat dan mau bersosialisasi, besok hari Senin Wiwien ngajak Mama datang kesini lagi. Wiwien mau tumpengan pembukaan usahanya. Kalau Mama nolak nanti bilang ya, jadi Onny enggak perlu bilang ke nurse antar Mama kesini,” Tonny sengaja cari celah untuk mendapat respon mamanya.


“Tante, Tante genggam tangan Wien kalau hari Senin Tante mau datang. Tapi biarkan aja tangan Wien kalau Tante enggak mau datang,” Wiwien menaruh telapak tangannya dibawah telapak tangan Seroja. Dia tahu Seroja bingung merespon perkataan Tonny tadi.


Wiwien merasakan genggaman tangan Seroja, dan Tonny melihat sang mama menggenggam erat tangan Wiwien.

__ADS_1


“Oke, Mama mau datang kesini hari Senin siang. Nanti Onny akan bilang pada nurse dan driver ya.” Tonny senang ada kemajuan mamanya mau bergabung dengan orang lain.


“Kita masukin kue ke oven ya. Pasang timer biar enggak lupa. Ini tergantung besarnya api kompor. Karena beda kompor panasnya beda. Kalau tante pakai oven listrik juga beda lamanya,” Wiwien memasang timer di ponselnya.


“Anak Bunda udah harum ya. Sini dipangku Oma ya sayang,” Wiwien mendudukkan Awan dipangkuan Seroja.


“Kami orang Jawa, bukan Oma, panggilnya Eyang seperti kedua anak kakakku,” Tonny meralat panggilan yang Wiwien berikan.


“Oh, baik pakde Tonny, Awan akan panggil eyang,” sahut Wiwien mewakili Awan.


Seroja mengelus pipi Awan. Dan Tonny melihat itu. “Coba sini Pakde gendong,” Tonny mencoba mengajak Awan.


“Ha ha ha aneh juga dipanggil pakde, karena biasanya dipanggil Om oleh kedua anak kakakku,” Tonny menggendong Awan yang tak menolak.


“Aku sudah lama banget enggak gendong anak kecil. Kakakku pulang terakhir tahun lalu, saat si kecil berusia tiga belas bulan.”


“Kakak kan lebih tua dari saya, ya pakde lah panggilan dari Awan. Kalau dari anak kakaknya tentu dipanggil om karena kakak adik ibunya,” jawab Wiwien mendengar Tonny agak janggal dipanggil pakde oleh Awan.


Seroja pamit setelah makan malam yang dibeli oleh Tonny. Perjanjiannya memang seperti itu, kecuali nasi dan kerupuk.  Dia cukup senang bisa berkenalan dengan gadis sederhana itu. Ups, bukan gadis! Tapi perempuan sederhana.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK  YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  UNREQUITED LOVE YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2